...Wellcome back my story...
...Jangan lupa vote dan comen guys...
...Happy reading all...
...HATI HATI TYPO BERTEBARAN...
********
Seorang mahluk Tuhan sedang duduk dengan angkuhnya menempeti singgasana yang telah menjadi miliknya. Ia duduk sambil menyesap minuman yang sepertinya adalah minuman keras, tetapi jika ia yang minum tidak akan pernah merasakan pusing yang sering di alami oleh mahluk fana di dunia ini seperti Manusia.
Pandangannya lurus ke depan, entah apa yang ia lihat di sana yang pasti ia hanya mentap kosong ke arah dinding tembok yang terbuat dari emas dan berhiaskan mutiara.
Yang pasti aslkan kalian tau, di dalam ruangan nan megah itu tidak ada penghuninya di dalam, hanya orang yang berkepentingan lah yang boleh masuk ke dalam situ atau sedang mengadakan musyawarah tertutup saja.
Jika kalian tanya apakah laki-laki itu bosan berdiam sendiri di sana tanpa ada lawan berinteraksi, jawabnnya adalah YA. Ia sudah lama mendambakan seorang pendamping hidup sama seperti serigala-serigala lainnya, namun baru ia telah mendapatkan pasangan hidup yang di berikan oleh Moon Gods, malah perempuan itu telah bunting terlebih dahulu.
Entahlah hal ini telah direncanakan seseorang atau tidak yang telah dengan sengaja menikahi mate nya dengan maksud menghancurkan kerajaannya dan merebut tahta dengan menikahi luna mereka, yang jelas ia tidak tau mengapa skenario hidupnya begitu rumit dari pada Alpha lainnya.
Di saat ia tengah termenung, namun ia dikejutkan dengan pintu ruangan yang sekarang dirinya berada diketuk oleh seseorang yang dengan maksud meminta izin kepada sang alpha untuk masuk dan menyampaikan suatu berita yang telah Raga tugaskan untuk mencari informasi tentang hal itu.
"Alpha saya Bara ingin menyampaikan sesuatu kepada alpha," ujar Bara yang berada di balik pintu.
"Masuk," perintah laki-laki itu yang tak lain adalah Raga.
Seseorang yang bernama Bara yang telah mendapatkan izin dari Raga langsung dibukakan pintu ruang singgasana itu oleh penjaga yang berjaga di sebelah kanan dan kiri pintu.
Bara pun masuk ke dalam ruang tempat sang alpha bertahta. Ia berjalan menghampiri Raga yang duduk di singgasana, yang mana Raga sedang mentap dirinya tajam, ia yang mendapatkan tatapan menghunus bagaikan pedang dari Raga pun langsung menundukan kepalanya tidak berani menatap mata sang alpha.
Asalkan kalian semua perlu ketahui, jikalau ada seseorang bawahan selain beta, delta, dan gamma atau para tetua, tidak diperbolehkan menatap mata sang alpha selain mereka. Maka dari itu ia tidak berani bertatap lansung dengan sang alpha karena posisinya di sini hanyalah seorang mata-mata kepercayaan sang alpha dan tidak lebih dari pada itu.
Sesampainya di depan sang alpha, laki-laki yang bernama Bara itu langsng berlutut dengan wajah tertunduk di hadapan sang Alpha, ia melakukan hal itu karena sudah menjadi kewajiban seorang bawahan untuk melakuakan apa yang ia lakukan tadi.
"Salam hormat saya Alpha," ucap Bara memberi salam hormat kepada Raga.
Raga yang mendapatkan hormat dari Bara pun mengangguk dengan maksud ia telah menerima hormat dari Bara dan mempersilahkan laki-laki itu menyampaikan seauatu yang ingin ia sampaikan.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Raga yang tidak ingin berlama-lama dan berbasi-basi lagi.
"Saya ingin menyampaikan bahwa luna kabur dari rumah karena Vino telah mengusirnya dan ingin menceraikan luna, kami sudah berusaha sekeras mungkin untuk mencari di mana keberadaan luna, tetapi di antara kami sama sekali tidak ada yang menemukan keberadaan luna sekarang. Maafkan kami alpha."
Raga yang mendapatkan pernyataan yang tidak mengenakan di telinganya itu pun sontak langsung berdiri dari singgasana yang menjadi tempat duduknya itu. Ia mengepalkan kedua telapak tangan dengan kuat sehingga urat-urat tangan laki-laki itu terlihat. Sungguh mengerikan.
"Brengsek," umpatnya dengan amarah yang telah memuncak samapai ke ubun-ubun.
Sama halnya dengan serigala yang berada di dalam diri Raga ia juga mendengar pernyataan dari Bara barusan langsung menggeram marah dan memberontak sekeras mungkin utuk keluar atau berganti shif dengan Raga. Sungguh ia tidak akan pernah rela harus kehilangan calon lunanya yang telah ia cari berabad-abad lamanya.
Laki-laki yang mempunyai nama Bara itupun yang mendengar amarah dari sang alpha dengan keberanian yang mulai menciut memberanikan diri mencuri pandangan untuk menatap mata sang alpha yang terkadang berwarna hitam dan terkadang berwarna kuning ke emas emasan dan hal itu terus terjadi berulang ulang.
Bara yang melihat itu langsung menundukan kepalanya, sungguh sangat mengerikan jika alphnya sedang dalam keadaan marah, hampir semua orang tidak berani berdekatan di saat ia sedang marah dan bertengkar dengan Nathan karena di saat saat seperti itu emosi Raga dan Nathan sama-sama tidak bisa dikontrol dengan baik sehingga bisa saja mereka berdua menyerang orang yang tak jauh dari ia berada.
"Cepat biarkan aku berganti, kau sudah puas menikmati waktu mu di luar. Saat nya aku lagi yang akan keluar."
"Tidak akan bodoh. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku, NATHAN."
"Apa kau tidak khawatir dengan mate mu hah? Bagaimana misalnya ia kelaparan atau terjadi sesutau di luar sana. Apa kau tega membiarkannya?"
"Aku tau itu Nathan. Jika aku membiarkan mu keluar dapat kah kau menyelesaikan masalah, tidak, kan? Jadi biarkan saja aku yang menyelesaikan semua ini. Dan ini bukan waktu yang tepat untuk kita bertengkar."
"Dasar Raga bodoh."
Kini tubuh Raga kembali normal ia telah dapat menguasai tubuhnya kembali. Raga memegang kepalanya yang berdenyut akibat pertengkaran dirinya dan Nathan tadi yang terjadi di dalam pikiran.
Kemudian Raga memandang Bara yang masih saja setia dengan posisinya semula, "cepat kau cari Luna, arahkan setengah pasukan kita untuk mencari keberadaan luna di seluruh penjuru, jangan pernah pulang sebelum kalian mendapatkan luna kembali, dan tetap lah memberikan informasi yang kalian dapatkan, dan juga yang terakhir cari tau siapa Vino sebenarnya."
Raga menyuruh Bara untuk menyelidiki siapa Vino adalah karena ia mendapatkan firasat buruk tentang Vino, mungkin Vino ada kaitannya tentang serigala atau vamvire yang ingin menghancurakn kerajaannya. Jika benar Vino ada hubungan dengan semua itu, kenapa ia saat berdekatan dengan Raga tidak mencium bau-bau yang mencurigakan.
"Baik alpha," setelah mengatakan itu, Bara langsung beranjak dari posisinya dan meberikan hormat untuk segera keluar dari tempat itu karena hal yang ingin ia sampaikan telah tersampaikan.
Raga menatap ke arah Bara yang membuka pintu seraya keluar dari ruangan sehingga menyisakan dirinya seorang di sini. Raga mengalihkan pandangan matanya kepada gelas yang ia gunakan untuk meminun minuman keras tadi. Sesaat kemudian ia meraih gelas tersebut yang tergeletak di meja samping ia duduk. Hal selanjutnya yang Raga lakukan adalah mencengkram gelas tersebut hingga gelas itu pecah dan pecahan kaca dari gelas itu ia genggam sekuat mungkin hingga sampai mengeluarkan darah segar dari tangannya.
"Tunggu pemabalasanku Vino," geram Raga.
*********
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments