...Wellcome back...
...Happy reading All...
...Jangan lupa vote dan comen...
*******
Nanda mengusap air mata nya yang sedari tadi tidak berhenti mengeluarkan cairan. Dari air mata yang ia keluarkan lah Nanda mengekspresikan bagaimana hatinya yang saat ini sedang terluka, siapa yang tidak merasa sakit hati saat dikhianati pasangan sendiri.
Nanda tidak bisa berkata apa-apa lagi saat Vino tadi melayangkan pernyataan perceraian kepada dirinya. Dan yang paling membuat hati Nanda terluka pilu lagi adalah begitu teganya Vino mengusir dirinya dari rumah sebelum mereka belum resmi bercerai dan parah nya lagi adalah ia saat ini sedang mengandung buah hati mereka, tidak ada tanda kasihan sekali kah Vino kepada dirinya?
Nanda tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya meskipun hanya sekedar gumaman sebab ia begitu nyilu di bagian dadanya saat mendengar pernyataan Vino di rumah tadi. Nanda berjanji tidak akan pernah lagi memaafkan Vino untuk ketiga kalinya.
Vino memang tidak pernah berubah, Vino tetaplah Vino yang dahulu yang selalu kasar kepada dirinya, Nanda sekarang tahu kalau orang yang memiliki hati yang jahat tidak akan pernah bisa berubah.
Nanda terus menyusuri jalan yang ia sendiri tidak ketahui tujuannya akan kemana karena ia tidak tau harus pergi kemana. Keluarganya sudah lama meninggalkan Nanda, dan penyebab keluarga Nanda dibunuh adalah karena laki-laki itu, yaitu laki laki yang sudah tega teganya menghianati ketulusan Nanda. Vino lah orangnya.
Tanpa Nanda sadari ia telah berjalan jauh dan bahkan ia sudah memasuki ke dalam sunyi nya hutan. Hutan yang Nanda masuki adalah hutan yang sangat dilarang oleh setiap manusia masuk ke dalamnya, sebab tidak sedikit orang yang telah nekat memasuki hutan tersebut tidak akan pernah kembali lagi atau tidak dapat kelur dari hutan itu dan terkurung selama lamanya di sana.
Nanda terkejut saat ia sedang menyadari jika dirinya sudah berjalan jauh dari rumah Vino. Nanda menatap kesekeliling hamparan hijau tersebut dan mengamati setiap pohon-pohon yang berdiri tegak menjulang tinggi, bulu kuduk Nanda meremang saat ia meliht rumput yang tidak ada angin sama sekali itu pun bergoyang.
Nanda memeluk tubuhnya erat agar dengan begitu ia dapat mengurangi rasa takutnya. Nanda tidak tahu dia ada di mana, ia juga baru menyadari jikalau dirinya sudah memasuki hutan.
Semakin ia berjalan ke dalam memasuki hutan maka semakin gelap pula lah hutan tersebut, sebulir air mata yang tadi sempat terhenti kini bercucuran kembali.
"Aku ada di mana hiks hiks, ibu bapa Nanda takut," lirih Nanda sambil terisak.
Ia duduk sejenak di bawah pohon kayu yang rindang untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya yang lelah. Hawa hutan tersebut semakin mencekam sehingga membuat Nanda sangat takut, ia tidak tau harus berjalan ke arah mana agar dirinya keluar dari huatan yang sangat mengerikan ini.
Otaknya saat ini tidak bisa berpikir lagi karena pikiran Nanda sudah dipenuhi akan rasa bencinya terhadap Vino, yah Nanda selalu teringat kenangan manisnya bersama laki-laki brengsek itu.
Nanda sudah berusaha keras untuk membuang segala pikiran tentang Vino yang bisa melukai lubuk hatinya yang terdalam, namun usaha yang Nanda terapkan selalu gagal. Nanda sudah sangat tidak mengerti lagi dengan keadaan saat ini.
Yang diinginkan Nanda sekarang ini adalah ia ingin bertemu dengan kedua orang tuanya yang selalu menjaga dirinya dan memberikan kasih sayang yang berlimpah kepada Nanda
Namun saati ini kata kasih sayang itu sudah menjauh dari hidup Nanda, tidak ada lagi perhatian yang selalu ia dapatkan, yang ada hanyalah rasa sakit yang selalu mengejar-ngejar dirinya.
"Tuhan ambil nyawaku sekarang, aku tidak sanggup lagi hidup di dunia mu ini yang penuh dengan kekejaman yang kau uji kepada diri ku. Tuhan aku ingin bertemu dengan orang tua ku saja saat ini bukan yang lain. Hanya itu permintaan ku, tolong kabulkan permohonan ku tuhan, sebab dirimu lah yang punya kuasa di dalam hidupku."
Nanda menatap ke arah atas birunya langit yang sedang mendung. Ia mengalihkan kembali pandangannya saat mendengar suara geraman dari serigala yang tak jauh dari dirinya saat ini berada.
Nanda memeluk lututnya kuat, ia tidak tau harus bagaimana lagi mengahadapi situasi yang menegangkan. Air mata terus saja mengalir tanpa henti dari bola mata Nanda, ia hanya bisa pasrah saat suara geraman itu semakin mendekat.
Nanda mendongak saat ia mendengar suara geraman tersebut tepat berada di dekatnya. Nanda dibuat shok saat ia melihat lima ekor serigala berada di depan dirnya saat ini yang sedang mengeluarkan air liur yang menjijikaan dari mulut serigala itu.
"Jangan mendekat," pinta Nanda saat seekor serigala yang bertubuh besar mendekat kearah dirinya.
Nanda semakin memeluk kedua lututnya saat serigala tersebut mengendus endus tubuh Nanda. Kemudian serigala itu menatap kawananya yang sedang menunggu sang serigala tersebut memberikan instruksi selanjutnya.
Serigala yang mendekat tadi menganggukan kepalanya kepada teman-temannya. Nanda yang melihat sang serigala yang mengisyaratkan sebuah tanda-tanda bahaya itu pun langsung berkesot mundur untuk menghindari sebuah ancaman yang akan menghampiri dirinya.
Nanda berusaha setenang mungkin saat kelima serigala tersebut berjalan ke arah dirinya, mungkin Tuhan telah menjawab doa doa nya tadi untuk segera dipertemuakan kepada orang tuanya.
Nanda tersenyum ke arah sergala itu dan mempersilahkan serigala tersebut menyantap dirnya mentah-mentah.
Karena Nanda berpikir apabila serigala tersebut memakan dagingnya maka ia akan pergi dari dunia ini selama-lamanya dan tidak ada lagi masalah yang akan menghampiri dirinya, yang ada hanyalah sebuah kebahagiaan karena ia telah dapat bertemu dengan keluarganya kembali dan berkumpul seperti dahulu.
Mungkin Tuhan telah menentuakan bagaimana tragedi ia meninggal dan tragedi tersebut adalah dengan cara menjadi santapan lezat dari serigala liar, dan Nanda sanagat bersyukur cara ia diambil oleh Tuhan adalah dengan serigala dan tanpa ia harus repot-repot untuk bunuh diri yang ia sendiri bergidik ngeri untuk menjalankan aksinya.
Nanda masih saja dapat tertawa miris saat sang serigala semakin mendekat ke arahnya. Nanda tidak menyangka beginilah akhir kisah kehidupannya, ia harus merasakan rasa sakit yang begitu menyayat hati Nanda sebelum ia akan meninggalkan dunia ini dan tidak akan pernah kembali lagi walaupun sedetik, mungkin begini lah akhir dari segala cerita hidupnya yang harus meninggal bersama dengan anaknya yang sama sekali belum melihat dunia ini.
Nanda mengusap perut miliknya yang sudah lumyan besar dan mulai mengingat-ingat kenangan yang manis dan sangat indah bersama keluarga, Vino, sahabat-sahabatnya dan masa kecilnya yang sangat indah.
Namun tak berapa lama Nanda merasakan sesuatu yang lincip dan tajam menyentuh lehernya yang mulus dan menancap di situ, sehingga Nanda menggerang keras akibat rasa sakit dari lehernya yang terkoyak oleh serigala tadi.
"AKKKKHHH!!!!" Kini Nanda tidak dapat lagi melihat cahya dari indahnya dunia.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments