...Welcome back...
...Jangan lupa...
...Vote & comen...
...Happy reading...
********
Setelah menenangkan pikiran nya Nanda berniat untuk keluar rumah dengan maksud mencari udara yang asri dan segar yang bisa menangkan pikirannya yang terus berkecamuk dan hampir depresi. Ia berniat untuk menjernihkan pikiran nya yang terus memikirkan hal-hal yang buruk.
"Bi, Nanda keluar rumah ya, kalau Vino datang bilang kalau Nanda lagi di taman," teriak Nanda memanggil bi Santi yang sedang memasak di dapur.
"Maaf Nya, tapi tuan melarang Nyonya untuk keluar rumah"
"Bi, mohon, gimana ya saya butuh suasana baru, bilang ke Tuan kalau Nanda lagi ngidam ingin jalan-jalan ke taman," lirih Nanda berbohong.
Ia melakukan semua itu agar dapat keluar rumah Nanda. Untuk saat ini ia sangat bosan dan pusing. Nanda pun sadar jika ia sedang membutuhkan suasana baru agar dirinya bisa menenangkan diri, namun apalah daya, kekhawatiran Vino terhadap dirinya sangat besar sehingga membuat Nanda terkurung di penjara emas.
"Ah, baiklah Nya, tapi Nyonya harus dijaga oleh Gerald dan Vian." Gerald dan Vian adalah salah satu dari sekian banyak bodyguard yang Vino miliki.
Untuk menjadi salah satu bodyguard Alvino Relaxa sangatlah sulit karena harus menghadapi banyak tes yang bisa membuat setres. Bahkan tak sedikit orang yang tidak lolos tes dan bahkan ada yang sampai merenggang nyawa dan sudah seperti tes militer saja.
Bagaimana tidak, setiap yang mencalonkan diri untuk menjadi bodyguard seorang Vino haruslah melewati tes yang menantang adrenalin. Tes yang dilaksanakan adalah uji coba kecerdasan, kekuatan tubuh, kepintaran dan keahlian dalam memainkan senjata. Dan uji coba yang paling berat adalah tes yang terakhir yang harus dilewati yaitu berupa seorang calon bodyguard harus ditembak beberapa kali menggunakan peluru sungguhan.
Tak jarang ada orang yang meninggal dalam tes terakhir ini.
Jika lolos di tes terakhir maka seseorang tersebut akan resmi menjadi anggota bodyguard orang terkaya di Islandia, yah siapa lagi kalau bukan Alvino Relaxa.
Seseorang lelaki tampan bak dewa Yunani dan terkenal akan kedinginan hatinya terhadap orang lain. Bahkan sampai ibunya sendiri pun sangat sulit untuk mengimbangi sikap cool yang ditunjukan Vino.
Kecuali hanya ada satu orang yang saat ini dapat mengimbangi sikap dingin dan kejam Vino yaitu siapa lagi kalau bukan orang itu adalah wanita cantik bagaikan dewi Nawang Wulan yaitu bidadari tercantik Vino.
Ananda Dinda Putri itulah nama perempuan tersebut. Ia adalah seorang wanita yang saat ini sedang menyandang status nyonya Relaxa yang berarti istri dari seorang Alvino Relaxa.
"Gerald, Vian, kalian ikuti saja aku di belakang." Setelah mengatakan itu, Nanda langsung beranjak pergi dari tempat nya menuju taman buatan yang berada di belakang mansion Vino.
"Baik Nya," ucap Gerald dan Vian serempak.
Mereka, yaitu Nanda, Gerald, dan Vian pergi ke taman belakang dengan Gerald dan Vian yang mengekor di belakang Nanda. Yang mana saat ini Nanda lah memimpin perjalanan.
******
"Lapor Tuan, kami sudah mendapatkan informasi tentang mate nya alpha Raga." Orang itu melaporkan hasil yang ia peroleh atas penelitian dan memata-matai mate dari Raga.
"Jelaskan," perintahnya dengan nada yang sedingin mungkin, nada itu tidak dibuat-buat tepi real, semua ini ada penyebabnya yaitu ia pernah merasakan sakit yang luar biasa, tapi sakit tersebut bukan dirasakan secara fisik, tapi di rasakan secara batin hingga membuatnya menjadi seperti ini.
Di saat ia kecil harus rela kehilangan orang tua dan keluarga nya yang sangat menyayanginya yang diakibatkan dalam peperangan yang sangat dahsyat pada zaman itu.
"Mate alpha Raga adalah seorang manusia, dan bernama Ananda Dinda Putri. Usia nya 19 tahun, dan saat ini ia sedang mengandung." Laki laki itu hanya mendengarkan penjelasan anak buah nya, langsung melirik ke arah anak buah nya tersebut.
"Maksudmu?" tanya lelaki itu karena bingung, mengapa Nanda yang notabennya mate Raga bisa hamil, bukankah Raga baru beberapa hari telah menemukan mate nya.
Jika bukan Raga apakah mate Raga sebelum bertemu Raga telah memiliki seorang suami? Jika benar semua itu, sungguh berita yang bagus bukan?
Mata-mata tersebut menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan cerita nya tentang pengamatan nya terhadap Nanda. " Nanda mate nya Raga, telah menikah sejak satu tahun yang lalu, suami dari Ananda adalah Alvino Relaxa direktur dari perusahaan Relaxa Cavlar."
Lelaki yang sedari tadi hanya menikmati minuman yang berwarna merah pekat dan kental dengan gelas emas tersebut mendengarkan mata-mata nya menceritakan semuanya hanya menyeringai licik.
"Tunggu pembalasan ku Raga," desis orang tersebut, "selidiki lebih dalam tentang suami nya."
"Baik Tuan," ucap mata-mata itu dengan kompak.
☆☆☆☆☆☆
Di saat bodyguard nya lengah Nanda diam-diam keluar dari taman dikarenakan ia merasa bosan di taman tersebut, ia ingin mencari udara yang baru dan tentunya pemandangan yang baru.
Nanda menarik napas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan saat sudah berada di luar dari area rumah Vino.
Rasanya ia hari ini sangat bebas dan rasa gelisah nya pun perlahan-lahan hilang dan digantikan oleh perasaan senang.
Entah mengapa tiba-tiba Nanda ingin sekali memakan daging bakar gurih, membayangkannya saja membuat Nanda merasa lapar. Nanda melirik saku baju nya dan meraih uang yang ada di dalam saku tersebut.
"Yah uang nya hanya ada segini," lirih Nanda saat melihat uang yang ia pegang saat ini, tidak mungkinkan ia kembali lagi ke mansion yang ada ia ketahuan dan tidak di perbolehkan keluar sendirian, Nanda sangat risih saat diikuti terus oleh bodyguard Vino yang semua tampang nya masam tanpa ada manis-manis nya sedikit pun.
"Ya udah jalan kaki saja." Akhirnya Nanda memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk mencari tempat penjual daging bakar di pinggiran jalan.
Di sela-sela perjalanan, Nanda merasa sangat lelah, karena ia juga lagi mengandung sudah pasti ia lebih cepat merasa lelah dari biasanya.
Ia berhenti sejenak dan melirik ke sana ke sini untuk mencari tempat yang agak teduh. Lirikan Nanda jatuh pada sebuah pohon yang lebat dan rindang di samping trotoar dan Nanda memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Nanda mendudukkan bokong nya di trotoar tersebut dan mengelap keringat yang bercucuran dari pelipis nya, " ya ampun jauh lagi atau dekat? Sabar ya Nak momy pasti akan berusaha memenuhi keinginan mu." Tangan sebelah kanan Nanda mengusap perut buncit nya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Tak sedikit orang memperhatikan Nanda dan memandang ke arah nya dengan rasa penuh jijik.
Saat ini penampilan Nanda sangat berantakan, jika orang tidak tau kalau ia adalah mrs Relaxa pasti orang-orang menilai dengan pikiran mereka adalah bahwa Nanda seorang gembel yang belum makan selama 3 hari. Kenapa dipikiran orang orang menyimpulkan seperti itu karena Nanda terlihat sangat pucat, mungkin efek dari kelelahan nya yang belum membuahkan hasil.
Nanda menghela napas lelah dan berdiri dari tempat duduknya, "semangat Nanda kamu pasti bisa," ucap Nanda yang menyemangati dirinya sendiri.
Nanda pun melanjutkan perjalanan nya untuk mencari tempat menjual daging bakar.
Namun tidak lama Nanda berjalan ia di cegat oleh dua orang preman yang berbadan tegap dan penuh otot dan kebetulan sekali ia sedang berada di jalan sepi dan menambah tingkat ketakutan Nanda.
"Serahkan semua barang mu atau tidak nyawa jadi taruhan nya." Salah satu preman yang berambut panjang menodongkan senjata tajam berupa samurai ke arah Nanda.
Nanda terkejut melihat itu dan ia semakin takut. Dan perlahan Nanda menangis dan memberikan uang yang ia punya untuk membeli daging bakar.
"Cuman ada segini? Kami tidak mau tahu pokoknya keluarkan semua nya tanpa satu pun yang tersisa," bentak salah satu di antara mereka.
Dan membuat Nanda takut, Nanda menggelengkan kepala nya yang bertanda bahwa ia hanya membawa uang sedikit.
Namun mereka tak menghiraukan perkataan Nanda dan preman si rambut panjang pun menggeram marah dan ia berusaha untuk membunuh Nanda.
Nanda yang melihat itu sangat ketakutan dan ia pun memejamkan matanya dan menutup kedua muka dan pipi chuby nya dengan kedua tangan nya.
Namun detik berikut ia tidak merasakan apa-apa, Nanda membuka matanya dan bertapa terkejut nya ia yg telah menolong nya di depan ini.
Sungguh sulit di percaya.
☆☆☆☆☆☆
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
*****
Tbc
By:amanda
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments