Part 13

...Welcome back...

...Jangan lupa vote & comen...

...Happy reading all...

*******

Nanda sungguh tak mengerti mengapa ada seekor serigala di jalanan raya dan lebih mengejutkan lagi adalah ketika serigala itu malah menolong dirinya atau mungkin para serigala tersebut melawan dua perampok tersebut hanya untuk dijadikan santapan nya dan bisa jadi dia yang setelah nya akan dimakan. Tidak, tidak, Nanda belum ingin meninggalkan dunia ini sebelum ia melahirkan buah hati nya bersama Vino. Bahkan masih banyak hal yang ingin dilakukan Vino.

Serigala tersebut sangat susah untuk mendeskripsikan nya intinya adalah serigala itu lebih besar dari serigala biasanya warna serigala tersebut bewarna hitam ke abu-abuan sama dengan serigala yang ia lihat di malam itu dan di mimpinya. Nanda yang memikirkan itu pun menjadi ketakutan ataukah nanti apa jangan-jangan mimpinya nanti benar-benar akan terjadi?

Tidak Nanda yakin mungkin hanya mirip saja tapi yang di depan nya ini serigala dan kemungkinan juga mimpi itu akan terjadi.

Nanda langsung menutup matanya dengan kedua tangan dengan cepat saat serigala tersebut menggigit leher salah satu dari perampok tersebut dan mencabik-cabik nya habis-habisan dan jangan lupakan perampok yang satu nya bahkan mukanya tak berbentuk lagi dan terbaring lemas di jalan hanya menunggu malaikat saja mencabut nyawanya.

Nanda tak pernah membayangkan ia akan menyaksikan pertarungan antara serigala dan manusia dengan secara live di depan matanya.

Serigala itu menghampiri Nanda yang sedari tadi berteriak histeris ketakutan dan menutup matanya erat saat serigala tersebut berkelahi, Nanda yang melihat itu sangat ketakutan apa jangan-jangan ia yang akan menjadi sasaran berikut nya.

Serigala itu semakin mendekat dan berusaha menghampiri Nanda yang semakin ketakutan, perlahan-lahan Nanda mundur saat serigala itu semakin dekat di depan nya, "jangan-jangan dekati aku hiks~hiks~hiks!" teriak Nanda sambil terisak-isak kepada serigala itu, ia tidak perduli jika serigala tersebut mengerti bahasa manusia atau tidak yang penting ia berusaha dulu, toh tidak ada salah nya juga.

Serigala yang tak lain adalah Nathan pun berhenti saat mendengar teriakan Nanda yang sangat ketakutan. Nathan menatap Nanda dengan sendu ingin rasa nya ia mendekati Nanda dan menenangkan mate nya tersebut.

"Nathan jangan dekati Nanda, sepertinya dia sedang ketakutan lebih baik kita berganti shif biarkan aku saja nanti yang menenangkan Nanda,"  ujar Raga yang saat ini berada di dalam diri Nathan.

Nathan yang mendengar permintaan Raga pun langsung berlari ke arah hutan yang berada di pinggir jalan.

Nanda dibuat terkejut oleh Nathan, mengapa serigala itu seolah mengerti dengan perkataan dirinya jika itu benar adanya hebat sekali serigala itu bisa mengerti bahasa manusia yang pastinya berbeda dengan bahasa serigala seperti biasanya.

"Tidak mungkin dia mengerti palingan serigala itu sudah kekenyangan memakan dua perampok tersebut." Ya benar jika Nathan menjadikan dua penjahat itu sebagai santapan makan siang nya dan itu adalah hukuman dari Raga yang sudah berani-berani nya mengganggu Nanda.

Nanda bergidik ngeri dan mual melihat tulang belulang yang tersisa saat ingin melewati tulang belulang tersebut.

Nanda menjadi tidak menginginkan lagi memakan daging bakar yang mana itulah tujuan utamanya keluar dari mansion Vino.

Rasanya lelah sekali dan badan Nanda pegal-pegal, ia memastikan jika ia pulang pasti akan demam.

Tanpa menghiraukan rasa lelah nya ia terus berjalan menyusuri jalan dan mencari keramaian agar ia dapat mencari taksi dengan mudah.

Semakin jauh Nanda berjalan dan meninggalkan tempat kejadian yang mengerikan dan tak pernah terbayang dalam pikiran Nanda untuk menyaksikan dengan mata kepal nya sendiri. Bahkan Nanda mungkin sudah trauma.

Sejujurnya Nanda masih terngiang-ngiang tentang perampok dan serigala itu. Tidak bisa dipungkiri jika Nanda sangat ketakutan dengan apa yang dilihat nya tadi.

Nanda celingak-celinguk untuk mencari taksi namun hasil nya nihil tidak ada satu pun taksi yang lewat yang mana mobilnya masih kosong.

Namun ada mobil sedan bewarna putih berhenti di depan Nanda seolah mobil tersebut siap untuk memberikan tumpangan kepada Nanda.

Nanda yang melihat itu pun menjadi heran tapi tak berapa lama sang pemilik mobil pun keluar dari dalam mobil, "loh kamu Nanda, kan?" tanya Raga pura-pura tidak tahu.

"Anda siapa ya?" tanya nanda karena tidak mengenal siapa laki-laki tampan yang berada di depan nya ini, tapi tunggu dulu perasaan Nanda pernah melihat wajah ini, tapi di mana? Ia pun merasa heran.

Ia merasa familiar sekali dengan orang ini. Nanda memperhatikan wajah tampan Raga dengan lekat dan penuh penelitian.

Akhirnya Nanda ingat siap orang ini.

"Kamu Raga kan, orang yang malam itu?" orang  menatap Nanda heran melihat Nanda yang berteriak karena ia baru saja mengenal siapa laki-laki yang ada di depan nya.

"Hei pelankan suara mu." Lihat saja saat ini meskipun Raga menegur Nanda tapi tetap saja ia menampilkan muka dingin nya.

"Ah maaf," lirih Nanda saat menyadari jika suara nya tadi sangat kencang.

"Hmm," Nanda melongo melihat Raga yang begitu dingin nya seperti es. Emang tidak ada kata-kata lain untuk berbasa-basi.

"O-h," jawab Nanda gelagapan. Sebenar nya Nanda bingung untuk membalas ucapan dari Raga yang terkesan cuek dan tidak peduli. Nanda sengaja membalas perkataan Raga agar tidak terjadi kecanggungan di antara mereka.

"Oh. untuk apa," tanya Raga sambil mengernyitkan alis nya.

"Hah, anu unt- untuk, eh a-nu. Ah tidak tau lah," jawab Nanda dengan terbata-bata, ia juga tidak tau apa maksud dari perkataan yang ia lontarkan sendiri.

Raga terkekeh pelan mendengar jawaban Nanda yang terbata-bata, sungguh manis sekali mate nya ini ketika panik.

Tatapan Raga turun ke arah perut Nanda yang pasti setiap hari nya semakin membesar. Ada perasaan tidak ikhlas dan cemburu saat melihat perut Nanda rasanya ingin sekali Raga membunuh Vino saat ini juga, namun semua itu tidak semudah yang dipikirkan. Raga harus bersabar jika dia ingin mendapatkan hasil yang memuaskan  jadi dirinya harus pasrah dan mengikuti alur permainan yang telah dibuat.

"Kenapa kau sendirian di pinggir jalan?" tanya Raga.

"Sedang mencari taksi."

     

Raga langsung menyeret nanda ke mobil dan membukakan pintu mobil untuk Nanda. Nanda kebingungan melihat sikap Raga yang aneh dan Nanda tak mengerti kenapa Raga menyuruh nya masuk ke mobil.

"Raga kenapa kau menyeret ku ke mobil?" Nanda mengercutkan bibirnya saat sudah berada di dalam mobil.

Raga memutar mata malas mendengar pertanyaan Nanda. Tanpa menjawab pertanyaan Nanda Raga langsung menancap gas meninggalkan tempat mereka bertemu tadi.

*****

Tbc

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!