BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

BERTEMU LELAKI DARI ZAMAN KUNO

1. awal kisah

sudut pandang pertama

Aku adalah seorang mahasiswa yang kuliah di universitas swasta bernama universitas xx di kota A.

saat ini aku baru menginjak semester 3 dan seminggu lagi akan mengikuti perkuliahan kembali. Saat ini, menjelang kuliah, aku menyempatkan diri bekerja di sebuah rumah makan sedehana dekat pantai, aku akan pergi pagi dan pulang di sore hari. pekerjaan ini aku lakukan semasa libur kampus untuk menambah uang saku.

Ya.. namanya juga dari keluarga yang kurang mampu, namun aku bersyukur masih bisa merasakan bagaimana rasanya sekolah ditingkat yang lebih tinggi, ( tinggi uang spp, Tinggi pemikiran dan tinggi pengeluaran. Adooh.. capek deh.. ) Aku sudah berkerja selama lebih 8 minggu.

Hari ini aku akan pergi bekerja lagi, aku pergi dengan berjalan kaki, lumayan habis waktu 20 menit untuk berjalan kaki dari kosan ke tempat kerja.

Di perjalan, ketika tempatku bekerja sudah dekat, entah kenapa aku mengalihkan pandangan ku ke suatu arah, dimana disana terdapat seseorang yang bersandar di bawah pohon dengan pakaian aneh menurutku, ia seorang pemuda. banyak yang berlalu lalang di depannya, namun tak ada satu pun orang yang membantunya.

Aku pun sama, aku juga tidak memperdulikannya sampai akhirnya aku tiba di tempat kerjaku. Sesampainya aku disana, sudah ada beberapa orang karyawan yang sudah datang. Aku pun masuk.

“selamat pagi mbak,” ucapku menyapa kak yuni yang sedang membersihkan kaca depan, mbak yuni membalas sapaan ku.

“pagi juga ayu…” ucapnya. Aku pun tersenyum. Kemudian aku meletakan barang bawaanku kedalam loker dan mengganti seragam. Ya pekerja disini dikasih seragam, agar bisa membedakan pelanggan dengan pegawai rumah makan.

Tak lama, akupun bergabung bersama dengan para pekerja yang lain, kami saling membantu dalam pekerjaan kami. satu hal yang aku suka bekerja disini, mereka semua ramah dan bosnya juga bersahaja kepada semua karyawannya. jika ada yang salah yang kami kerjakan atau pun sikap kami, bos disini akan menasehati kami dan bukan membentak kami, karna kita sama-sama manusia. ( ya begitulah kira-kira )

Setelah lama kami menyiapkan segalanya, akhirnya kami membuka rumah makan itu. saat orang sedang istirahat dikantor untuk makan siang, rumah makan kami akan kedatanan banyak pelanggan, dan disitulah kami akan sibuk untuk melayani para pelanggan.

Setelah seharian bekerja keras akhirnya jamnya untuk pulang, seperti biasa, sebelum pulang aku akan membawa satu nasi bungkus sebagai jatah makan ku di tempat kerja, dan mendapatkan tip minggu ini dari bos. ( lumayan untuk bayar uang kosan.. hehehe…)

Setelah itu, akupun pulang. Di perjalanan kulihat lagi laki-laki itu sedang meringkuk menahan lapar.

Dari situ aku terhenyak, betapa kasihannya dia, coba kalau aku berada di posissinya pasti aku tidak bisa melakukan apapun selain menunggu untuk mati saja. ( he'em… ngak sih..wkwkw.. jangan mati ya, berusaha maksudnya, tapi kalaupun ia berusaha, siapa yang akan membantunya dan ia akan berkerja apa, barang kali dia itu tersesat kan..!! yakan..??)

Aku melihat kantong yang aku bawa, aku berpikir untuk memberikan saja makanan ini padanya. Aku pun berjalan kesebuah kedai kecil, aku membeli sebotol air mineral.

Dan setelah itu, aku menghampiri pemuda itu. aku mendekat dan melihat raut wajah yang sudah pucat, dan kasiahan menurutku. entah sudah berapa lama ia tidak makan. Aku berjongkok untuk membangunkannya.

“mas, maaf mas, apa mas sudah makan ?” tanyaku. Ia membuka matanya. Matanya yang sayu menatapku dengan penun permohonan, seolah-olah ia mengatakan, tolong mbak, aku tidak mengenal daerah ini, tolong aku, aku tidak punya siapa pun disini, aku makin tidak tega. ( oh tuhan, kenapa hatiku selemah ini… rasanya pengen nangis 😭😭) ia berusaha untuk bangun, aku membantunya duduk.

Kulihat ia memakai pakaian aneh gitu,!! seperti pakaian zaman dulu, namun aku tidak menanyakannya. Aku langsung memberikan ia makan.

“makanlah mas, maaf aku hanya bisa membantu memberikan ini.” Ucapku sambil mengeluarkan nasi bungkus itu dalam kresek.

Ia menatapku sesaat, namun taklama, ia beralih kepada nasi bungkus itu. Kulihat tangannya gemetaran untuk mengambil nasi bungkus itu, aku pun inisiatif membuka kannya untuknya.

Setelah itu, aku meletakkannya didepannya. Aku juga membuka botol minuman itu, saat ia akan mengambil makanan itu, aku mencegahnya, aku mengatakan harus cuci tangan dulu. Ia pun hanya menurut. Setelah itu, ia pun makan.

Saat ia sedang makan, karna hari sudah semakin sore, aku bersiap akan pulang. Aku memberinya uang 50 ribu, karna itu adalah sisa dari semua yang sudah aku hitung untuk pembayaranku. ( ya anggap saja seperti itu ).

Aku memberikan uang itu padanya, setelah itu aku pergi meninggalkannya. Aku berjalan dengan terburu-buru. ( wajar aku tidak terlalu terbiasa jalan kalau sudah agak gelap, takut ada begal. Hehehe…😁😁) karna aku jalan dengan terburu-buru, akhirnya aku sampai di kos-kosan.

Aku menarik nafas karna lelah kebut jalan kaki. Aku pun mengeluarkan kunci dalam tas ku, dan mengunci pintu, setelah masuk mandi dan tanpa makan malam aku langsung terlelap.

Keesok paginya, seperti biasa aku akan pergi bekerja.

Setelah siap-siap, sarapan dan akhirnya berangkat ke tempat kerja. Aku berjalan lagi menuju tempat kerja, kuliahat pemuda yang kemarin masih di tempat itu, ia juga melihatku, aku memberikan senyum sedikit padanya.

Jujur dalam hati aku merasa was-was, namun sepertinya ia tidak berbahaya. Akhirnya aku sampai juga di tempat kerja, Namun kali ini, aku yang lebih dulu tiba dari yang lain. Dan seperti biasa, aku mulai bersih-bersih, tak lama. Kak bayu datang. Ia menyapa ku.

“pagi dek, dah lama..??” sapanya

“pagi juga kak, baru datang juga kok kak..” balas ku.

“ oh, kakak pikir dah lama, yaudah kakak ganti baju dulu ya..” ucap kak bayu berlalu pergi.

“iya kak…” ucap ku, kak bayu pun berlalu pergi. Tak lama para pegawai yang lain pun berdatangan. Seperti biasa, kami selalu sibuk setiap harinya sampai sore menjelang. Aku pun bersiap-siap untuk pulang.

Dan seperti biasa, aku melihat pemuda yang kemarin, ia tidak pernah beranjak dari tempat itu. ketika melihatku, matanya jadi berbinar. Sebenarnya kau tidak ingin menghampirinya lagi, namun hati kecil ku berkata lain. Aku tidak tega melihat sorot mata penuh harap itu.

Aku pun mendekat kepada pemuda itu. aku melihat ke antusiasannya. Aku pun duduk bersama dengannya, ku keluarkan nasi bungkus itu dalam kresek, namun ketika aku akan membuka nasi itu, ia bersuara.

“aku bisa membukanya sendiri, biarkan aku yang membukanya..” ucapnya dengan lembut dan sopan, aku terperangah mendengar suaranya. ( buset.. suaranya terdengar seksi di telingaku, jantungku berdetak tak karuan. Apa ini..huh… aku menghela nafas🤦🤦 ).

ia mengulurkan tangannya meminta nasi bungkus itu. aku pun tersenyum dan menyerahkan nasi bungkus itu padanya untuk dia buka. Saat ia selesai membuka nasi bungkus itu, ia meletakkannya di bawah di atas kresek itu. ia menatapku.

“apakah ini untukku ?” tanyanya. Aku bingung dengan pertanyaannya.

“tentu saja ini nasi untukmu.. makanlah..” ucapku. Ia tersenyum padaku. ( wah.. jika aku perhatikan, senyumnya manis juga hahaha…😅😅)

bersambung

***lagi lagi time travel 🤫🤫** 😁😁

Terpopuler

Comments

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

novel br LG Thor 👍👍👍

2022-11-15

3

fiqa

fiqa

mampir thor
semangat ya

2022-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. awal kisah
2 2. Satya Diningrat
3 3. berkenalan
4 4. BERTEMU lagi
5 5. bercerita
6 6. tael emas
7 7. pembahasan
8 8. menjual tabel emas
9 9. membeli rumah
10 10. rumah angker
11 11. kerangka manusia
12 12. pergi belanja sendiri
13 13. mendapat emas murni
14 14. ikut sekolah paket
15 15. mimpi buruk
16 16. berkecil hati
17 17. ke salon
18 18. kilatan petir
19 19. libur
20 20. pulkam
21 21. POV Satya
22 22. cara memenuhi kebutuhan tamu
23 23. niat memboyong ayu ke dunianya
24 24. aura mistis
25 25. tumbal
26 26. menggagalkan..
27 27. mahluk halus
28 28. identitas sebenarnya
29 29. perhatian kecil
30 30. bukan tandingan
31 31. bertarung
32 32. belanja
33 33. pergi ke sawah
34 34. membantu
35 35. Kembali ke kota
36 36. sama-sama plin-plan
37 37. kembali ke dunia persilatan
38 38. kecemasan ayu
39 39. berada di dunia masing-masing
40 40. terlempar ke zaman kuno
41 41.ikut ke pasar
42 42. bertemu
43 43. ingin kembali
44 44. diminta menghadap
45 45. menghadap raja Erlangga
46 46. merindukan dunia asal
47 47. memasuki dapur
48 48. nasi goreng.
49 49. berdebat
50 50. pertemuan
51 51. menangkap kepiting
52 52. kedatangan kesatria Juno
53 53. perintah menangkap kepiting
54 54. kerjasama
55 55. sahabat kecil
56 56. menolak perjodohan
57 57. ke pasar lagi
58 58. mengutus pengawal bayangan
59 59. khawatir
60 60. penyusup
61 61. menyelidiki asal dari token
62 62. pulang kampung
63 63. diculik
64 64. tak semudah itu
65 65.
66 66. Tak rela
67 67. pilu ep terakhir
Episodes

Updated 67 Episodes

1
1. awal kisah
2
2. Satya Diningrat
3
3. berkenalan
4
4. BERTEMU lagi
5
5. bercerita
6
6. tael emas
7
7. pembahasan
8
8. menjual tabel emas
9
9. membeli rumah
10
10. rumah angker
11
11. kerangka manusia
12
12. pergi belanja sendiri
13
13. mendapat emas murni
14
14. ikut sekolah paket
15
15. mimpi buruk
16
16. berkecil hati
17
17. ke salon
18
18. kilatan petir
19
19. libur
20
20. pulkam
21
21. POV Satya
22
22. cara memenuhi kebutuhan tamu
23
23. niat memboyong ayu ke dunianya
24
24. aura mistis
25
25. tumbal
26
26. menggagalkan..
27
27. mahluk halus
28
28. identitas sebenarnya
29
29. perhatian kecil
30
30. bukan tandingan
31
31. bertarung
32
32. belanja
33
33. pergi ke sawah
34
34. membantu
35
35. Kembali ke kota
36
36. sama-sama plin-plan
37
37. kembali ke dunia persilatan
38
38. kecemasan ayu
39
39. berada di dunia masing-masing
40
40. terlempar ke zaman kuno
41
41.ikut ke pasar
42
42. bertemu
43
43. ingin kembali
44
44. diminta menghadap
45
45. menghadap raja Erlangga
46
46. merindukan dunia asal
47
47. memasuki dapur
48
48. nasi goreng.
49
49. berdebat
50
50. pertemuan
51
51. menangkap kepiting
52
52. kedatangan kesatria Juno
53
53. perintah menangkap kepiting
54
54. kerjasama
55
55. sahabat kecil
56
56. menolak perjodohan
57
57. ke pasar lagi
58
58. mengutus pengawal bayangan
59
59. khawatir
60
60. penyusup
61
61. menyelidiki asal dari token
62
62. pulang kampung
63
63. diculik
64
64. tak semudah itu
65
65.
66
66. Tak rela
67
67. pilu ep terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!