Belajar

"Bismillāhir rahmānir rahīm

Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn

Arrahmānir rahīm

Māliki yaumiddīn

Iyyāka naʿbudu wa iyyāka nastaʿīn

Ihdinās ṣirāṭal-mustaqīm

Ṣirāṭal-lażīna anʿamta,,,,,"

"ʿṢirāṭal-lażīna anʿamta alaihim ġayril maġdūbi ʿalaihim walāḍḍāllīn."

"ʿṢirāṭal-lażīna anʿamta alaihim ġayril maġdūbi ʿalaihim walāḍḍāllīn. Amin."

"Alhamdulillah, sudah bisa sedikit demi sedikit," ucap Lastri dengan senyuman sumringah.

"Makasih, ya, Mbak Lastri," ucap Zea. Ini hari kedua ia belajar bacaan sholat, dan sudah lumayan banyak dapat ilmu.

"Iya, Zea. Oh ya, Mbak mau masak dulu, ya," ujar Lastri.

"Mbak, aku bantu, ya. Aku kemarin udah belajar menu-menu baru di resep yang dikasih Ustazah Hilma," tawar Zea.

"Wah beneran? Ya udah, yuk." Dengan semangat Lastri langsung menggandeng tangan Zea menuju dapur yang menjadi tempat Lasti bekerja.

Di dapur, Lastri dan Zea mulai meracik semua bahan yang akan dimasak untuk makan siang para santri. Sambil memasak, mereka pun mengobrol.

"Mbak, selama ini Mbak sendiri yang masak? Nggak repot?" tanya Zea.

"Awalnya sih repot, apalagi sejak Sari pergi, Mbak harus mengerjakan semua sendiri. Tapi, lama kelamaan Mbak terbiasa, kok."

"Mbak hebat banget," ucap Zea.

"Hebat apanya, Mbak cuma masak aja, kok."

"Ya hebat, dong Mbak. Masakan Mbak dimakan sama semua penghuni di sini. Makanan itu menjadi sumber tenaga mereka."

"Oh, itu, hahaha, tetap aja nggak ada yang hebat, Zea." Lastri tersenyum. Baru kali ini ada yang meyebutnya hebat.

"Oh ya, Mbak, kok suami Ustazah Hilma nggak kelihatan?" tanya Zea.

Seketika Lastri langsung terdiam. Raut wajahnya langsung memancarkan sebuah kesedihan yang mendalam.

"Maaf, Mbak kalau pertanyaan ku membuat Mbak sedih," ucap Zea sambil menunduk sedih.

"Nggak apa-apa, Zea. Mbak cuma teringat aja sama kejadian setahun yang lalu hingga membuat Kiyai Abdullah nggak muncul lagi di hadapan publik."

"Hah? Kenapa, Mbak?"

"Sebenarnya ini rahasia umum, jadi kamu juga perlu tau."

Zea semakin penasaran dengan ucapan Lastri.

"Setahun yang lalu, Aisyah, anak kesayangan Kiyai Abdullah ditemukan gantung diri di belakang pesantren ini."

Zea terkejut mendengar ucapan Lastri. Ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.

"Kenapa bisa begitu, Mbak?" tanya Zea yang masih penasaran.

"Nggak ada yang tahu kenapa. Di surat yang dia tinggalin, katanya dia nggak mau hidup lagi karena laki-laki yang dia cintai telah meninggalkan dia. Padahal, selama ini nggak ada yang tau kalau Aisyah suka sama seseorang. Kiyai Abdullah sampai syok, beliau stroke sampai sekarang. Beliau hidup dengan dibantu alat medis. Semua orang tau, Kiyai Abdullah belum bisa menerima kepergian anaknya dengan cara yang paling menyedihkan. Kamu bisa bayangkan, Zea. Orang yang meninggal karena bunuh diri akan kekal di neraka. Siapa yang nggak sedih?" Lastri menjelaskan sambil menitihkan air mata.

"Ya ampun, tragis banget, Mbak."

"Maka dari itu, Kiyai Abdullah sampai stroke begitu. Aisyah adalah putri kebanggaannya. Meninggal dengan cara tragis seperti itu, orang tua mana yang nggak syok?"

"Apakah sudah diselidiki pihak kepolisian, Mbak?" tanya Zea.

"Nggak, soalnya Kiyai maupun Ustazah nggak mau kalau berita ini menyebar. Meski pada akhirnya menyebar juga di jagat internet entah ulah siapa sehingga kondisi Kiayi semakin memburuk. Mungkin kalau cara meninggalnya bukan bunuh diri, Kiyai nggak akan seperti ini."

"Emangnya nggak ada keanehan sebelum kejadian, Mbak? Bisa aja kan itu bukan murni bunuh diri. Apalagi Mbak Aisyah dikenal sangat baik, anak seorang Kiyai, apa Mbak nggak curiga kalau Mbak Aisyah bunuh diri hanya gara-gara laki-laki?"

"Nggak ada keanehan sih. Sehari sebelum kejadian, dia sempat bilang kalau ada hal yang mau dia omongin sama Mbak, tapi karena waktu itu sibuk banget, dia nggak jadi cerita. Mbak menyangka kalau sebenarnya dia mau curhat."

"Sabar, ya, Mbak. Mbak pasti deket banget sama Mbak Aisyah." Zea memegang tangan Lastri yang kini tersenyum sembari mengangguk.

"Iya, terima kasih."

Terpopuler

Comments

renita gunawan

renita gunawan

sepertinya g'mungkin jika aisyah mati karena bunuh diri.jangan-jangan aisyah mati dibunuh

2023-01-10

1

Ayas Waty

Ayas Waty

aq kok gk percaya klo Aisyah bunuh diri... karena dia kan anak kyai pasti ngerti klo bunuh diri gk boleh

2022-11-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!