Pernikahan

Seminggu kemudian.

"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya seorang penghulu pada semua saksi dan tamu yang hadir.

"Sah!!" jawab mereka serempak.

Zea mengusap air mata yang jatuh di pipinya. Bayang-bayang akan pernikahannya pagi tadi masih saja menghantui pikirannya. Hari ini, ia resmi menjadi istri Steven.

Kini ia sedang duduk di tepi ranjang yakni di kamar rumah Steven. Malam ini adalah malam pertama mereka.

'Syahil, maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu,' batin Zea di tengah isak tangisnya.

"Hei, berhentilah menangis, Sayang." Steven membantu mengusap air mata Zea.

Hal itu membuat Zea merasa takut dan langsung menjauh.

"Oh ya, aku punya sesuatu untukmu." Steven memberikan sekotak hadiah berukuran sedang pada Zea.

"Terima kasih, tapi aku tidak bisa menerimanya."

"Bukalah dulu, lalu kau bisa memutuskan untuk menerimanya atau tidak."

Zea menerima kotak itu lalu membukanya. Begitu dibuka, alangkah terkejutnya ia saat melihat isi kotak yang ternyata beberapa buah jilbab instan warna warni.

"Kak?" Zea menatap heran pada Steven.

"Aku lebih suka melihat mu memakai hijab. Hentikan tatapan itu. Meskipun dulunya aku berengsek, tapi apa salah jika aku menginginkan wanita yang baik?"

Zea memeluk erat semua jilbab itu. "Terima kasih, Kak."

"Panggil Steven saja, sama halnya seperti Nara saat memanggil ku."

"Kak Nara, bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Zea yang langsung teringat pada kakaknya.

"Kenapa kamu masih memikirkan dirinya? Dia sudah jahat padamu."

"Aku pernah merasakan rasanya tidak punya siapa-siapa dan dibenci semua orang. Dan itu menyakitkan."

"Apa kamu tidak ingat bagaimana dia hampir membunuh mu dulu?"

"Aku ingat, tapi tidak semestinya kejahatan dibalas dengan kejahatan."

"Lihatlah, betapa baiknya istriku ini." Steven mengusap kepala Zea dengan lembut. Lagi-lagi Zea memundurkan dirinya. Ia sama sekali belum siap akan sentuhan tiba-tiba yang Steven lakukan.

"Oh, jadi kamu belum siap dengan malam pertama kita. Ternyata aku benar, kamu masih suci." Steven tersenyum lembut.

"Maafkan aku." Zea tertunduk.

"Maafkan aku juga karena memaksamu menikah denganku. Aku sangat mencintai mu, Zea. Sejak malam itu, hanya bayang-bayang dirimu yang selalu muncul dibenak ku."

"Dimana Kak Nara sekarang?"

"Mungkin dia sudah berada di pesantren itu. Aku menemukannya dalam keadaan kacau setelah dihajar warga karena mencuri makanan. Lalu aku, membawanya ke tempat mu dulu."

"Ke pesantren? Apa kamu bertemu dengan Ustazah Hilma?"

"Ustazah Hilma atau Syahil?" tanya Steven sambil bersedekap dada.

"Mereka semua yang ada di pesantren," sahut Zea pelan.

"Aku bertemu dengan mereka."

"Lalu apa yang terjadi?" Zea menatap serius.

"Sebenarnya...."

Flashback On

Sore itu, Steven membawa Nara ke klinik tempat Jihan berada.

Awalnya Jihan terkejut melihat wajah Nara yang sangat mirip dengan Zea. Bahkan awalnya, Jihan mengira dia adalah Zea.

Lalu, Steven pun pergi ke pesantren.

"Kamu! Kamu laki-laki yang waktu itu bertemu Zea, kan? Dimana dia? Kenapa orang tuanya memutus kontak dengan kami? Apa benar ucapan ayahnya waktu itu? Dia akan menikah dengan orang lain?" tanya Syahil dengan nada dan tatapan sinis.

"Benar, dan orang itu adalah aku." Steven tak kalah menatap sinis pada Syahil.

"Apa?" Syahil terlihat sangat marah. Namun ia berusaha agar tak meninju Steven.

"Kenapa? Aku mencintainya. Aku bahkan menyelamatkannya dari keluarganya yang keberatan karena Zea memakai jilbab. Aku berniat menikahi Zea agar dia tidak digunakan ayahnya sebagai penggusur rumah warga tidak berdosa. Aku juga memperistri dirinya agar jilbabnya bisa kembali dia pakai. Bayangkan kalau Zea tetap bekerja di sana. Baik aku mapaun kamu tidak akan mendapatkan dirinya. Bahkan Baskoro akan menikahkan Zea dengan pengusaha kaya beristri banyak. Mereka orang tua kandung Zea, tapi telah diperbudak oleh harta." Steven menjelaskan.

"Tapi aku juga mencintainya." Syahil menatap kecewa pada Steven.

"Aku mencintainya sebelum kalian bertemu. Dan aku akan memenangkan Zea!" Steven masih ngotot pada Syahil.

"Kamu memanfaatkan kesulitan Zea demi kepentingan mu sendiri!"

"Syahil, sudahlah, Nak. Kamu tidak bisa memaksa jodoh jika Allah tidak berkehendak." Ustazah Hilma berusaha menjelaskan.

"Tapi, Umi, aku sangat mencintai Zea."

"Bukan cinta namanya jika mengontrol emosi saja kamu tidak bisa. Kamu membiarkan setan menguasai dirimu karena wanita."

Syahil terdiam mendengar nasihat Ustazah Hilma.

"Di klinik ada kembaran Zea, namanya Nara, Queenara. Tolong jaga dia di sini, dia habis diusir keluarganya karena kebohongannya telah terbongkar. Ya, sekarang mereka berdua sama-sama dalam masa sulit. Makanya, aku menolong Zea, dan kamu harus menolong Nara."

"Hei, bukankah dia tunanganmu?"

"Dia memang tunanganku, tapi aku tidak mencintai dia. Ternyata, sejak dulu yang aku cintai adalah Zea. Dulu, aku sering berteman dengan anak perempuan yang baik dan lucu. Sayangnya aku hilang ingatan saat memasuki usia remaja. Saat aku bertanya pada mereka yang mana teman masa kecilku, Nara mengaku. Padahal, teman masa kecilku ada Zea. Nara memanfaatkan kemiripan wajahnya dengan Zea. Saat aku mengungkap kebohongan Nara yang telah menjebak Zea di malam pertunangan, akhirnya aku juga berhasil membuatnya mengakui bahwa Zea adalah teman masa kecil ku." Steven menjelaskan panjang lebar.

Syahil terdiam mendengar penuturan Steven. Ternyata, Steven sudah mencintai Zea sejak kecil.

Ustazah Hilma menepuk pundak Syahil. "Ikhlaskan dia, Nak. Dia bersama orang yang sangat mencintainya. Jika dia memang jodohmu, pasti dia akan kembali padamu."

Dengan berat hati, akhirnya Syahil mengangguk.

"Ingat baik-baik, jika kamu melukainya sedikit saja, maka aku akan menjadi orang pertama yang memberi perhitungan padamu," ancam Syahil dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk.

"Jangan pernah berharap itu akan terjadi. Aku tidak akan pernah menyakitinya seujung jari pun."

Flashback Off

"Apa? Jadi kamu sudah tahu kalau aku adalah teman masa kecilmu?" tanya Zea tak percaya.

"Sudah, selain itu, perlahan namun pasti, aku sudah mulai mengingat kebersamaan kita semasa kecil. Kenapa waktu itu kamu tidak mau mengakuinya?"

"Aku tidak ingin membuat Nara marah. Dia sangat mendambakan orang seperti dirimu berada di sampingnya."

"Tapi aku jadi salah sangka. Aku sampai terkejut saat mendapati dia sudah tidak suci lagi. Gadis yang di dalam diary masa kecilku sangat baik, ternyata begitu liar. Sayang aku tidak menuliskan namamu sehingga aku tidak tahu siapa dia. Tapi aku bahagia, karena gadis itu tetaplah gadis baik-baik."

"Tolong maafkan dia."

"Ya, aku akan memaafkannya selama dia tidak berusaha untuk menyakiti mu lagi."

"Terima kasih." Zea mengangguk sembari tersenyum.

"Kalau begitu, maukah kamu,,,,,"

"Maaf, aku belum siap untuk itu. Aku perlu waktu." Zea menatap sedikit takut.

"Hei, aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku. Aku ingin kamu mengajariku sholat dan mengaji. Seperti yang kamu pelajari di sana."

"Hah?" Zea terkejut dengan permainan Steven. "Kenapa tiba-tiba?"

"Karena aku sadar, wanita yang baik, haruslah bersama pria yang baik pula. Kamu mau kan? Soal itu, jangan kamu pikirkan, aku tidak akan meminta hakku sebelum kamu menyetujuinya."

"Baik, sekarang ikutlah ke kamar mandi. Kita mulai dari tata cara berwudhu."

Steven mengangguk. Ia pun pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu sesuai arahan dari Zea. Ia senang, akhirnya bisa bersama wanita yang ia cintai sejak kecil.

Terpopuler

Comments

renita gunawan

renita gunawan

walaupun sepertinya steven jahat memanfaatkan keadaan untuk bisa menikahi zea,tapi sepertinya steven tulus sangat mencintai zea.dan mau berusaha berubah dan mempelajari ilmu agama dengan zea.semoga steven benar-benar berubah menjadi baik,bukannya bersandiwara

2023-01-10

1

Ketutsupriyanto

Ketutsupriyanto

orang tua kurang ajar GK cukup di dunia nyata aja ortu kyk gitu di novel koq ada toh,enak klo di novel di bikin mati aja

2022-12-05

1

Ayas Waty

Ayas Waty

meskipun Steven mau berubah tp aq gk rela zea nikah sama Steven.... terus ustadz Syahil dapat Nara....ohhh tidakkkk....kok dapat barang bekas sihhh pak ustadz

2022-11-14

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!