Pastinya Bintang

Bio menatap Yolan tajam, tatapan matanya terlihat sedih dan marah. Yolan 100 persen yakin kalau Bio mendengar percakapan ia dan Salma tadi.

Yolan menarik nafasnya pelan, mencoba menghilangkan canggungnya. Bagaimanapun ia sudah ketauan berbohong.

Bio berjalan mendekat kearah Yolan, Yolan sendiri masih terdiam mematung tanpa bicara sama sekali.

Manik coklat itu menatap Yolan dengan tatapan sedih, apa ia telah melukai pemuda di depannya?

"Pemilik cincin dan kalung kemaren yang aku tunjukan ke kamu juga bernama Bintang, dia juga pindah ke luar negeri pas SD" ucap Bio mulai bicara.

"apa hanya kebetulan?" lanjut Bio, ia menatap Yolan menunggu jawab dari gadis didepannya.

"Aku punya ingatan yang buruk, jadi aku gak ingat kalau aku pernah punya kalung dan cincin seperti itu" jawab Yolan.

Bio menarik nafasnya panjang, "apa kamu pernah punya teman bernama Beo?"

Yolan terdiam sesaat,

"Mungkin" jawabnya singkat.

Bio tak tau harus bicara apa lagi, di kepalanya saat ini sedang ada pertanyaan besar. Kenapa Yolan tak mengakui kalau ia adalah yang Bio cari selama ini?

Suara bel tanda istirahat siang berakhir, semua siswa beranjak menuju kelas masing-masing.

"Aku mau ke kelas dulu" kata Yolan tanpa menunggu persetujuan Bio, berjalan melewati Bio.

"Bintang, senang bertemu kamu lagi" ucap bio dengan nada bergetar.

Tanpa membalas ucapan Bio, Yolan berjalan terus menuju kelasnya. Ia mencoba menahan air matanya sekuat tenaga.

"aku juga senang bertemu kamu lagi" bisik batin Yolan dan terus berjalan menuju kelas.

"Lan, kok lama ? "tanya Yayuk.

"Tadi ketemu teman di depan" jawab Yolan, matanya mulai berkaca-kaca. Menelungkupkan kepalanya diantara tangannya di atas meja.

"Lan kenapa?" Maya dan Yayuk terlihat khawatir.

Yolan menggeleng, mengusap cepat air matanya agar tidak menarik perhatian yang lain.

Meski begitu tetap saja air mata Yolan jatuh membasahi pipinya, Yayuk dengan lembut mengusap air mata itu.

"Selamat Siang" buk Fika guru mata pelajaran bahasa Indonesia masuk ke kelas.

"Siang buk" jawab siswa siswi di kelas.

Yolan memalingkan wajahnya, mengusap wajahnya, menahan dengan sekuat tenaga air matanya.

"Lan" Yayuk menggenggam pergelangan tangan Yolan. Yolan menatap Yayuk mencoba untuk tersenyum, senyuman yang dipaksakan itu seolah ingin mengatakan. Im okay.

Jam pelajaran terakhir ini terasa sangat lama, Bio sudah melirik jam tangannya berulang kali. Ia menunggu bel pulang sekolah dengan tak sabar, Yolan juga sama ia ingin rasanya berlari pulang saat ini juga.

Yolan langsung membereskan alat tulis dan bukunya saat bel pulang berbunyi.

"Duluan ya" pamitnya tanpa menunggu persetujuan Yayuk dan maya.

"Yolan" panggilan Maya tertahan saat ia sudah kehilangan sosok Yolan dari hadapan mereka.

"Dia kenapa sih?" tanya Maya.

Yayuk mengangkat bahunya sambil menggeleng,

"Gak tau, kita balik juga yuk" ajak Yayuk.

"Yolan mana?" tanya Bio pas saat mereka sampai di pintu kelas.

"Baru aja pulang" jawan Yayuk.

"Kenapa tiba-tiba nyariin Yolan?" tanya Maya.

Bio menghela nafasnya, Ibnu menepuk bahu Bio pelan, menyemangati.

"Udah pulang pastikan?" tebak Feri.

Bio mengangguk.

"Ada apa sih sebenarnya? Yolan tadi di kelas sampai nangis. Apa ini ada hubungan dengan kalian?" selidik Yayuk.

"Nangis?" tanya Bio

Maya dan Yayuk mengamuk.

Bio mengacak rambutnya dengan frustasi, tebakannya kali ini pasti benar. Yolan pasti adalah Bintang yang selama ini ia cari. Tapi kenapa Yolan tak mau mengakuinya.

"Kalian pasti tau sesuatu" kata Ibnu.

"Apa?"

"Yolan itu Bintang yang selama ini dicari Bio kan"

Yayuk dan Maya kaget dengan pertanyaan itu, wajah keduanya terlihat panik.

"Gak usah bohong, kalau menyangkal bakal ketauan" kata Feri mengancam.

Yayuk dan Maya saling tatap, mereka tidak tau harus berkata apa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!