Yolan adalah Bintang

Yolan baru selesai melakukan aktivitas sebelum tidur, ia merebahkan tubuh lelahnya di kasur empuk dengan alas berwarna hijau army.

Ia mengenakan piyama berwarna coklat tua, senada antara baju dan celananya. Yolan cukup lelah hari ini, ketika mengingat kejadian pas pulang sekolah tadi cukup membuat merinding dia.

Yolan masih saja bertanya dalam hati bagaimana bisa cincin yang ia buang kemaren bisa ada di tangan Bio, takdir aja yang Tuhan persiapkan untuknya

Yolan memejamkan matanya lelah. Ditariknya nafasnya panjang, sebuah notifikasi pesan masuk membuat ia membuka matanya pelan. Mengambil benda pipih yang dari tadi ada disampingnya.

Mengangkat benda itu sehingga smartphone nya tepat di hadapannya saat ini. Seseorang telah memasukan ia ke grup. "grup Alumni SD 25". Yolan duduk dari posisi rebahannya, memfokuskan dirinya melihat detail grup.

"Lan, aku masukan k grup alumni SD kita ya" sebuah pesan masuk dari Sukma. Teman SD nya yang masuk berhubungan baik dengannya walaupun ia sempat ke luar negeri dulu.

" Iyah, tapi aku cuman sampai kelas 2 cuman di SD 25" balas Yolan.

"Gpp"

"Baik lah".

......................

Bio juga sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur di kamarnya, wajahnya di tutupi dengan lengan kanannya.

Ia menarik nafasnya dalam, ia teringat kejadian siang tadi di sekolah. Entah kenapa saat tau nama Yolan ada Bintangnya ia sangat senang. Yang membuat Bio sangat kecewa saat Yolan sama sekali tidak mengenali cincin dan kalung itu.

Jauh dari lubuk hatinya paling dalam, ia sangat berharap kalau Yolan adalah Bintang. Nyaman berada disamping Yolan senyaman ia dekat dengan Bintang dulu.

"Yo" sebuah pesan masuk ke WhatsApp grupnya bertiga yaitu Bio, Feri dan Ibnu.

Bio bangun dari tidurnya, mengambil handphonenya.

"Hmmm" balas bio singkat.

"Apa rencana lo lagi" tanya Feri.

"entahlah"

"Semangat lah yo" balas Ibnu

"udah 9 tahun lo nyari, masak nyerah" balas Ibnu lagi.

"Gw tau"

"semangat lah" kata Feri.

"Iyah"

"Kami berdua siap membantu, kecuali lo mau buka hati lo buat yang lain" kata Ibnu.

"Misalnya untuk Yolan" sambung Feri dengan memberi emot senyum.

Bio tertawa kecil,

"jangan jadi mak comblang"

"Wkwkwwk kami bukan mak comblang tapi hanya mengingatkan. Mana tau hati sudah berubah" jawab Ibnu

"Setuju" Feri mengamini.

"Suka-suka kalian lah"

"Yang penting lo jangan nyerah lah" kata Ibnu

"Ya..ya gw tau"

Bio kembali merebahkan tubuhnya kembali, lumayan hilang beban di dadanya. Beruntung dia punya dua sahabat yang selalu siap sedia mendukungnya.

......................

Yolan berjalan sendiri menuju kelasnya, Maya dan Yayuk sudah duluan pergi. Tadi dia harus pergi ke ruang guru sebentar.

"Bintang" panggil seseorang memanggil dia dari belakang.

Yolan tetap berjalan, karena dia yakin tidak mungkin ada yang memanggil dia dengan panggilan itu.

"Bintang" panggil seseorang lagi sambil menepuk pundaknya.

Yolan berbalik karena yakin kalau emang dia yang dipanggil. seorang cewek dengan rambut di kuncir, Poni menutupi keningnya. Ia mengenakan seragam putih abu-abu sama dengan yang di pakai Yolan saat ini.

"Bintang udah lama gak ketemu ya" kata cewek itu.

"Hah" wajah Yolan menunjukkan keterkejutannya. Mulutnya terbuka ingin bicara tapi gak tau mau bilang apa. Yolan udah berusaha mengingat tapi dia tak ingat itu siapa.

"Pasti gak kenal gw kan?" tebak cewek itu.

"Iyah" Yolan tertawa tertahan.

"Aku Salma" kata dia.

"Salma?" Yolan terlihat bingung keningnya berkerut tak paham, meskipun sudah mencoba mengingat nama temannya satu-satu tetap saja dia tak ingat.

"Kita tuh satu kelas dulu pas SD, gw duduk di bangku di belakang lo" jelas Salma.

"Salma tomboy" kata Yolan teringat.

"Iyah, salma tomboy. Sekarang gak" kata Salma yang terlihat girly.

"Maaf ya gak ngenalin lo"

"Iyah, gak apa-apa. Lagian udah lama kan"

"Kok tau gw"

"Lo masuk grup Alumni SD kan kemaren, trus gw penasaran. siapa nih orang? Akhirnya gw chat Sukma, dari situ lah gw tau kalau lo Bintang" jelas Salma

"Oh.. Ya..ya. Gw aja segan masuk grup, gw SD disitu cuman sampai kelas 2" kata Yolan.

"Gak apa-apa, bagus makin rame isi grup nya"

"Tapi ngomong-ngomong gw susah nyari lo, kata Sukma lo satu sekolah sama gw tapi gw kok gak pernah kenal lo, ternyata sekarang nama lo Yolan" tambah Salma.

Yolan tertawa

"Iyah, pas gw SMP gw dipanggil Yolan. Jadi kebiasaan" jelas Yolan.

Salma mengangguk mengerti.

"Sabtu nih lo pergi gak ke rumah buk Nita, wali kelas kita dulu"

"Dia sakit ya, kena stroke"

"Iyah"

"Hmmm Sabtu, jam berapa?"

"Jam 10 an lah. Kumpul disana aja"

"Boleh, nanti kabari ya"

"Oke nanti infonya biar gw share di grup ya"

Yolan mengangguk

"Ya udah Bintang, gw balik ke kelas dulu" kata Salma.

"Gw panggil lo Bintang atau Yolan sih" tanya Salma.

"terserah lo lah"

"Bintang aja lah kalau gitu, udah terbiasa"

"Iyah boleh"

"Gw pergi ya, dah" Salma berbalik pergi meninggalkan Yolan. Yolan juga berbalik ingin segera menuju kelasnya, baru saja ia ingin melangkah langkah kakinya terhenti mendapati seseorang yang berdiri tak jauh dari tempatnya.

"Bio" bisik Yolan pelan.

...****************...

Terpopuler

Comments

shanum

shanum

makin seruuuu

2024-08-04

1

RumahSakit Mesra

RumahSakit Mesra

aaaa ketauan

2024-08-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!