Rabu siang ini di sekolah SMA Anugerah Bangsa sedang tidak ada mata pelajaran, guru sedang rapat. Siswa di sarankan untuk belajar mandiri di kelas atau di perpustakaan walaupun banyak juga yang pergi ke kantin.
Yolan sangat ingat kalau ia beberapa waktu yang lalu pernah jadi tenaga sukarelawan di perpustakaan ini. Dan untung waktu itu ia dibantu oleh Bio
Yolan sempat melirik Bio yang sedang mencari buku di sebuah rak. Sheila yang selalu mengenkor dibelakangnya.
"Bio" rengek an Sheila terdengar.
"Ambilkan buku yang itu" pinta Sheila menunjuk buku di rak paling atas.
"Ambil sendiri, itu ada tangga" jawab Bio tanpa menoleh sedikitpun pada Sheila. Ia sibuk dengan buku di tangannya.
"Takut jatuh" suara manja Sheila terdengar lagi.
"Yang mana" Akhirnya Bio mengalah.
"Itu, yang sampul kuning" tunjuk Sheila.
Walaupun dengan berat hati, Bio agak berjinjit mengambil buku yang di minta Sheila.
"Nih"
"Makasih" Sheila menerima buku itu dengan sumringah, kemudian ia mengikuti langkah kaki Bio menuju meja di seberang meja tempat duduk Yolan.
Jadi posisi mereka saat ini saling berhadapan tapi terhalang oleh 2 meja, Yolan sempat melirik Bio yang duduk di seberangnya. Bio juga melakukan hal yang sama, sampai kedua matanya bertemu.
"Aku duduk disini ya" Sheila duduk tepat di kursi di hadapan Bio, sehingga Sheila menutupi pandangan Bio ke arah Yolan.
"Hmmm" Bio hanya menjawab dengan gumaman.
Meski begitu Sheila tidak peduli dan langsung membuka bukunya kemudian malah memandangi Bio.
Bio lebih menarik untuk di lihat dari pada buku didepannya. Bio terlihat serius dengan buku yang ia baca.
Sebuah notifikasi masuk ke smartphone Bio tergeletak di atas meja, awalnya ia tidak tertarik untuk melihat. Di pesan mengambang yang merupakan notifikasi Instagram itu terlihat.
Bio mengambil ponselnya dan tersenyum melihat story Instagram itu, hanya bergambar krim pegal linu dengan tulisan disampingnya. "penyelamat untuk jompo mendang mending"
"Masih pegal-pegal" ia mengomentari story itu.
Sebuah pesan masuk k instagramnya, Yolan melirik ke depan. Walaupun ditutupi oleh Sheila ia dapat melihat Bio baru saja meletakan Hp nya lagi di meja.
"Gak, jarang olahraga jadi badannya sakit-sakit"
"Syukurlah"
"Makasih krimnya"
Bio membalas dengan emoticon. Ia harus beberapa kali mengganti gambar emoticon senyum itu, sampai yang terkirim seperti ini.
"👍🙂"
"Kamu chat siapa" Sheila terlihat penasaran karena dari tadi Bio sibuk dengan ponselnya.
"Gak ada" jawab Bio singkat.
Sheila jadi cemberut, ia menoleh kebelakang. Mendapati Yolan sedang memainkan hpnya juga.
Yolan yang sadar ditatap Sheila, mengerutkan keningnya membalas menatap Sheila.
"Kenapa" tanya Yolan singkat.
"Gak ada" jawabnya kesal dan kemudian menghadap ke depan ia curiga dengan dua orang ini.
......................
Suara langkah kaki terburu-buru terlihat di kelas yang sudah sangat sepi. Suasana di luar kelas juga sudah gelap. Bio mengacak-acak lacinya mencari sesuatu. Sebenarnya sekolah sudah tutup untuk satpam mengizinkan Bio masuk untuk menentukan yang ia cari.
Hampir 10 menit ia mencari tapi tak jua ia temukan.
"Ada" tanya satpam berdiri tak jauh dari sisi Bio.
"Gak ada pak"
"Besok aja carinya, biar saya bilang juga sama petugas kebersihan kalau ada yang menemukan kalung itu nanti beritahu kamu" jelas Pria dengan kumis tipis itu.
"Baik pak" jawab Bio lesu
"Seperti apa kalungnya"
"Kalung emas putih dengan bandul berbentuk Bintang" jelas Bio.
"Oke..oke semoga ketemu di sekitar sini" ia mencoba memberi semangat.
"Makasih pak"
Keesokan harinya saat pulang sekolah,
Yayuk sibuk menarik Maya untuk membantunya mencari kalung itu karena Ibnu minta bantuan.
"Kita mau cari kemana sih" Maya terlihat ogah-ogahan.
" Ya kita cari ajalah di sekitar sini dekat lapangan kek, di kantin atau dimana"
"Kenapa sih" tanya Yolan yang habis dari ruang guru.
"Kalung Bio hilang, dan Ayang ibnu minta bantuan kami untuk mencari"
"Kalung?"
"Kami, Lo aja"
"kan lo teman gw may" rengek Yayuk manja.
"Kalung apa?" tanya Yolan tak paham.
"Ayang ibnu bilang Bio tuh punya kalung yang hilang, dia baru sadar kalung itu hilang tadi malam pas di rumah" jelas Yayuk.
"Oh gitu, nanti gw bantu nyari. Bentuknya kayak mana"
"oh iya ya, aku minta fotonya sama ayank ibnu dulu ya"
"Kalau gitu gw ke perpustakaan dulu ya bentar"
"Oke..oke kita berdua ke kantin ya. Nanti gw kirim Fotonya ya"
"Ok" Yolan beranjak ke perpustakaan. Ada beberapa buku yang ingin ia cari untuk tugas makalahnya.
"ini dia" seru Yolan menemukan apa yang dia cari. Ia menarik buku di rak paling bawah.
Saat menarik buku itu ia melihat benda berwarna perak tepat di bawah rak.
Tangan Yolan mengambil benda itu dan membuat ia terdiam sesaat. Ingatan ia kembali ke masa lalunya.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments