Siska tampak berjalan terburu-buru menuju kelas, ia mencari sahabatnya yaitu Sheila.
walaupun jam istirahat Sheila menolak untuk pergi ke kantin karena ia lagi ngerjain tugas yang mau di kumpulkan sebentar lagi.
Begitu sampai dikelas ia langsung duduk disamping Sheila, Sheila sempat meliriknya sesaat namun kemudian menghentikan aktivitasnya karena melihat Siska ngos-ngosan.
"Lo kenapa?" ucap Sheila mau tak mau bertanya.
Siska tambak menarik nafasnya dalam, kemudian mengeluarkannya lagi. Ia mencoba mengatur nafasnya, capek juga rasanya berlari ke kelas.
"Tadi gw gak sengaja ketemu Feri dan Ibnu, mereka tu ngebahas soal kedekatan Yolan ama Bio" jelas Siska dalam satu tarikan nafas.
"Hah..." Sheila mencoba mencerna kata-kata Siska barusan.
"Maksud lo Bio gw sama si Yolan ada hubungan" tanya Sheila.
"Gw juga gak tau pasti ya, tapi kayaknya mereka emang deket sekarang. Apa lagi si Feri tu bilang soal foto gitu"
"Foto apa?" Sheila mulai terlihat tak sabar.
"Yang gw denger sih, ada foto romantis Bio dan Yolan" jelas Siska semakin membuat Sheila panas.
"Anj*ng" umpat Sheila kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menuju luar kelas.
Pas sekali dari arah kanan Yolan dan dua temannya berjalan menuju arah kelas. Sheila langsung bergegas berjalan ke arah Yolan.
"Lo ikut gw" Sheila menarik tangan Yolan tiba-tiba.
"Apaan sih lo Sheil" protes Maya mencoba menarik Yolan.
"Gak usah ikut campur" Sheila menarik Yolan kuat dan terpaksa Yolan mengikuti langkah Sheila.
Sementara Siska menghalangi Yayuk dan Maya untuk menyusul Sheila dan Yolan yang berjalan menuju arah sudut gedung.
"Kenapa sih lo?" Yolan menarik tangannya kuat.
"Gw peringatkan ya sama lo, gw sama Bio itu udah di jodohkan. Papanya Bio itu kerja sebagai direktur di perusahaan milik papanya gw, itu artinya hubungan Lo ama Bio gak akan di restui sama keluarganya Bio" jelas Sheila panjang lebar.
"Ngomong apaan sih lo, gw ama Bio tuh gak ada hubungan apa-apa. Lo aja yang parnoan" ucap Yolan meyakinkan.
"Gak usah muna deh lo, lo suka kan sama Bio"
"Gw makin gak ngerti lo ngomong apa, intinya gw ama Bio gak ada hubungan apa-apa" tegas Yolan dan kemudian meninggalkan Sheila.
"Kenapa Lan" tanya Maya begitu Yolan sampai di depan kelas.
"Gak jelas, dia pikir gw mau ngambil Bio dari dia, aneh" jawab Yolan dan kemudian masuk ke kelas di ikuti Yayuk dan Maya.
Sheila mengutuk dalam hati, ia tak begitu saja percaya dengan ucapan Yolan. Walaupun bilang sekarang gak ada apa-apa, bisa saja berubah nantinya kan. Lagian Sheila gak pernah lihat Bio yang dingin jadi sangat perhatian pada seseorang.
Sheila mengusap layar smartphonenya, mencoba menghubungi seseorang.
"Pi, malam ini tolong undang keluarganya Bio makan malam di rumah kita ya" pintanya.
"Iyah, harus malam ini" pintanya lagi setelah mendengar pendapat Papinya.
"Oke, makasih ya Pi" ucap Sheila dan mengakhiri panggilan telepon itu.
Sebuah pesan chat masuk ke Hp Bio,
"Keluarga Pak Baskoro mengajak kita makan malam di rumahnya, nanti kamu pulang cepat ya sayang. Temani mama beli buah tangan" itu isi chat dari mamanya.
"Kenapa lagi anak itu"ucap batin Bio.
"Ya ma" Bio membalas pesan mamanya sebelum menyimpan Smartphonenya di tas.
...----------------...
"Masuk Pak Yudi, Buk Yeni, Bio" ajak seorang wanita berumur sekitar 45 tahun menyambut mereka di depan pintu.
Ini adalah rumah mewah keluarga Sheila, Bapak Baskoro. Saat masuk rumah ini, mereka disambut oleh semua perabotan mewah yang menyilaukan mata.
Bapak Baskoro berjalan menghampiri tamunya, menyambut kehadiran Pak Budi dan keluarga.
"Maaf karena kami mengundangnya dadakan" jelas Pak Baskoro karena sadar pasti keluarga pak Yudi cukup kerepotan dengan undangan dadakan ini.
"Gak apa-apa pak" kata pak Yudi memaklumi.
"Ini ada sedikit kue" Yeni menyerahkan buah tangan yang ia bawa kepada ibuk Herawati.
"Aduh repot-repot segala" Herawati menerima bingkisan itu.
"Makasih loh" ucapnya kemudian.
"Kita ngobrol di sini dulu, makanannya lagi di siapkan" kata Baskoro mempersilahkan tamunya duduk.
"Gimana kabarnya Bio, sehat" tanya baskoro.
"Alhamdulillah sehat Om, om gimana"
"Alhamdulillah lah, seperti yang kamu lihat" kata Baskoro di iringi tawa.
Sebenarnya Bio sama sekali tidak suka dengan situasi ini, situasi canggung yang selalu hadir saat ia dan keluarganya berkunjung ke rumah keluarga Sheila.
"Selamat malam om.. Tante" sapa Sheila yang baru datang dari kamarnya. Cewek itu memakai dress hijau muda selutut dengan rambut di ia biarkan terurai.
Sheila dengan sopannya bergerak menyalami papa dan mama Bio.
"Makanannya udah siap" kata Herawati datang dari arah meja makan.
"Ayo... . Kita makan dulu. Nanti ngobrol lagi" kata Baskoro berdiri dan di ikuti oleh Yudi sekeluarga.
Hanya makan malam biasa tanpa ada pembicaraan yang serius, undangan ini beralasan sudah lama tidak ngobrol bersama. Hanya itu.
Sebuah foto dari nomor gak dikenal masuk ke ponsel Yolan. Saat ia buka itu adalah foto makan malam bersama keluarga Bio dan Sheila.
"Ini bukti kalau hub gw sama Bio gak main-main" catatan di bawah Foto itu.
Sheila secara ekslusif mengirimkan foto itu kepadanya.
Yolan hanya geleng-geleng kepala, ia sadar kalau Sheila beneran takut Bio akan di ambil.
Tak lama masuk lagi pesan di grup wa nya, maya mengirim capture status Instagram Sheila dengan caption "Pertemuan 2 keluarga"
"Sheila bergerak cepat" kata Maya
"Iyah, takut Yolan mendahului" balas Yayuk.
Yolan tak menanggapi ia hanya membalas dengan sebuah emoticon tertawa terbahak.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments