Rahasia

Yolan , Maya dan Yayuk telah sampai di kamar Yolan. Mereka malam ini akan menginap disini, demi mendengar cerita Yolan tentang hubungan dia dengan teman masa kecil Bio.

"Lo teman masa kecilnya Bio" tanya Yayuk mengawali.

"Gak tau" jawab Yolan datar.

"Maksudnya? Bukannya lo sama teman masa kecil Bio punya kesamaan, ke Australia saat umur 8 tahun" tanya Maya.

"Iyah tapi.." Yolan terdiam menarik nafasnya pelan.

"Gw gk tau apa gw teman kecil Bio atau bukan, dulu gw juga punya teman masa kecil namanya Beo" lanjut Yolan.

"Gw pernah ngasih dia kalung, dan kalung itu berbandul bintang dengan inisial YB dibelakang kalungnya" lanjut Yolan lagi.

Maya dan Yayuk menyimak, mereka menghubungkan dengan Bio.

"Kalung yang kemaren" tanya Maya.

Yolan mengangguk.

"Berarti lo emang teman masa kecilnya Bio dong" kata Yayuk.

"Iyah benar" Maya ikut setuju.

"Trus kenapa gak bilang ama Bio, dia pasti senang banget kalau tau" tanya Yayuk.

"Beo sama Bio bukan sosok yang sama lagi" ucap Yolan.

"Maksudnya, sama lah. Kan orang yang sama" kata Maya.

"Iyah, nama aja yang berbeda dulu Beo sekarang Bio" tambah Yayuk.

"Beo adalah anak jalanan, dia adalah pengamen, anak yatim-piatu. Sedangkan Bio adalah seorang siswa SMA dan memiliki orang tua"

"Tapi itu orang tua angkat" kata Maya.

"Dari awal Bio juga gak punya orang tua" lanjut Maya.

"Tapi situasinya udah gak sama May"

"Gak sama gimana? Kami gak ngerti maksud lo apa Lan" tanya Yayuk mulai capek dengan cerita yang mulai berbelit-belit.

"kemaren gw dengar Bio dan Sheila bicara sebelum gw ke perpustakaan"

......................

Situasi kelas mulai sepi, Bio masih mengacak-ngacak tas nya dan juga mengeluarkan isi lacinya, berharap menemukan kalung yang ia cari.

"Bio" panggil seseorang dari ambang pintu.

Bio melirik sekilas dan kembali melanjutkan aktivitasnya tadi. Setelah membongkar isi tasnya ia memasukan lagi untuk kesekian kalinya.

Sheila yang tadi memanggil menghampiri, ia kesal karena di cuekin.

"Kamu masih aja nyari dia" tanya Sheila dengan nada kesal.

"Kalau ia kenapa?" jawab Bio tanpa melihat kearah Sheila.

"Aku gak suka, biarin aja kalung itu hilang" kata Sheila setengah berteriak.

"Bukan urusan kamu, aku gak peduli kamu suka atau gak" Bio tampak mulai kesal, ia berdiri dari duduknya dan bermaksud ingin pergi.

Sheila menahan dengan menarik tangannya, Bio menatap Sheila dengan wajah kesal.

"Aku gak suka kamu mencari dia, aku gak suka kalau kalian bertemu"

"Aku gak peduli" Bio menepis tangan Sheila berjalan meninggalkan Sheila.

"Kamu milik aku, kamu gak boleh menyukai siapapun. Aku akan bilang sama papi untuk memecat papa kamu"

Langkah kaki Bio terhenti, ia berbalik menatap Sheila yang sedang marah dan berusaha menahan air matanya.

"Sampai kapanpun aku hanya akan menyukai dia" ucap Bio dan pergi meninggalkan kelas.

Sheila akhirnya terisak, duduk dibangku tempat dia berdiri. Sakit sekali rasa di dadanya mendengar kalimat Bio barusan. Tangannya mengepal erat, isakannya tertahan.

Yolan tepat berada diluar kelas itu, Bio untung saja tidak melihatnya. Ia takut di tuduh menguping, padahal dia hanya kebetulan lewat.

......................

"Sheila keterlaluan" ucap Maya.

"Dia hanya seorang gadis yang menyukai seseorang" kata Yolan.

"Iyah, tapi gak perlu ngancem kan" kata Yayuk.

"Lagian bertemu belum tentu pacaran, tapi kalau melihat situasinya teman masa kecilnya Yolan sih hmmm pasti pacaran" kata Maya disambut gelak oleh Yayuk.

"Apaan sih kalian?" pipi Yolan bersemu merah

"Gak pun teman masa kecil, yang namanya Bio bisa gitu se care itu sama cewek. Dan itu hanya sama lo" jelas Yayuk.

"Udah..udah.. Malah godain gw lagi" wajah Yolan memerah.

"Trus rencananya apa sekarang?" tanya Maya.

Yolan menggeleng.

"Gw hanya takut, gw akan bikin keluarga Bio kacau nantinya"

"Berarti untuk saat ini jika lo mau kita diam, maka kita akan diam. Soal apa yang kita bicarakan tadi akan jadi rahasia kita bertiga" kata Yayuk.

"kami akan selalu mendukung lo, apapun itu asalkan baik" kata maya.

"Makasih ya" Yolan jadi terharu, Yayuk dan maya memeluknya. Mereka saling berpelukan sambil tersenyum.

...****************...

Terpopuler

Comments

shanum

shanum

makin penasaran

2024-08-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!