cemburu

Keesokan harinya sekolah ricuh karena postingan Sheila, sesuai dengan yang ia harapkan. Bahwa dengan begitu akan semakin meyakinkan kalau Bio dan dia memang telah di jodohkan.

Yolan sama sekali tidak peduli dengan gosip yang berkembang di sekolah terutama di kelas. Ia sendiri sudah duluan dapat foto itu dari si pemilik langsung.

Bel berbunyi terasa cukup lama hari ini, Bio melihat arloji di tangannya berkali-kali. Ia ingin menemui Yolan, entah kenapa ia ingin bertemu dengan anak cewek itu. Ia hanya ingin tau reaksinya tentang postingan Sheila.

Begitu bel pelajaran usai Bio langsung bergegas keluar dari kelasnya. Di dapatinnya dari arah kelas sebelah, Yolan sedang berlari kecil menuju lantai 1. Mau tak mau membuat Bio mengikutinya, Yolan tampak terburu-buru.

"Aku di parkiran" pesan singkat itu yang membuat Yolan bergegas bergerak keluar dari kelasnya.

"Rama" panggil Yolan saat sampai di parkiran.

Seorang cowok tinggi nan tampan, dengan setelan jaket kulit hitam tersenyum padanya. Yolan berjalan cepat dan memeluk Rama erat.

Rama tertawa pelan dan membalas pelukan itu.

"Yolan punya pacar" celetuk Maya yang sudah berdiri di belakang Bio. Tak hanya Maya, ada Feri, Ibnu dan juga Yayuk yang sudah berdiri di belakang Bio.

"Kok Yolan gak pernah cerita ya" tambah Yayuk.

"Kakaknya kali" jawab Ibnu.

"Yolan anak tunggal" tutur Yayuk.

Kemudian mereka semua diam tanpa bicara sepatah katapun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Bio mengepal tangannya kuat menyaksikan Yolan dengan seorang cowok. Hatinya tidak senang.

"Temankan aku jalan-jalan, ada yang mau aku cari" kata Rama.

"Oke siap, tapi jajanin ya"

"Iyah.. Gampang" Rama menyodorkan sebuah jaket, Yolan memakai jaket itu. Kemudian Rama memasangkan helm Hitam di kepala Yolan. Memasangkan cantelannya.

"Emang kayak pacaran kali" Feri yang dari tadi diam mulai mengomentari.

Sampai akhirnya Yolan berboncengan naik motor sport merah Rama dan pergi menghilang dari sekolah.

......................

Bola basket yang di lempar ke ring beberapa kali gagal masuk, walaupun udah di coba beberapa kali tetap gagal juga.

"Lo kenapa sih?" Ibnu mengambil bola basket dari tangan Bio saat ia hendak melempar.

"Kenapa apanya?" Bio mencoba mengambil kembali bola itu.

"Dari tadi Lo main gak konsentrasi tau gak, mikirin apaan sih" Feri ikut menambahkan.

Bio menarik nafasnya kasar, kemudian berjalan ke bangku di pinggir lapangan untuk minum. Bio meneguk air putih di tangannya, pandangan matanya jelas sedang memikirkan sesuatu.

"cerita lah sama kita" Feri duduk disamping kanannya.

"Gak ada apa-apa" jawab Bio lagi.

"Lo mulai aneh sejak Yolan pergi sama cowok tadi, lo cemburu" tebak Ibnu.

"Ngomong apaan sih lo " bantah Bio tak suka.

"Lo sadar gak sih, lo agak berubah sejak ketemu ama Yolan, lo yang gak pernah perhatian sama orang jadi perhatian. Yang gak pernah mau terima makanan atau minuman dari cewek sekarang lo terima" jelas Ibnu.

"Lo tanya hati lo Yo, kita tau lo maunya Bintang yang jadi masa depan lo. Tapi kalau hati lo sendiri sudah memilih yang lain, ya udah lo harus terima" jelas Feri menambahkan.

Bio hanya diam, ia sendiri tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Tubuhnya bergerak sendiri untuk membantu Yolan. Rasa nyaman di dekat cewek itu kadang membuat Bio rindu untuk bertemu walaupun tak ada bicara.

......................

"coffee latte nya 1" kata Yolan pada seorang waiters di cafe itu.

"oke di tunggu"

"Yolan" sapa Bio dari belakangnya.

"Eh Bio" balas Yolan dengan senyumnya. Yolan hari ini pakai kemeja oversize dengan rambut di sanggul.

"Kamu sendirian" tanya Bio, entah sejak kapan ia pandai berbasa-basi seperti ini.

"Hu..uh tadi aku baru Rama, tapi dia ada urusan mendadak. Dari pada dia jauh antar aku pulang, aku mampir ke sini dulu lah" jelas Yolan.

"Rama" ucap Bio seolah bertanya dia siapa.

"Iyah Rama, sepupu aku yang baru datang dari Bandung" jawab Yolan.

Mendengar kalimat Yolan barusan seperti sebuah beban berat lepas dan terbang dari kepalanya.

"Kak Yolan" panggil waiters yang membuat Yolan mengalihkan pandangannya.

"Kamu udah pesan minum" tanya Yolan melihat jika Bio belum memegang apapun.

"Ini mau pesan, hmm mau ngobrol dulu gak" tanya Bio.

"Hmmm" Yolan melirik jam tangannya.

"hmmm boleh, aku cari tempat duduk ya"

Bio mengangguk dengan senyum dikulum,

"Tunggu.. "Yolan menginterupsi gerakan Bio.

"Kok kita jadi kamu aku sih sekarang" lanjut Yolan.

"Ohhh maaf, kalau kamu gak suka. Bisa lo gw lagi kok" Bio menjawab agak gelagapan.

Ia sendiri tidak sadar kalau dari tadi dia telah menyapa Yolan dengan aku kamu.

"Y udah gak apa-apa lah" kata Yolan dan kemudian pergi mencari kursi kosong

Keduanya ngobrol hal-hal sederhana, tentang Sheila, tentang basket, tentang sekolah.

"Iyah ya, besok ada pengambilan nilai untuk tembakan bola basket" tanya Yolan setelah sesaat lalu ia membaca pesan yang masuk ke wa nya.

"Hu..uh"

"Yah, aku paling payah free throw" keluh Yolan.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!