Yolan berdiri dilantai paling atas gedung sekolahnya. Ia sedang ingin menenangkan pikirannya. Matanya terpejam menikmati hembusan angin, tangannya mengepal kuat. Menggenggam sebuah cincin plastik berbetuk bintang dengan warna hijau dan kuning.
Yolan menatap cincin itu kemudian, cincin itu sudah bersamanya cukup lama. Sudah menemaninya kemanapun.
Hanya cincin ini yang bisa memastikan kalau ia adalah Bintang. Bukankah jika nanti Bio tau dia adalah Bintang masalah akan semakin runyam.
Bintang aka Yolan mengayun tangannya dan melempar kuat cincin itu hingga melewati tembok pembatas dan jatuh, sialnya iya jatuh tepat menimpa kepala seseorang.
"Au" sebuah lemparan tepat dibelakang kepalanya.
"Kenapa?" tanya Feri.
"Ada yang melempar gw" jawab Bio mencari ke sekeliling tempat ia berdiri. Tapi sama sekali gak ada siapa-siapa.
Bio mengalihkan pandanganya ke lantai dan sebuah benda yang ia yakini sangat dikenal berada disana.
Bio langsung memungut benda itu, memandangi benda itu di setiap detailnya.
"Cincin itu yang di lempar di kepala lo" tanya Ibnu.
"Mungkin" jawab Bio.
Ia menarik cincin berbentuk Bintang itu dan benar Bintang berwarna kuning dan hijau di cincin itu bisa di buka.
"Sebuah kertas" Feri telah berdiri disamping Bio memperhatikan.
Bio mengambil kertas yang dilipat kecil-kecil itu. Sebuah tulisan yang sudah mulai pudar terlihat di kertas itu.
"Ayo bertemu lagi"
Ingatan Bio kembali ke masa ia terakhir kali bertemu Bintang. Ia sempat meminta si pemilik warung untuk menuliskan kata -kata itu. Dan dimasukan ke cincin, dan cincin itu ia serahkan ke Bintang sebagai kenang-kenangan.
"Itu kertas apa?" tanya Ibnu.
"Lo dilempar pake cincin itu, ada kertasnya pula" Kata Feri.
"Pelet mungkin" tambah dia.
"apa tulisannya?" tanya Ibnu.
"Ayo bertemu lagi"
"Kan.." Feri dan Ibnu kompak.
"Ini punya Bintang" kata Bio tiba-tiba yang membuat Ibnu dan Feri ternganga.
"Punya Bintang, teman masa kecil lo" tanya Ibnu tak paham.
"Jujur gw gak paham" tambah Feri
"Dulu sebelum berpisah dengan Bintang, gw sempat ngasih cincin. emang hanya cincin mainan. Tapi didalamnya bisa dibuka seperti ini. Karena dulu gw gak bisa nulis, gw minta ibuk warung yang nulis tulisan Ayo Bertemu Lagi" jelas Bio panjang lebar
Ibnu dan Feri menyimak paham, ia mengerti dengan penjelasan panjang Bio.
"Jadi Bintang ada didekat sini dong" Feri menyimpulkan.
"Iyah bener" Ibnu setuju.
Mereka bertiga memandang sekeliling tempat mereka berdiri tapi gak ada siapa-siapa.
"Jangan-jangan dari atap sekolah" Ibnu menunjuk lantai paling atas sekolahnya.
Bio yang ikut menyadari itu langsung lari menuju tangga untuk sampai ke atap gedung, tepat saat Bio menaiki anak tangga, pada saat sebuah mobil sedan hitam pergi dari parkiran.
Nafas Bio tersengal-sengal sampai di lantai 3 sekolahnya. Tak ada siapapun disana, Ibnu dan Feri yang mengikuti juga memandang ke sekeliling tempat itu. Gak ada siapapun disana.
"Sepertinya seseorang memang dari sini barusan" kata Ibnu menunjuk sebuah stik es krim di lantai.
Bio memandangi stik es krim itu, stik eskrim itu masih basah. Memang sepertinya ada seseorang disana sebelumnya.
"Apa Bintang gak mau ditemukan, makanya cincin itu dia buang" tanya Feri.
"Atau dia sudah melupakan lo" tambahnya lagi.
Bio terdiam.
"Paling gak gw bertemu dia, gw cuman pengen balikin kalung ini" kata Bio.
"Ya udah gini aja, kita cari dia disekolah ini" kata Ibnu.
"gimana caranya, banyak loh muri sekolah ini" kata Feri.
"Gue tau caranya" kata Ibnu yakin.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
shanum
ayo bertemu
2024-08-04
1
RumahSakit Mesra
seruuuu
2024-08-01
1
RumahSakit Mesra
lanjut
2024-08-01
1