Bola Basket

Bio mendribble bola basket bewarna oranye dan melempar ke ring, shoot... Masuk. Suara rantai di ring memecah kesunyian tempat itu.

"Ayo coba" kata Bio mengoper bola ke arah Yolan. Yolan menyambutnya agak gelagapan.

Bio tertawa kecil ia kembali mengambil bola yang tadi ada di tangan Yolan.

"Kamu lihat aku ya, pertama kamu harus fokus sama target kamu yaitu ring, terus rileks, rentangkan kaki, punggung dan bahu. Kemudian baru lakukan tembakan dengan melontarkan tangan ke atas, lalu melenturkan jari-jari ke depan" jelas Bio yang kemudian melempar bola basket dan pas masuk ke ring.

Bio berlari mengejar bola dan kembali berdiri di depan Yolan. Sebenarnya entah pembicaraan seperti apa yang membuat akhirnya Bio mengajak Yolan untuk berlatih basket.

"Kamu coba beberapa kali setelah itu kita pulang" jelas Bio lagi setelah melihat jam tangannya. Sudah cukup malam sekarang ini, sudah hampir jam 9 malam.

"Oke, tapi jangan diketawain ya"

"Gak"

Yolan mencoba seperti yang di ajarkan Bio tadi tapi emang dasarnya gak pandai, jangankan masuk lemparan bolanya sama sekali tidak sampai ke ring.

Yolan manyun, membuat Bio tergelak dan mengambil bola itu lagi.

"Coba lagi, yang kuat lemparnya"

"Oke" dan Bola basket sampai ke ring tapi tidak masuk.

"Wah.. Hampir masuk" seru Yolan semangat.

"Coba lagi" kata Bio senang melihat Yolan sangat bersemangat.

Yolan melempar bola lagi dan suara rantai beradu, bola pas masuk ke ring.

"Ye masuk" Yolan bersorak kegirangan. Itu berlangsung berkali-kali sampai membuat Yolan lelah.

Yolan duduk selonjoran di lapangan, ia mengatur nafasnya yang berantakan. Sebuah air mineral dingin datang tepat dihadapannya disodorkan Bio.

Sebelum Yolan mengambil minuman itu, Bio sempat membukanya dan kemudian duduk disamping Yolan.

"Aku udah lama gak olahraga" ucap Yolan setelah meneguk minuman dingin itu. Ia memukul-mukul pahanya yang terasa pegal.

"Karena kurang pemanasan aja"

Yolan mengangguk.

"Ayo aku antar pulang" ajak Bio.

"Oke. Ayo"

......................

Mobil hitam yang dikendarai Bio tepat berhenti di depan rumah mewah Yolan.

"Mau mampir" Yolan berbasa-basi

"Udah malam" jawab Bio tersenyum.

"Makasih ya, makasih atas latihan dadakannya, makasih udah anterin aku pulang" ucap Yolan.

"Sama-sama"

"Yolan" panggil Bio yang membuat Yolan tak jadi membuka pintu mobil.

"Boleh minta no wa nya"

"Boleh.. "Yolan menengadah telapak tangannya meminta hp Bio, menyalin no Hp nya kemudian menyerahkan kembali ke pemiliknya.

"Makasih"

"Aku masuk dulu, sekali lagi makasih" Yolan melambaikan tangannya diiringi dengan perginya mobil hitam itu.

......................

Hari ini kelas olahraga, kelas 12. 3 gabung dengan 12.4. Itu artinya kelas Yolan dan Bio gabung di kelas olahraga kali ini.

"Bio, tolong bantu saya ngambil nilai teman-teman kamu ya" kata Pak Syaiful.

"Baik pak"

Setelah beberapa kali ganti murid yang di nilai akhirnya nama Sheila terpanggil.

"Sheila" panggil pak Syaiful.

"Ya pak" dengan Pedenya ia berdiri di lapangan tempat Bio memberi penilaian.

"Yang bilang kamu disana siapa, sini" panggil pak Syaiful.

"yah bapak" rengek sheila gak terima.

"Yolanda" panggil pak Syaiful lagi.

"Ya pak" Yolan berdiri dari duduknya.

"Kamu di nilai sama Bio"

"Hah.. Kok bsa si Yolan ama Bio, gak adil pak" protes Sheila.

"Kamu mau ujian atau gak" ancam pak Syaiful yang akhirnya membuat Sheila terdiam dan cemberut.

"Siap ya" kata Bio.

Yolan mengangguk dan shoot, bola basket pas masuk ring.

"Wah.." yang menyaksikan takjub.

"Yolan keren" teriak Maya.

Yolan kembali melempar bola dan kali ini hanya beradu ke papan ring dan tidak masuk.

"semangat Yolan" support Yayuk.

Yolan kembali melempar bola basketnya dan masuk lagi. Hal itu bikin riuh yang menonton, pas lemparan ke 4 masuk lagi.

Yolan tampak konsentrasi untuk lemparan ke limanya, ia mencoba mengatur nafasnya agar tetap rileks.

"Jangan buru-buru, tenang" kata Bio.

Yolan mengangguk dan bersiap melempar bola dan Masuk.

"Ye .." Yayuk dan maya berteriak senang. Yolan yang refleks langsung mengangkat tangan dan tos dengan Bio.

"Keren" puji Bio.

Yolan tersenyum dengan pujian itu.

Yayuk, ibnu, Feri dan maya saling pandang. Ada yang aneh, sejak kapan mereka seakrab itu.

"Sejak kapan mereka se akrab itu"tanya Ibnu.

"Iyah, kok auranya beda gitu ya" tanya Yayuk.

"Ada apa dengan mereka" tanya Feri

"mencurigakan" tambah Maya.

Pertanyaan itu hanya menggantung di pikiran mereka masing-masing.

Kelas olah raga sudah selesai, mereka harus kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.

"Yolan" panggil Bio yang di ikuti Feri dan Ibnu yang ingin nguping.

"Aku biasa pake ini kalau pegal-pegal habis main basket" Bio menyodorkan sebuah krim.

"Makasih ya, kalau bukan kamu gurunya gak akan dapat nilai sempurna"

"kamu aku" bisik Feri.

"Kamu itu berbakat" puji Bio.

"Ya...ya, pelatihnya atlet basket SMA Anugerah Bangsa ya pasti berbakat" Yolan balik memuji Bio.

"Ke kelas dulu ya" kata Bio kemudian ia langsung di rangkul Feri dan Ibnu. Begitu juga dengan Yolan, ia langsung diseret pergi ke arah berlawanan oleh Yayuk dan Maya.

Pertanyaan yang sama yang di ajukan Yayuk dan ibnu namun di tempat yang berbeda.

"Sejak kapan kalian dekat"

Yolan dan Bio yang berada di kelas masing-masing tampak berfikir.

"Kenapa jadi kamu aku" tanya Feri dan maya bersamaan juga.

"Biar akrab aja" jawab Bio asal.

"Kayaknya lebih akrab begitu" Jawab Yolan.

"Kalian main basket bersama" tanya yayuk.

Yolan mengangguk.

"Lagi pedekate" tebak Maya.

"ya gak lah" bantah Yolan,

"Ya terus" kalimat maya terputus saat guru masuk ke kelas.

...****************...

Terpopuler

Comments

shanum

shanum

pacaran... pacaran

2024-08-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!