Tepat jam 12 malam, Naya baru pulang dari Cafe. Malam ini Naya memutuskan tidur di rumahnya. Besok sepulang kerja sebagai Cleaning service, ia baru akan menjaga ibunya. Karena besok di Cafe jadwalnya ia libur.
"Assalamu'alaikum.." Naya langsung masuk kedalam rumahnya karena memang tidak di kunci.
"Waalaikumsalam.." jawab Rafa adik dari Naya. "Uda pulang kak?" tanya Rafa sembari jalan ke dapur mau membuat kan teh untuk kakaknya. Seperti itulah Rafa selalu membuatkan teh hangat untuk sang kakak yang sudah lelah bekerja.
"Uda dek." jawab Naya yang langsung masuk ke kamar untuk mengganti pakaian. Selesai mengganti pakaian, Naya menyusul adiknya ke dapur.
"Kok kamu belum tidur Raf?" tanya Naya pada adiknya.
"Rafa sengaja nunggu kakak pulang." jawab Rafa sembari memberikan teh yang dia buat pada kakaknya.
"Terimakasih dek."
"Kak, ada yang mau Rafa omongin sama kak." ucap Rafa ragu-ragu.
"Kamu mau ngomong apa ke kakak?" tanya Naya lagi. Rafa bukannya menjawab, ia malah menundukkan kepalanya.
"Ada apa Rafa? ngomong aja jangan takut." Naya menatap adiknya seperti takut ingin berbicara.
"Ka-kak, apa kakak masih ada uang?"
"Uang? untuk apa Raf?" tanya Naya penasaran.
"Bu-buat bayar les bahasa Inggris kak, kan Rafa bulan ini belum ada bayar." ucapnya dengan sedikit takut.
"Iya, yah! maaf dek kakak lupa. Berapa uang lesnya kak gak ingat?" tanya Naya sembari berjalan masuk kedalam kamar untuk mengambil dompetnya. Tak berapa lama Naya kembali ke dapur.
"Berapa dek?" tanyanya lagi.
"Dua ratus ribu kak.." jawab Rafa jadi merasa tidak enak pada kakaknya. Rafa sempat berpikir akan berhenti sekolah karena tidak tega dengan kakak nya yang banting tulang untuk biaya hidup mereka, bayar uang sekolahnya, membayar utang kepada rentenir karena mereka menggadaikan rumah peninggalan ayahnya untuk biaya pengobatan Ibunya. Apalagi kakaknya harus bayar rumah sakit. Rafa rasanya ingin membantu kakaknya kerja, tapi kakaknya melarangnya. Kakaknya selalu bilang, ini Uda tanggung jawabnya, kamu hanya perlu sekolah belajar yang rajin dan giat agar suatu saat bisa menjadi orang sukses.
Naya membuka dompetnya, dilihat uangnya yang ada di dompetnya sejumlah empat ratus ribu. "Ya tuhan apa cukup setengah bulan lagi tinggal dua ratus ribu?" batin Naya.
Naya mengambilnya dua ratus ribu, lalu memberikannya pada adiknya.
"Kamu harus benar-benar belajar dan menguasai bahasa Inggrisnya ya Raf, agar kamu mudah mendapatkan pekerjaan nantinya. Ingat pesan kakak belajar yang rajin. Kakak mau kamu tidak hanya tamat SMA saja, kakak mau kamu kuliah."
"Iya kak. Rafa akan selalu ingat pesan kakak. Lagian di sekolah Rafa ada bantuan beasiswa yang berprestasi. Kakak kan tau kalau aku siswa yang berprestasi." Ucap Rafa.
"Aamiin.." Kak selalu mendoakan kamu agar menjadi orang yang sukses, kelak.
*
Suara musik berdentum sangat kuat, dan suasana Club malam terlihat begitu ramai. Banyak kalangan pebisnis maupun artis yang berada di club' tersebut.
Begitu pun dengan Juna tengah asik menikmati minuman bersama sahabatnya nya.
"Jun, Lo gak ngamar?" tanya Sam sahabat dari Juna.
Sahabat Juna yang sering nongkrong dengannya ada dua orang, yaitu Sam dan Tiger. O iya satu lagi Felix juga sering ikut bersama mereka, karena ia harus terus menjaga tuannya.
"Gak, lagi capek gue!" balas Juna singkat.
"Ya capek lah! Kan lo hampir tiap malam bercinta." sambung Tiger. Sam yang mendengar ucapan Tiger tertawa terbahak-bahak.
"Ck! kaya Lo pada gak aja. Bahkan kalian lebih dari gue!" ucapnya kesal, karena di tertawa kan olek kedua sahabatnya. "masih mending gue, sehari sekali, tiap malamnya. Nah Lo Sam! setiap saat, setiap waktu lo bercinta terus dengan sekretaris Lo sendiri. Jangan Lo kira gue gak tahu ya?" Sam terkejut dengan ucapan Juna, kok bisa tahu kalau dirinya setiap waktu bercinta dengan sekretarisnya.
"Ya gimana lagi, sekretaris gue tubuh nya begitu seksi sih! makanya gue sering gak tahan." kali ini Juna yang tertawa.
"Hati-hati loh, ketahuan tunangan loh baru tau rasa!" Nasehat Tiger pada Sam.
Sekitar jam satu malam, Juna memutusakan pulang. Sedangkan kedua sahabatnya lebih memilih bersenang-senang dengan wanita di hotel dekat Club' malam.
"Tuan, kita pulang kemana?" tanya Felix.
"Ke Apartemen aja. Saya mau istrahat disana." jawab Juna. Malam ini ia tidak mood untuk bercinta dengan wanita mana pun. Entahlah setelah ia melihat mamanya di Cafe tadi. Moodnya jadi berantakan. Sampai sekarang ia masih benci pada mamanya, yang sudah meninggalkannya dan Papanya demi lelaki lain.
"Baik, tuan." Felix pun melajukan mobil tuannya menuju Apartemen mewah milik Juna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments