Bab 02

Di tempat yang berada. Seorang gadis cantik tengah menatap ibunya yang lagi berbaring lemah di berankar rumah sakit dan banyaknya selang di tubuh ibunya.

"Ibu Naya mohon, bertahanlah. Jangan pernah tinggalkan Naya dan Rafa Bu.." monolog Naya sembari terisak.

Naya Ariska, gadis cantik 21 tahun ini harus berjuang untuk menghidupi Ibunya dan adiknya Rafa yang masih duduk di bangku SMA. Apalagi ibunya sedang mengidap penyakit kanker. Demi untuk membiayai ibunya yang sedang berjuang melawan kanker nya, Naya harus bekerja di dua tempat sekaligus. Paginya Nara akan bekerja sebagai Office gils di sebuah perusahaan dan sore hari sampai malam ia bekerja di sebuah Cafe. Itu pun masih belum cukup untuk biaya pengobatan Ibunya. Waluapun begitu Naya sama sekali tidak pernah mengeluh, dan merasa lelah. Naya menjalani hidupnya dengan ikhlas dan sabar. Yang terpenting baginya adiknya tidak boleh sampai kekurangan, biaya rumah sakitnya Ibunya ada, meskipun harus mencicil. Sedangkan Ayah dari Naya sendiri sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

Tin tin

Naya terkejut saat mendengar suara klakson mobil. Saat kaki jenjangnya yang indah hampir saja tertabrak oleh mobil mewah milik pengunjung Cafe tempat ia bekerja. Ya, Naya bekerja di sebuah Cafe yang bisa dibilang terkenal di Jakarta. Millen Cafe, itulah nama Cafenya. Kemudian Naya menundukkan kepalanya dan mengucapkan kata maaf kepada sang pemilik mobil mewah tersebut.

"Ya ampun Nay, ceroboh banget sih kamu!" batin Naya.

Lalu Naya pun langsung bergegas masuk dari pintu belakang Cafe. Karena sedikit lagi ia akan terlambat.

"Kamu hampir saja terlambat, Nay?" Ucap Sari teman satu kerajaan dengannya.

"Iya nih Sar, seperti biasa aku mampir dulu ke rumah sakit melihat kondisi Ibu." jawab Naya sembari tersenyum.

Naya sendiri tipekal gadis yang ceria, baik, tapi sedikit keras kepala. Karena wajahnya yang cantik, berkulit putih dan memiliki tubuh lumayan tinggi, banyak yang suka dengannya. Apalagi di tempat satu kerjanya. Tetapi sayang, tidak ada yang di tanggapi oleh Naya. Baginya lebih penting memikirkan hidupnya, dan ibunya yang masih membutuhkan biaya banyak. Naya tidak mau menjadi pusing soal cinta maupun pasangan. Bukan nya ia tidak mau atau tidak menginginkan pasangan, ia sangat mau. Tapi suatu saat nanti, setelah ia bisa menyembuhkan ibunya.

"Bersyukur lah Nay, kamu tidak ketahuan oleh Bu Millen. Untung saja Bu bos baru saja pergi." cicit Sari.

Sedangkan Naya hanya cengar-cengir tidak jelas. " "Berarti Tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk tetap kerja disini." balas Naya santai. Kemudian meletakkan tasnya ke loker.

"Oh iya Nay, aku mau cerita nih sama kamu." Ucap Sari.

"Kamu mau cerita apa?" tanya Naya yang sibuk merapikan penampilannya.

"Kamu tahu Nay, ternyata Bu Millen memiliki sepupu pria yang sangat tampan." Cerita Sari antusias.

"Ya terus?"

"Aku cuma mau cerita aja sih sama kamu. Tadi sepupunya itu meeting dengan kliennya di Cafe ini. Terus Bu Millen sibuk nyuruh kita siapin menu yang paling enak di Cafenya. Pas lihat orangnya, karyawan wanita yang sif pagi tadi pada heboh, karena sepupu Bu Millen sangat tampan." tutur Sari. "Sayang banget kamu gak bisa lihat, karena sif malam." Tambah Sari lagi.

"Gak apa-apa, lagian gak penting juga."

"Ck! dasar kamu ya? selalu saja acuh kalau Uda bahas lelaki tampan." kesal Sari.

"Uda tahu, tapi kamu masih juga cerita.." Balas Naya yang langsung pergi ninggalin Sari untuk membersihkan meja bekas pelanggan.

Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04 Visual
5 Bab 05 Terpaksa
6 Bab 06. Delapan puluh juta
7 Bab 07 Hilangnya Mahkota
8 Bab 08 Terlambat
9 Bab 09 Ikhlas
10 Bab 10 Bertemu
11 Bab. 11 Bertemu kembali
12 Bab. 11 Tentangnya
13 Bab. 12 Kesal
14 Bab. 14 Menyebalkan
15 Bab. 15 Rentenir
16 Bab. 16 Bantuan Juna
17 Bab. 17 Pergi Bersama
18 Bab. 18
19 Bab 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21 Mulai Ada Getaran
22 Bab. 22 Kembali
23 Bab. 23 Minta Maaf
24 Bab. 24 Tiba-tiba merindukannya
25 Bab. 25 Memaafkannya
26 Bab. 26 Membayar Utang
27 Bab. 27 Menjemput Naya
28 Bab. 28 Tawaran Kuliah di luar negri
29 Bab. 29 Kejutan
30 Bab. 30 Melamar
31 Bab. 31 Melamar 2
32 Bab. 32 Melamar 3
33 Bab. 33 Posesif
34 Bab. 34 Bertemu Calon Mertua
35 Bab. 35 Kesempatan
36 Bab. 36
37 Bab. 37 Bertemu Sinta
38 Bab. 38 Ingin Miliki Juna
39 Bab. 39 Cemburu
40 Bab. 40 Kuatir dan Panik
41 Bab. 41 Merasa Tak Berguna
42 Bab. 42 Perubahan Sikap Naya
43 Bab. 43 Rekaman CCTV
44 44. Rencana
45 Bab. 45 Pengganggu
46 Bab. 46 Fitting Baju Pengantin
47 Bab. 47 Fitting Baju Pengantin 2
48 Bab. 48 Terkena Jebakan
49 Bab. 49 Mengikuti
50 Bab. 50 Kecelakaan
51 Bab. 51 Sangat Merindukannya
52 Bab. 52 Mengingat Kembali
53 Bab. 53 Mengingat Kembali 2
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Pergi Ke Australia
56 Bab. 56 Berkunjung
57 Bab. 57 Bertemu Rafa
58 Bab. 58 Mengetahui Keadaan Naya
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61 Tekad Juna
62 Bab. 62 Kembali ke Indonesia
63 Bab. 63 Merindukannya
64 Bab. 64 Kembali Bersama
65 Bab. 65 Mengajak Naya Kekantor
66 Bab. 66 Makan Siang
67 Bab. 67 Kembali Mengajak Naya Menikah
68 Bab. 68 Mengetahui Cerita Yang Sebenarnya
69 Bab. 69 Sinta Bertemu Maya
70 Bab. 70
71 Bab. 71 Naya dan Rafa
72 Bab. 72 Operasi Mata
73 Bab. 73 Bisa Melihat Lagi
74 Bab. 74 Kembali Terapi
75 Bab. 75 Sinta Mulai Lelah
76 Bab. 76 Mengintai Juna dan Naya
77 Bab. 77 Bodyguard
78 Bab. 78 Rencana Gagal
79 Bab. 79 Hampir Saja
80 Bab. 80 Naya Sakit
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Wedding
83 Bab. 83 Wedding 2
84 Bab. 84 Menyerah
85 Bab. 85 Rumah Sakit
86 Bab. 86 Memberitahukan Pelakunya
87 Bab. 87 Malam Pertama
88 Bab. 88 Menghabiskan waktu di Apartemen
89 Bab. 89 Kabur
90 Bab. 90 Curhat
91 Bab. 91 Berusaha Ikhlas
92 Bab. 92 Haneymoon
93 Bab. 93 Haneymoon 2
94 Bab. 94 Pengganggu
95 Bab. 95 Mual
96 Bab. 96 Sakit
97 Bab. 97
98 Bab. 98 Kembali ke Resort
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101 Pingsan
102 Bab. 102 Hamil
103 Bab. 103 Ngidam
104 Bab. 104
105 Bab. 105 Ngidam Siomay
106 Bab. 106 Cemburu
107 Bab. 107 Belanja
108 Bab. 108 Bertemu Sahabat Lama
109 Bab. 109 Rafa
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115 Manja
116 Bab. 116 Sakit
117 Bab. 117
118 Bab. 118 Salah Paham
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04 Visual
5
Bab 05 Terpaksa
6
Bab 06. Delapan puluh juta
7
Bab 07 Hilangnya Mahkota
8
Bab 08 Terlambat
9
Bab 09 Ikhlas
10
Bab 10 Bertemu
11
Bab. 11 Bertemu kembali
12
Bab. 11 Tentangnya
13
Bab. 12 Kesal
14
Bab. 14 Menyebalkan
15
Bab. 15 Rentenir
16
Bab. 16 Bantuan Juna
17
Bab. 17 Pergi Bersama
18
Bab. 18
19
Bab 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21 Mulai Ada Getaran
22
Bab. 22 Kembali
23
Bab. 23 Minta Maaf
24
Bab. 24 Tiba-tiba merindukannya
25
Bab. 25 Memaafkannya
26
Bab. 26 Membayar Utang
27
Bab. 27 Menjemput Naya
28
Bab. 28 Tawaran Kuliah di luar negri
29
Bab. 29 Kejutan
30
Bab. 30 Melamar
31
Bab. 31 Melamar 2
32
Bab. 32 Melamar 3
33
Bab. 33 Posesif
34
Bab. 34 Bertemu Calon Mertua
35
Bab. 35 Kesempatan
36
Bab. 36
37
Bab. 37 Bertemu Sinta
38
Bab. 38 Ingin Miliki Juna
39
Bab. 39 Cemburu
40
Bab. 40 Kuatir dan Panik
41
Bab. 41 Merasa Tak Berguna
42
Bab. 42 Perubahan Sikap Naya
43
Bab. 43 Rekaman CCTV
44
44. Rencana
45
Bab. 45 Pengganggu
46
Bab. 46 Fitting Baju Pengantin
47
Bab. 47 Fitting Baju Pengantin 2
48
Bab. 48 Terkena Jebakan
49
Bab. 49 Mengikuti
50
Bab. 50 Kecelakaan
51
Bab. 51 Sangat Merindukannya
52
Bab. 52 Mengingat Kembali
53
Bab. 53 Mengingat Kembali 2
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Pergi Ke Australia
56
Bab. 56 Berkunjung
57
Bab. 57 Bertemu Rafa
58
Bab. 58 Mengetahui Keadaan Naya
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61 Tekad Juna
62
Bab. 62 Kembali ke Indonesia
63
Bab. 63 Merindukannya
64
Bab. 64 Kembali Bersama
65
Bab. 65 Mengajak Naya Kekantor
66
Bab. 66 Makan Siang
67
Bab. 67 Kembali Mengajak Naya Menikah
68
Bab. 68 Mengetahui Cerita Yang Sebenarnya
69
Bab. 69 Sinta Bertemu Maya
70
Bab. 70
71
Bab. 71 Naya dan Rafa
72
Bab. 72 Operasi Mata
73
Bab. 73 Bisa Melihat Lagi
74
Bab. 74 Kembali Terapi
75
Bab. 75 Sinta Mulai Lelah
76
Bab. 76 Mengintai Juna dan Naya
77
Bab. 77 Bodyguard
78
Bab. 78 Rencana Gagal
79
Bab. 79 Hampir Saja
80
Bab. 80 Naya Sakit
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Wedding
83
Bab. 83 Wedding 2
84
Bab. 84 Menyerah
85
Bab. 85 Rumah Sakit
86
Bab. 86 Memberitahukan Pelakunya
87
Bab. 87 Malam Pertama
88
Bab. 88 Menghabiskan waktu di Apartemen
89
Bab. 89 Kabur
90
Bab. 90 Curhat
91
Bab. 91 Berusaha Ikhlas
92
Bab. 92 Haneymoon
93
Bab. 93 Haneymoon 2
94
Bab. 94 Pengganggu
95
Bab. 95 Mual
96
Bab. 96 Sakit
97
Bab. 97
98
Bab. 98 Kembali ke Resort
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101 Pingsan
102
Bab. 102 Hamil
103
Bab. 103 Ngidam
104
Bab. 104
105
Bab. 105 Ngidam Siomay
106
Bab. 106 Cemburu
107
Bab. 107 Belanja
108
Bab. 108 Bertemu Sahabat Lama
109
Bab. 109 Rafa
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115 Manja
116
Bab. 116 Sakit
117
Bab. 117
118
Bab. 118 Salah Paham

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!