Dia...ISTRIKU.

Sepanjang perjalanan pulang Anaya maupun

aku Sean sibuk dalam pikirannya masing masing.

Anaya ingin bertanya siapa wanita yang mereka jumpai tadi di parkiran pemakaman.Namun niatnya ia urungkan karena melihat aura dingin dan datar dari Sean.Pria itu menyetir tanpa ekspresi sama sekali entah apa yang tengah ia pikirkan.

Anaya memilih untuk memejamkan matanya karena rasa kantuk yang mendera.Namun saat ia akan memejamkan mata Sean tiba tiba membuka suara.

"Naya...apakah kau ingin ke makam kedua orangtuamu?", tanya Sean.

"Hmmm...apakah Kakak mau mengantarku ke sana.Karena pemakaman kedua orang tua ku jauh dari kota kita sekarang.Sebaiknya lain kali saja Kak",ucap Anaya yang belum siap sebenarnya kembali mengunjungi makam kedua orangtuanya.Dia masih ingat bagaimana kondisi kedua orangtuanya yang tak tak berbentuk lagi akibat kecelakaan tragis itu.

"Kamu yakin?",tanya Sean.

"Ya Kak...",jawab Anaya terseyum tipis.

"Baiklah...apakah kamu ingin ke suatu tempat?",tanya Sean.

"Enggak Kak...aku tak tau kota ini",jawab Anaya menggeleng pelan dengan raut wajah sendu.

"Robi asistenku sudah mengurus kuliahmu,lusa kamu sudah bisa mulai kuliah di universitas A",ucap Sean.

"Benarkah Kak...ah terima kasih",pekik Anaya kegirangan tanpa ia sadari memeluk Sean cukup erat.

Sean terpaku dengan pelukan spontan dari Anaya.Jantungnya berdetak kencang saat tubuh Anaya menempel pada lengannya.Seketika aliran darah ditubuh Sean mengalir cepat.

"Ya...",jawab Sean dengan suara serak.

Anaya yang menyadari posisinya sekarang langsung merenggangkan pelukannya."Maaf Kak aku tak sengaja",ucap Anaya kikuk karena malu telah memeluk sang suami.Wajahnya merona menahan rasa malu.

"Hmmm",Sean berdehem pelan mengatur debaran jantungnya.

Sean berusaha fokus pada kemudinya,dia tak mau celaka hanya karena kurang fokus.Anaya benar benar menguji keimanannya.Tak tau kah dia sesuatu dibawah sana sudah bangun karena dekapan tubuh Anaya pada lengannya tadi.Dia laki laki normal ditambah lagi mereka pasangan halal.Tapi tak bisa melakukan hal lebih pada sang istri.Saat sedang fokus pada jalanan ponsel Sean berdering.

Drt drt drt

Morgan is calling....

Sean:Ya Morgan...ada apa?

Morgan: Kau dimana Sean?bisa ke kantor sekarang ada seseorang ingin menemuimu

Sean:Aku lagi dijalan,sepuluh menit lagi aku sampai

Morgan:Ya baiklah

Klik

"Kita ke kantor ku dulu",ucap Sean memutar arah mobilnya.

"Ya Kak",jawab Anaya pasrah.Mau bagaimana lagi sepertinya Sean ada keperluan di kantor.

Sepuluh menit perjalanan akhirnya Sean sampai di kantor.Seorang satpam tampak membukakan pintu untuknya.Sean keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Anaya.Ya dia ingin setidaknya bersikap manis pada sang istri.Sedangkan Anaya tersipu malu dengan apa yang dilakukan Sean.

"Tolong parkiran!",ucap Sean memberikan kunci mobil pada satpam.

Sean langsung melangkah memasuki lobi dengan menggandeng tangan Anaya.Anaya yang tak siap hanya melongo dan bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya mengikuti langkah Sean.

Semua karyawan tampak berbisik menatap kearah Anaya.Sedangkan Sean berjalan dengan angkuhnya tanpa mempedulikan tatapan karyawannya.Toh yang ia gandeng istrinya sendiri.Anaya juga cantik sepadanlah dengannya.

Anaya menatap Sean dari samping dengan tatapan heran dan tak percaya dengan ekspresi Sean yang berubah seratus delapan puluh derajat.Sean yang ia lihat sekarang begitu dingin datar dan tanpa ekspresi serta terlihat arogan.Sedangkan di rumah pria itu sangat menyebalkan.

Sean tak peduli dengan tatapan Anaya yang ia pedulikan saat siapa yang ingin bertemu dengannya disaat ia dalam masa cuti pernikahan.Sean tak akan mengampuni Morgan jika tamu kali ini tidak penting.

Setelah keluar dari lift Sean melangkah menuju ruangannya dengan masih menggenggam tangan sang istri.Saat Sean memasuki ruangannya pria itu menatap penuh amarah pada seseorang yang sedang duduk di sofa ruang kerjanya.Tanpa ia sadari ia meremas jemari Anaya membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Kak... tanganku",ringis Anaya.

"Ah...maaf sayang.Aku tak sengaja",ucap Sean melonggarkan genggamannya dan menatap Anaya penuh sesal.

"Tak apa Kak",jawab Anaya menyembunyikan semburat merah di pipinya.Entahlah jantungnya berdegup keras saat Sean memanggilnya dengan sebutan sayang.

Sean terus melangkah menuju kursi kebesarannya dan mendudukan Anaya disana.

Kini tatapan beralih pada wanita yang duduk disofa dengan tatapan yang terlihat bingung.

"Sean...aku-

"Untuk apa kau kembali lagi",ucap Sean dengan tatapan tajam penuh intimidasi.

"A-aku ingin bertemu denganmu Sean.Aku mau minta maaf untuk-

"Sudahlah jangan mengungkitnya lagi.Aku sudah melupakannya.Maafmu tak akan membuat Nenek hidup kembali",Sean berucap dingin.

"Sean...sungguh aku juga tak mau semuanya terjadi tapi aku sungguh men-

"Stop Sekar...apa mau mu,hum?",berang Sean menatap tajam Sekar penuh amarah.

Anaya terlonjak kaget mendengar bentakan Sean.Ruangan itu terasa begitu mencekam bagi Anaya.Dia berusaha tak ingin mendengar tapi bagaimana caranya?.Kedua orang itu tepat ada didepan matanya.

"Aku ingin kita seperti dulu lagi Sean,aku sungguh mencintaimu",lirih Sekar.

Prank

Anaya tak sengaja menjatuhkan ponsel yang ada digenggamannya.Dia terkejut mendengar seorang wanita mengucapkan cinta pada suaminya didepan matanya.

"Naya...sayang...kamu tidak apa-apa?",tanya Sean berlalih menatap sang istri dengan kuawatir lalu meraih ponsel Anaya yang tergeletak dibawah meja.Ponsel itu retak dan tak bisa digunakan lagi.

"Aku gak apa apa Kak",lirih Anaya terseyum tipis.

"Yakin...?",Sean merangkul muka Anaya dengan kedua tangannya.

"Iya Kak...",jawab Anaya menatap Sekar yang terlihat begitu emosi.

Sean mengikuti tatapan Anaya,pria itu menyunggingkan senyumannya.Dia tau jika Sekar sedang menahan api cemburu.

"Sean...jelaskan padaku siapa gadis ini aku lihat dia begitu spesial untukmu",ucap Sekar denah nafas yang sudah memburu.

"Dia... ISTRIKU",ucap Sean menatap ke arah Anaya dengan senyuman manisnya.

"Kamu...pasti bercanda bukan?",ucap Sekar menggeleng pelan dengan mata berkaca-kaca.

"Kamu lihat ini!",Sean memamerkan jari kiri Anaya yang terpasang cincin pertama yang merupakan cincin turun temurun dari keluarga Sean.Dia juga memamerkan jari manis Anaya yang terpasang cincin pernikahan yang sama dengan yang dipakai Sean.

"Sean...kau-",Sekar sudah bersimbah air mata dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan isak tangisannya.

"Sudah aku katakan jangan lagi mengusik hidupku.Aku tak memiliki perasaan apapun padamu",ucap Sean lantang.

"Kau...kau jahat Sean",pekik Sekar dan segera beranjak dari ruangan itu dengan bersimbah air mata.

Sean menghela nafas panjang,ia tak menyangka jika Sekar kembali datang mengusik hidupnya setelah apa yang ia lakukan dimasa lalu.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒎𝒆𝒏𝒊 𝒍𝒐𝒃𝒂 𝒑𝒊𝒔𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒌𝒐𝒓 𝒏𝒂 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-03-20

0

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

hahh.....cafek abis Sherly, Jessica sekarang terbitlah Sekar,ckckc merepotkan jg dpt jodoh kelewatan wow aishhh ....Sean udah kek ternak jalang CK..

2023-11-20

1

Iin Karmini

Iin Karmini

nah lho berdatangan ...seberapa bnyk perempuan d sekitar sean dulunya?

2023-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!