H-1

Mansion milik Sean kedatangan tim MUA yang akan memake over Anaya.Hari ini Anaya akan memakai heana.Pernikahan memang akan diadakan dikediaman Alatas bukan di mansion Sean.Sedangkan pria itu kini tengah berada di apartemennya.Dia dan Anaya akan dipingit sebelum menikah esok hari.

Anaya tampak risih dengan wanita separuh yang tampak lihai memakaikannya heana itu.Dia sebenarnya tak mau melakukan hal ini tapi karena desakan Nyonya Anita gadis itu pasrah.Andai Sean tau Mansion nya kedatangan pria jadi jadian itu pasti pria itu akan meradang dan ke dasar lautan.Selama ini pria itu melarang siapapun selain keluarganya untuk masuk ke mansion itu.Tapi kini setelah Anaya tinggal di mansion itu sang Mama tanpa sepengetahuan Sean membawa masuk orang lain.

Ruang tamu yang dijadikan untuk tempat berkumpulnya para lelaki jadi jadian itu tampak heboh apalagi dengan kedatangan Robi sang sekretaris Sean membuat para manusia setengah dewa itu menjerit melihat sosok tegap yang menurut mereka jantan.

"Baru melihat Kak Robi aja udah kayak cacing kepanasan mereka apalagi melihat Sean yang jauh lebih tampan dari Kak Robi ?",pikir Anaya melihat mereka yang tampak begitu heboh.

Robi terkejut dengan apa yang dilihatnya dimansion sang bos."Siapa yang mengizinkan mereka datang?",pikir Robi yang terus berjalan menuju Anaya.

Ya Sean memang sudah mengabari Anaya kalau sektretarisnya bernama Robi akan mengambil berkas yang ada di ruang kerjanya.

"Nona...bisakah anda mengambilkan map berwarna hijau diruang kerja Bos Sean?",ucap Robi.

"Hmmm kedua tanganku sedang dilukis Kak,begini saja masuk aja ke kamarnya Kak Sean?",ucap Anaya tanpa dia sadari kalau Sean tak pernah mengizinkan orang lain masuk ke kamarnya kecuali dirinya dan pelayan yang akan membersihkan kamar mereka.

"Tapi Nona...Bos Sean meminta saya kalau Nonalah yang mengambilkan nya karena tak semua orang diizinkan masuk ke kamarnya Tuan",ucap Robi.

"Ck... merepotkan sekali kenapa juga ruang kerja ada didalam kamar",gerutu Anaya.

"Ah...aku ada ide...Kakak bisa mencari Pak Man karena cuma beliau pelayan yang diperbolehkan oleh Kak Sean memasuki kamarnya.Aku sungguh tak bisa Kakak lihat kedua tanganku dilukis dan ini belum kering",ucap Anaya memperlihatkan kedua tangannya.

"Baiklah Nona",jawab Robi mencari keberadaan pelayan yang dimaksudkan Anaya.

Sedangkan para pria setengah jadi itu tampak menatap Robi tak berkedip seorang ingin menerkamnya.

Robi segera berlalu dari ruang tamu untuk menghindari tatapan liar pria setengah jadi itu.

"Andai Bos Sean tau...dia pasti sudah menendang mereka semua dari mansion ini atau...",Robi tak bisa melanjutkan ucapannya membayangkan kejamnya Sean jika ada yang berani masuk ke Mansionnya.

Anaya sedang asyik memejamkan matanya namun tiba tiba saja ponselnya berdering membuat gadis itu memberengut kesal karena tak bisa mengambil ponselnya.

"Seena...tolong ambilkan ponselku,boleh?",tanya Anaya apds calon adik iparnya yang sedang asyik berkutat dengan ponsel miliknya menemani Anaya untuk memakai heana.

"Baiklah Kak",jawab Seena berdiri mengambil ponselnya.

"Oh my God Kak Naya gawat....",pekik Seena menatap layar ponsel Anaya yang terdapat panggilan video dari Kakaknya.

"Ada apa Seena... sepertinya kau sudah mewarisi sifatku yang suka berteriak",ucap Anaya yang bingung dengan calon adik ipar yang tiba tiba saja berteriak.

"Ini ada calon suamimu,bisa gawat kalau dia tau mereka mereka ini ada dimansion miliknya bisa digantung kita Kak",ucap Seena panik.

"Sudah angkat saja!.Semuanya tolong menyingkirlah lebih dulu ya kalau kalian tidak mau ditendang dari sini oleh calon suamiku",ucap Anaya.

Para lelaki setengah jadi itu menyingkir dari ruang tamu membiarkan Anaya untuk selesai menelfon terlebih dahulu.

"Tolong angkat telfonnya Seena kalau tidak Kakakmu akan terus menerorku",ucap Anaya.

"Tapi Kak...

"Sudah dia tidak akan tau bukan? karena para lelaki setengah jadi itu sudah tidak ada disini",bisik Anaya.

"Ya deh Kak.Terserahmu saja",pasrah Seena mendial tombol hijau.

Sean;Kenapa lama sekali mengangkat telfon ku hum?,kemana manusia setengah jadi itu?

Deg

Anaya;Apa kau tidak melihat tanganku sedang dilukis Kak?Ini saja Seena yang membantu memegangi ponselku.Kenapa kau marah marah begitu padaku yang membawa mereka ke sini Mamamu jadi protes saja padanya.

Sean;Aku tak mau tau suruh mereka semua pulang atau aku akan menyuruh anak buah ku yang akan mengusir mereka.

Anaya;Tapi tanganku belum selesai dilukis Kak.

Sean;Cukup satu orang saja disana setelah selesai suruh dia langsung pulang.

Anaya;Ck...Ya udah iya...

Sean;Bagus...

Klik...

"Siapa sih yang melaporkan pada Kak Sean kalau ada mereka disini?",gerutu Seena.

Anaya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.

"Apa mungkin Kak Robi?",tebak Seena.

"Kau yakin Seena bahkan Kak Robi masih dilantai atas",ucap Anaya.

"My be...dia menelfon Kak Sean saat sampai di lantai atas, mungkin",balas Seena.

"Nah tuh orangnya!",tunjuk Seena pada Robi yang berjalan kearah mereka mengenggam sebuah mal berwarna hijau.

"Ada apa Nona anda menyebut nama saya",tanya Robi saat tiba dihadapan kedua gadis itu.

"Aku mau tanya?.Apakah Kakak yang melaporkan ke Kak Sean kalau ada manusia bertulang lunak itu disini?",tanya Seena dengan tatapan penuh selidik.

"Tidak Nona",,jawab Robi yang tampak kebingungan.

"Apakah kau jujur Kak?",tanya Seena menatap tajam Robi.

"Ya tentu saja Nona.Mana Berani saya melaporkan karena itu pasti perintah Nyonya besar", jawab Robi.

"Baiklah kami percaya padamu Kak,tapi siapa yang melaporkan?apakah salah satu pelayan di mansion ini?",gumam Seena.

"Kalau begitu saya permisi dulu Nona berkas ini ditunggu Tuan besar di kantor",ucap Robi pamit pergi dari gadis yang menurutnya sama sama cerewet.

"Sudahlah Seena lagian Kak Sean tidak terlalu marah tapi kita harus menyuruh mereka pulang kecuali yang tadi melukis tanganku",ucap Anaya menenangkan calon adik iparnya itu.

"Awas saja kalau ada yang lapor aku aduin ke Mama", gerutu Seena geram.

***

Sementara itu di apartemen Sean tampak begitu emosi bisa bisa sang Mama membawa manusia setengah jadi ke Mansionnya dan menyuruh mereka untuk menyentuh Anaya.Untung salah satu pelayan mengadukan padanya kalau Anaya membawa pria tukang lunak itu ke Mansionnya.

"Tunggu dulu tadi kata pelayan itu Anaya yang membawa mereka ke rumah lalu kata Anaya Mama lah yang membawa mereka.Sepertinya ada yang tidak beres",gumam Sean.

Sean menghubungi orang suruhannya untuk mengusir parasit itu dari Mansion.Mansion itu ia peruntukan untuk calon istrinya kelak oleh karena itu Sean tak mau sembarangan orang apalagi wanita yang masuk ke mansion miliknya.Jadi karena Anaya lah calon istrinya berarti Mansion itu untuk Anaya nantinya.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒘𝒂𝒉" 𝒎𝒊𝒔 𝒄𝒐𝒎𝒎𝒖𝒏𝒊𝒄𝒂𝒕𝒊𝒐𝒏 😅😅

2024-03-20

0

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

kok aku curiga ama pelayan yg ngasih tahu Sean..kayaknya pelayan itu ada niat yg gx baik atau dia itu musuh dalam selimut...

2023-08-09

1

Siti Fatimah

Siti Fatimah

apakah pelayanan seorang mata mata;?

2023-02-25

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!