Tidur sekamar

Disinilah Anaya saat ini ditempatkan tidur karena Sean memaksanya untuk segera masuk ke dalam kamar dengan alasan angin sore tak baik untuk kesehatan.

Gadis itu merebahkan badannya karena ia sendirian dikamar itu karena Sean baru saja pergi karena urusan penting.Entahlah sepenting apa urusan Sean Anaya tak peduli karena yang ia pikirkan saat ini adalah ucapan Sean sebelum pergi kalau mereka akan tidur sekamar selama Anaya tinggal di mansion ini.

Anaya sudah menolak tapi pria itu tidak mau dibantah."Emang dia pikir aku wanita apaan yang seenaknya saja ia ajak tinggal dalam satu kamar tanpa adanya ikatan pernikahan",gerutu Anaya yang begitu kesal dengan Sean.

Anaya mencoba memejamkan matanya namun rasa kantuk tak kunjung datang.Gadis itu frustasi karena jam memang belum menunjukkan waktu tidur.

Bosan sendirian di kamar Anaya memilih untuk keluar kamar.Ia ingin berkeliling mansion milik Sean.Namun apa yang ada dipikirannya tak sesuai suasana mansion itu terlihat sepi hanya ada beberapa pelayan yang yang tampak sibuk dengan pekerjaannya.

Anaya menuruni tangga yang sangat banyak dan berliku.Ternyata ia berada dilantai 3 mansion itu.

"Ah merepotkan sekali ngapain coba tidur dilantai 3 kalau harus naik turun tangga sebanyak ini.Apakah tu orang gak capek ya?",gumam Anaya yang menghitung anak tangga yang ia turuni.

Anaya tidak tau saja kalau di mansion itu terdapat lift.Mana mungkin Sean mau capek capek baik turun tangga.Tangga itu diperuntukkan jika liftnya mengalami kerusakan.

Setibanya dilantai dasar Anaya memindai seluruh ruangan.Seorang pelayan tampak menghampirinya.

"Maaf Nona...anda mau kemana?",tanya pelayan itu ramah.

Anaya gelagapan dipanggil dengan sebutan Nona,gadis itu hanya tersenyum kecil."Aku mau keliling mansion ini,bosan dikamar",jawab Anaya.

"Maaf Nona Tuan muda sudah berpesan jika anda harus beristirahat dikamar",ucap pelayan itu membuat Anaya jengah.

"Tapi aku bosan dikamar,atau mau kah kau menemaniku untuk berjalan jalan sebentar disekitar mansion ini?",tanya Anaya karena ia sedikit takut nyasar jika berjalan sendiri di mansion yang luas ini.

"Tapi Nona-

"Tuanmu tidak akan memarahimu aku yang akan bertanggung jawab",kekeh Anaya.Dia ingin tau seluk beluk mansion ini agar sewaktu waktu ia bisa kabur dari sini jika Sean orang yang berbahaya seperti yang ia pikirkan.

"Baiklah Nona",jawab pelayan itu berjalan dibalakang Anaya.

"Kau... berjalan disampingku jangan dibelakangku itu namanya kau mengikutiku bukan menemaniku",tutur Anaya yang karena ia ingin bertanya banyak hal dengan pelayan itu tentang tuannya.

"Maaf Nona nanti tuan-

"Kau saat ini sedang bersamaku bukan dengan tuanmu itu,jadi ayo berjalan disampingku.Kalau seperti ini kau seperti bodyguardku saja",kesal Anaya.

"Ba-baik Nona",jawab pelayan itu tertunduk lalu dengan sedikit ragu berjalan disampingnya Anaya.

"Oh ya aku mau bertanya,apa kau tau apa pekerjaan tuanmu itu?",tanya Anaya.

"Maaf Nona salah tidak berani menjawab pertanyaanmu Nona karena kami para pelayan juga tidak tau apa apa pekerjaan Tuan muda,tapi yang jelas tuan muda merupakan anak dari pengusaha konglomerat ",jawab pelayan itu.

"Ck... sepertinya aku tak akan menemukan jawabnya darimu,tolong antar aku ke kamar",ucap Anaya dengan kesal lalu membalikkan badannya namun ia menubruk benda keras.

"Sejak kapan disini ada tonggak padahal tadi tidak ada",gumam Anaya mengusap keningnya yang sakit.

Pelayan itu langsung pergi meninggalkan Anaya yang terus saja mengumpat.

"Jika ingin bertanya tentangku,tanyakan langsung saja ke orangnya..

Deg

Anaya mengenali suara itu dan mengangkat kepala menatap Sean yang sudah menatapnya tajam.

"Ka-Kau bukankah-

"Aku menyuruhmu untuk istirahat bukan keluyuran seperti ini",ucap Sean dengan tatapan dingin.

"Aku belum mengantuk dan yang pasti aku bosan berada didalam kamar terus",jawab Anaya.

"Oh ya apa besok aku sudah boleh pergi dari sini?",tanya Anaya.

"Apakah kau tak betah tinggal disini?,lalu jika kau pergi kau mau kemana?",tanya Sean yang melihat Anaya sedang berpikir.

"Oh...itu...akan aku pikirkan nanti",jawab Anaya yang tampak gamang.Karena ia tak memiliki uang sepeserpun untuk menyewa rumah.

"Penawaran ku masih sama tinggallah disini Sampai kapanpun yang kau mau.Tapi kita-

"Tidur sekamar maksudmu kan?.Dan aku tidak mau kau pikir aku ini wanitamu?",sungut Anaya yang tak habis pikir dengan pria yang belum ia tau sama sekali namanya ini dan dengan mudahnya memintanya untuk tidur sekamar dengan pria itu.

"Hanya tidur dan tidak lebih Anaya...",geram Sean dengan sikap keras kepala gadis yang ada dihadapannya ini.

"Apakah kau sudah terbiasa membawa perempuan tidur dikamarmu?",tanya Anaya penuh selidik.

"Tidak...kau yang pertama aku ajak ke mansion ini dan wanita pertama yang masuk kedalam kamarku bahkan Mamaku saja tak pernah aku izinkan untuk memasuki kamarku",jawab Sean jujur karena memang Anaya lah wanita pertama yang masuk ke kamarnya dan tidur disana.

"Aku tak yakin pria sepertimu tak pernah membawa wanita kerumah ini.Dari tampangmu saja sudah seperti Cass-

"Seperti apa,hum?",tanya Sean mendekat kearah Anaya dengan tatapan tajamnya.Bahkan tatapan itu membuat Anaya bergidik seakan menerkamnya hidup hidup.

"Kau...mau apa kau,ha?",tanya Anaya yang melangkah mundur dengan raut ketakutan terpancar dari matanya.

"Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu,hum?",tanya Sean yang terus mendekati Anaya sampai gadis itu terpojok pada satu pilar mansion miliknya.Sean langsung mengurung Anaya dengan kedua tangannya dan menatap gadis itu intens.

"Kau...",Anya berusaha mendorong tubuh Sean namun Sean tak bergerak sedikitpun.

Sean semakin semangat untuk menggoda Anaya yang tampak gugup.Sean mendekatkan wajahnya pada wajah Anaya.Bahkan Anaya bisa merasakan hembusan nafas pria itu.Reflek Anya memejamkan kedua matanya membuat Sean tersenyum miring.

Tak

Sean menyentil kening Anaya membuat gadis itu membuka matanya."Apa kau pikir aku akan menciummu,hum?",tanya Sean tersenyum miring.

Seketika Anaya merona karena malu,bisa bisanya ia berpikir kalau pria itu akan menciumnya.

"Kembalilah ke kamar!.Aku malam ini tidak akan tidur dimansion,jangan tidur larut malam tak baik untuk kesehatanmu",ucap Sean meninggalkan Anaya yang tengah mengatur detak jantungnya.

Anaya menghembuskan nafas pelan dan mengusap dada sebelah kirinya yang masih saja berdetak keras.

"Bodoh kau Naya...bisa bisanya kau berpikir pria itu akan menciummu",gerutu Anaya memukul pelan kepalanya.

Gadis itu memilih untuk duduk di sana menatap langit yang mulai gelap meski langit tanpa bintang.

"Ma...Pa...Naya sangat merindukan kalian",gumam Naya menitikkan air matanya karena teringat akan kedua orangtuanya yang meninggal karena kecelakaan.

Tak jauh dari sana sepasang mata tengah menatapnya.

"Aku takkan membiarkanmu pergi dari sini kelinciku",gumam pria itu tersenyum smirk.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑺𝒆𝒂𝒏 𝒕𝒉 𝒔𝒐𝒂𝒍 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒉 🤔🤔

2024-03-20

0

Febby Fadila

Febby Fadila

aku suka,,,

2023-08-17

1

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸

meskipun ada tulisan yang typo tapi ceritanya makin menarik....tetap semangat Thor

2023-08-08

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!