cincin limited edition

Anaya tampak diam sepanjang perjalanan pulang dari toko perhiasan.Semua bagai mimpi olehnya.Menikah diusia yang masih sangat muda tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya.Tapi demi untuk sebuah tempat tinggal dia harus mau menikah dengan orang yang baru saja ia kenal.Sean masih terasa asing baginya meski mereka sering berdebat.

Ingin rasanya ia kabur tapi ia tak memiliki uang sepersen pun.Ia merasa

menyesal kenapa dulu dia tidak pernah menabung.Uang saku dari orang tuanya habis tak berbekas sama sekali.Andai dia semua tak terjadi seperti sekarang mungkin dia masih menjadi gadis manja yang selau semua keinginannya terpenuhi.

"Kau tak berpikir untuk kabur dari pernikahan ini bukan?", tanya Sean.

Anaya tersentak dari lamunannya menatap kearah Sean datar."Kalau aku kabur apa yang akan kau lakukan?",tanya Anaya.

"Pertama aku akan mencarinya walau keujung dunia sekali pun karena kau tau kekuasaanku?.Kedua aku tidak suka dengan yang namanya penolakan dan yang ketiga jika kau benar benar ingin kabur itu sama aja kau tidak tau balas budi aku sudah menyelamatkanmu tapi kau permalukan aku dihari pernikahan kita?.Jadi Nona Anaya berpikirlah lebih jauh jika kau ingin bertindak setidaknya pikirkan nasibmu diluaran sana.Mana ada perusahaaan yang menerima gadis manja sepertimu yang tak bisa apa apa",sinis Sean.

Anaya terpaku mendengar penuturan Sean.Gadis itu terdiam dia akan selalu kalah jika berdebat dengan Sean.Tapi bagaiamana dengan kuliahnya?dia masih ingin mengejar cita citanya.Jika dia menikah waktu kuliahnya akan terganggu karena harus mengurus rumah tangganya juga.

Bicara soal kuliah gadis itu berpikir dengan cara apa dia membayar uang kuliahnya.Dia bahkan saat ini tak memiliki sepersen pun uang.

"Tapi...aku masih ingin melanjutkan penddikanku",lirih Anaya.

"Aku akan membiayai kuliahmu mulai saat ini tapi jangan coba coba untuk kabur dan berupaya menggagalkan pernikahan ini",ucap Sean yang masih fokus menyetir.

"Benarkah,Kakak akan membiayai kuliah ku?",tanya Anaya dengan mata berbinar.

"Ya selama kau menjadi istriku aku akan membiayai kuliah mu",jawab Sean.

"Baiklah ...tapi bagaimana nanti kalau waktu kuliahku terganggu dengan rumah tangga kita",ucap Anaya tiba tiba sendu.

"Maksudmu?",tanya Sean.

"Ya aku sebagai istri harus menyiapkan bajumu,makanan untukmu, membersihkan rumah kita,mencuci dan-

"Kau hanya perlu menyiapkan pakaian ku saja untuk yang lain sudah ada pelayan yang akan mengerjakannya.Jika kau melakukan semuanya lalu untuk apa aku menggaji pelayan di rumahku Naya",ucap Sean.Entahlah semenjak bertemu gadis itu dia menjadi banyak bicara sekarang.

"Hehehe aku lupa kalau Kakak orang kaya",ucap Anaya cengengesan.

"Hmmm...",jawab Sean dengan deheman.

Setelah menempuh perjalanan satu jam mereka tiba di mansion.Lagi lagi Sherly mengganggunya dengan berdiri diluar pagar karena petugas keamanan tidak memberinya izin masuk.

Anaya keluar dari mobil tanpa menunggu Sean gadis itu berlenggang masuk kedalam mansion.Sedangkan Sean memerintahkan petugas keamanan untuk mengusir Sherly kemudian masuk kedalam mansion mengikuti Anaya.

Terdengar teriakan dan umpatan dari Sherly namun Sean tak peduli.Tak ada seorang wanita manapun selain Anaya dan ibu,dan sang adik masuk ke mansion miliknya.Ya Anaya wanita pertama yang ia bawa ke mansion ini dan sekaligus calon istrinya.

Meski ia akui tak memiliki perasaan apapun pada Anaya tapi hati kecilnya mengatakan ia harus melindungi gadis itu.Entah seperti apa rumah tangganya dengan Anaya nantinya karena tak ada cinta diantara mereka.Jika bukan karena permintaan sang Mama dia juga tak mau sebenarnya menikahi Anaya.Bisa saja dia memberikan sebuah hunian untuk Anaya tapi dia tak mau gadis itu tinggal sendirian apalagi Anaya yang begitu polos akan mudah dimanfaatkan oleh orang lain.

Anaya tampak duduk didepan televisi,gadis itu menonton tapi pandangan nya kosong.Apalagi yang dipikirkan oleh gadis itu semua keinginannya telah Sean kabulkan kecuali membatalkan pernikahan mereka.

Sean menghampiri Anaya yang sedang melamun."Hai...",Sean menyentuh bahu Anaya.

Anaya terlonjak kaget dan menatap tajam kearah Sean.

"Apakah aku mengejutkanmu?",tanya Sean tanpa bersalah.

"Hmmm", jawab Anaya berdehem pelan.

"Ada yang menganggu pikiranmu?",tanya Sean.

"Tidak...hanya saja aku sedang berpikir,kenapa Kakak tidak menikah dengan gadis yang berdiri didepan pagar tadi saja.Sepertinya dia sangat mencintai Kakak",ucap Anaya membuat Sean kesal.Anaya memang melihat Sherly tadi saat mereka masih didalam mobil.

"Aku tak menyukainya",jawab Sean kesal.

"Lalu apakah Kakak menyukai ku?",tanya Anaya polos membuat Sean gemas dengan Anaya.Sikap arogan dan dinginnya menguap begitu saja jika didekat Anaya.

"Menurutmu?",tanya Sean.

"Aku kan bertanya pada Kakak kenapa tanya balik sama aku sih",rajuk Anaya dengan kesal karena Sean mengerjainya.

"Kau sangat cerewat Naya",ucap Sean mengacak rambut Anaya lalu pergi meninggalkan Anaya yang terpaku dengan apa yang baru saja Sean lakukan padanya.

Anaya memandangi punggung Sean yang menghilang dibalik lift.Jantungnya berdebar saat Sean mengacak rambutnya tadi.

"Jantungku",gumam Anaya memegangi dadanya sebelah kirinya.

Pelayan yang melihat tingkah Anaya tersenyum kecil.Anaya sangat lucu dan begitu menggemaskan dengan kepolosannya pikir pelayan itu yang masih memperhatikan Anaya.

***

"Kak Anaya...",teriak Seena saat baru saja datang.

"Ya Seena...",jawab Anaya yang sudah berdiri disamping Seena tersenyum tulus.

"Ini mansion bukan hutan Ena?",ketus Sean melewati begitu saja kedua gadis cantik itu.

Anaya terkikik geli saat Seena mengerucutkan bibirnya kedepan.

"Kak...namaku SEENA bukan ENA",kesal Seena yang memang tak suka jika dipanggil dengan Ena.

"Nah itu kau tau", jawab Sean cuek.

"Dasar kenebo kering",ketus Seena lalu mengamit tangan Anaya dan membawanya ke miliknya di mansion itu.

"Kak Naya apakah kemarin Kakak sudah membeli cincin pernikahan dengan manusia salju itu",tanya Seena yang mulai kepo.

"Ya... sudah kenapa Seena?",tanya Anaya.

"Apakah Kakak mengambil yang besar?",tanya Seena.

"Gak...hanya yang kecil saja Seena, kenapa emangnya?",tanya Anaya yang tak mengerti kenapa calon adik iparnya ini begitu kepo dengannya.

"Yah....harusnya Kakak ambil yang besar biar uang Kakakku habis sekalian",tutur Seena dengan senyuman jahilnya.

"Kecil saja cukup Seena tapi....

"Kenapa Kak?",tanya Seena menatap Anaya.

"Emang ada ya beli cincin pakai sertifikat udah kayak beli tanah saja",ujar Anaya.

"Apa???Kakak beli cincin pakai sertifikat?",pekik Seena kegirangan ternyata selera calon Kakak iparnya ini sangat bagus.

"Iya Seena,emang ada ya?",tanya Anaya dengan polosnya.

"Ya adalah Kak...dan itu cincin limited edition tau gak.Pasti Kakak mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk cincin itu",gumam Seena yang masih didengar oleh Anaya.

"Apa?....

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒋𝒅 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 😂😂

2024-03-20

0

Fitriani Fitri

Fitriani Fitri

seketika pengen jadi anaya🤣 dengar bama ayana berasa di flm K2🤣

2023-08-16

1

Siti Fatimah

Siti Fatimah

anaya kamu kok polos banget. 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀

2023-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!