Berusaha menerimanya

"Apa?",pekik Anaya.

"Hehehe...muka mu lucu sekali Kak",kekeh Seena.

"Kamu gak bercanda kan Seena?",tanya Anaya memastikan apa yang ia dengar.

"Huum...",jawab Seena mengangguk kan kepalanya tersenyum kecil.

"Aku seperti gadis matre saja",lirih Anaya pelan.

"Santai saja Kak...uang segitu gak seberapa oleh Kakakku",ucap Seena membanggakan Kakaknya.

"Tapi Seena aku pikir dengan bentuk yang kecil harganya tidak mahal",keluh Anaya.

"Kak itu baru cincin pernikahan belum lagi gaun yang Kakak coba tadi di butik.Beh...aku yakin Kak Naya akan melongo",ucap Seena lagi.

"Seena jangan kau racun otak calon istri ku dengan ucapanmu yang tidak tidak",ucap Sean tiba tiba memasuki kamar sang adik karena curiga kalau sang adik tengah mengatakan hal yang tidak tidak dengan harga cincin dan gaun pengantin yang akan dipakai Anaya nantinya.

"Kak...kalau masuk kamar anak gadis itu ketuk dulu", sungut Seena mengerucutkan bibirnya kedepan.

"Ck...kau banyak drama sekali Seena,Naya sebaiknya kau tak usah dengarkan ucapan adikku ini",ucap Sean datar.

"Tapi Kak....

"Naya kembalilah ke kamar!",ucap Sean.

Dengan kepala tertunduk Anaya keluar dari kamar Seena.Sedangkan Sean menatap tajam sang adik.

"Seena jangan pernah racuni isi kepala Anaya dengan hal yang tidak tidak.Dia bukanlah gadis matre yang gila harta seperti gadis kebanyakan",ucap Sean.

"Gak kok Kak",jawab Seena tanpa rasa bersalah.

"Hufff... bagaimana dengan kuliahmu Seena?",tanya Sean menghela nafas pelan karena ia tau sang adik kembali berulah karena membela teman kampusnya yang dibully.

"Hmmm aku hanya melakukan yang benar Kak,aku tak suka dengan mereka membully gadis itu",ucap Seena yang tau akan kesalahannya.

"Tapi kau tak harus melakukan kekerasan juga kan?",tanya Sean.

"Ya...itu karena mereka berusaha mengeroyoki ku Kak",ucap Seena membela diri.

"Hmmm...", jawab Sean berdehem pelan dan melangkah pergi dari kamar sang adik.

Sementara itu didalam kamar Anaya memilih untuk bersantai di balkon kamar.Mulai sekarang ia harus bisa menerima kalau dia akan menikah.Lagian Sean tidaklah terlalu buruk untuk dijadikan suami.Selama ia tinggal dirumah ini pria itu tidak pernah berlaku kurang baik padanya.Ditambah lagi calon ibu mertuanya tidak seperti yang ia tonton di sinetron favorit almarhumah Mamanya dulu.Nyonya Anita calon mertua yang begitu sangat baik.Bahkan ia memperlakukan Anaya layaknya anak kandungnya sendiri.

"Aku akan coba menerima pernikahan ini, Ma",batin Anaya menatap foto sang Mama dilayar ponselnya.

Tak lama Sean menghampirinya yang sedang sibuk melamun.Pria itu tersenyum kecil saat melihat calon istrinya begitu menggemaskan.Baru kali ini aku ditolak oleh seorang wanita dan itu pun gadis ingusan seperti Anaya.Membuatnya tertantang untuk menaklukan hati gadis itu.

"Kau melamun lagi? seperti nya hobimu bertambah satu lagi yang pertama suka teriak dan kini suka melamun",ucap Sean tiba tiba membuat Anaya terlonjak kaget.

"Kak...kau mengejutkan ku",sungut Anaya.

"Tak baik calon pengantin suka melamun",ucap Sean.Entah kenapa melihat Anaya kesal merupakan suatu kesenangan untuknya sekarang.

"Kata siapa?",ketus Anaya.

"Ya kata aku barusan",jawab Sean enteng.

"Huh...kau mengangguku sana Kak",kesal Anaya.

"Mau jalan jalan keluar",ucap Sean memberi penawaran.

"Gak baik calon pengantin keluyuran, pamali",ucap Anaya.

"Kata siapa?",tanya Sean yang terlihat bingung.

"Kata aku lah,week hahahaha...

,jawab Anaya mencibirkan lidahnya kearah Anaya lalu tertawa lepas.

Sean melongo karena baru saja menyadari iya dibodohi oleh Anaya."Kau...",ucap Sean dengan emosi tertahan.Niat mengerjai malah ia yang dikerjai oleh Anaya.

Anaya mengehentikan tawanya saat menyadari tatapan Sean yang begitu menakutkan."Maaf...itu benar kok tanya Tante Anita kalau gak percaya",ucap Anaya menghentikan tawanya dan menatap serius kearah Sean.

Sean melangkah pergi meninggalkan Anaya dengan hati kesal.Bisa bisanya ia dikerjai oleh anak ingusan seperti Anaya.Pria itu masuk keruang kerjanya dikamar itu.

Anaya dan Sean memang sekamar kalau disiang hari tapi kalau malam Sean memilih tidur di kamar bekas Kakeknya dulu.Pria itu tidak mau membuat sang Mama marah kalau ia tidur sekamar dengan Anaya meski ia dan Anaya tak melakukan apapun.

Anaya merasa bersalah telah mengerjai Sean gadis itu merasa tak enak hati dengan tatapan Sean sebelum meninggalkannya tadi.

Gadis itu segera mengejar Sean ke dalam kamar namun ia tak menemukan siapa pun di sana.Anaya mengigit jarinya merasa takut kalau Sean marah padanya.

"Aku harus minta maaf padanya",gumam Anaya pelan lalu melangkah keluar kamar mencari keberadaan Sean.

Saat Anaya akan memasuki lift ttak sengaja ia mendengar dua orang pelayan yang tengah membicarakan dirinya.Anaya diam diam menguping pembicaraan pelayan itu.

"Enak banget ya jadi Nona Anaya dijadikan Nyonya di rumah ini",bisik salah satu pelayan.

"Iya...tapi lebih cantik Nona Jesicca sih,walau Tuan muda tak pernah membawanya masuk ke mansion ini tapi aku pernah melihatnya bersama Tuan muda",bisik pelayan yang satunya lagi.

"Benarkah...lalu kenapa Tuan Muda menikah Nona Anaya kemana Nona Jesica itu?",tanya pelayan itu lagi pada temannya.

"Aku juga tidak tau",jawabnya lalu bersama melangkah pergi memasuki sebuah ruangan.

Anaya terpaku mendengar nama Jessica yang disebut oleh pelayan itu.Apakah dia kekasih Sean lalu kemana Jessica itu sekarang.Kenapa dia tidak pernah datang menemui Sean?.

Anaya membatu memikirkan hal yang menyangkut Sean dan wanita bernama Jessica itu.Tanpa ia sadari sang calon mertuanya dari tadi memperhatikan nya saat keluar dari lift.

"Anaya...kau baik baik saja Nak?",tanya Nyonya Anita menyentuh pundak Anaya pelan membuat Anaya tersentak kaget.

"Ah...Tante a-aku baik baik saja",lirih Anaya mengumpulkan kesadarannya karena melamun tadi.

"Oh... syukurlah kalau begitu",jawab Nyonya Anita dengan nafas lega.

"Ada apa Tante?",tanya Anaya sopan.

"Hmmm begini Tante ingin menemui Sean?apa kau melihatnya Naya?",tanya Nyonya Anita celingukan mencari sosok sang putra.

Anaya menggaruk kepala lalu tersenyum kecil."Aku juga mau mencarinya Tante",jawab Anaya pelan.

"Jadi kau tak tau dimana Sean sekarang Anaya?",tanya Tante dengan tatapan sendu.

"Coba ditelfon saja Tante",usul Anaya.

"Wah...pintar kau Anaya.Kenapa aku lupa ya",gumam Nyonya Anita mengeluarkan ponselnya dari tas mewah miliknya.

Tut....Tut....Tut...

Nyonya Anita:Hallo Sean kau ada dimana?Mama sekarang di mansionmu.

Sean;Aku di ruang kerja Ma,masuk aja

Nyonya Anita;Oh...baiklah

klik

"Ada Tante?",tanya Anaya.

"Ada Anaya,dia di ruang kerjanya.Tante masuk dulu ya atau mau barengan ketemu Sean?",tanya Nyonya Anita.

"Ti-tidak usah Tante nanti aku sendiri saja yang menemuinya barangkali Tante ada perlu secara pribadi dengan Kak Sean",ucap Anaya mencari alasan.

"Ah...kau benar Naya, Tante masuk dulu ya",ucap Nyonya Anita dan berlalu memasuki kamar sang putra.

Anaya menghembuskan nafas pelan entah kenaoa hatinya terusik dengan wanita bernama Jessica itu."Aku harus tanyakan ini pada Seena barangkali gadis itu tau sesuatu tentang Jessica itu",gumam Anaya lalu memasuki lift menemui Seena.

Sementara itu di ruang kerja Sean Nyonya Anita baru saja duduk di sofa ruangan itu.

"Ada apa Ma?",tanya Sean menatap sang ibunda.

"Jessica kembali apakah kau sudah tau dan berniat membatalkan pernikahan ini", tanya Nyonya Anita menatap tajam sang putra yang tampak terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan.

"Ma...

"Jangan lukai hati Anaya Sean...dia wanita baik.Jika kamu memang masih mencintai wanita itu batalkan dari sekarang sebelum undangan Mama sebar",ucap Nyonya Anita dengan ketus.

"Gak Mah aku gak mau melepaskan berlian demi sebeling kaca",jawab Sean.

"Bagus...baru itu putra Mama.Kamu pasti sudah tau bukan alasan Mama membenci Jessica selama ini?", tanya Nyonya Anita.

"Ya...",jawab Sean mengangguk pelan.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒂𝒌𝒂𝒍 𝒂𝒅𝒂 𝒃𝒂𝒅𝒂𝒊 𝒏𝒊𝒉

2024-03-20

1

Febby Fadila

Febby Fadila

aduuu
Anaya mkiN byak saingan kamu nanti, semangat ya naya

2023-08-17

1

Siti Fatimah

Siti Fatimah

bagai mana ini kekasihnya sudah kembali. makin bertambah dong ulat keketnya.

2023-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!