#07

Sean mengambil ponselnya diatas nakas dan langsung mengangkat nya.

Sean;Hallo Rob,ada apa?

Robi;Tuan data yang anda minta sudah saya kirim melalui email

Sean; Baiklah nanti akan saya cek.

Tut......

Anaya menatap ekspresi pria itu yang begitu datar dan sedikit arogan saat sedang menelepon.Gadis itu tanpa ia sadari menatap Sean tanpa berkedip.Entah ia terpesona dengan Sean atau karena fokus pada ekspresi pria itu.

"Apa aku begitu tampan dan kau terpesona olehnya", sindir Sean membuat Anaya seketika salah tingkah.

"Aku menunggu anda selesai menelfon Tuan karena aku ingin menanyakan dimana nada menaruh koper milikku",tutur Anaya gelagapan.

"Sudah aku buang",ketus Sean.

"APA?",pekik Anaya.

"Apakah hobimu berteriak?membuat kupingku sakit saja",kesal Sean.

"Ya...kenapa anda membuang koperku Tuan disana ada beberapa surat penting milikku",ucap Anaya.

"Sudahkah kau pikirkan penawaranku tadi?", tanya Sean mengalihkan pembicaraan.

"Aku tidak mau mempermainkan pernikahan",ketus Anaya.

"Bukanlah sudah aku bilang kita tidak mempermainkan pernikahan, kita menikah akan ada perjanjian didalamnya",ucap Sean meyakinkan Anaya.

"Dan menurut anda itu tidak mempermainkan pernikahan.Bukankah pasangan yang menikah itu akan menjalankan kewajibannya masing masing tanpa ada paksaaan",ucap Anaya.

"Lalu kau mau kita menikah dan melakukan kewajibanmu untukku",ucap Sean menaikan sebelah alisnya.

Gluk

Anaya terjebak oleh kata katanya sendiri."Maksud aku tu mana mungkin kan kita melakukan kewajiban kita sementara kita tidak saling mencintai dan intinya aku menolak menikah denganmu",kesal Anaya.

"Hehe kau gadis aneh...dan ya kita memang tidak saling mencinta tapi setelah kita menikah nanti kita tidak tau apa yang terjadi bukan?bisa saja kau jatuh cinta padaku",ucap Sean dengan sombongnya.

"No...aku tidak akan jatuh cinta pada pria arogan sepertimu,TUAN",,ucap Anaya menekankan kata tuan pada Sean.

"Kita lihat saja nanti",ucap Sean.

"Tak perlu nanti karena tidak akan ada pernikahan",ucap Anaya.

"Begini aku memberikan penawaran yang menarik untukmu.Kita menikah tapi jika dalam satu tahun pernikahan kita tidak saling mencintai kita cerai, bagaimana?",ucap Sean memberi penawaran pada Anaya.

"Kenapa anda begitu ngotot menikahi aku Tuan?bukankah sebelumnya anda juga menolaknya",ucap Anaya menatap Sean penuh selidik.

"Oke...kalau kau tak mau menikah denganku silahkan pergi dari sini dan bersiaplah menjadi gembel diluaran sana.Kau tau betapa kejamnya kota ini untuk bertahan hidup tak jarang seseorang rela menjual diri demi sesuap nasi.Aku hanya memberikanmu perlindungan dan kau tau Mamaku tak akan mengizinkan kau tinggalkan disini bersamaku tanpa adanya ikatan pernikahan",ucap Sean menatap Anaya tajam.

Deg

Anaya lupa jika ia sebatang kara didunia ini,apa yang dikatakan Sean ada benarnya.Kota ini begitu kejam untuk sekedar bertahan hidup.Apalagi dia belum menyelesaikan kuliahnya.Mencari pekerjaan sangatlah sulit di kota ini apalagi dia tak memiliki pengalaman dan hanya mengandalkan ijazah menengah atas miliknya.

"Bisa kah kau memberikan ku pekerjaan Tuan jadi aku bisa bertahan hidup tanpa harus menikah dengan usiaku yang masih muda ini",ucap Anaya mencoba bernegosiasi dengan Sean berharap Sean berubah pikiran.

Ia bisa saja memberikan Anaya pekerjaan tapi dia tak mau gadis polos seperti Anaya yang belum siap untuk bekerja ini harus menjadi cleaning servis dikantornya.Andai Anaya sudah menyelesaikan kuliahnya dia akan mempertimbangkan permintaan Anaya.

"Apakah kau pernah bekerja sebelumnya?. Perusahaanku membutuhkan karyawan yang handal karena aku tak mau rugi jika mempekerjakan karyawan yang tanpa memiliki skill dan pengalaman di bidangnya",tutur Sean.

"Aku...bisa kerja apa saja Tuan.Cleaning servis pun aku mau",ucap Anaya dengan mata berbinar.

Sean penasaran dengan Anaya yang begitu gigih menolak menikah dengannya.Toh jika ia jadi Nyonya Sean gadis ini tak perlu lagi bekerja karena Sean akan mencukupi semua kebutuhannya.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu."Kenapa kau menolak menikah denganku?.Apa aku kurang tampan dan kaya atau kau sedang mencintai pria lain?",tanya Sean begitu penasaran dengan gadis seperti Anaya ini.

"A-aku belum siap menikah muda Tuan apalagi kita baru saling kenal",gumam Anaya.

"Hanya itu?",tanya Sean menaikan sebelah alisnya.

"Ya Tuan",jawab Anaya dengan kepala menunduk.

"Kau belum menjawab pertanyaanku yang satunya.Apakah sedang mencintai pria lain?",tanya Sean.

"Tidak Tuan",jawab Anaya menggelengkan kepalanya pelan.

Ting

Mama;Sean Mama sudah membicarakan tentang pernikahanmu dengan Papa dan dia setuju.Mama saat ini sedang memesankan undangan pernikahan kalian.Jaga calon menantu Mama baik baik.

"Sayang sekali kau harus setuju menikah denganku Mamaku sudah mencetak undangan pernikahan kita",ucap Sean memperlihatkan chart yang baru saja dikirim sang Mama.

"Tapi Tuan aku belum-

"Kita menikah sesuai yang aku katakan tadi jika selama satu tahun kita tak saling jatuh cinta kita cerai",,ucap Sean yang mulai kesal dengan penolakan Anaya.

"Hufff...Baiklah",cicit Anaya menghela nafas panjang.

"Bagus...",ucap Sean tersenyum penuh arti.

"Kau terbaik Mamaku sayang.Aku akan mentransfer uang tambahan untukmu Mam",batin Sean tertawa senang.

Sean meninggalkan Anaya yang tampak berpikir.Entahlah apa yang dipikirkan gadis itu yang penting dia bisa melindunginya saat ini dan seterusnya.Bukan karena apa Sean mengajukan syarat pada Anaya.Dia sudah berjanji menikah sekali seumur hidup dan itu artinya dia tidak akan melepaskan Anaya apapun terjadi.Setelah menikah Sean akan membaut Anaya jatuh dalam pesonanya.

Anaya masih belum bisa berpikir jernih rasa keputusannya beberapa saat yang lalu.Bagaimana nasibnya nanti setelah menikah otomatis dia tidak bisa lagi untuk melanjutkan kuliahnya.

Entah rencana apa yang Tuhan berikan padanya saat ini.Terusir dari rumah dan bertemu dengan Sean yang kemudian memintanya untuk menikah dengan pria yang menurut Anaya sangat arogan.Akan seperti apa rumah tangganya dengan pria kaku dan arogan itu.

Anaya mencoba menerima pernikahan ini toh cuma satu tahun dia bisa bercerai dengan Sean dan melanjutkan hidupnya diluaran sana.

Gadis itu bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati kamar mandi.Ia ingin membersihkan diri.Tapi dia bingung pakaiannya bagaimana tak mungkin ia memakai baju yang sama lagi.Dia harus menanyakan operasi miliknya pada Sean.Tadi pagi ia memakai pakaian yang diberikan pelayan untuknya.

Anaya melangkah keluar kamar untuk mencari Sean.

"Maaf Nona anda mau kemana?",tanya salah satu pelayan yang kebetulan melintas.

"Ah...aku ingin mencari Tuanmu.Apa kau melihatnya?,aku ingin menanyakan koperku yang berisi pakaian",ucap Anaya.

"Oh...Tuan sudah menyiapkan pakaian untuk anda di lemari Nona",jawab pelayan biru tersenyum ramah.

"Untukku?",tanya Anaya menunjuk dirinya sendiri.

"Ya untukmu...dan karena beberapa minggu lagi kau akan menjadi istriku jadi aku sudah mempersiapkan segala kebutuhanmu",ucap Sean tiba tiba.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒐𝒑𝒆𝒓 𝒎𝒖𝒏𝒈𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊

2024-03-20

0

Iin Karmini

Iin Karmini

operasi itu koper mungkin ya?

2023-09-13

0

Febby Fadila

Febby Fadila

siapapun pasti bingun kan tiba² menikah dgan org yg ngak kenal, pasti memikirkan hal² aneh,,,

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!