Ziarah ke makam Nenek

Nyonya Anita meghela nafas panjang sebelum melanjutkan pembicaraannya."Anaya...wanita itu Jessica",ucap Nyonya Anita memeprhatikan wajah tegang Anaya.

Anaya terpaku mendengar orang yang baru saja disebut oleh Mama mertuanya."Pantas saja waktu itu Jessica merengek minta balikan sama Kak Sean",batin Anaya.

"Naya...",ujar Nyonya Anita menyentuh pundak Anaya yang terlihat melamun.Seketika gadis itu menatap Nyonya Anita dan terseyum tipis.

"Kamu baik baik saja?",tanya Nyonya Anita sedikit kuawatir dengan sang menantu.Ia tau Anaya pasti kaget tapi menurutnya Anaya harus tau masa lalu putranya.Jika sewaktu waktu Jessica berusaha mendekati Sean gadis ini bisa waspada dan tak percaya begitu saja pada apa yang nantinya terjadi.Karena ia tau siapa Jessica yang sangat licik dan harus mendapatkan apapun yang dia inginkan.

"A-aku baik baik saja Ma",jawab Naya terbata.

"Boleh Mama minta sesuatu sama kamu dan Mama harap kamu bisa berjanji pada Mama",tutur Nyonya Anita penuh harap.

Anaya menatap bila mata mertuanya yang penuh harap. Lalu mengangguk pelan."Ya Ma...",jawab Anaya lirih.

Nyonya Anita menggegam tangan Anaya lembut dan mengusap punggung tangannya."Mama mau kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkan Sean dalam keadaan apapun",ucap Nyonya Anita dengan tatapan memohon.

Deg

Anaya terkejut dengan permintaan sang mertua.Bagaimana ia bisa berjanji kalau pernikahan ini hanya berjalan satu tahun saja.Apa yang harus ia jawab karena dia begitu bingung.

"Ma...."

"Mama tau kalian belum saling mencintai tapi tak ada yang tau yang akan terjadi esok bukan?.Mama tau seperti apa putra Mama, dia bersedia menikahimu karena ingin melindungimu Naya.Mama tak yakin hanya itu alasannya.Sean jika sudah memutus sesuatu biasanya dia akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh",ucap Nyonya Anita.

Anaya teringat akan ucapan Sean yang mengajaknya untuk menjalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh tanpa adanya perjanjian.Bahkan perjanjian itu belum Anaya tanda tangani.

"Naya...kamu mau kan?",tanya Nyonya Anita dengan penuh harap.

Anaya mengangguk samar."Ya Ma...Na-naya m-mau",jawab Anaya.

"Makasih sayang...Mama sangat bahagia",ucap Nyonya Anita memeluk Anaya erat.Pelukan yang sangat Anaya rindukan yaitu pelukan seorang ibu meski bukan ibu kandung namun pelukan Nyonya Anita membuat Anaya merasa tenang.

Anaya melerai pelukannya dan terseyum tipis.Dia tak tau akankah ia bisa memegang janji yang baru ia ucapkan.

"Kita turun yuk!.Sean pasti cari cari kamu sekarang",ucap Nyonya Anita merangkul bahu menantu yang sangat ia sayangi itu.

Keduanya menuruni tangga mansion itu karena Mansion Alatas tak memiliki lift.Desainnya masih mempertahankan desain klasik.Lagian yang tinggal di lantai dua hanya Sean itu pun Sean jarang menginap semenjak dia memiliki mansion sendiri.Sementara Kakek Alatas memliki kamar di lantai bawah begitu juga kedua orang tua Sean dan sang adik Seena.

"Nah...tuh orang nya yang kamu cari cari dari tadi Kak",ucap Seena menunjuk kearah Anaya dan Nyonya Anita yang menuruni tangga.

Sean menatap kearah tangga disana tampak sang istri dan Mamanya sedang menuruni tangga dengan bergandengan tangan.Mereka bukan seperti mertua dan menanti tapi seperti ibu dan anak.

"Sean kamu mau kemana Nak?",tanya Mama melepaskan genggaman tangannya ditangan Anaya.

"Sean mau ajak Anaya ke makam Nenek Ma,Sean belum minta restu dari nenek",ucap Sean yang tampak sudah rapi dengan pakaian santainya dan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya menambah ketampanan pria datar itu.

"Naya ikut Sean gih...",tutur Nyonya Anita.

"Ya Ma...Naya ganti baju dulu ya",jawab Naya melangkah kembali ke kamar guna mengganti bajunya dengan yang lebih sopan.

Tak lama Anaya kembali menemui mertua dan suaminya di lantai dasar.Disana hanya ada Sean yang tampak fokus pada ponselnya sedangkan Mama mertuanya entah kemana tidak kelihatan lagi.

"Ayo Kak...",ujar Anaya yang sudah sipa dengan baju berwarna hitam dan selendang di atas kepalannya.

Sean menatap kearah Anaya lalu menyimpan ponselnya."Hmmm...",jawab Sean.

Sean berjalan mendahului Anaya menuju mobilnya yang sudah disiapka oleh sang sopir.

Sepanjang perjalanan keduanya hanya saling diam.Sean tampak fokus pada jalanan sedangkan Anaya memandangi jalaanan kota yang begitu ramai kendaraan berlalu lalang.

Sean berhenti disebuah florist untuk membeli sebuket bunga kesukaan sang Nenek yaitu bunga Lily.Saat akan membayar Sean melihat sebuket mawar putih yang nampak segar lalu ia memutuskan untuk membelinya.Setelah membayar Sean kembali memasuki mobil.

"Untukmu...",Sean memberikan sebuket mawar putih tadi pada Anaya.

Anaya tarpaku dengan tindakan Sean yang tiba tiba membelikannya bunga.Perlahan Anaya menerima bunga itu dan menghirup aromanya.Mawar putih merupakan bunga kesukaannya.

"Makasih Kak",ucap Anaya tulus.

"Hmmm",jawab Sean meletakan bunga Lily di dasboard mobilnya.

Anaya terseyum tipis,ia tak menyangka akan di perlakuan manis seperti ini oleh samg suami.Andai mereka saling mencintai Anaya akan menjadi wanita paling bahagia.Tapi sayang pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan.

Tak lama mobil berhenti disebuah pemakaman umum dikota mereka.Keduanya turun dan melangkah menuju pusara yang tampak sangat terawat.Disana tertulis nama "Ningsih Muliawati".

Sean bertekuk lutut didepan pusara yang ia usap lembut nama yang tertulis diatas batu nisan.Lalu Sean menadahkan kedua tanahnya diikuti oleh Anaya untuk memanjatkan doa untuk sang Nenek.

"Nek... aku datang dan ini bunga kesukaan Nenek",Sean meletakan buket bunga Lily itu diatas pusara sang Nenek.

"Oh ya Nek...hari ini Sean tak datang sendiri.Sean datang bersama seseorang yaitu istri Sean Nek,namanya Anaya",lirih Sean menatap Anaya sekilas.

"Assalamualaikum Nek...semoga Nenek ditempatkan ditempat yang indah dan tenang di sisiNya,aamiin",tutur Anaya tulus.

Setelah merasa cukup keduanya keluar dari area pemakaman.Anaya dan Sean kembali menuju mobil namamu langkah mereka terhenti saat seseorang menyebut nama Sean.

"Sean...",seorang wanita muda membawa sebuket bunga Lily ditangannya menghampiri Sean.

Sedangkan Sean hanya bersikap datar tanpa berniat menatap wanita muda itu.

"Sean...apakah kau dari makam Nenek?",ucap wanita muda itu sebagai wajah berbinar.Anaya yang melihat hanya terdiam memandangi wanita itu menatap suaminya dengan penuh damba.

"Hmmm",Sean berdehem pelan dan mengalihkan pandangannya pada sang istri yang sedang menatap wanita yang ada dihadapannya.

"Sudah lama tak bertemu,kamu apa kabar?",tanya wanita itu berusaha mengalihkan perhatian Sean padanya.

Sedangkan Sean dian tak menjawab pertanyaan wanita itu.Merasa di acuhkan wanita itu tersenyum kecut lalu menatap Anaya penuh tanda tanya.

Sean menggandeng tangan Anaya dan melangkah pergi meninggalkan wanita itu yang berniat menegur Anaya.Anaya yang tak siap hanya melongo dan berjalan mengikuti sang suami.Sedangkan wanita tadi menatap punggung Sean dengan tatapan berkaca kaca.

"Sean...maafkan aku",lirih wanita itu.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒚𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈𝒈𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒏 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝑺𝒆𝒂𝒏 𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌

2024-03-20

0

Febby Fadila

Febby Fadila

lanjutkan pernikahan yg sesungguhnya sja Naya...

2023-08-17

0

Totoy Suhaya

Totoy Suhaya

ada tyipo nya thor tp sedikit

2023-08-08

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!