Bimbang

Pagi ini di kediaman Alatas semua orang sudah berkumpul di ruang makan tak terkecuali Anaya dan Sean.Pengantin baru itu menjadi pusat perhatian para keluarga.Tak lain Nyonya Anita juga ikut memperhatikan anak dan menantunya itu.

Kedua pasangan itu tampak canggung karena menjadi pusat perhatian.Baik Anaya maupun Sean sama sama gugup dan salah tingkah.Mereka takut ada yang menyinggung tentang malam pertama mereka.

"Sean...Kakek sudah menyiapkan tiket bulan madu untuk kalian berdua ke Paris", ucap Kakek Alatas tersenyum tipis.

Huk...huk...huk

Anaya tersedak air yang ia minum,membuat Sean yang duduk disampaikannya mengelus pelan punggung Anaya.

"Hati hati minumnya Naya",tutur Sean.

"Ya Kak...",jawab Anaya yang tersenyum canggung.

Kakek yang melihat pasangan pengantin itu tersenyum simpul,dia bahagia melihat sang cucu begitu perhatian pada istrinya.

"Bagaimana Sean?",tanya Kakek membuat Sean menatap sang Kakek.

"Kek...aku dan Anaya belum ada niat bulan madu,aku harus mengurus kuliah Anaya dulu kasian dia sudah lama tidak masuk kuliah sekalian mengurus pemindahan walinya ke aku Kek",jawab Sean beralibi.Andai sang Kakek tau jika mereka menikah diatas perjanjian Kakek pasti marah besar.

"Tapi Sean apa yang dikatakan Kakek kamu benar.Kamu dan Anaya berangkat hannymoon karena sejujurnya kami tak sabar ingin mengendong cucu,iya gak Dad?", ucap Nyonya Anita pada ayah mertuanya.

Deg

Anaya membulatkan matanya mendengar ucapan random sang mertua."Sepertinya susah buat aku keluar dari rumah ini nantinya jika mereka menaruh harapan besar dalam pernikahan ini",batin Anaya melirik Sean yang tampak datar saja.

"Ya kau benar menantuku",jawab Kakek.

"Sudahlah Ma...biarkan mereka yang membuat keputusan dalam rumah tangga mereka,jangan ikut campur!",ucap Pak Ferdian menengahi pembicaraan sang istri dan Daddy-nya.

"Ya Pa...",jawab Nyonya Anita lesuh.

Sean mengulum senyumnya saat mendapat pembelaan dari Papanya.Dia bersyukur bisa keluar dari situasi rumit ini dengan permintaan bulan madu dari sang Kakek.

Sean menyudahi sarapannya di ikuti Anaya.Keduanya pamit untuk kembali ke kamar pada anggota keluarga lainnya.Dan tentu saja mendapatkan anggukan cepat dari Nyonya Anita mengira sang anak akan membuatkan cucu untuknya.Maklum pengantin baru pasti pengen di kamar terus begitu lah pikir Nyonya Anita.

Setibanya di kamar Sean memasuki ruang kerjanya dan mengunci diri disana.Sedangkan Anaya memilih untuk duduk di balkon kamar Sean.Gadis itu bingung harus mengerjakan apa lalu ia membuka sosial medianya.Sudah lama ia tak membuka aplikasi biru itu.Terakhir satu hari sebelum kedua orangtuanya kecelakaan.

Anaya mencscrol beranda miliknya,tak ada yang menarik sama sekali baginya karena Anaya bukanlah gadis yang suka upload foto dan video.Hanya ada satu foto dirinya disana itupun foto saat ia lulus dari sekolah menengah atas.

Karena bosan Anaya memilih mendengar musik,toh dia juga malas untuk memposting foto pernikahannya meski pernikahannya sudah dipublikasikan.

"Naya..."

"Ya...",Anaya menoleh kearah sumber suara.Sean sudah berdiri dibelakang ia duduk.

"Ada apa Kak?",tanya Anaya.

"Ini perjanjian pernikahan kita",ucap Sean memberikan sebuah map berisikan perjanjian yang akan mereka sepakati.

Anaya meraih map itu dan membacanya,tak ada yang aneh dalam perjanjian itu menurut Anaya.

"Jika kamu setuju kamu bisa tanda tangan diatas materai itu.Tapi jika kamu berubah pikiran dan memutuskan untuk melanjutkan pernikahan ini secara benar aku juga tak keberatan",ucap Sean lalu meninggalkan Anaya yang tampak sibuk dengan pikirannya sendiri.

Anaya terpaku mendengar ucapan Sean."Apakah yang aku lakukan ini Asiah benar?.Bukankah ini sama saja mempermainkan sebuah pernikahan?",batin Anaya menatap nanar map yang ia pegangi.

Anaya kembali membaca poin poin yang ditulis oleh Sean.Tak ada yang merugikan dirinya.Tapi entah mengapa hati kecilnya mengatakan kalau semua ini salah dan tak boleh terjadi.Dihadapan Tuhan mereka sudah sah sepasang suami istri.Dan sebagai istri ia harus melayani sang suami lahir dan batin.Sudah kewajibannya melayani Sean yang sudah resmi menjadi suaminya.

"Aku belum mencintainya, bagaimana aku bisa menyerahkan diriku padanya?",monolog Anaya yang tampak gusar.

Bukankah malaikat akan mengutuk seorang istri bila mengabaikan kewajibannya sebagai istri."Aku harus bagaimana?",batin Anaya.

Anaya kembali memasuki kamar dan meletakkan surat perjanjian itu didalam laci nakas.Dia belum membubuhkan tanda tangannya disana.Hatinya terasa bimbang dan ragu takut apa yang ia lakukan akan membuatnya menyesal dikemudian hari.

Sean pria yang baik selama ia kenal,tak pernah pria itu menyakitinya.Meski pria itu sedikit dingin dan datar namun Sean sangat menghargainya.

Anaya menatap sekeliling kamar yang dihiasi banyak bunga khas kamar pengantin.Meski di kasur tak lagi ada kelopak mawar karena sudah Anaya singkirkan tadi pagi.Harusnya kamar ini menjadi saksi bisu keduanya saling menyatukan diri.

Tak lama pintu kamarnya diketuk dari luar.Anaya segera membukakan pintu kamarnya.

"Hai...Mama menganggu kalian?",tanya Nyonya Anita.

"Oh tidak Tante"

"Mama.mulai sekarang kamu panggil Mama karena kamu juga anakku sekarang",ucap Nyonya Anita.

"Iya Ma-mama",jawab Anaya terbata bata.

"Boleh Mama bicara sebentar sama kamu?",tanya Nyoba Anita penuh harap.

"Boleh Ma,silahkan masuk!",ucap Anaya sopan.

"Tidak disini Anaya tapi di kamar Mama,ini penting",ucap Nyonya Anita.

"Baiklah Ma..."

Setelah tiba dikamarnya Nyonya Anita mengajak Anaya duduk disebuah ayunan.Wanita paruh baya ini tampak menghela nafas panjang sebelum membuka suara.

"Naya...mungkin apa yang Mama sampaikan ini bisa mempertimbangkan kamu untuk mulai mencintai anak Mama Sean.Mama tau kalian belum saling jatuh cinta",ucap Nyonya Anita mengusap punggung tangan Anaya lembut.

"Maaf Ma..."

"Tak apa sayang Mama mengerti.Oh ya Mama ...,hufff",Nyonya Anita mengelah nafas ia tau harus memulai dari mana untuk menceritakan pada Anaya.

"Ada apa Ma?",tanya Anaya lembut.

"Naya... seperti yang kamu lihat mungkin Sean laki laki yang cuek,datar dan dingin.Anak itu begitu bisa menyembunyikan perasaannya pada orang lain.Mungkin dalam urusan bisnis dia tak pernah gagal tapi ada hal perasaan dia pernah gagal.Mungkin orang tidak tau jika dia pernah hampir frustasi karena dikhianati oleh orang yang begitu ia cintai",Nyonya Anita menjada kalimatnya dan terseyum kepada Anaya.

"Jadi Kak Sean?"

"Ya Anaya dia dulu hampir gila di khianati oleh kekasihnya sekaligus cinta pertamanya.Dia sungguh sangat mencintai wanita itu bahkan larangan dari kamu pun tidak ia dengar",lirih Nyonya Anita.

Anaya hanya diam membiarkan mertuanya itu melanjutkan ceritanya.

"Wanita itu dengan tega menghancurkan hati Sean disaat Sean benar benar mencintainya.Dan kamu tau siapa orang itu Anaya?",lirih Nyonya Anita.

Anaya menggeleng pelan menatap Nyonya Anita sendu.

...****************...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Keluarga besar Sean dan juga Sean sendiri mengharapkan Pernikahan yg sebenarnya, Keluarga Sean juga semuanya baik..Terus kenapa Anaya kekeuh banget pengen pisah nantinya,Emangnya Naya udah ada tujuan setelah itu? Heran deh aku dengan sikap sok jual mahalnya Anaya..

2024-11-16

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Sadar kamu kan..Orang juga udah baik bamget sama kamu,Tapi gak tau bersyukur..

2024-11-16

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒃𝒐𝒅𝒐𝒉 𝒌𝒍 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒍𝒆𝒑𝒂𝒔 𝑺𝒆𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒍𝒂 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂

2024-03-20

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!