Debat dimalam pertama

Setelah melewati rangakaian acara akhirnya Anaya bisa bernafas lega.Ia segera memasuki kamar pengantin mereka untuk mengganti gaunnya dan membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.Anaya begitu kesulitan untuk membuka gaunnya karena kancingnya ada dibelakang.Gadis itu mengintip keluar kamar barangkali ada pelayan yang lewat untuk membantunya membuka kancing gaunnya.

Baru saja gadis itu akan membuka hendel pintu,tiba tiba saja seseorang tampak membuka pintu itu dari luar.Tampak Sean memasuki kamar dengan wajah yang masih kesal.

"Mau kemana?",tanya Sean mengkerutkan keningnya.

"A-aku mau memanggilkan pelayan untuk membantu membukakan kancing gaunku",jawab Anaya memperlihatkan kancing gaunnya yang susah ia gapai.

"Biar aku bantu",ucap Sean memndekati Anaya.

"Apa?...ti-tidak usah.Biar aku minta tolong pada Seena saja atau Mama",jawab Anaya gelagapan.Ia lupa jika ia dan Sean sudah menikah.

"Kenapa?bukankah aku suamimu sekarang?",ucap Sean tanpa dosa.

Gluk

Anaya membulatkan kedua matanya.Kenapa ia lupa jika ia dan Sean sepasang suami istri sekarang.Anaya bergidik ngeri jika malam ini adalah malam pertama mereka.

"Tapi...

Sean telah lebih dahulu berdiri dibelakang Anaya dan membukakan kancing bajunya.Dingin.Itulah yang dirasakan Anaya saat semua kancing gaunnya perlahan terbuka menampakkan punggung polosnya.Nafas Sean begitu terasa di belakang punggungnya membuatnya merinding.

Tak berbeda dengan Sean pria itu bersusah payah menahan salivanya saat melihat punggung polos Anaya terpampang nyata didepan matanya.Sesuatu dibawah sana mulai beraksi membuat Sean kesusahan menahan hasratnya untuk tidak mengecup bahu polos nan mulus itu.Ia tau mereka sudah halal tapi ia dan Anaya memiliki perjanjian dalam pernikahan ini.Meski belum sempat mereka buat tapi yang pastinya salah satunya mereka tidak akan melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Kak...apakah sudah selesai?",tanya Anaya.

Sean tersentak dari lamunannya."S-sudah...",jawab Sean dengan suara serak.

"Terima kasih Kak",ucap Anaya dan langsung memasuki kamar mandi setelah menyambar baju gantinya dan mengunci pintu kamar mandi.

"Shitt...bisa gila gue", umpat Sean saat sesuatu yang sudah terbangun dari bawah sana.

Sean mengusap wajahnya kasar lalu mengambil baju gantinya didalam lemari lalu dengan segera ia keluar untuk mandi dikamar lainnya dan juga menidurkan adiknya yang telanjur bangun.

Sedangkan Anaya sedang menetralisir detak jantungnya.Bohong kalau ia tak merasakan sesuatu tadi saat merasakan hembusan nafas Sean menyentuh kulitnya.Ia tau Sean sedang menahan gairahnya saat membantu Anaya membuka kancing bajunya.Ia dapat melihat api gairah dari mata Sean saat ia berbalik badan akan memasuki kamar mandi.

"Dosa gak ya...aku nolak dia di malam pertama?.Bukankah kita menikah hanya satu tahun.Lalu kalau aku hamil saat bercerai kasihan anak aku dong?",gumam Anaya.

"Duh kok aku gak mikirin ini sebelumnya ya?",lirih Anaya memikirkan nasib pernikahannya.

Anaya keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar.Dia segera mengeringkan rambutnya yang basah didepan kaca rias.

Anaya tak melihat keberadaan Sean dikamar itu.Entah kemana pria itu sekarang?,dia tak peduli dimana Sean sekarang setidaknya dia tidak ada disini sekarang.

Tak lama Sean kembali masuk ke kamar dalam keadaan segar dengan pakaian santainya.

"Naya ada yang harus kita bicarakan",ucap Sean mendudukkan diri di kasur pengantin mereka yang ditaburi bunga mawar.

"Ada apa Kak",jawab Anaya memutar duduknya menghadap Sean.

"Ini tentang pernikahan kita selanjutnya",ucap Sean.

"Iya...terus..."

"Aku sudah memikirkan kalau aku ingin menjalani pernikahan ini dengan benar",ucap Sean.

"Maksud Kakak?"

"Ya...aku harap kamu mau kita saling membuka hati,dan selama kita belum jatuh cinta aku tidak akan menyentuhmu",ucap Sean.

"Bukankah Kakak bilang kalau kita menikah hanya satu tahun saja,lalu..."

"Kamu tau Naya saat aku membaca ijab kabul tadi ada sesuatu yang bergetar dalam hatiku ketika aku melafazkan namamu tadi",ucap Sean menatap Anaya tulus.

"Kak...kamu..."

"Aku harap kamu mau Naya,aku tak ingin mempermainkan pernikahan ini",ucap Sean.Ia sadar entah kenapa saat ia mengkabul Anaya tadi hatinya bergetar dan ada rasa tak ingin melepaskan.

"Kak...bukankah dari awal kamu minta aku jadi istri kamu hanya untuk satu tahun,lalu kenapa sekarang kamu berubah pikiran?.Atau kamu ingin menjebak ku agar aku menikah denganmu dengan alasan ada perjanjian dalam pernikahan ini.Bahkan aku baru sadar tak ada perjanjian tertulis yang Kakak berikan padaku",ucap Anaya dengan nafas tersengal-sengal.Ia merasa dibohongi oleh Sean.

"Aku tidak menjebakmu Anaya,bahkan kamu tau kalau kita dipaksa untuk menikah.Kamu tak tau apa yang ku rasakan saat ini ijab kabul tadi Nay...ada sesuatu yang tak bisa aku jelaskan",balas Sean.

Anaya menatap Nanar kearah Sean,ia bingung dengan sikap tiba tiba Sean memintanya untuk menjalani pernikahan ini dengan sesungguhnya.

"Naya...

"Kak...aku tetap dengan perjanjian awal kita menikah hanya satu tahun",ucap Anaya kekeh.

"Hufff... baiklah perjanjiannya hanya satu kita tidak akan berhubungan suami istri selama satu tahun.Tapi kita tetap tidur dalam satu kamar",ucap Sean datar.

"B-baik lah",jawab Anaya.

Sean berjalan mendekati Anaya dan berbisik tepat ditelinga gadis itu."Kau akan ku buat jatuh cinta padaku Anaya,hufff...",Sean meniup telinga Anaya pelan.

Blush

Gadis itu seketika merinding dan memejamkan matanya.Hembusan nafas Sean membuatnya merasakan gelanyar aneh ditubuhnya.

Sean terseyum tipis melihat Anaya menikmati hembusan nafasnya.Pria itu yakin akan mudah membuat Anaya jatuh cinta padanya.

"Apakah kau menikmatinya?,aku bisa lakukan yang lebih dari itu hingga kau terbang melayang,hum",goda Sean.

Plak

Anaya segara tersadar dan menepuk bahu Sean.Pria itu sungguh senang menggoda Anaya.

"Ini baru beberapa jam kita menikah kamu sudah melakukan KDRT padaku Naya",ucap Sean.

"Siapa suruh kamu menggodaku Kak",kesal Anaya.

"Baiklah...kamu harus tetap melakukan tugasmu sebagai istri dimansion kita.Kecuali diatas ranjang",ucap Sean.

"Ya...ya aku tau Kak",kesal Anaya.

Baiklah aku ingin istirahat tubuhku sangat lelah",ucap Sean merebahkan tubuhnya diatas kasur.

"Lalu aku tidur dimana Kak",tanya Anaya.

"Disini...",Sean menepuk kasur disebelahnya.

"Gak mau...",tolak Anaya.

"Ya sudah terserah saja Anaya aku sangat lelah dan ingin tidur saat ini",ucap Sean lalu memejamkan matanya untuk mengarungi mimpi indahnya.

Anaya memberengut kesal saat Sean mengacuhkannya.Ia memindai sekeliling kamar.Tak ada satupun selain tempat tidur di kamar itu yang bisa ia jadikan untuk istirahat.

Mau tak mau Anaya merebahkan diri disebelah Sean denah memberikan lembaga guling diantara mereka.

Jadilah pasangan pengantin itu melewati malam pertama mereka dengan tidur.

...****************...

Sengaja panggilannya diganti dengan aku kamu ya. Karena mereka sudah menikah.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒏𝒐𝒍𝒂𝒌 𝒔𝒊𝒉 𝒑𝒅𝒉𝒍 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒆𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒂𝒅𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒂𝒊𝒂𝒏

2024-03-20

0

Eno cute18

Eno cute18

duh naya cewek munafik plus bodoh ga ketulungan
ya kalo ga mau nikah sama sean selamanya yaudah sean nya buat gw aja gw mah ikhlas ko wkwk

2023-11-04

0

Eka Bidel

Eka Bidel

Aneh ya ada cewek di nikahin serius malah ga mau.
Kesane malah yg arogan si Naya yaa...

2023-10-25

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!