Kelinci kecilku

"Tidak akan",balas Anaya.

"Kita lihat saja nanti",ucap Sean tersenyum penuh arti.

"Huh dalam mimpimu",kesal Anaya.

"Jangan terlalu yakin gadis kecil kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya",ucap Sean tersenyum penuh arti.

"Saya akan pergi dari sini,jadi tidak akan ada pernikahan",ucap Anaya melangkahkan kakinya meninggalkan Sean.

"Lalu kau akan jadi gembel diluaran sana,huh?",teriak Sean membuat Anaya mengehentikan langkahnya.

"Itu lebih baik dari pada aku menikah denganmu Tuan arogan",ucap Anaya lalu pergi meninggalkan Sean yang tersenyum tipis.

"Gadis yang menarik",gumam Sean.

***

"Dasar pria aneh...tadi menolak untuk menikah tapi sekarang malah setuju.Dasar pria arogan plin plan.Aku harus cepat cepat pergi dari sini", gerutu Anaya berjalan menaiki tangga.

"Ini lagi untuk apa tidur dilantai atas kalau lantai bawah saja memilki banyak kamar.Bikin capek kaki buat menaikinya saja",gerutu Anaya yang ikut menyalahkan tangga saking kesalnya pada Sean.

"Maaf Nona Anaya",ucap salah satu pelayan membuat Anaya mengehentikan langkahnya.

"Ya...ada apa Bi?",tanya Anaya menghentikan gerutuannya.

"Disebelah sana ada lift agar Nona lebih cepat sampai keatas",ucap pelayan itu menunjuk sisi sebelah kiri tangga.

"Huh...kenapa tidak mengatakannya padaku Bi?,ucap Anaya yang kemudian kembali turun menuju lift yang dimaksud pelayan itu.

"Maaf Nona saya pikir Nona sudah mengetahuinya",jawab pelayan itu ramah.

"Kalau aku tau aku takkan turun naik tangga ini dari kemarin Bi",ucap Anaya kemudian memencet tombol lift yang akan membawanya kelantai 3.

Pelayan itu hanya menggeleng kecil melihat tingkah Anaya yang menurutnya sangat lucu.

"Hmmm",Sean berdehem pelan saat melihat seorang pelayan yang berdiri didepan lift.

"Maaf Tuan",ucap pelayan itu dengan kepala menunduk dan mundur beberapa langkah.

Sean kemudian memasuki lift untuk mengejar Anaya.Ia tau gadis itu tidak main-main dengan ucapanya.Sean tidak ingin Anaya pergi dari mansion ini karena ada sesuatu hal yang ia tahu tentang keluarga Anaya yang membuatnya harus melindungi gadis itu.

Anaya mencari koper miliknya namun tak ia temukan.Entah dimana Sean menyembunyikannya.Ia tak ingin berlama-lama tinggal di mansion ini apalagi harus menikah dengan pria arogan seperti Sean.

Anaya mendudukan dirinya diatas kasur karena kelelahan mencari koper miliknya.Gadis itu memijit pangkal hidungnya pusing dengan masalah yang ia hadapi.

"Ma...Pa...kenapa kalian ninggalin Naya sendirian di dunia ini,Naya harus kemana lagi?.Naya gak mau nikah muda Ma",isak Anaya yang teringat dengan kedua orangtuanya.

Sepasang mata dari tadi memperhatikan gadis itu yang sedang menangis.Ada rasa tak tega dengan nasib gadis itu.Tapi untuk melindunginya dia harus mengabulkan keinginan Mamanya untuk menikahi gadis itu.

Sean membiarkan Anaya sendiri dikamar itu dan kembali melangkah pergi menuju kamar lain.Ia sudah memerintahkan para penjaga agar Anaya tidak bisa kabur.

Sean tak mau menggangu gadis itu.Biarlah dia berpikir lebih dahulu tentang syarat yang ia berikan tadi.

Sementara itu Anaya meringkuk tidur diatas kasur.Ia tak mungkin pergi dari sini tanpa membawa koper miliknya.Ada beberapa surat penting disana yang ia bawa.Sedangkan koper itu entah dimana Sean letakkan sedangkan sang tersangka tak kunjung memasuki kamar.

Tanpa Anaya sadari ia tertidur lelap dengan sisa air mata masih membasahi pipinya.Begitu berat beban hidup yang ia tanggung sendirian di dunia ini.Hidup sebatang kara tidaklah mudah baginya.Dunia ini sangatlah kejam untuk gadis polos sepertinya.Akan banyak para predator yang akan memanfaatkan keluguan dan kecantikannya.

Sean Kembali menuju kamarnya yang ditempati Anaya karena ada berkas yang harus ia ambil di dalam ruang kerjanya yang ada dikamar itu.

Saat memasuki kamar Sean dihadapannya dengan pemandangan Anaya yang meringkuk tidur diatas kasur pribadi miliknya.

Sean melangkah kearah Anaya tidur lalu membenarkan tidur Anaya dan menyelimutinya.

"Ku harap kau tidak keras kepala seperti tadi kelinci kecilku",gumam Sean menatap Anaya yang tertidur pulas.

Sean memasuki ruang kerjanya dan mengambil berkas yang ia cari karena Morgan sang sekretaris kepercayaannya sekaligus kaki tangannya di kantor yang merangkap dokter pribadinya membutuhkan berkas itu untuk kerja sama dengan perusahaan lain.

Sean meninggalkan Anaya dan menutup pintu kamarnya agar tak ada yang mengganggu tidur gadis itu.Namun saat ia balik badan ia dikejutkan dengan sang adik yang tersenyum lebar.

"Kak...Kak Anaya mana?",tanya Seena menatap pintu kamar yang baru saja Sean tutup.

"Tidur",jawab Sean singkat.

"Kak kau tidak macam macam kan sama dia?",tanya Seena denah tatapan menyelidik.

Tak

"Kondisikan otak mesummu itu.Ingat kamu tu masih kecil tau pas kamu dengan hal begituan",Sean menyentil kening sang adik hingga gadis itu meringis.

"Tau lah Kak.Aku kamu pernah-

"Pernah apa jangan bilang kamu udah gak perawan lagi",tuduh Sean menatap sang adik tajam seakan ingin membunuh.

"Ck...ya aku masih segelan dong Kak.Aku pernah lihat di drakor yang aku tonton",jawab Seena polos.

"Awas kau macam macam,Kakak gantung kau Seena",ancam Sean lalu melangkah pergi meninggalkan sang adik yang terlihat ketakutan.

"Jangan masuk ke kamar Kakak!.Anaya lagi tidur",teriak Sean saat akan memasuki lift.

"Ya....",jawab Seena kesal dengan sang Kakak yang tak pernah mengizinkannya memasuki kamar pribadinya.

"Kamu gadis beruntung Anaya dan kamu wanita pertama yang dibawa kakakku ke mansion ini dan diizinkan tidur dikamarnya.Aku curiga Kak Sean pasti sudah menaruh hati padamu",gumam Seena tersenyum tipis lalu melangkah pergi menuju dapur untuk menggangu Pak Man yang sedang sibuk memasak.

Gadis itu memang sedikit rusuh jika datang ke mansion ini dan Pak Man lah orang yang selalu ia kerjai.

***

Anaya membuka matanya pelan saat tidurnya terganggu oleh suara ponsel diatas nakas.Gadis itu menyadari kalau tadi dia tengah meringkuk di tepian tempat tidur.Tapi sekarang ia bangun dalam keadaan selimut menutupi tubuh kecilnya.

Gadis itu kembali fokus pada ponsel yang berdering diatas nakas.Dia tau itu bukan ponsel miliknya.Anaya menyambar ponsel itu dan melihat siapa yang memanggil..

Robi is calling...

Anaya kembali meletakkan ponsel itu ke tempat semula karena dia tak berhak menyentuh milik orang lain apalagi itu privasi.

" Pasti pria arogan itu yang masuk ke kamar ini tadi dan menyelimutiku",gumam Anaya.

"Kau sudah bangun?", Seseorang tiba tiba saja memasuki kamar dan menyadarkan Anaya dari lamunannya.

"Tuan...ponsel anda berdering makanya kau bangun",ucap Anaya menunjuk kearah ponsel yang sedang berdering dari tadi.

...****************...

Terpopuler

Comments

Runik Runma

Runik Runma

seru

2024-07-24

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑺𝒆𝒂𝒏𝒂 𝒓𝒂𝒎𝒆

2024-03-20

0

muhammad ibnuarfan

muhammad ibnuarfan

tulisannya bikin bingung Thor...tolong di perbaiki...

2023-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!