Siapa kau sebenarnya?

"Aku ada dimana?",tanya Anaya memindai sekeliling kamar mewah itu dengan penuh ketakutan.

"Kau aman disini gadis kecil",ucap Sean yang mendekati Anaya yang tampak gelisah.

"Siapa kau?",ucap Anaya mengeratkan selimut kearah tubuhnya.

"Aku?...aku adalah orang yang menyelamatkanmu saat kau akan ditabrak oleh mobil saat kau kehujanan",ucap Sean yang kini sudah duduk tepat disebelah Anaya.

Anaya mencoba mengingat apa yang terjadi padanya beberapa waktu yang lalu.Gadis itu tampak sedang berpikir namun kemudian ia baru menyadari saat ditengah hujan tadi ada seseorang yang menarik tubuhnya dalam setelah itu semuanya gelap dan ia tak mengingat apapun lagi sampai ia terbangun di sebuah kamar yang begitu luas dan mewah.

"Makanlah...agar tubuhmu kembali fit!",ucap Sean menyodorkan nampan berisi sop yang masih panas dan segelas wedang jahe.

Anaya menatap ragu pada makanan itu.Ia takut makanan itu telah dicampuri sesuatu sehingga akan merugikan dirinya nantinya.

"Makanan itu tidak beracun",ucap Sean seakan atau apa yang sedang Anaya pikirkan.

Anaya menoleh ke arah pria tampan yang dari tadi duduk disebelahnya yang terlihat sexy dimatanya saat menatap baju pria itu sedkit terbuka dibagian dada yang memperlihatkan dada bidangnya.Anaya menelan salivanya melihat pemandangan indah didepannya itu.

"Kau takkan kenyang jika terus menatapku",ucap Sean membuat Anaya merona seketika dan memalingkan wajahnya ke nampan berisi makanan.

Anaya memulai memasukan Sop itu ke dalam mulutnya.Sejenak ia meresapi rasa sop itu yang begitu nikmat dan enak dilidahnya.

"Terima kasih sudah menolongku,aku pikir tadinya hidupku sudah berakhir",ucap Anaya dengan tatapan penuh kesedihan.

"Apakah kau tadi berencana bunuh diri?",tanya Sean mengangkat sebelah alisnya menatap Anaya tajam.

"Tidak...tapi ucapanmu barusan bukanlah ide yang buruk",ucap Anaya tersenyum samar.

"Maksudmu?kau akan melakukannya lalu semua masalahmu selesai,begitu?",tanya Sean.

"Ya...aku tak punya siapa siapa lagi di dunia ini.Kedua orangtuaku baru dikebumikan tadi siang dan beberapa jam setelahnya aku harus terusir dari rumahku sendiri karena seluruh aset peninggalan kedua orangtuaku disita pihak bank",lirih Anaya mengusap air matanya kasar.

"Gadis yang malang",batin Sean menatap Anaya iba.Entah sejak kapan ia memiliki rasa iba pada orang lain.Gadis ini sukses membuatnya mengubah dunianya yang tadinya tak mau berdekatan dengan wanita kini dengan terang terangan ia membawa seorang gadis kekediamannua bahkan memasuki kamarnya.

Anaya menyelesaikan makannya dan menatap Sean yang tampak melamun."Siapa kau sebenarnya?kenapa kau menolongku?"tanya Anaya penuh selidik membuat Sean tersentak dari lamunannya.

"Aku hanya kebetulan saja menolongmu,bukankah kau tak punya siapa siapa lagi?.Tinggallah di mansion ini!",ucap Sean membuat Anaya melongo tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Tidakkah kau takut nanti aku bisa saja mencuri di mansionmu ini?",tanya Anaya.

"Tentu saja tidak Anaya Karenina",bisik Sean tepat ditelinga Anaya membuat gadis itu meremang.

"Si-siapa kau sebenarnya?dari mana kau tau namaku padahal kita tidak saling mengenal sebelumnya",tanya Anaya penuh selidik dan ketakutan apa pria ini merupakan agen mata mata.

Padahal perkara mudah bagi seorang Sean Mahardika Alatas untuk menyelidiki asal usul Anaya.Buktinya hanya dalam satu lima belas menit ia sudah mendapatkan identitas Anaya secara lengkap dari seseorang yang di percaya.

"Cepat atau lambat kau akan tau siapa aku gadis kecil",ucap Sean menampilkan senyuman evilnya membuat bulu kuduk Anaya berdiri.

Pria itu turun dari tempat tidur menunju kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam yang dari tadi ia tahan.

Anaya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup dengan penuh kebingungan."Aku harus pergi dari sini", batin Anaya lalu menyibakkan selimutnya dan segera bangkit dari tempat tidur.

Anaya menyadari sesuatu yang ada pada tubuhnya.Gadis itu maraba pakaian yang ia kenakan.Bajunya kini sudah berganti dengan sebuah piyama,lalu siapa yang mengganti pakaiannya."Jangan jangan

pria itu?.Ah...sialan dasar pria mesum",umpat Anaya membayangkan pria itu mengganti pakaiannya dan melihat tubuhnya polosnya membuat Anaya merona malu.

"Mau kemana?",tanya Sean yang berdiri diambang pintu kamar mandi.

Anaya menoleh kearah Sean dengan wajah memerah menahan amarahnya karena pria itu telah lancang menyentuhnya."Mau keluar dari kamar ini.Aku tak mau sekamar dengan pria mesum sepertimu",ucap Ananya sinis.

Sean mengernyitkan keningnya saat Anaya mengatakannya pria mesum."Apa yang telah aku lakukan padamu sehingga kau mengatakan aku pria mesum,hum?",tanya Sean berjalan mendekati Anaya.

"Kau...siapa yang mengganti pakaianku jika bukan kau pria mesum",tuding Anaya.

"Aku tak tertarik dengan tubuh kecilmu itu",jawab Sean denah tatapan remeh memandangi tubuh Anaya yang memang kecil namun lekuk tubuhnya sangat padat dan sintal.

"Apa kau bilang?",pekik Anaya.

"Jangan berteriak dihadapanku,aku tak tertarik dengan tubuhmu bahkan kau bukan tipeku",sinis Sean yang mulai memperlihatkan sifat arogannya.

"Cih...tapi kau sudah melihatnya bukan",tuduh Anaya berdecih pelan tak peduli jika pria itu yang telah menyelamatkannya.

"Hmmm...yang menggantikan pakaianmu pelayan wanitaku",ucap Sean membuat Anaya bungkam seketika.Ia merasa malu pada pria yang ada dihadapannya.

Anaya menunduk malu karena sudah menuduh pria itu tanpa bertanya lebih dahulu.Tapi apakah ia salah jika harus waspada pada pria ini yang baru saja ia temui.

"Kembalilah istrihat aku mau melanjutkan sedikit pekerjaanku yang tertunda",ucap Sean lalu masuk kesebuah ruangan yang ada dikamar itu yang tentunya ruang kerja pria itu.

Anaya memilih berjalan mengelilingi kamar mewah itu bahkan kamar ini dua kali lipat lebih besar dari kamarnya dulu.

Anaya berdiri didepan sebuah lukisan foto keluarga yang Anaya yakini foto pria itu bersama kedua orang tuanya dan seorang gadis cantik disamping pria itu yang sangat mirip dengan pria itu.

Kemudian gadis itu membuka pintu kamar yang mengarah ke balkon kamar.Angin sejuk langsung menghampiri tubuhnya.Anaya berjalan menuju pagar pembatas balkon kamar itu lalu memandangi langit sore yang mulai memerah.

"Mama, Papa...Naya rindu",batin Anaya menatap langit yang masih terlihat mendung.

Anaya Mengamati dari lantai atas seluruh mansion milik Sean.Tampak seluruh pekarangan dijaga ketat oleh para pelayan.Halaman mansion tampak sangat luas jika ia berlari dari pintu utama menuju gerbang itu akan menguras tenaganya saking luas halaman mansion itu.

Anaya bersidekap didada menikmati sejuknya angin sore setelah diguyur hujan.Gadis itu memejamkan kedua matanya seraya merentangkan kedua tangannya melepas semua beban berat yang menghampirinya.

Ia memikirkan penawaran Sean yang memintanya untuk tinggal di mansion ini.Jika ia pergi dari sini kemana ia kan pergi karena tak memiliki uang dan karib kerabat.Tinggal disini apakah ia bisa karena belum mengenal pria itu apakah ia memiliki maksud terselubung dengan memintanya tinggal di sini.

"Aku memintamu intirahat bukan berdiri disini",Anaya tersentak kaget dan mwbolet kearah sumber suara.

...****************...

Mohon like dan komen nya ya!!!

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒑𝒂 𝑺𝒆𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒉 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒃𝒍𝒎 𝒏𝒚𝒂 🤔🤔

2024-03-20

1

Febby Fadila

Febby Fadila

tetap semangat kak,

2023-08-17

1

mami Fauzan

mami Fauzan

belom jd pacar Sdh posesif bgt jd cowok....

2023-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!