Keputusan Nyonya Anita

"Apa Sean???",Nyonya Anita geram dengan kelakuan sang putra yang seenaknya saja.

Dia dan sang suami dari dulu sudah mendesak Sean untuk menikah karena umur pria itu tidak lagi muda.Mereka sudah tak sabar menggendong cucu.

"Ma...ayolah jangan membuat kepala ku pusing.Anaya dan aku belum saling kenal Ma,lalu kalau bukan disini Anaya tinggalkan dimana Ma?",tutur Sean yang dengan permintaan sang Mama yang menyuruhnya untuk menikah.

"Di mansion Mama dan Papa Sean", jawab Nyonya Anita.

"Tapi Ma...aku yang nemuin Anaya masa dia tinggal sama Mama sih",keluh Sean.Entah kenapa dia tak mau berjauhan dengan Anaya diminta menikahi Anaya pun dia belum siap.

"Ya kalau begitu nikahi dia.Mama gak mau kamu tinggal satu atap dengan perempuan tanpa adanya pernikahan.Dan Mama yakin dia tadi malam tidur dikamar kamu kan?",tanya Nyonya Anita dengan tatapan penuh selidik.

"Ya...iya Mas tapi aku kan gak tidur disini semalam Ma",jawab Sean tanpa dosa.

"Hebat ya kamu berani bawa anak gadis ke kamar kamu,keputusan Mama sudah bulat dua minggu lagi kalian menikah",ucap Nyonya Anita meninggalkan sang putra yang terlihat frustasi.

Sean mengusap wajah kasar dia tampak begitu sangat frustrasi.Dia belum siap untuk berkomitmen untuk menikahi.Bukan berarti dia seorang player.Sampai saat ini saja di usianya yang menginjak 28 tahun dia masih perjaka.

Sean mengikuti sang Mama keruang tamu yang sudah dipastikan sedang membujuk Anaya agar mau jadi menantunya.Dia heran entah kenapa Mamanya langsung suka pada Anaya padahal baru pertama kali bertemu.

Dulu saat dia menjalin hubungan dengan Jessica sang mantan kekasih sekaligus cinta pertama Sean Mamanya tak pernah setuju.

Dan benar saja sang Mama tengah berbicara dengan Anaya dan meminta gadis itu untuk menjadi menantunya.

"Anaya...Tante mau bicara serius sama kamu", ujar Nyonya Anita.

"Apa iya Tante?",jawab Anaya yang sedkit gugup karena duduk diantara Nyonya Anita dan Seena.

"Maaf jika ini mendadak tapi Tante suka sama kamu.Feeling Tante gak akan pernah salah menilai seseorang kamu anak yang baik.Kamu mau kan menikah dengan Sean anak Tante?",tanya Nyonya Anita membuat Anaya menatap penuh tanda tanya kearah Sean yang berdiri tak jauh dari mereka duduk yang juga sedang menatap Anaya.

Sean hanya mengedikkan bahu pertanda tak tahu.Pria itu berharap Anaya akan menolak karena dia telah memutuskan jika Anaya akan tinggal di salah satu apartemen miliknya.

"Tante... a-aku dan Kak Sean baru kenal mana mungkin kami menikah",jawab Anaya terbata bata Anita sudah menduga dengan jawaban Anaya.Putranya kompak dengan Anaya untuk menolak menikah.

Sebuah senyuman terbit dibibir Sean karena Anaya menolak rencana sang Mama.Tapi entah kenapa hati kecilnya merasa sakit atas penolakan Anaya.Baru kali ini ada wanita yang berani menolaknya.Biasanya wanitalah yang datang padanya agar dijadikan wanita spesialnya.

"Yah...Kak Anaya gak jadi dong jadi Kakak iparku",sungut Seena yang sangat berharap Anaya menjadi bagian kelauarga Alatas.Dia sangat menyukai Anaya sebagai calon kakak iparnya.

"Seena...",ketus Sean pada sang adik yang sama pemikirannya dengan sang ibu.

"Apa sih Kak...",jawab Seena menatap malas sang Kakak yang memelototinya.

Nyonya Anita tak kehabisan akal agar pernikahan anaknya segera terlaksana sesuai keinginannya."Sean jika kamu tidak mau menikah dengan Anaya Mama meminta Kakek kamu yang akan turun tangan memaksa kamu menikah",ujar Nyonya Anita tersenyum jahat pada sang putra.

"Ma... kenapa jadi bawa bawa kakek sih?",kesal Sean yang pasti dia tidak akan bisa menolak lagi jika sang kakek yang meminta.

"Ya makanya kamu nurut sama Mama Sean.Anaya Tante harap kamu mempertimbangkan usulan Tante karena semua demi kebaikan kamu",tutur Nyonya Anita menatap Anaya penuh harap.

"Kebaikan Mama kali",kesal Sean malas.

"Baiklah Mama harap kalian memikirkan permintaan Mama karena dua Minggu lagi mau tak mau kalian menikah",ucap Nyonya Anita tanpa bisa di ganggu gugat karena sang ratu sudah memberikan titahnya.

"APA??",pekik Anaya tak percaya apa yang dikatakan oleh Nyonya Anita.Bagaimana mungkin ia menikah diusia yang masih sangat muda dengan pria yang usianya jauh beda dengannya.

"Tante...aku-

"Tidak ada penolakan Anaya",tutur Nyonya Anita menatap tajam Anaya.

"Aku harus pergi dari sini,aku gak mau nikah dengan orang yang harus saja beberapa jam aku kenal",batin Anaya memikirkan bagaimana cara nya ia akan kabur dan kemana ia setelah kabut dari sini pergi.

"Jangan coba coba berpikiran untuk kabur Anaya",ucap Nyonya Anita seakan tau apa yang tengah Anaya pikirkan.

"Jangan jangan Nyonya Anita ini canayang lagi masa dia tau apa yang aku pikirkan",batin Anaya.

"Ma...aku tinggal disini ya sebelum Kak Sean dan Kak Anaya menikah",Tutur Seena menatap yang Mama penuh harap.

"Ide bagus...kamu tinggal disini dulu jangan biarkan dua manusia ini tinggal satu kamar",ucap Nyonya Anita tegas.

"Yes...",ujar Seena bersorak girang.Akhirnya setelah sekian lama dia bisa juga menginap di mansion sang Kakak.

"Aduh...kalau Seena tinggal disini bagaimana cara aku kaburnya",batin Anaya menatap gamang kearah Sean yang tidak menolak untuk dinikahkan dengannya.

Setelah perdebatan panjang akhirnya Nyonya Anita pulang ke mansionnya,sedangkan Seena tinggal dimansion Sean untuk menjaga Anaya.

"Tuan Sean bisa kita bicara berdua saja",ucap Anaya melirik kearah Seena.

"Baiklah...ikuti aku",jawab Sean lalu berjalan kearah taman.

***

"Apa yang mau kamu bicarakan",tanya Sean denah sikap dinginnya.

"Aku ingin Tuan cari cara agar pernikahan ini batal",tutur Anaya sedikit takut.

"Apa kau tidak ingin menikah denganku,secara tidak langsung kau menolakku ANAYA",ucap Sean menekankan nama Anaya.

"Aku belum siap untuk menikah muda dan yang kedua kita baru kenal dan tidak saling mencintai.Bagaimana pernikahan terjadi jika kita tidak saling mencintai",ujar Anaya pelan.

"Hehehe...apa kau tidak tertarik sedikitpun padaku Anaya",tanya Sean menatap Anaya.

Anaya menggeleng pelan."Tidak Tuan Sean...aku denganmu berbeda jauh",jawab Anaya yang sadar diri siapa dirinya yang jauh berbeda dengan Sean bagaikan langit dan bumi.

Sean menyunggingkan senyumannya dan mulai tertarik dengan kepribadian gadis ini.Baru kali ini ada wanita yang menolaknya dan itu gadis ingusan yang masih berjalan dewasa.

"Kalau saya tidak mau membatalkannya kau mau apa gadis kecil",ucap Sean diringi seringainya.

"Maksud Tuan...

"Begini kita tetap menikah tapi akan ada kontrak pernikahan yang akan kita jalani, bagaimana?",tanya Sean.

"Aku takkan mau mempermainkan pernikahan Tuan.Bagiku pernikahan adalah sesuatu hal yang sakral",jawab Anaya yang mulai geram dengan Sean.

"Maksud ku disini kita menikah tapi akan ada poin yang harus kita lalui.Intinya kita suami istri bukan seperti suami istri pada umumnya.Nanti akan aku buatkan poin poin yang harus kita jalani selama pernikahan",ucap Sean tersenyum tipis melihat keraguan Anaya.

"Sampai kapan pernikahan seperti ini kita jalani",ucap Anaya menatap iris mata Sean yang menurutnya sangat indah.

"Sampai kau jatuh cinta padaku",bisik Sean tersenyum smirk.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒏𝒚𝒐𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒏𝒊𝒕𝒂 𝒈𝒆𝒓𝒄𝒆𝒑 𝒏𝒊𝒉 👏👏👏

2024-03-20

2

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

'menemukan'

2023-11-19

2

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀

byk kata "ditinggalkan" rasanya kurang cck mending diganti "tinggal" aja biar enk bacax

2023-11-19

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!