Sah...

Kediaman Alatas tampak sudah ramai dengan kedatangan para tamu undangan untuk menyaksikan putra mahkota keluarga Alatas akan menikah.Mansion mewah itu telah disulap menjadi ruangan yang sangat indah.Tuan Alatas yang merupakan Kakek Sean tampak tersenyum bahagia.Akhirnya sang cucu melepas masa lajangnya juga.Dan disampingnya Ferdiansyah Alatas Papa Sean tamlak tersenyum tipis.Bukan dia tak bahagia namun memang sifatnya seperti itu.

Sedangkan sang pengantin wanita sedang dirias dikamar Sean di mansion itu yang disulao menjadi kamar pengantin mereka.Anaya tampak cantik dengan kebaya berwarna biru muda dengan rambut yang disanggul indah.Anaya tak percaya dengan hasil make up artis yang sengaja disewa oleh calon ibu mertuanya agar penampilan Anaya memukau.Anaya bahkan tak mengenali dirinya sendiri.

"Anda sangat cantik Nona",puji salah satu MUA.

"Apakah benar ini diriku?",tanya Anaya dengan polosnya.

"Tentu saja Nona,siapa lagi", jawab MUA itu tersenyum lebar.

Anaya terseyum puas dengan hasil make up nya.Senyuman indah miliknya menambah kecantikannya.

Tak lama Anaya diminta untuk turun saat sang ibu mertua menjemputnya ke kamar dengan Seena.

"Wah...Kak kau sangat cantik.Benarkah ini Kak Anaya Ma?",tanya Seena pada Mamanya yang pangling melihat penampilan Anaya.

"Benarkah ini menantuku?",tanya Nyonya Anita pada seorang MUA dengan mata berbinar

"Benar Nyonya",jawab MUA itu.

"Hasil kerja yang bagus",puji Nyonya Anita pada MUA itu.

"Memang dasarnya Nona Anaya sudah cantik,jadi dipoles sedikit saja hasilnya sudah seperti sekarang",jawab MUA itu tersenyum lebar.

"Ah baiklah...kita turun sekarang",ucap Nyonya Anita yang lupa tujuan awalnya mengiring Anaya ke depan penghulu.

Anaya berjalan didampingi oleh Nyonya Anita dan Seena.Semua mata menatapnya tak berkedip melihat kecantikan sang pengantin.Begitu juga dengan Sean yang juga tak berkedip melihat Anaya.Pria itu tak mampu memalingkan wajahnya saat Anaya sudah duduk disampingnya.Dia sungguh terpesona dengan calon istrinya itu.

Begitu juga dengan Sean pria itu sungguh semakin tampan dengan baju pengantin dengan warna senada dengan baju pengantin Anaya.

"Hmmm... bisa kita mulai sekarang Tuan Sean",tanya Pak penghulu pada Sean membuat pria itu salah tingkah karena ketahuan menatap Anaya tak berkedip.Semua orang yang hadir tersenyum melihat kelakuan Sean.

"B-bisa Pak",jawab Sean terbata.

"Mari jabat tangan saya",ucap Pak penghulu.

Sean langsung menjabat tangan Pak penghulu.Suasana berubah menjadi hening seketika.

Bismillahirrahmanirrahim

"Saudara Josean Ferdinan Alatas bin Ferdiansyah Alatas saya nikahkan engkau dengan Anaya Karenina binti Tommy Kurniawan dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang sebesar Dua ratus dua puluh satu juta seratus dua puluh dua ribu dibayar tunai...

"Saya terima nikahnya Anaya Karenina binti Tommy Kurniawan dengan mahar tersebut,tunai...

"Bagaimana saksi?"

SAH...

"Alhamdulillah...

Dengan satu tarikan Sean langsung menghalalkan Anaya.Penghulu memanjatkan doa untuk kedua pengantin agar pernikahan mereka sakinah mawadah warahmah.

Acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin pernikahan dijari masing masing pasangan.Sean memasangkan cincin berlian yang beberapa hari yang lalu mereka beli.Cincin itu begitu indah tersemat di jari manis Anaya.Begitu juga Anaya memasangkan cincin pada jari manis Sean dan langsung mencium punggung tangan Sean sebagai bentuk bakti seorang istri pada suami.

Mereka melanjutkan menandatangani surat nikah dan Pak Penghulu memberikan sedikit wejangan pada kedua pengantin bagaimana bersikap sebagai seorang suami dan istri.

Setelah selesai Anaya kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun untuk melanjutkan resepsi pernikahan yang masih di adakan di kediaman Alatas.Mereka memang sengaja melakukan resepsi di mansion karena permintaan kedua pengantin.Sebenarnya Anaya dan Sean tak ingin mengadakan resepsi tapi karena desakan dari Kakek Alatas Sean mengajukan syarat kalau resepsi diadakan di mansion saja.

Acara resepsi dilanjutkan di halaman belakang Mansion keluarga Alatas.Halaman itu sangat indah berbagai macam bunga dipasang untuk menghiasi halaman yang disulap sebagai lokasi outdoor untuk resepsi keduanya.

Sebelum memasuki tempat acara sudah dipasang foto prewedding kedua mempelai.

Inilah foto prewedding keduanya.Meski harus penuh drama karena Sean memprotes gaun Anaya yang bagian belakang sangat terbuka.Mau tak mau fotografer di ganti dengan fotografer wanita.Terpaksa Anaya difoto dari belakang karena baju yang Anaya kenakan juga rendah dibagian dada sehingga memperlihatkan belahan dadanya.Biarlah punggung Anaya yang terlihat asalkan jangan bagian dadanya.Karena foto ini akan pajang dihari pernikahan.Semua orang akan melihatnya dan Sean tak suka jika ada orang lain yang melihat aset Anaya.

Walau mereka hanya sandiwara tapi kelihatan mesra ya.Itu terjadi hanya saat pemotretan loh setelah selesai keduanya tak seperti pasangan kekasih.

Anaya turun dari lantai atas menuju tempat resepsi dihalama belakang.Disana Sean sudah menunggu Anaya.

Ini lah Anaya memakai gaun pengantin pilihan sang Mama mertua.Nyonya Anita mengganti model gaun pengantin Anaya yang menurutnya terlalu berat untuk Anaya.Sean belum tau akan hal ini.Sudah pastikan pria itu pasti menggerutu karena bagian dada

gaun terlalu terbuka.

Anaya terus berjalan dengan senyum merekah miliknya dengan memegang sebuket bunga ditangannya.Semua mata melihatnya dan begitu juga dengan beberapa kamera berkilauan mengambil gambar menantu keluarga Alatas itu.

Dari kejauhan Sean menatap Anaya tajam,gaunnya yang jadi masalah oleh Sean saat ini.

Inilah Josean Ferdinan Alatas.

Sang pengantin pria yang tengah menatap Anaya tajam.Dia tak rela bagian dada Anaya dilihat banyak orang apalagi saat ini banyak kamera yang mengambil gambar istrinya itu.

Anaya akhirnya tiba di pelaminan disambut oleh Sean.Gadis itu memberikan tangannya kepada Sean untuk digenggam.Keduanya tampak sangat serasi.

"Kemana gaun pengantin yang aku plihkan untukmu Naya?",bisik Sean.

"Entahlah Kak,tadi Mama memberikan gaun ini untuk aku pakai,katanya gaun itu rusak",jawab Anaya ikut berbisik.

Sean mengumpat kecil lalu tersenyum kearah tamu yang menatap mereka.Akhirnya keduanya sibuk menyalami para tamu dan bersua foto.Sean begitu overprotektif jika ada tamu pria yang memepet tubuh Anaya saat berfoto.

Entah kenapa dia bisa begitu padahal mereka menikah hanya karena keinginan kedua orangtuanya.Diantara mereka pun tak ada cinta tapi pria itu sangat posesif pada istrinya.

Anaya sedikit risih dengan sikap Sean tapi ia memaklumi karena mereka dilihat banyak orang saat ini.Anaya tak mau orang orang curiga jika mereka menikah karena terpaksa.

Dari kejauhan Sherly dan Jesicca menatap Anaya penuh kebencian.Bagi mereka hanya mereka yang pantas untuk Sean.Namun sayangnya Sean tak menginginkan keduanya wanita itu yang menjadi pendampingnya.

...****************...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒂𝒎𝒃𝒚𝒂𝒓 𝒍𝒊𝒂𝒕 𝒗𝒊𝒔𝒖𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒅 𝑨𝒏𝒂𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒖𝒂𝒂𝒏 𝒅𝒓 𝒖𝒎𝒖𝒓 𝒏𝒚𝒂 😅😅

2024-03-20

0

Febby Fadila

Febby Fadila

ko Naya serti dewasa si ngak cocok dgan umurx 20 thun

2023-08-17

0

Fitriani Fitri

Fitriani Fitri

Iya yah visual Naya kek terlalu dewasa😄

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan
2 Siapa kau sebenarnya?
3 Tidur sekamar
4 Kalian harus menikah
5 Keputusan Nyonya Anita
6 Kelinci kecilku
7 #07
8 Bertemu Sherly
9 Feeting
10 cincin limited edition
11 Berusaha menerimanya
12 Pengumuman
13 Masa lalu Sean
14 bertemu Jessica
15 H-1
16 Sah...
17 Debat dimalam pertama
18 Bimbang
19 Ziarah ke makam Nenek
20 Dia...ISTRIKU.
21 Tetaplah disampingku
22 Saling membuka hati
23 Hari pertama kuliah
24 Nafkah
25 Gunjingan
26 Merasa tak pantas
27 Buat aku percaya
28 Berseteru
29 Shoping
30 Beruang kutub
31 Masakan pertama
32 Klasifikasi
33 Mulai menyukai
34 Malam pertama
35 Terima kasih
36 Perhatian Sean
37 Mulai posesif
38 Mulai cemburu
39 penguntit
40 Titik terang
41 Panik
42 Penculikan
43 Kembar tiga
44 Kesepakatan
45 Pingsan
46 Dasar bucin akut
47 Cari masalah lagi
48 Balada seblak pedas
49 Hari yang penuh bahagia
50 Sate Padang
51 Jatuh pingsan
52 Perkara mangga muda
53 Kebahagian seluruh keluarga
54 Wanita beruntung
55 Bumil yang malas mandi
56 Bodyguard baru
57 Cemburunya ibu hamil
58 Kedatangan Sekar
59 Hukuman dari Kakek
60 Tiba tiba pusing
61 Merindukanmu
62 Sean cemburu lagi
63 Panik
64 Harapan seorang ibu
65 Sebuah Fakta
66 #66
67 Mual
68 Salah paham
69 Makan malam
70 Gagalnya rencana Pandu
71 Liburan
72 #72
73 Kamu canduku
74 Batalnya bulan madu
75 Dasar mesum
76 Senang sekali buat aku panik
77 Kamu berubah Mas
78 Maaf mengabaikanmu
79 Kamu cantik
80 Tujuh bulanan Anaya
81 Penyesalan Indi
82 Keinginan Seena
83 Amukan Sean
84 Memaafkan
85 Pesona calon ayah
86 Salahkah aku?
87 Anaya cemburu
88 Jangan menyentuhku!
89 Kehangatan keluarga
90 Arkana Vernon Alatas
91 Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92 Drop
93 Anaya siuman
94 Penyambutan baby Arka
95 Wejangan dari Mama Anita
96 Fitnah
97 Sean merajuk
98 Ingin bertemu
99 Rencana Sean
100 Kritis
101 Katakan!!
102 Hukuman
103 Kamu harus tanggung jawab
104 Cemberut
105 Blacklist
106 Kehebohan Seena
107 Akhirnya...
108 Peringatan Morgan
109 Pernikahan Morgan
110 Cemburunya Robi
111 Kondangan 1
112 Kondangan 2
113 Kondangan 3
114 Kehangatan di pagi hari
115 #115
116 Menerima
117 Tasyakuran Baby Arka
118 Akhir yang bahagia (Ending)
119 Extra part 1
120 Extra part 2 (ending)
121 pengumuman
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Pertemuan
2
Siapa kau sebenarnya?
3
Tidur sekamar
4
Kalian harus menikah
5
Keputusan Nyonya Anita
6
Kelinci kecilku
7
#07
8
Bertemu Sherly
9
Feeting
10
cincin limited edition
11
Berusaha menerimanya
12
Pengumuman
13
Masa lalu Sean
14
bertemu Jessica
15
H-1
16
Sah...
17
Debat dimalam pertama
18
Bimbang
19
Ziarah ke makam Nenek
20
Dia...ISTRIKU.
21
Tetaplah disampingku
22
Saling membuka hati
23
Hari pertama kuliah
24
Nafkah
25
Gunjingan
26
Merasa tak pantas
27
Buat aku percaya
28
Berseteru
29
Shoping
30
Beruang kutub
31
Masakan pertama
32
Klasifikasi
33
Mulai menyukai
34
Malam pertama
35
Terima kasih
36
Perhatian Sean
37
Mulai posesif
38
Mulai cemburu
39
penguntit
40
Titik terang
41
Panik
42
Penculikan
43
Kembar tiga
44
Kesepakatan
45
Pingsan
46
Dasar bucin akut
47
Cari masalah lagi
48
Balada seblak pedas
49
Hari yang penuh bahagia
50
Sate Padang
51
Jatuh pingsan
52
Perkara mangga muda
53
Kebahagian seluruh keluarga
54
Wanita beruntung
55
Bumil yang malas mandi
56
Bodyguard baru
57
Cemburunya ibu hamil
58
Kedatangan Sekar
59
Hukuman dari Kakek
60
Tiba tiba pusing
61
Merindukanmu
62
Sean cemburu lagi
63
Panik
64
Harapan seorang ibu
65
Sebuah Fakta
66
#66
67
Mual
68
Salah paham
69
Makan malam
70
Gagalnya rencana Pandu
71
Liburan
72
#72
73
Kamu canduku
74
Batalnya bulan madu
75
Dasar mesum
76
Senang sekali buat aku panik
77
Kamu berubah Mas
78
Maaf mengabaikanmu
79
Kamu cantik
80
Tujuh bulanan Anaya
81
Penyesalan Indi
82
Keinginan Seena
83
Amukan Sean
84
Memaafkan
85
Pesona calon ayah
86
Salahkah aku?
87
Anaya cemburu
88
Jangan menyentuhku!
89
Kehangatan keluarga
90
Arkana Vernon Alatas
91
Kamu pelengkap kebahagiaan kita, Nak
92
Drop
93
Anaya siuman
94
Penyambutan baby Arka
95
Wejangan dari Mama Anita
96
Fitnah
97
Sean merajuk
98
Ingin bertemu
99
Rencana Sean
100
Kritis
101
Katakan!!
102
Hukuman
103
Kamu harus tanggung jawab
104
Cemberut
105
Blacklist
106
Kehebohan Seena
107
Akhirnya...
108
Peringatan Morgan
109
Pernikahan Morgan
110
Cemburunya Robi
111
Kondangan 1
112
Kondangan 2
113
Kondangan 3
114
Kehangatan di pagi hari
115
#115
116
Menerima
117
Tasyakuran Baby Arka
118
Akhir yang bahagia (Ending)
119
Extra part 1
120
Extra part 2 (ending)
121
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!