TPTG BAB 5.

Dua hari setelah kejadian itu, Inara tiba di kota Jakarta dan sengaja tidak pulang ke kediaman Airlangga. Dia menginap di rumah sahabatnya yang bernama Riska, lalu mengirim email kepada dosen pembimbing untuk mengirimnya magang ke luar kota. Dengan begitu dia tidak perlu lagi tinggal di rumah Aksa. Dia ingat betul bagaimana Aksa melarangnya menginjakkan kaki di rumah itu.

Pagi hari, Inara datang ke kampus dan segera menemui dosen pembimbing yang sudah menunggunya di kantor. Setelah mendapatkan proposal magang, Inara terpaksa pulang untuk menyiapkan semua dokumen pribadinya.

Dari proposal yang dia baca, Inara dikirim ke sebuah rumah sakit yang ada di pulau Sumatera. Sebuah kota kecil yang terkenal dengan sebutan kota wisata berkat peninggalan zaman penjajahan yang masih terjaga kelestariannya. Bahkan hingga saat ini masih menjadi incaran para turis asing.

Pada saat jam makan siang tiba, Inara sudah tiba di kediaman Airlangga. Kedatangannya disambut oleh Nayla dan juga Aina, ada Inda dan beberapa pelayan juga di sana. Inara langsung berhamburan dan memeluk mereka satu persatu. Air matanya mendadak jatuh mengingat kenyataan pahit yang harus dia jalani setelah ini.

"Sayang, kenapa pulangnya mendadak begini? Tumben gak ngasih kabar dulu, Bunda kan bisa nyuruh Om Baron buat jemput Inara." ucap Nayla sambil memeluk putri semata wayangnya itu dengan erat. Setelah kejadian hari itu, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Inara.

"Tidak apa-apa Bun, sebenarnya Inara sudah tiba sejak kemarin. Tapi Inara harus nginap di rumah Riska karena ada tugas yang harus Inara selesaikan." Air muka Inara nampak sedih saat tertangkap oleh Aina, hal itu membuat Aina menautkan alisnya.

"Sayang, apa kamu sakit? Kok wajahnya aneh gitu?" timpal Aina kebingungan.

"Tidak apa-apa Ma, Inara baik-baik saja kok. Mungkin karena kecapekan," jawab Inara berbohong. Dia tidak ingin siapa pun tau tentang apa yang sudah dia alami di kota Busan beberapa hari yang lalu. Dia juga berharap Aksa tidak akan buka mulut saat pulang nanti.

Setelah melepaskan kerinduannya, Inara masuk ke kamarnya lalu membereskan barang-barang yang akan dia bawa. Hari ini juga Inara akan pergi dari rumah itu, entah sampai kapan dia sendiri tidak tau.

Inara menarik koper dan turun ke bawah. Tentu saja hal itu membuat Nayla dan Aina tercengang dengan mata membulat sempurna.

"Sayang, kamu mau kemana lagi?" tanya Nayla dan Aina bersamaan.

"Bun, Ma, Inara dapat tugas magang di Bali. Besok Inara sudah mulai bekerja sebagai asisten dokter. Jadi Inara harus berangkat hari ini juga, " jelas Inara berbohong.

Inara tidak ingin satu orang pun tau kemana dia akan pergi sebenarnya. Tentu saja hal itu untuk menghindari Aksa, dia sudah berjanji tidak akan menampakkan mukanya lagi di depan kakaknya itu. Bagaimanapun dalam beberapa hari ini Aksa akan kembali. Lebih cepat Inara pergi, maka akan semakin baik.

"Tapi sayang-"

"Bun, tolong jangan memberatkan kepergian Inara! Ini semua demi masa depan Inara, Inara ingin menjadi dokter dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Inara tidak mau bekerja di kantor Papa, Inara tidak suka pekerjaan itu."

"Tapi kamu belum bertemu Ayah sama Papa sayang, bagaimana mungkin kamu bisa pergi tanpa berpamitan sama mereka?" timpal Aina.

"Inara akan menghubungi mereka nanti, Mama tidak perlu khawatir."

Setelah mengatakan itu, Inara memeluk Nayla dan beralih memeluk Aina lalu memeluk Inda dan menyalami mereka semua secara bergiliran. Inara kemudian meninggalkan rumah, dia diantar oleh Pak Anang ke bandara.

Sepanjang perjalanan menuju bandara, air mata Inara tak hentinya menetes. Hal itu membuat Pak Anang kebingungan sambil sesekali meliriknya dari spion depan.

"Non, kenapa menangis?" tanya Pak Anang sambil mengerutkan keningnya.

"Tidak apa-apa kok Pak, sedih saja harus pergi lagi. Padahal baru sampai," jawab Inara sambil memaksakan diri untuk tersenyum.

"Non yakin?" Pak Anang memastikan.

"Yakin Pak, Bapak tidak usah khawatir. Inara baik-baik saja kok,"

Pak Anang manggut-manggut mendengar itu, masuk akal juga ucapan Inara barusan. Wajar dia sedih karena baru saja pulang tapi harus pergi lagi, begitu pikir Pak Anang lalu kembali fokus menyetir mobil.

Setengah jam kemudian, mobil yang dikendarai Pak Anang menepi di pintu bandara. Dia segera turun dan membukakan pintu untuk Inara, kemudian menurunkan koper gadis itu.

"Mau Bapak antar ke dalam?" tawar Pak Anang.

"Tidak usah Pak, Bapak pulang saja! Terima kasih untuk tumpangannya,"

Inara menolak tawaran Pak Anang dengan sopan, lalu menarik koper dan berjalan memasuki bandara. Tak disangka dia akan pergi meninggalkan kota kelahirannya secepat ini. Dia bahkan harus berbohong untuk menutupi kesalahan yang sudah dia lakukan di kota Busan tempo hari.

Meski kejadian tersebut terjadi tanpa dia sadari, tapi tetap saja dia merasa bersalah karena sudah berhubungan dengan orang asing yang tidak dia kenal. Apalagi hal itu terekam jelas di dalam sebuah video. Bagaimana kalau keluarganya tau tentang itu? Pasti mereka semua akan malu karena membesarkan anak yang tak tau diri seperti dirinya.

Setelah membeli tiket, Inara memberikan kopernya kepada petugas lalu memasuki area tunggu untuk menanti jadwal keberangkatan.

Lima belas menit kemudian, Inara sudah duduk di dalam pesawat. Air matanya kembali menetes saat menatap arah jendela. Rasanya sangat menyedihkan harus pergi tanpa berpamitan dengan orang-orang yang dia sayangi, terutama sang ayah yang merupakan cinta pertama di hidupnya.

Setelah pesawat mengudara, Inara mencoba memejamkan matanya. Entah kapan dia akan kembali dan bertemu lagi dengan kedua orang tuanya dia sendiri tidak tau.

Pukul enam sore, pesawat yang dia tumpangi sudah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Inara turun sambil tersenyum menyambut hari baru yang harus dia jalani.

Setelah mengambil kopernya, Inara berjalan menuju parkiran. Dia nampak bingung karena tidak tau harus kemana terlebih dahulu di kota yang belum pernah dia jajah sama sekali.

Lalu Inara menghampiri sebuah taksi yang terparkir di depan sana. "Pak, kalau mau ke Bukittinggi naik apa ya?" tanya Inara kepada sang sopir.

"Kalau ke Bukittinggi naik travel Dek, butuh tiga jam untuk sampai di sana." jawab sopir itu.

"Kalau boleh tau, travelnya mangkal dimana ya Pak?" tanya Inara lagi.

"Ada loketnya, tapi kalau mau pesan online juga bisa." jawab sopir itu.

"Oh, kalau begitu terima kasih ya Pak." ucap Inara dengan sopan.

"Sama-sama Dek," jawab sopir itu.

Inara kemudian membuka ponselnya dan mencoba mencari jasa travel yang memiliki jadwal keberangkatan saat ini juga. Tidak terlalu sulit, setengah jam kemudian sebuah travel dengan logo Armada Travel Oke sudah datang menjemputnya.

Inara menaikinya dan duduk di bangku tengah. Karena kebetulan travel tersebut sudah penuh, sang sopir langsung melajukan mobilnya menuju kota yang Inara tuju.

Sebuah kota kecil yang dulunya pernah menjadi ibukota Indonesia. Tempat yang terkenal dengan menara tinggi yang dinamakan Jam Gadang. Terkenal juga dengan cuacanya yang dingin dan pegunungan yang menjulang tinggi mengelilingi, serta memiliki peninggalan bersejarah yang masih terjaga kelestariannya hingga saat ini.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

MIKU CHANNEL

MIKU CHANNEL

byk2 sabar Inara, emang ya mulutnya Aksa bikin sakit hati org, ntar dicabein biar kapok, semoga pekerjaan mu lancar Inara

2022-11-17

2

mom kayla rafis

mom kayla rafis

yang sabar yaa inara 🥺🥺

2022-11-17

1

lihat semua
Episodes
1 TPTG BAB 1.
2 TPTG BAB 2.
3 TPTG BAB 3.
4 TPTG BAB 4.
5 TPTG BAB 5.
6 TPTG BAB 6.
7 TPTG BAB 7.
8 TPTG BAB 8.
9 TPTG BAB 9.
10 TPTG BAB 10.
11 TPTG BAB 11.
12 TPTG BAB 12.
13 TPTG BAB 13.
14 TPTG BAB 14.
15 TPTG BAB 15.
16 TPTG BAB 16.
17 TPTG BAB 17.
18 TPTG BAB 18.
19 TPTG BAB 19.
20 TPTG BAB 20.
21 TPTG BAB 21.
22 TPTG BAB 22.
23 TPTG BAB 23.
24 TPTG BAB 24.
25 TPTG BAB 25.
26 TPTG BAB 26.
27 TPTG BAB 27.
28 TPTG BAB 28.
29 TPTG BAB 29.
30 TPTG BAB 30.
31 TPTG BAB 31.
32 TPTG BAB 32.
33 TPTG BAB 33.
34 TPTG BAB 34.
35 TPTG BAB 35.
36 TPTG BAB 36.
37 TPTG BAB 37.
38 TPTG BAB 38.
39 TPTG BAB 39.
40 TPTG BAB 40.
41 TPTG BAB 41.
42 TPTG BAB 42.
43 TPTG BAB 43.
44 TPTG BAB 44.
45 TPTG BAB 45.
46 TPTG BAB 46.
47 TPTG BAB 47.
48 TPTG BAB 48.
49 TPTG BAB 49.
50 TPTG BAB 50.
51 TPTG BAB 51.
52 TPTG BAB 52.
53 TPTG BAB 53.
54 TPTG BAB 54.
55 TPTG BAB 55.
56 TPTG BAB 56.
57 TPTG BAB 57.
58 TPTG BAB 58.
59 TPTG BAB 59.
60 TPTG BAB 60.
61 TPTG BAB 61.
62 TPTG BAB 62.
63 TPTG BAB 63.
64 TPTG BAB 64.
65 TPTG BAB 65.
66 TPTG BAB 66.
67 TPTG BAB 67.
68 TPTG BAB 68.
69 TPTG BAB 69.
70 TPTG BAB 70.
71 TPTG BAB 71.
72 TPTG BAB 72.
73 TPTG BAB 73.
74 TPTG BAB 74.
75 TPTG BAB 75.
76 TPTG BAB 76.
77 TPTG BAB 77.
78 TPTG BAB 78.
79 TPTG BAB 79.
80 TPTG BAB 80.
81 TPTG BAB 81.
82 TPTG BAB 82.
83 TPTG BAB 83.
84 TPTG BAB 84.
85 TPTG BAB 85.
86 TPTG BAB 86.
87 TPTG BAB 87.
88 TPTG BAB 88.
89 TPTG BAB 89.
90 TPTG BAB 90.
91 TPTG BAB 91.
92 TPTG BAB 92.
93 TPTG BAB 93.
94 TPTG BAB 94.
95 TPTG BAB 95.
96 TPTG BAB 96.
97 TPTG BAB 97.
98 TPTG BAB 98.
99 TPTG BAB 99.
100 TPTG BAB 100.
101 TPTG BAB 101.
102 TPTG BAB 102.
103 TPTG BAB 103.
104 TPTG BAB 104.
105 TPTG BAB 105.
106 TPTG BAB 106.
107 TPTG BAB 107.
108 TPTG BAB 108.
109 TPTG BAB 109.
110 TPTG BAB 110.
111 TPTG BAB 111.
112 TPTG BAB 112.
113 TPTG BAB 113.
114 TPTG BAB 114.
115 TPTG BAB 115.
116 TPTG BAB 116.
117 TPTG BAB 117.
118 TPTG BAB 118.
119 TPTG BAB 119.
120 TPTG BAB 120.
121 TPTG BAB 121.
122 TPTG BAB 122.
123 TPTG BAB 123.
124 TPTG BAB 124.
125 TPTG BAB 125.
126 TPTG BAB 126.
127 TPTG BAB 127.
128 TPTG BAB 128.
129 TPTG BAB 129.
130 TPTG BAB 130.
131 TPTG BAB 131.
132 TPTG BAB 132.
133 TPTG BAB 133.
134 TPTG BAB 134.
135 TPTG BAB 135.
136 TPTG BAB TERAKHIR
Episodes

Updated 136 Episodes

1
TPTG BAB 1.
2
TPTG BAB 2.
3
TPTG BAB 3.
4
TPTG BAB 4.
5
TPTG BAB 5.
6
TPTG BAB 6.
7
TPTG BAB 7.
8
TPTG BAB 8.
9
TPTG BAB 9.
10
TPTG BAB 10.
11
TPTG BAB 11.
12
TPTG BAB 12.
13
TPTG BAB 13.
14
TPTG BAB 14.
15
TPTG BAB 15.
16
TPTG BAB 16.
17
TPTG BAB 17.
18
TPTG BAB 18.
19
TPTG BAB 19.
20
TPTG BAB 20.
21
TPTG BAB 21.
22
TPTG BAB 22.
23
TPTG BAB 23.
24
TPTG BAB 24.
25
TPTG BAB 25.
26
TPTG BAB 26.
27
TPTG BAB 27.
28
TPTG BAB 28.
29
TPTG BAB 29.
30
TPTG BAB 30.
31
TPTG BAB 31.
32
TPTG BAB 32.
33
TPTG BAB 33.
34
TPTG BAB 34.
35
TPTG BAB 35.
36
TPTG BAB 36.
37
TPTG BAB 37.
38
TPTG BAB 38.
39
TPTG BAB 39.
40
TPTG BAB 40.
41
TPTG BAB 41.
42
TPTG BAB 42.
43
TPTG BAB 43.
44
TPTG BAB 44.
45
TPTG BAB 45.
46
TPTG BAB 46.
47
TPTG BAB 47.
48
TPTG BAB 48.
49
TPTG BAB 49.
50
TPTG BAB 50.
51
TPTG BAB 51.
52
TPTG BAB 52.
53
TPTG BAB 53.
54
TPTG BAB 54.
55
TPTG BAB 55.
56
TPTG BAB 56.
57
TPTG BAB 57.
58
TPTG BAB 58.
59
TPTG BAB 59.
60
TPTG BAB 60.
61
TPTG BAB 61.
62
TPTG BAB 62.
63
TPTG BAB 63.
64
TPTG BAB 64.
65
TPTG BAB 65.
66
TPTG BAB 66.
67
TPTG BAB 67.
68
TPTG BAB 68.
69
TPTG BAB 69.
70
TPTG BAB 70.
71
TPTG BAB 71.
72
TPTG BAB 72.
73
TPTG BAB 73.
74
TPTG BAB 74.
75
TPTG BAB 75.
76
TPTG BAB 76.
77
TPTG BAB 77.
78
TPTG BAB 78.
79
TPTG BAB 79.
80
TPTG BAB 80.
81
TPTG BAB 81.
82
TPTG BAB 82.
83
TPTG BAB 83.
84
TPTG BAB 84.
85
TPTG BAB 85.
86
TPTG BAB 86.
87
TPTG BAB 87.
88
TPTG BAB 88.
89
TPTG BAB 89.
90
TPTG BAB 90.
91
TPTG BAB 91.
92
TPTG BAB 92.
93
TPTG BAB 93.
94
TPTG BAB 94.
95
TPTG BAB 95.
96
TPTG BAB 96.
97
TPTG BAB 97.
98
TPTG BAB 98.
99
TPTG BAB 99.
100
TPTG BAB 100.
101
TPTG BAB 101.
102
TPTG BAB 102.
103
TPTG BAB 103.
104
TPTG BAB 104.
105
TPTG BAB 105.
106
TPTG BAB 106.
107
TPTG BAB 107.
108
TPTG BAB 108.
109
TPTG BAB 109.
110
TPTG BAB 110.
111
TPTG BAB 111.
112
TPTG BAB 112.
113
TPTG BAB 113.
114
TPTG BAB 114.
115
TPTG BAB 115.
116
TPTG BAB 116.
117
TPTG BAB 117.
118
TPTG BAB 118.
119
TPTG BAB 119.
120
TPTG BAB 120.
121
TPTG BAB 121.
122
TPTG BAB 122.
123
TPTG BAB 123.
124
TPTG BAB 124.
125
TPTG BAB 125.
126
TPTG BAB 126.
127
TPTG BAB 127.
128
TPTG BAB 128.
129
TPTG BAB 129.
130
TPTG BAB 130.
131
TPTG BAB 131.
132
TPTG BAB 132.
133
TPTG BAB 133.
134
TPTG BAB 134.
135
TPTG BAB 135.
136
TPTG BAB TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!