TPTG BAB 3.

Setelah Inara keluar dari kamar mandi, Aksa menggenggam tangannya dan membawanya keluar dari klub malam itu. Beruntung kondisi di tempat itu sangat sepi karena pagi hari klub itu belum beroperasi.

Rai mengendarai mobil mewahnya menuju hotel berbintang yang tak jauh dari tempat itu. Setelah Aksa dan Inara turun, keduanya melangkah masuk dan Rai pun mengikuti mereka dari belakang.

"Kenapa membawaku ke sini, Kak?" tanya Inara sambil menautkan alisnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Aksa terus saja menggenggam tangannya dengan erat.

"Jangan banyak tanya!" ketus Aksa dengan tatapan dingin, lalu mendorong Inara ke dalam lift.

Aksa membawa Inara ke lantai delapan belas, di sana ada kamar yang biasa dia tempati saat berada di kota itu. Aksa tidak suka tidur di kamar lain dan selalu memilih kamar itu. Sementara Rai sendiri akan menempati kamar yang ada di sebelahnya.

"Selamat bersenang-senang," ucap Rai sambil tersenyum kecil lalu melangkah menuju pintu kamarnya.

"Bersenang-senang apanya? Tolong jaga bicaramu! Kau pikir aku ini wanita apaan?" bentak Inara dengan tatapan membunuhnya.

"Hei, jangan berani bicara seperti itu padanya! Kau itu belum tau siapa dia?" timpal Aksa yang tidak suka mendengar Inara membentak sahabat sekaligus asistennya itu.

"Huh, kenapa Kakak malah memarahiku? Harusnya Kakak marah sama dia, bicara seenak jidatnya saja. Apa kalian-?" Inara menutup mulutnya dengan cepat, hampir saja dia keceplosan dan mengatakan bahwa mereka berdua merupakan pecinta sesama jenis.

"Kalian apa hah?" tanya Aksa penasaran dengan kening sedikit mengkerut.

"Tidak apa-apa, aku pikir kalian berdua adalah pasangan kekasih. Hahaha... Kenapa kalian tidak tidur di kamar yang sama saja? Biar aku yang di sini sendirian," Inara malah tertawa terbahak-bahak melihat tatapan kedua pria itu.

Aksa menggertakkan gigi mendengar itu, dia kemudian membuka pintu dengan kasar. Tatapannya sangat tajam seperti mata elang yang tengah mengintai anak ayam. Berani sekali Inara menuduhnya menyukai sesama jenis, apa dia ingin melihat pembuktian?

Lalu Aksa menarik Inara ke dalam kamar. Setelah menutup pintu, dia mendorong Inara hingga terjatuh di atas kasur. Tentu saja hal itu membuat Inara panik dan segera bangkit untuk menjauhkan diri, tapi gerakannya kalah cepat dengan Aksa.

"Berani sekali kau menuduhku seperti itu, apa kau butuh pembuktian dariku?" geram Aksa dengan tatapan mematikan, lalu menekan Inara hingga tak sanggup bergerak di bawah kungkungan nya.

Inara membulatkan mata anggurnya, lalu meneguk ludahnya dengan susah payah. "Lepaskan aku, Kak! Aku hanya bercanda, masa' begitu saja marah?" pinta Inara dengan air muka memelas.

Seringai tipis melengkung di sudut bibir Aksa saat menatap mata Inara yang membuat jantungnya berdegup kencang. Benar-benar aneh, sejak semalam gadis itu selalu saja membuatnya ingin mendekat. Susuk apa yang dia pasang di wajahnya sehingga membuat Aksa sangat tertarik padanya.

"Apa kau tidak ingat dengan apa yang aku katakan di klub tadi?" Aksa mendekatkan wajahnya hingga hembusan nafas keduanya saling menyatu.

"Aku ingat, tapi aku tidak mau melakukannya. Ingat Kak, aku ini adikmu." jawab Inara yang tidak mau mencium kakaknya itu.

"Kalau begitu aku akan menelepon Ayah sekarang juga," Aksa menjauhkan diri dari Inara dan segera mengeluarkan ponselnya.

Awalnya Inara terlihat biasa saja, dia yakin bahwa Aksa hanya menggertak nya. Tapi saat telepon itu tersambung, mata Inara membulat ketika mendengar suara sang ayah yang terdengar jelas saat Aksa menyalakan pengeras suara.

"Halo Aksa, bagaimana Nak? Apa kamu sudah menemukan Inara?" tanya Hendru dari seberang sana. Tentu saja hal itu membuat Inara panik bukan main, dia langsung berlari menghampiri Aksa.

"Sudah Yah, Ayah tidak perlu khawatir. Tapi sayang sekali putri Ayah sudah-"

Mendadak ucapan Aksa terhenti saat Inara membungkam mulutnya. Aksa terpaku merasakan lembutnya sentuhan bibir adiknya itu. Tidak hanya melu*mat, Inara bahkan dengan leluasa memainkan lidahnya dan menyelami rongga mulut Aksa. Keduanya asik membelit lidah saat telepon tersebut masih tersambung. Untung saja Aksa cepat sadar dan segera mematikannya.

"Puas," bentak Inara setelah melepaskan tautan bibir mereka. Mata anggurnya mengeluarkan cairan bening, dia merasa hina di depan kakaknya itu.

"Gitu dong, itu baru namanya adik yang penurut. Kapan aku memintanya, jangan pernah berani menolak ku! Atau video tadi akan sampai ke tangan Ayah dan juga Papa." Aksa tertawa penuh kemenangan lalu meninggalkan Inara begitu saja.

Inara menggembungkan pipinya dengan tangan mengepal erat. Matanya menyala merah berapi-api. "Dasar bajingan, Kakak tidak punya hati. Lain kali aku akan membunuhmu agar kau tidak semena-mena lagi terhadapku." teriak Inara penuh kemarahan, giginya menggertak kuat merutuki sikap kurang ajar kakaknya itu.

Di luar sana, Aksa kembali menghubungi Hendru. Dia kemudian memberitahu ayahnya itu bahwa Inara sudah ditemukan tanpa kurang satu apapun jua. Dia juga mengatakan bahwa Inara sudah aman bersamanya. Tentu saja hal itu membuat Hendru dan Nayla bisa bernafas dengan lega. Begitu juga dengan Arhan dan Aina.

Setengah jam berlalu, Aksa kembali masuk ke dalam kamar. Dia tersenyum saat mendapati Inara yang tengah meringkuk di atas kasur.

"Ini belum seberapa, lain kali aku akan membuatmu lebih menderita lagi dari ini. Siapa suruh menggodaku lebih dulu? Sekarang, tanggung sendiri akibatnya." batin Aksa penuh kemenangan. Entah kenapa sikap jahilnya muncul lagi setelah kejadian tadi malam.

Saat masih kecil, Aksa memang suka sekali mengganggu Inara hingga membuat gadis itu selalu menangis. Hal itu Aksa lakukan karena dia tidak menyukai Inara yang terlalu cengeng menurutnya. Selain itu dia juga tidak suka mempunyai adik yang memiliki tubuh gendut dan berkulit hitam seperti Inara.

Inara kecil dan Inara sekarang memang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Aksa akui dia sangat tertarik dengan gadis itu. Enam tahun tak bertemu membuatnya rindu akan masa kecil dulu, gara-gara Inara dia selalu dimarahi oleh Aina. Dan kini, tidak akan ada yang membela gadis itu.

Aksa membuka pakaian yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan manset yang setia menutupi tato nya, lalu dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Selesai mandi, Aksa mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna kuning dan celana pendek berwarna hitam. Tak lupa pula dia mengenakan sarung tangan untuk menutupi tato yang terukir di punggung tangannya. Sarung tangan tersebut di desain sama persis seperti kulit, tidak ada yang tau bahwa itu hanyalah sebuah sarung tangan. Sekilas terlihat persis seperti kulit asli.

Aksa kemudian memilih berbaring di atas sofa sambil menatap wajah polos Inara yang tengah terlelap.

Seketika tatapan mata Aksa berubah aneh, jantungnya tiba-tiba berdegup secepat kilat. Ada apa dengannya? Dia sendiri tidak mengerti dengan perubahan sikapnya.

Sejak tadi malam otaknya jadi bergeser hingga selalu saja memikirkan Inara, dia sampai tidak bisa tidur semalaman. Seumur-umur baru kali ini bibir Aksa tersentuh oleh seorang wanita dan yang mendapatkannya pertama kali adalah adiknya sendiri. Apa ini salah? Tapi bukankah mereka tidak punya ikatan darah? Seharusnya tidak salah bukan?

Bersambung...

Terpopuler

Comments

MIKU CHANNEL

MIKU CHANNEL

ya tek salah, tp yg salah adl cara mendapatkan nya, kau telah menekannya, dgn sgt tetpaksa dia melakukannya, kamu itu ketua mafia tp bodoh dlm urusan perasaan, itu nmnya cinta dodol

2022-11-16

1

Mama Muda

Mama Muda

astaga aksa, ente kadang-kadang ya

2022-11-16

5

lihat semua
Episodes
1 TPTG BAB 1.
2 TPTG BAB 2.
3 TPTG BAB 3.
4 TPTG BAB 4.
5 TPTG BAB 5.
6 TPTG BAB 6.
7 TPTG BAB 7.
8 TPTG BAB 8.
9 TPTG BAB 9.
10 TPTG BAB 10.
11 TPTG BAB 11.
12 TPTG BAB 12.
13 TPTG BAB 13.
14 TPTG BAB 14.
15 TPTG BAB 15.
16 TPTG BAB 16.
17 TPTG BAB 17.
18 TPTG BAB 18.
19 TPTG BAB 19.
20 TPTG BAB 20.
21 TPTG BAB 21.
22 TPTG BAB 22.
23 TPTG BAB 23.
24 TPTG BAB 24.
25 TPTG BAB 25.
26 TPTG BAB 26.
27 TPTG BAB 27.
28 TPTG BAB 28.
29 TPTG BAB 29.
30 TPTG BAB 30.
31 TPTG BAB 31.
32 TPTG BAB 32.
33 TPTG BAB 33.
34 TPTG BAB 34.
35 TPTG BAB 35.
36 TPTG BAB 36.
37 TPTG BAB 37.
38 TPTG BAB 38.
39 TPTG BAB 39.
40 TPTG BAB 40.
41 TPTG BAB 41.
42 TPTG BAB 42.
43 TPTG BAB 43.
44 TPTG BAB 44.
45 TPTG BAB 45.
46 TPTG BAB 46.
47 TPTG BAB 47.
48 TPTG BAB 48.
49 TPTG BAB 49.
50 TPTG BAB 50.
51 TPTG BAB 51.
52 TPTG BAB 52.
53 TPTG BAB 53.
54 TPTG BAB 54.
55 TPTG BAB 55.
56 TPTG BAB 56.
57 TPTG BAB 57.
58 TPTG BAB 58.
59 TPTG BAB 59.
60 TPTG BAB 60.
61 TPTG BAB 61.
62 TPTG BAB 62.
63 TPTG BAB 63.
64 TPTG BAB 64.
65 TPTG BAB 65.
66 TPTG BAB 66.
67 TPTG BAB 67.
68 TPTG BAB 68.
69 TPTG BAB 69.
70 TPTG BAB 70.
71 TPTG BAB 71.
72 TPTG BAB 72.
73 TPTG BAB 73.
74 TPTG BAB 74.
75 TPTG BAB 75.
76 TPTG BAB 76.
77 TPTG BAB 77.
78 TPTG BAB 78.
79 TPTG BAB 79.
80 TPTG BAB 80.
81 TPTG BAB 81.
82 TPTG BAB 82.
83 TPTG BAB 83.
84 TPTG BAB 84.
85 TPTG BAB 85.
86 TPTG BAB 86.
87 TPTG BAB 87.
88 TPTG BAB 88.
89 TPTG BAB 89.
90 TPTG BAB 90.
91 TPTG BAB 91.
92 TPTG BAB 92.
93 TPTG BAB 93.
94 TPTG BAB 94.
95 TPTG BAB 95.
96 TPTG BAB 96.
97 TPTG BAB 97.
98 TPTG BAB 98.
99 TPTG BAB 99.
100 TPTG BAB 100.
101 TPTG BAB 101.
102 TPTG BAB 102.
103 TPTG BAB 103.
104 TPTG BAB 104.
105 TPTG BAB 105.
106 TPTG BAB 106.
107 TPTG BAB 107.
108 TPTG BAB 108.
109 TPTG BAB 109.
110 TPTG BAB 110.
111 TPTG BAB 111.
112 TPTG BAB 112.
113 TPTG BAB 113.
114 TPTG BAB 114.
115 TPTG BAB 115.
116 TPTG BAB 116.
117 TPTG BAB 117.
118 TPTG BAB 118.
119 TPTG BAB 119.
120 TPTG BAB 120.
121 TPTG BAB 121.
122 TPTG BAB 122.
123 TPTG BAB 123.
124 TPTG BAB 124.
125 TPTG BAB 125.
126 TPTG BAB 126.
127 TPTG BAB 127.
128 TPTG BAB 128.
129 TPTG BAB 129.
130 TPTG BAB 130.
131 TPTG BAB 131.
132 TPTG BAB 132.
133 TPTG BAB 133.
134 TPTG BAB 134.
135 TPTG BAB 135.
136 TPTG BAB TERAKHIR
Episodes

Updated 136 Episodes

1
TPTG BAB 1.
2
TPTG BAB 2.
3
TPTG BAB 3.
4
TPTG BAB 4.
5
TPTG BAB 5.
6
TPTG BAB 6.
7
TPTG BAB 7.
8
TPTG BAB 8.
9
TPTG BAB 9.
10
TPTG BAB 10.
11
TPTG BAB 11.
12
TPTG BAB 12.
13
TPTG BAB 13.
14
TPTG BAB 14.
15
TPTG BAB 15.
16
TPTG BAB 16.
17
TPTG BAB 17.
18
TPTG BAB 18.
19
TPTG BAB 19.
20
TPTG BAB 20.
21
TPTG BAB 21.
22
TPTG BAB 22.
23
TPTG BAB 23.
24
TPTG BAB 24.
25
TPTG BAB 25.
26
TPTG BAB 26.
27
TPTG BAB 27.
28
TPTG BAB 28.
29
TPTG BAB 29.
30
TPTG BAB 30.
31
TPTG BAB 31.
32
TPTG BAB 32.
33
TPTG BAB 33.
34
TPTG BAB 34.
35
TPTG BAB 35.
36
TPTG BAB 36.
37
TPTG BAB 37.
38
TPTG BAB 38.
39
TPTG BAB 39.
40
TPTG BAB 40.
41
TPTG BAB 41.
42
TPTG BAB 42.
43
TPTG BAB 43.
44
TPTG BAB 44.
45
TPTG BAB 45.
46
TPTG BAB 46.
47
TPTG BAB 47.
48
TPTG BAB 48.
49
TPTG BAB 49.
50
TPTG BAB 50.
51
TPTG BAB 51.
52
TPTG BAB 52.
53
TPTG BAB 53.
54
TPTG BAB 54.
55
TPTG BAB 55.
56
TPTG BAB 56.
57
TPTG BAB 57.
58
TPTG BAB 58.
59
TPTG BAB 59.
60
TPTG BAB 60.
61
TPTG BAB 61.
62
TPTG BAB 62.
63
TPTG BAB 63.
64
TPTG BAB 64.
65
TPTG BAB 65.
66
TPTG BAB 66.
67
TPTG BAB 67.
68
TPTG BAB 68.
69
TPTG BAB 69.
70
TPTG BAB 70.
71
TPTG BAB 71.
72
TPTG BAB 72.
73
TPTG BAB 73.
74
TPTG BAB 74.
75
TPTG BAB 75.
76
TPTG BAB 76.
77
TPTG BAB 77.
78
TPTG BAB 78.
79
TPTG BAB 79.
80
TPTG BAB 80.
81
TPTG BAB 81.
82
TPTG BAB 82.
83
TPTG BAB 83.
84
TPTG BAB 84.
85
TPTG BAB 85.
86
TPTG BAB 86.
87
TPTG BAB 87.
88
TPTG BAB 88.
89
TPTG BAB 89.
90
TPTG BAB 90.
91
TPTG BAB 91.
92
TPTG BAB 92.
93
TPTG BAB 93.
94
TPTG BAB 94.
95
TPTG BAB 95.
96
TPTG BAB 96.
97
TPTG BAB 97.
98
TPTG BAB 98.
99
TPTG BAB 99.
100
TPTG BAB 100.
101
TPTG BAB 101.
102
TPTG BAB 102.
103
TPTG BAB 103.
104
TPTG BAB 104.
105
TPTG BAB 105.
106
TPTG BAB 106.
107
TPTG BAB 107.
108
TPTG BAB 108.
109
TPTG BAB 109.
110
TPTG BAB 110.
111
TPTG BAB 111.
112
TPTG BAB 112.
113
TPTG BAB 113.
114
TPTG BAB 114.
115
TPTG BAB 115.
116
TPTG BAB 116.
117
TPTG BAB 117.
118
TPTG BAB 118.
119
TPTG BAB 119.
120
TPTG BAB 120.
121
TPTG BAB 121.
122
TPTG BAB 122.
123
TPTG BAB 123.
124
TPTG BAB 124.
125
TPTG BAB 125.
126
TPTG BAB 126.
127
TPTG BAB 127.
128
TPTG BAB 128.
129
TPTG BAB 129.
130
TPTG BAB 130.
131
TPTG BAB 131.
132
TPTG BAB 132.
133
TPTG BAB 133.
134
TPTG BAB 134.
135
TPTG BAB 135.
136
TPTG BAB TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!