Matahari semakin naik, sudah banyak kegiatan yang mereka lakukan hari ini sejak pagi. Selepas sarapan para peserta kemah bersiap untuk mengikuti hiking menjelajahi hutan dan menyusuri sungai.
Kelompok sudah dibentuk, satu kelompok terdiri dari 4 orang wanita dan satu pria. Tapi juga ada yang lebih karena jumlah peserta lumayan banyak.
Seperti sekarang ini, Liara dan keempat rekannya tengah mempersiapkan perbekalan. Seperti air minum, makanan ringan, kompas, ponsel full baterai dan juga sebuah peta yang harus mereka bawa.
Selepas makan siang mereka semua harus segera berangkat, karena pihak panitia menginginkan para peserta hiking dan juga kemah kembali sebelum gelap.
Dan sekarang mereka sudah selesai makan siang, begitu pula Liara dan kelompoknya. Ekor mata Liara melirik pada Delila yang sudah bersiap bersama rekannya, gadis berjaket hitam itu menipiskan bibirnya saat Delila menoleh dan mengangkat satu ibu jarinya.
Gadis remaja itu terlihat bersemangat, wajahnya berbinar kala Gading sang ketua BIM yang menjadi salah satu anggota kelompoknya mulai memberikan instruksi.
Ekor mata Liara bergulir lagi, kini tatapannya tertuju pada Hyena dan gengnya. Hyena masih berkelompok dengan para dayangnya, hanya di tambah oleh satu pria yang Liara kenal sebagai ketua basket di kampus mereka.
Tidak ada yang menarik. Liara menghela napas pelan, bola matanya kembali bergulir dan kini tertuju pada pria berkaos hitam yang terlihat bersandar disebuah pohon. Dari mulutnya keluar asap tipis, sepertinya pria itu tengah merokok- tapi kedua matanya tertuju pada area perkemahan dan dirinya.
'Apa Simba juga bakalan ikut sama Hyena?' tanyanya dalam hati.
Ingin rasanya dia tahu tapi egonya yang setinggi Burj Khalifa mengalahkan rasa ingin tahunya. Liara lebih memilih diam memperhatikan dan melihatnya nanti.
"APA KALIAN SUDAH SIAP?!"
Suara instruksi dari seorang dosen pria yang menjadi salah satu panitia kemah membuat Liara tersentak, atensi gadis itu kembali fokus menatap sang dosen yang tengah memberikan arahan pada semua peserta.
"SIAP PAK!"
Sahut kompak para peserta, setelah memanjatkan doa keselamatan sesuai dengan kepercayaan masing masing, mereka mulai bergerak. Terlihat begitu bersemangat, bahkan banyak yel yel yang mereka teriakan selama perjalanan.
Setiap langkah yang mereka ambil banyak hal yang terjadi dan mereka temui. Bahkan ekor mata Liara tidak lepas dari pria yang sudah berjalan cukup jauh di depannya. Pria itu terlihat berbeda, tidak seperti tadi pagi dan malam yang sudah mereka lalui.
Hanya tidur tidak lebih!
Matahari kian condong, rasa lelah dan haus mulai menguasai para peserta, termasuk Liara dan kelompoknya.
Liara dan keempat rekannya memilih untuk beristirahat sejenak. Aliran sungai yang tidak jauh dari mereka membuat pemandangan ditempat itu semakin indah. Suara fauna penghuni hutan semakin terdengar, banyak primata yang berloncatan kesana kemari diatas pepohonan.
"Kamu yakin kan Git, kita di jalur yang benar?"
Pria yang bernama Sigit itu menoleh, dia mengangguk pelan dan terlihat sangat yakin. Napasnya masih terengah sama seperti yang lain, sebagai pria satu satunya dikelompok ini dia harus bisa menjadi pemimpin dan pelindung untuk keempat gadis ini.
"Pokoknya kita jangan sampe kepisah. Kalo ada yang mau boker atau pipis, terus capek banget banget banget, ngomong aja jangan berhenti sendiri, paham!"
"Paham Pak Sigit!" sahut keempat gadis itu.
"Bagus, nyantai dulu lah. Napas gue udah diujung paru paru ini, berapa jauh kita jalan? kayaknya kalo diukur udah bisa bikin kecamatan," cetusnya lagi.
CAPEK YA, SAMA AKU JUGA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘪𝘨𝘪𝘵
2023-04-28
0
fifia
hahahaha jauhh amat
2023-03-09
0
Nety
😆😆😆😆
2023-02-02
0