Sreeekk!
Liara menutup tas ranselnya setelah dia selesai mengecek semua keperluannya, barang barang yang ada didalam sana akan Liara bawa ke lokasi camping hari ini.
Gadis berkucir kuda itu meraih tas yang dirasa cukup untuk menampung semua keperluan pribadinya selama beberapa hari kedepan.
"Udah siap?"
Liara menoleh, kedua sudut bibirnya terangkat sempurna saat melihat Gentala dan Delila tengah mengintipnya dari celah pintu. Gadis itu bangkit, mengangkat tas ransel hitamnya dengan mudah tanpa keberatan sedikit pun.
"Grandpa yang bakalan nganterin kalian. Davyn gak bisa, dia lagi ngantar Tante sama Grandma kalian ke rumah Opa Bara," sambung Gentala.
Pria tua itu meraih tas ransel dari bahu sang cucu, lalu menggiring kedua gadis itu keluar dari rumah dengan wajah riang. Saat ini Gentala terlihat seperti seorang Ayah yang akan mengantar kedua putrinya menuju ke sekolah.
Di usianya yang tidak lagi muda ini, Gentala tidak pernah merasa tua atau uzur- entah kenapa biar pun sudah memiliki cicit tetap saja dia merasa kalau baru saja insyaf dari dunia perbuayaannya.
"Grandpa mau ikut camping sama kita?" tanya Delila jahil.
Gadis remaja itu memang senang sekali menjahili atau mengajak Gentala kembali menjadi pria muda. Walaupun kenyataannya pria itu memang sudah tidak sanggup mengikuti keinginan cucu dari anak bungsunya.
"Kalo di bolehin Grandpa bakalan ikut, tapi kayaknya gak bakalan di izinin," Gentala tertawa kecil.
Pria tua itu membukakan pintu mobil untuk kedua cucunya. Wajahnya masih berseri seri melihat Delila tertawa, namun ekor matanya masih melirik pada Liara yang terlihat diam tidak bersemangat.
"Mukanya jangan masam gitu dong. Katanya mau camping kenapa malah cemberut? apa kita gak usah be-,"
"Kalo Grandpa ngomong terus kita bisa telat nih!" sela Dahliara cepat.
Gadis itu mencebik kesal sembari memeluk tas ransel kecil yang sengaja dia bawa untuk menyimpan ponsel dan yang lainnya. Gentala melirik Dahliara lewat kaca spion, pria tua itu terkekeh pelan saat melihat wajah masam yang di pasang oleh sang cucu.
Di belakangnya, Delila hanya menggeleng pelan melihat Sang Kakek terus saja menggoda kakak sepupunya.
🌺GF🌺
Para warga kampus sudah berkumpul, para panita terlihat menggiring rombongan ke bis masing masing. Banyak yang mengeluh karena tidak diizinkan membawa kendaraan pribadi terlebih Hyena da gengnya.
Alhasil karena peraturan itu Hyena tidak bisa satu mobil dengan Lionel, bodyguard sexynya. Gadis berambut pirang itu terus saja berdecak sembari menghentakkan kedua kakinya. Seorang pria yang ada di belakangnya hanya menatap datar terkesan jengah melihat kelakuannya saat ini.
"Pokoknya kamu harus nyusul kesana! Papi bayar kamu itu mahal jangan makan gajih buta!" cetusnya angkuh.
Lionel tidak menjawab, pria yang hanya memakai kaos hitam ketat dan jaket jeans hitam itu mengangguk patuh. Dia undur diri setelah semua koper yang dibawa Hyena masuk kedalam bus.
Entah apa yang di bawa wanita bangkai itu ke area camping, sampai membawa dua koper?
"Ingat Lee!" peringatnya lagi, seakan tidak puas dengan respon penjaganya.
"Baik, Nona!" sahut Lionel singkat.
Pria itu menjauh, berjalan cepat menjauh dari bus sembari mengibaskan jaket yang di pakainya seakan banyak kotoran disana. Kacamata hitam kembali terpasang di kedua matanya, penampilan misterius dan maskulinnya itu tidak luput dari pandangan para mahasiswi dan seorang gadis yang sudah duduk tenang di dalam bus.
"Dia enggak ikut? bagus deh!" gumamnya.
Helaan napas pelan terdengar, gadis itu menyandarkan dirinya di kursi. Berusaha membuat perjalanan ini senyaman mungkin, karena dia tahu kalau butuh waktu yang lama untuk sampai ke lokasi camping, yang rencananya berada di sebuah tempat yang masih memiliki hutan, sungai serta air terjun.
Sepertinya lokasi camping kali ini lebih menakjubkan dari pada yang pernah dirinya ikuti dulu. Tempat yang tidak ingin dia kunjungi lagi, setelah mendapatkan hal yang tidak menyenangkan.
"Kita berangkat!" seru salah satu dosen yang menjadi panita camping.
Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam bus bersorak. Ada sekitar 7 bus yang mereka naiki, semua orang bergembira. Selain untuk belajar, acara ini mereka gunakan untuk berekreasi di alam bebas.
Satu persatu bus keluar dari area kampus, hingga pada bus terakhir- di belakang kendaraan beroda banyak itu ada sebuah sepeda motor sport hitam bercampur warna lain bergerak mengikuti bus bus itu.
Pemilik motor berwarna unik itu terlihat sangat percaya diri dengan kondisi motornya sekarang. Banyak orang yang menatap heran dan tertawa melihat tampilan kuda besinya yang cukup mengganggu mata.
Tapi entah mengapa sampai detik ini dia tidak berniat menghapus atau mengganti cat motornya agar menjadi lebih baik. Sepertinya ada kenangan indah yang terjadi di balik warna warna cerah yang menempel di sana.
MAU
**MAU DIAJAK BERENDEM SAMA BANG SIMBA DI AER TERJUN NANTI, BENTAR AH NYIAPIN KOLOR DULU 🏃🏃
SEE YOU MUUUUAAAACCHHHH😘😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
💗 AR Althafunisa 💗
si Abang bule ganteng tapi aku takut sama tato-tato nya 🙈
2024-10-04
0
awesome moment
dri yg terlope2 y g bkl.an dihapus
2024-09-24
0
Alexandra Juliana
Hasil karya Bunga pujaannya ga bakalan Simba buang..
2023-08-30
1