Pamer

Fajar menyingsing, matahari mulai keluar dari ufuk timur. Cahaya kejinggaannya menyinari seluruh permukaan hutan, bahkan masuk kedalam celah celah pohon dan tenda.

Para peserta kemah mulai beraktifitas, mulai dari memasak, merapihkan tenda hingga mengambil air ke sungai. Seperti yang dilakukan oleh Liara, gadis itu terlihat berbinar melihat air sungai yang jernih.

Kedua kakinya bergerak maju, terlihat tidak sabaran untuk merendamnya didalam air dingin dan sejuk dihadapannya. Tidak jauh darinya sudah banyak para mahasiswa dan rekan mahasiswi seangkatan bahkan kakak tingkat juga adik tingkatnya, menceburkan diri kedalam sungai.

Mereka terlihat bahagia, seakan beban yang ada di pundak serta didalam otak mereka hilang terbawa arus sungai yang tidak terlalu deras, masih aman untuk mereka nikmati.

"Eh tau gak, katanya kalo ada cewek sama cowok yang berani mandi di air terjun itu, mereka bisa jodoh loh." cetus seorang gadis yang tidak jauh dari Liara.

Kedua matanya menatap berbinar pada air terjun yang sangat indah namun terlihat sangar dan mengerikan untuk sebagian orang, termasuk Liara.

Dimata Liara air terjun itu sangat indah, tapi tersimpan kengerian didalamnya. Sangat gagah, begitu tinggi seakan memperlihatkan kalau air terjun itu tidak bisa sembarangan untuk dijamah.

"Sono cobain, kalo lo berhasil baru gue ikutan," balas rekannya dengan nada geli dan tertawa kecil.

Kedua gadis yang Liara ketahui sebagai kakak tingkatnya itu saling beradu kata. Liara hanya diam memperhatikan, dia tidak tertarik dengan cerita dan mitos yang didengarnya. Baginya cukup menghormati dan menghargai tempat dimana dirinya berpijak dan bernapas itu sudah cukup, tidak perlu mencoba hal yang jauh diluar nalarnya.

Air terjun jodoh? ada ada saja bukan. Jodoh itu di tangan Tuhan, bukan di bawah guyuran air dari atas pegunungan.

Liara menghirup napas dalam, kedua matanya mengedar- kakinya bergerak berayun didalam air. Terlihat menyenangkan dan sepertinya tidak ingin beranjak dari batu yang dia duduki sekarang.

Byuurr!

Suara dentuman air yang cukup keras membuat atensi Liara teralih, disana dibawah air terjun ada seseorang yang tengah berenang dan menyelam lalu tidak lama menyembul keluar.

Rambut pirang dan sedikit gondrong itu mengingatkan dia pada seseorang yang tadi malam satu tempat tidur dengannya. Hanya tidur, tidak melakukan apa pun- itulah yang Liara ingat. Ya semoga saja dia tidak melakukan hal aneh saat tidur tadi malam.

Rambut pirang itu bersinar di terpa matahari pagi, sang pemilik surai itu berbalik- tubuh setengah telanjang bertatonya terekspos bebas. Para mahasiswi yang ada di sekitar sungai dan air terjun tidak dapat mengedipkan kedua mata mereka- kala melihat banyak potongan roti tanpa selai di perut seorang pria yang terlihat menyugar rambut gondrong pirangnya.

"Ya ampun ada pangeran jatuh dari air terjun! apa dia bidadara yang kepeleset pas lagi cuci kaki di atas?" cetus salah satu gadis disana.

Semua mata gadis menatap berbinar, bahkan tidak sedikit yang mengabadikannya lewat ponsel. Begitu heboh, kehebohan yang membuat para pria berdecak kesal.

"Pada lebay banget sih tuh cewek cewek. Gue juga punya kali sixpack kayak gitu mah, cuma gue gak mau pamer aja! aurat itu dosa. Pak Ustadz liat dia Pak Ustadz pamer aurat, astgfirouloh."

Liara memalingkan wajahnya kearah lain mendengar gerutuan pria yang tengah membasuh wajahnya, pria berkaos hijau itu diam diam melirik pada orang yang masih betah berada dibawah air terjun.

'Seneng banget dia pamer kayak gitu, biar apa coba?' sungut Liara.

Gadis itu berdecak, lalu bangkit dari duduknya. Dengan cepat Liara mengambil ember yang dia bawa, dan mengisinya dengan air.

Pergerakan Liara tidak lepas dari mata Elang milik pria bertato yang mulai menjauh dari air terjun. Tubuh atasnya yang polos semakin terekspos, bahkan V line yang dia miliki begitu memanjakan para mata gadis tulen kala dirinya keluar dari air.

Tubuh berukir lukisan ular, laba laba dan pria bersayap yang menghiasi punggung kokoh serta lebarnya, membuat para gadis hampir pingsan ditempat.

Tapi tidak untuk Liara, Sang Princess terlihat biasa saja saat melihat pemilik tubuh berukir nan kokoh dan kekar itu semakin mendekat ke arahnya. Liara memilih mengalihkan pandangannya ke arah hutan yang rimbun dan hijau.

"Perlu bantuan, Yang Mulia Prin-,"

"Urus saja Nona Muda mu itu! dan menjauhlah dariku!" cetus Liara memotong ucapan mantan ajudannya.

Sang gadis segera mengangkat ember yang berisikan air untuk keperluannya nanti, dengan tertatih dan cukup berat karena ember yang dia bawa lumayan besar.

"Dia tetap keras kepala," gumamnya.

Senyumannya tipisnya terbit, kedua mata Elangnya menatap lekat pada punggung kecil Sang Bunga Albarack. Lalu ekor matanya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih ada waktu sekitar 30 menit sebelum kebebasan dia kembali di ambil oleh gadis bangkai.

"Tiga pekan lagi, bersabarlah!"

GARA GARA PAMER KENA TINJU😂😂

TABRAK AJA LAH BANG SIMBA TUH

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

hadeehhh😂😂😂😂😂😂🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-08-23

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝘓𝘪𝘢𝘳𝘢 𝘫𝘯𝘨𝘯 𝘫𝘶𝘥𝘦𝘴 𝘥𝘰𝘯𝘬 😅😅😅

2023-04-28

0

Ernadina 86

Ernadina 86

iri bilang boss 😂😂😂😂

2023-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Waktu Yang Berlalu
2 Ancaman
3 Belum Waktunya
4 Tidak Percaya
5 Tendangan Maut
6 Kesal Tak Tertuang
7 Menyelinap
8 Rasa Penasaran Liara
9 Terpaksa Harus Ikut
10 Menuju Lokasi Camping
11 Lokasi Camping
12 Perasaan Aneh
13 Jealous?
14 Jangan Salah Menilai
15 Waspada
16 Satu Tenda
17 Pamer
18 Menjelajah
19 Khawatir
20 Semakin Emosi
21 Cara Terakhir
22 Mencoba Bersabar
23 Tegang
24 Bayar Hutang?
25 Sandiwara Atau Dari Hati
26 Pangeran?
27 Menurutlah
28 Dia Aneh
29 Liara Yang Penasaran
30 Peringatan
31 Permainan
32 Bukan Kucing Tapi Singa
33 Cuma Suka? Aku Tidak Mau!
34 Hubungan Antara Pria Dan Wanita
35 Ancaman Liara
36 Serangan Dadakan
37 Bebas
38 Khawatir?
39 Tak Terduga
40 Yang Kedua, Bukan Yang Pertama
41 Mulai Bergerak
42 Satu Satunya Yang Berharga
43 Tidak Aman Untuk Hati
44 Memendam Rasa
45 Apa Itu?
46 Apa Yang Akan Terjadi?
47 Tikus Nakal
48 Bukan Jalur Gerebekan
49 Serangan Dadakan
50 Dingin Dan Datar
51 Didalam Derasnya Hujan
52 Seperti Orang Mabuk Dan Sekarat
53 Balasan
54 Istri?
55 Sumpah Delila
56 Ke Hotel?
57 Senam Jantung
58 Berkah Atau Musibah
59 Kecolongan
60 Sudah Menikah!
61 Ketemu Dan Bergegas
62 Berusaha Untuk Masuk
63 Dendam Dan Amarah
64 Ayo Kita Bermain, Princess!
65 Lelang
66 Pertahanan Liara
67 Mulai Menggoda
68 Game Over
69 Iman Setebal Buku Sejarah? Yakin?
70 Kita Sudah Menikah!
71 Ukur Saja!
72 Kabur!
73 Dia Milikku!
74 Lari Sejauh Mungkin
75 Terdampar
76 Menghangatkan?
77 I Don't Know
78 Bayi Singa
79 Pulau Cinta?
80 Ketemu
81 Balas Dendam
82 Pria Licik
83 Tetap Menjadi Pemenangnya
84 Singa Tua Mesum
85 Simulasi
86 Tetap Menjadi Pemenangnya
87 Mengamankan Sebelum Resmi
88 Karma Mertua
89 Otw Resmi
90 Tertunda Sebentar, Sabar
91 Bayi Singa On The Way
92 Tidak Banyak, Tapi Lama
93 Singa Tua Ganas
94 Tetap Bersaing
95 Akhir Dan Awal
96 Last Part Akhir Bahagia
97 Cerita Baru Galexia
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 1 Waktu Yang Berlalu
2
Ancaman
3
Belum Waktunya
4
Tidak Percaya
5
Tendangan Maut
6
Kesal Tak Tertuang
7
Menyelinap
8
Rasa Penasaran Liara
9
Terpaksa Harus Ikut
10
Menuju Lokasi Camping
11
Lokasi Camping
12
Perasaan Aneh
13
Jealous?
14
Jangan Salah Menilai
15
Waspada
16
Satu Tenda
17
Pamer
18
Menjelajah
19
Khawatir
20
Semakin Emosi
21
Cara Terakhir
22
Mencoba Bersabar
23
Tegang
24
Bayar Hutang?
25
Sandiwara Atau Dari Hati
26
Pangeran?
27
Menurutlah
28
Dia Aneh
29
Liara Yang Penasaran
30
Peringatan
31
Permainan
32
Bukan Kucing Tapi Singa
33
Cuma Suka? Aku Tidak Mau!
34
Hubungan Antara Pria Dan Wanita
35
Ancaman Liara
36
Serangan Dadakan
37
Bebas
38
Khawatir?
39
Tak Terduga
40
Yang Kedua, Bukan Yang Pertama
41
Mulai Bergerak
42
Satu Satunya Yang Berharga
43
Tidak Aman Untuk Hati
44
Memendam Rasa
45
Apa Itu?
46
Apa Yang Akan Terjadi?
47
Tikus Nakal
48
Bukan Jalur Gerebekan
49
Serangan Dadakan
50
Dingin Dan Datar
51
Didalam Derasnya Hujan
52
Seperti Orang Mabuk Dan Sekarat
53
Balasan
54
Istri?
55
Sumpah Delila
56
Ke Hotel?
57
Senam Jantung
58
Berkah Atau Musibah
59
Kecolongan
60
Sudah Menikah!
61
Ketemu Dan Bergegas
62
Berusaha Untuk Masuk
63
Dendam Dan Amarah
64
Ayo Kita Bermain, Princess!
65
Lelang
66
Pertahanan Liara
67
Mulai Menggoda
68
Game Over
69
Iman Setebal Buku Sejarah? Yakin?
70
Kita Sudah Menikah!
71
Ukur Saja!
72
Kabur!
73
Dia Milikku!
74
Lari Sejauh Mungkin
75
Terdampar
76
Menghangatkan?
77
I Don't Know
78
Bayi Singa
79
Pulau Cinta?
80
Ketemu
81
Balas Dendam
82
Pria Licik
83
Tetap Menjadi Pemenangnya
84
Singa Tua Mesum
85
Simulasi
86
Tetap Menjadi Pemenangnya
87
Mengamankan Sebelum Resmi
88
Karma Mertua
89
Otw Resmi
90
Tertunda Sebentar, Sabar
91
Bayi Singa On The Way
92
Tidak Banyak, Tapi Lama
93
Singa Tua Ganas
94
Tetap Bersaing
95
Akhir Dan Awal
96
Last Part Akhir Bahagia
97
Cerita Baru Galexia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!