Delila menikmati makan siangnya dengan lahap, mengabaikan Dahliara yang masih sibuk mengaduk makanannya. Kedua matanya menatap kosong, raut wajahnya terlihat muram sejak kejadian tadi. Bahkan Delila memutuskan untuk tidak kembali ke sekolahnya atau pun rumah, demi bisa menemani kakak sepupunya ini.
"Gue denger kalo si Hyena itu punya pengawal baru, cakep lagi. Tapi sayangnya kaku banget, gue nyapa aja di cuekin sama dia. Apa mentang mentang gue nyapanya pake bahasa Indonesia ya, jadi dia kagak ngerti," gadis berambut ikal yang tidak jauh dari Liara terkikik sendiri. Sedangkan dua temannya hanya menggeleng pelan melihat kelakuan gadis itu.
"Kalo Hyena punya pengawal, makin semena mena aja tuh cewek. Gue ngarep kalo Hyena pindah ke Afrika dosa kagak sih?"
Ucapan gadis berambut pendek itu membuat kedua temannya tersedak, bahkan Delila pun mengalami hal yang sama. Walaupun obrolan mereka tidak terlalu keras, tapi Dahliara dan Delila masih mampu mendengarnya.
"Aku kira mereka pengikut si pemakan bang**ke, ternyata heters juga ya,"
Delila melirik ketiga gadis yang berusia lebih tua darinya, menatap penuh penasaran dengan obrolan mereka selanjutnya.
"Abisin makan kamu! Kakak ada kelas lagi siang ini. Kamu mau nunggu atau-,"
"Nunggu! Kak Ara ke kelas aja gih. Aku bakalan nunggu di sini sampe pulang, males nunggu di mobil, suka laper.".
Dahliara tersenyum tipis mendengar ocehan Delila, gadis itu bangkit dan segera meninggalkan Adik sepupunya tanpa rasa khawatir. Liara tahu bagaimana sifat Delila, jadi dia tidak perlu khawatir kalau gadis remaja itu sendirian sekarang.
Dahliara melangkah cepat, dia terlihat sangat tergesa- kedua kaki jenjang terbalut sepatu kets putih itu menyusuri lorong kampus untuk menuju kelas yang akan dia datangi siang ini.
"Eh lihat, si gadis kembang sendirian. Mana bocah sok berani yang selalu nempel sama lo, hm?"
Langkah Liara terhenti, dia melirik malas pada orang yang menutupi jalannya. Kaki berbalut heels tinggi itu memblokir langkahnya, bahkan sekarang Liara sudah berada diantara geng itu.
"Bisa singkirin kaki, lo!" cetus Liara, dia mengabaikan ucapan gadis berambut pirang yang selalu membuat masalah dengannya.
"Dahliara, gadis pendiam dan sok misterius yang gak jelas siapa keluarga dan asal usulnya. Lo tau gue siapa kan? gue gak suka di perintah, dan gue- HEI!"
Bruk!
Liara menendang kaki yang tidak memiliki sopan santun itu. Tanpa perasaan Dahliara menyingkirkan hal yang membuat waktunya terbuang, dia bukan tipe gadis yang suka membuang waktu.
"LEE! JANGAN BIARKAN CEWEK ITU PERGI!" suara seruan gadis di belakang tubuhnya tidak mampu mencegah Liara. Dia tetap berjalan tenang, Liara tidak peduli dengan orang yang di panggil oleh gadis bangkai itu.
Tak!
Tubuh Liara tersentak mundur, kedua matanya menatap lurus pada seorang pria yang sudah berdiri di hadapannya. Gerakannya sangat cepat, bahkan Liara tidak tahu kapan pria itu bergerak dan berdiri di hadapannya.
"Minggir!" titahnya.
Liara kembali melangkah, dia tidak peduli dengan tatapan aneh yang di berikan oleh pria berwajah tak asing untuk kedua matanya.
"Lee bawa dia!" seru Hyena membuyarkan lamunan Liara.
Gadis berdarah Albarack itu mundur satu langkah saat melihat pria yang ada di hadapannya perlahan mendekat. Bahkan Liara diam diam merogoh sesuatu dari kantung celana jeans yang dia pakai.
Sebuah besi bulat
Entah untuk apa, tapi gadis itu menggenggamnya erat- mengepal sekuat tenaga kala pria yang dulu menjadi Simba kecilnya semakin mendekat.
Sraaakkk!
Tanpa aba aba Liara menggelindingkan benda bulat itu, mengalihkan perhatian Sang Singa jantan agar dia bisa melakukan hal ini.
Dugh!
"Uuugghh..."
Di saat pria yang di panggil Lee oleh Hyena itu tidak fokus. Liara dengan mudah dan tidak berperasaan memberikan satu tendangan telak di **** ***** lawannya.
"Sakit, hm?" ejek Liara.
"Makanya kalau disuruh minggir itu nurut, Simba kecil." imbuhnya dengan nada puas saat melihat pria yang ada di hadapannya meringis frustasi.
"LEE BAWA DIA KEMARI!" teriak Hyena saat melihat Liara melenggang pergi menjauh dari pengawal barunya.
"GADIS KEMBANG JANGAN KABUR LO SIALAN!"
Liara menulikan kedua telinganya, bahkan dia mengabaikan pria yang terlihat begitu kesakitan karena tendangan maut yang dirinya layangkan tepat diarea berharga milik Sang Singa Jantan.
"Impoten impoten dah, bodo amat!" rutuknya kesal.
**PAMER MULU NIH SINGA YAK 🙄🙄
SEE YOU TOMORROW MUUUAAACCHH😘😘😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
awesome moment
wkwkkwkwk...TST ternyata. hyena cm pengalihan tu dri stalker
2024-09-23
0
HNF G
heh...ntar lo sendiri yang rugi lho kl aset masa depan simba jd disfungsi 😂😂😂😂😂😂
2024-08-23
0
Rizky Anindiya
Simba ..loe tu ya bukan nya nemuin liara dulu minta maaf kek..kok malah jadi pengawal hiena yg suka buat gara" ke liara...atuh makin ilfil dong liara nya.🤦🏼♀️
2023-06-24
2