"Ada apa Ayah datang kemari?" tanya sang anak dengan tatapan dinginnya.
"Tentu saja, saya sangat merindukanmu, Sayang," jawab seoang pria dengan memasang senyum lebar.
"Tidak perlu berpura pura. Kalau ayah mau mencari keistimewaan pulau ini. Silakan cari sendiri! Jangan libatkan saya!" tegas Ratu.
"Jenita! Kenapa kamu begitu lancang pada ayahmu?" teriak seorang wanita yang datang bersama ayah Jenita. Dialah ibu tiri Jenita.
"Kenapa? Apa saya salah? Harusnya kalian sadar, kalian telah membuang saya!"
"Jenita!" bentak sang Ayah. Pria bernama Damendra itu menatap tajam dengan penuh amarah. "Kalau bukan karena Ayah, kamu tidak bakalan bisa menjadi ratu di pulau ini!"
"Aku tidak butuh tentang semua ini! Ambil kalau ayah mau! Aku sudah muak dengan semua ini! Paham!" Jenita langsung saja pergi meninggalkan ruang utama kerajaan dengan berurai airmata. Sedangkan sang Ajudan serta para dayang dan pengawal, hanya menatap sedih wanita yang masih sangat muda itu tapi ditekan oleh ayahnya sendiri.
Raja Damendra berasal dari kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan Kagomara. Penduduk kerajaan Damendra juga terkena dampak dari kutukan sang naga sehingg dengan terpaksa Jenita diasingkan ke dalam pulau ini.
Pulau Kagomara sendiri rajanya terbunuh karena serangan Raja Roma. Raja Kagomara memiliki seorang putri tapi tidak ada yang tahu dimana dia berada. Putri Raja Kagomara menghilang dengan berita yang simpang siur. Semua kepedihan yang terjadi pada kerajaan Kagomara disaksikan sendiri oleh sang ajudan. Itulah sebabnya sang ajudan selalu bertindak curiga. Hal itu dikarenakan pengkhianatan raja Roma terhadap Raja Kagomara.
Sedangkan Raja Damendra memanfaatkan kehancuran Raja Kagomara dengan menjadikan pulau tersebut sebagai tempat pengasingan bagi wanita yang kena kutukan dari naga laut timur. Dengan keyakinan penuh, Raja Damendra menjadikan putrinya ratu di palau tersebut. Warga yang tidak setuju, diharuskan angkat kaki dari pulau tersebut kecuali para perawan yang terkena kutukan.
Jack yang sedang duduk santai bersama dengan Nikki, Rahul dan Insana, tak sengaja melihat sang Ratu yang sedang berlari entah kemana sambil menangis. Kening Jack berkerut, rasa penasarannya mencuat. Jack segera bangkit dan. Hendak mengejar sang ratu.
"Mau kemana, Jack?" tanya Nikki.
"Bentar, aku mau kesana!" jawab Jack langsung berlari mengikuti langkah Jenita
"Paling dia mau ngejar Ratu," ucap Rahul yang semakin hari malah semakin dekat dengan Insana.
"Ratu? Mana? Aku kok nggak lihat tadi," ucap Nikki.
"Orang kamu menghadap sini ya nggak bakalan lihat," balas Rahul.
Nikki nampak manggut manggut, lalu dia mengalihkan pandanganya ke arah Insana. "Eh Insana, Ayahnya Ratu itu seorang Raja apa?"
"Iya, Raja Damendra. Raja yang licik," balas Insana dengan wajah menunjukan kebencian.
"Kok licik?" tanya Rahul. Insana lantas menceritakan apa yang terjadi pada pulau ini beberapa tahun yang lalu.
"Liciknya gimana? Terus nasib putri Raja Kagomara gimana?" tanya Rahul semakin penasaran. Begitu juga dengan Nikki.
"Nggak ada yang tahu nasib dia bagaimana? Dia menghilang bagai ditelan bumi. Lagian kalau dia ada disini akan lebih kasihan lagi, mending dia menghilang biar aman."
"Kok gitu?"
"Karena dia satu satunya yang tahu apa yang tersembunyi di dalam pulau ini. Jika dia ada disini dia pasti akan dikejar kerajaan lain."
"Astaga!"
Sementara itu sang Ratu malah pergi keluar istana sendirian lewat pintu belakang. Jack terus mengikuti Sang ratu diam diam. Rasa penasarannya begitu tinggi. Apa lagi saat dia melihat Ratu masuk ke dalam hutan, Jack makin dibuat penasaran.
"Dia mau kemana? Kenapa berani sekali pergi sendirian?" gumam Jack dengan tatapan yang terus mengawasi gerakan sang Ratu. Kening Jack berkerut saat Jenita tiba tiba berhenti di depan sebuah gubug lalu memasukinya. Jack segera saja lanngsung mendekat ke arah gubug itu dan memandang ke arah sekitar.
"Kenapa Ratu masuk kesini? Ada apa kira kira di dalam?" Jack sunggug semakin penasaran.
Jack mendekatkan kepalanya berusaha mencari celah buat mengintip dari balik anyaman bambu. Namun Jack dibuat kaget saat mendengar suara tangis Ratu. Yang membuat Jack semakin terkejut adalah ucapan Ratu yang nampak berbicara pada seseorang.
"Nafata bicaralah, aku mohon, hiks ... hiks ... aku tidak sanggup lagi memimpin kerajaan ini! Bangunlah, hiks ... hiks ..."
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
emang siapa itu?? ratu ngomong sama siapa sihh??
2025-01-20
0
Juwanto
Ratu Jenita Terus Berlari Menuju Rumah Gubug Sementara Jack Terus Mengikuti Sampai ke Dalam Hutan .... Terus Bagaimana Ratu Jenita
2023-05-01
0
HNF G
pasti nafata putri yg hilang
2023-04-01
1