"Lebih baik kita lihat, apa yang akan mereka lakukan."
Ketiga pemuda itu sontak terdiam dengan mata terus menatap ke atas bukit. Awalnya semua nampak baik baik saja, tapi mereka dikejutkan dengan satu wanita yang diikat dan berdiri di tepi bukit.
Mata Jack langsung membelalak saat itu juga. Wajahnya menegang menyaksikan apa yang terjadi diatas sana. Seketika teringat sesuatu.
"Jangan jangan ini ..." ucap Jack tiba tiba.
Jack ingat, ini sama dengan mimpi yang dia alami beberapa hari terakhir ini. Jika tidak meleset dengan apa yang Jack pikirkan, kejadian selanjutnya, wanita yang berdiri di tepi tebing harus melompat. Entah apa tujuannya tapi Jack merasa ini bukan hal yang baik.
"Apa kamu pernah melihat kejadian seperti ini?" tanya Nikki dengan tatapan tajam kepada Jack. Sedangkan Rahul, memandang keduanya dengan wajah bingung.
"Apakah kalian pernah melihat kejadian ini di dalam mimpi kalian?" sontak saja pertanyaan Rahul langsung mengalihkan tatapan Jack dan Nikki.
"Jadi, kita mengalami mimpi yang sama?" tanya Nikki mengurai kesimpulan dari setiap pertanyaan dan ekspresi wajah keduanya.
"Astaga!" pekik ketiganya hampir bersamaan. Di saat mereka mau mengeluarkan kata kata lagi. Suara keras dari atas tebing mengejutkan ketiga pemuda itu.
"Terimalah persembahan kami, wahai dewa yang agung, terimalah!" teriak seorang wanita yang kemungkinan adalah pemimpin dari para wanita itu. Begitu sang pemimpin selesai mengucapkan permohonan dan beberapa mantra, tiba saatnya wanita yang di ikat itu harus segera terjun ke dasar lembah.
Wanita muda itu menangis tergugu, tapi tidak ada satupun yang mampu menolongnya. Tatapan mereka sama sama sedih. Bahkan banyak juga yang ikut menangis menyaksikan upacara persembahan tersebut. Mereka bisa saja hari ini masih bernafas, tapi untuk selanjutnya mereka tidak tahu. Semua akan mendapat giliran untuk dikorbankan.
"Terjunlah, Nak. Kamu akan abadi di langit bersama para dewa," ucap sang ketua. Tapi wanita yang masih terikat itu menggeleng dan memohon untuk dilepaskan.
"Terjunlah! Jangan sampai kami yang mendorongmu!" titah sang ketua dengan suara agak meninggi.
"Tidak! Hiks ... hiks ... hiks ... aku mohon, biarkan aku hidup," pinta wanita itu dalam isakannya.
Tapi sayang, rintihan memohon yang diucapkan oleh wanita muda itu sama sekali tidak menggoyahkan pendirian pimpinan. Malah sang pemimpin makin memperlihatkan murkanya hingga sang pimpinan langsung memberi titah.
"Dorong dia ke jurang! Cepat!"
Dua orang wanita maju sambil mengacungkan ujung tombak yang runcing hingga wanita muda itu mau tidak mau harus mundur hingga ke tepi jurang.
"Tidak, hiks ... hiks ... hiks ... aku mohon lepaskan aku, aku mohon," hingga akhirnya. "Akhhh!"
Wanita itu terjatuh begitu cepat hingga wanita itu pingsan saat meluncur ke dasar lembah yang ada kubangan air seperti kolam.
Byur!
Wanita itu terjatuh, tapi bukan ke dasar lembah, melainkan jatuh di atas tangan tiga pemuda yang sedari tadi mengintainya dan segera berenang ke dalam lembah yang cukup dangkal. Mereka bergerak cepat ke dasar lembah meski sebelumnya sempat berdebat terlebih dahulu.
"Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum mereka sadar kalau wanita ini selamat," ucap Rahul.
Jack dan Nikki langsung sependapat. Mereka segera saja memboyong wanita yang terikat itu ke tempat yang lebih aman.
"Kamu mau ngapain?" tanya Nikki dengan kening berkerut saat melihat tangan Rahul bergerak ke arah tali yang mengikat tangan si wanita. "Jangan dilepas!"
"Kenapa?" tanya Rahul sontak menghentikan gerakan tangannya.
"Biarkan begitu saja, kita jadikan dia sandra dan kita cari info yang kita butuhkan," terang Nikki.
"Ah iya, benar juga. Kali aja kita bisa menemukan jalan pulang," sambung Jack antusias.
Rahul memandang wajah Jack dan Nikki secara bergantian. Tak lama kemudian senyumnya terkembang. "Ide bagus! Apa sebaiknya kita bawa gadis ini ke markas kita?"
Jack dan Nikki mengangguk hampir bersamaan. Tanpa membuang waktu lagi, ketiga pemuda itu langsung saja mengangkat tubuh wanita itu menuju ke markas mereka.
"Kalian siapa? Aku dimana? Apa aku udah mati?" cecar wanita terikat saat dia sadar dari pingsannya begitu Jack, Nikki dan Rahul sampai di markas mereka dan membaringkan wanita itu di atas dipan.
Wanita itu terus celingukan dengan wajah yang begitu sangat takut. Setelah itu,si wanita langsung menatap tiga pemuda itu dengan wajah ketakutan.
"Kalian siapa? Kenapa aku berada disini? Apa yang terjadi?" wanita itu terus bertanya meski sangat ketakutan.
"Tenang, tenang ... kamu baik baik saja disini. Kamu masih hidup, kami yang menyelamatkanmu," ucap Jack dengan lembut agar wanita itu tidak ketakutan. "Tenang ya ... kamu aman disini."
Wanita itu mengangguk pelan. Meski hatinya belum percaya sepenuhnya, setidaknya dia bersyukur karena masih diberi kehidupan.
"Kalau boleh tahu, itu tadi ritual apa?" tanya Jack begitu si wanita sudah lebih tenang.
Wanita itu menatap satu persatu wajah pria yang sedang menunggu jawaban dari mulutnya. "Ritual untuk menghilangkan kutukan."
"Menghilangkan kutukan? Kutukan apa?"
"Sebuah kutukan jika ada pria yang merenggut mahkota kami, seketika pria itu akan kehilangan nyawanya saat itu juga."
"Apa!"
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
hah
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
2025-01-19
0
Cambang Koe
jadi perawan semua...
2024-04-06
0
Juwanto
Wanita itu Menceritakan Ritual Kutukan Apabila Mahkota Wanita di Ambil Sama Pria..... Ooh Seperti itu
2023-05-01
0