Setelah selesai melenturkan otot tubuhnya tiga pemuda bergegas kembali ke tempat dimana mereka tinggal saat ini. Mereka hendak mandi, sarapan dan memikirkan jalan keluar untuk mengatasi masalahnya. Namun saat langkah mereka belum banyak, sebuah suara menghentikan langkah mereka.
"Hei, kamu! Berhenti!"
Ketiga pemuda itu lantas berbalik badan menghadap ke arah suara itu berasal. Kening mereka berkerut saat mengetahui siapa yang telah memanggil mereka.
"Kami, Ratu?" tanya Nikki.
"Bukan, tapi dia," jawab Ratu sambil menunjuk ke arah Jack dengan wajah ketus. Sedangkan yang orang yang ditunjuk, awalnya merasa heran, tapi sejenak kemudian pria itu mengulum senyum.
"Oh si Jack, oke, yuk, Nik, kita pergi, jangan gangguin orang yang sedang kasmaran," ucap Rahul asal.
"Hei! Siapa yang sedang kasmaran! Lancang kalian!" teriak Ratu dengan wajah kesalnya, padahal hatinya malu bukan main. Dia juga langsung salah tingkah sendiri saat matanya melirik Jack yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Mana aku tahu!" balas Rahul cuek, lalu dia segera melenggang menuju rumah, Nikki pun mengikuti langkah Rahul sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali melihat sifat asli teman barunya.
Setelah tubuh Nikki dan Jack menghilang, Jenita malah terdiam seperti orang bingung. Apalagi saat dia menyadari kalau Jack sedang menatapnya, wanita itu menjadi salah tingkah sendiri. Jack memang sengaja terdiam untuk melihat tingkah sang Ratu. Jack tahu betul kalau sang Ratu tertarik padanya.
"Apa yang sedang anda rencanakan, Tuan?" tanya Jenita setelah berhasil menetralkan suasana hatinya.
"Rencana? Rencana apa?" tanya Jack nampak bingung dengan pertanyaan yang Ratu lontarkan.
"Apa anda melakukan hal seperti ini untuk melatih tubuh anda agar bisa melawan saya?" tanya Jenita dengan wajah angkuhnya. Padahal hatinya sedang loncat loncat tidak menentu karena terus di tatap tajam oleh pria di dekatnya.
Kening Jack sontak berkerut, dan beberapa menit kemudian suara tawanya pecah. "Hahaha ... "
Mendengar suara tawa yang menggelegar, sontak Ratu menjadi terkejut dan kini gantian dia yang menatap tajam ke arah Jack. "Kenapa anda tertawa? Apa pertanyaan saya lucu?"
Suara tawa Jack berangsur angsur mengecil, lalu Jack langsung menjelaskan. "Tadi itu namanya olah raga, Ratu. Biar badan sehat, segar dan bagus. Ratu lihat kan kalau badan saya bagus?"
Pandangan Ratu menelisik tubuh yang sedang dipamerkan Jack. Degup jantung Ratu semakin mengencang. Apalagi saat mata Ratu memandang perut. Di sana ada tulisan aneh dengan dua bintang di salah satu ujungnya. Mata Ratu hampir saja tak berkedip memandangnya.
Jack yang diam diam memperhatikan gerak gerik sang Ratu, menyadari kalau wanita itu sedang terpaku menatap tubuh atletisnya. Jack tersenyum tipis saat Ratu menatap tanpa henti bagian bawah perutnya.
"Jangan dipandangi saja, Ratu, meraba juga boleh," goda Jack membuat Ratu kaget dan tersadar dari diamnya.
"Siapa yang mandangin," elak Ratu dengan mata yang tidak berani memandang Jack. "Saya cuma curiga dengan tulisan di tubuh anda. Apa itu sebuah sandi rahasia?"
Jack langsung menunduk dan seketika dia tahu maksud dari pertanyaan Ratu Jenita. Sontak tawa Jack kembali pecah. "Hahaha ... ini bukan sandi, Ratu, ini Tatto."
"Tatto?"
"Ya, namanya tatto. Nih juga ada dan beda bentuk," tunjuk Jack di kedua tangannya. "Ini adalah karya seni untuk menambah ketampanan seorang pria."
"Menambah ketampanan?"
Jack mengangguk dua kali. "Lihat! Bukankah saya semakin tampan dengan adanya tatto ini?"
"Tampan? Tampan apanya? Biasa saja?" elak Ratu mengingkari kata hatinya.
"Hahaha ... kalau biasa saja, kenapa sedari tadi Ratu memandangi saya?"
Seketika Ratu Jenita terkesiap tak percaya. Ternyata Jack diam diam juga memperhatikannya. Ratu langsung berpikir cepat untuk mencari alasan dibalik sikapnya yang ternyata ketahuan.
"Kan tadi aku sudah bilang, aku curiga, anda pasti sedang merencanakan sesuatu? Iya, kan?" ucap Ratu kembali membuat alibi yang sama seingat dia.
"Hahaha ... dasar wanita, apa apa nggak mau kalah," gumam Jack tapi masih kedengaran oleh telinga Ratu.
"Apa? Nggak mau kalah? Kamu nantang saya?" tanya Ratu dengan suara sedikit keras dan lantang.
"Siapa yang nantangin, aduh, salah maksud."
"Baiklah kalau memang itu mau anda, mari kita bertarung, satu lawan satu, apa anda berani?"
...@@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
iya berani donkk /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2025-01-20
0
Juwanto
Nikki Rahul Pulang ke Asrama Sementara Jack Masih di interogasi Sama Ratu Jenita Sebenar nya Ratu Jenita Terkesima Senang Sama Jack Karena Hati nya Ratu Ber Debar Terus
2023-05-01
0
HNF G
ok... mari satu lawan satu, kita duel di atas ranjang 😄😄😄😄😄
2023-04-01
1