"Kalau boleh tahu, itu tadi ritual apa?" tanya Jack begitu si wanita sudah lebih tenang.
Wanita itu menatap satu persatu wajah pria yang sedang menunggu jawaban dari mulutnya. "Ritual untuk menghilangkan kutukan."
"Menghilangkan kutukan? Kutukan apa?"
"Sebuah kutukan jika ada pria yang merenggut mahkota kami, seketika si pria akan kehilangan nyawanya saat itu juga."
"Apa! Bagaimana bisa?"
Sebelum menjawab, wanita itu berusaha untuk duduk. Tapi kaki dan tangan yang terikat, membuat wanita itu kesulitan untuk mengangkat tubuhnya. Rahul yang berada lebih dekat dari wanita itu seketika mambantunya untuk duduk dan bersandar.
"Bagaimana ada ritual semacam itu? Apa memang sudah ada sejak dulu?" kini Nikki yang bertanya.
"Sudah lama, sejak kerajaan kami dikutuk atas ke salahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang orang kami," jawab wanita itu dengan raut wajah begitu sedih. Bahkan dia sampai menunduk dan meneteskan air mata.
Jack, Nikki dan Rahul saling tatap. Mereka ingin bertanya lebih jauh tapi tidak tega melihat keadaan wanita itu. Wanita itu mendongak dan menatap tiga pria dihadapannya. Keningnya berkerut, entah apa yang sedang dia pikirkan.
"Apa aku boleh tahu, apa yang terjadi sebenarnya? Jujur aku merasa heran aja. Bahasa yang kamu gunakan, sama dengan bahasa kita. Apa mungkin pulau ini termasuk dari negara kita?" ucap Jack.
Wanita itu tercenung, dia menatap Jack dengan lekat. Sepertinya wanita itu sedang memastikan kalau orang itu penduduk asli sama seperti dia atau bukan. Tapi dari pertanyaan yang Jack lontarkan, wanita itu sudah bisa memastikan kalau tiga pria itu bukanlah penduduk pulau itu.
"Kalian bukan berasal dari sini, tapi kenapa kalian memakai pakaian orang sini? Siapa kalian?" bukannya menjawab, wanita itu malah melempar pertanyaan kembali. Jack, Nikki dan Rahul tentu saja tercengang. Mereka saling pandang dan memberi kode kalau mereka bingung mau menjawab apa.
"Kami sebenarnya pengembara," Jack menjawab asal setelah berpikir dengan cepat. Sedangkan Nikki dan Rahul menatap Jack seperti sedang menuntut penjelasan.
"Pengembara?" tanya si wanita ragu.
"Iya, pengembara," balas Jack yakin. "Kami sebenarnya sedang melintas di pulau ini. Tapi entah kenapa, tiba tiba ada badai menghantam kapal kami dan seperti yang kamu lihat, kami berada disini."
Si wanita kembali menatap lekat lekat pria tampan yang baru saja memberi penjelasan. Jack yang memang pada dasarnya jago modus dan gombal, tentu saja sangat lancar dalam membuat alasan. Buktinya si wanita seperti tidak menemukan kebohongan dalam diri Jack. Apa lagi senyum yang disunggingkan oleh Jack terlihat sangat meyakinkan, ditambah Jack sama sekali tidak menghindari tatapan wanita itu hingga si wanita yakin kalau Jack bicara jujur.
Nikki dan Rahul saling tatap lalu mereka saling melempar senyum dan mengakui kehebatan Jack dalam mencari alasan yang tidak bisa dicurigai.
"Apa kamu tidak yakin dengan semua yang aku katakan?" tanya Jack dengan santainya meski hatinya sedikit was was. Wanita itu hanya menggeleng tanpa bersuara. Tapi hal itu cukup bagi Jack kalau wanita itu percaya.
"Sekarang coba kamu ceritakan, sebenarnya apa yang terjadi di pulau ini? Kenapa ada kutukan seperti itu?" cecar Jack.
"Semua ini terjadi karena adanya salah paham antara rakyat pulau ini dengan naga jantan penguasa laut timur."
"Naga jantan?" ucap Jack, Nikki dan Rahul hampir bersamaan dengan mata melebar. Ketiga pemuda itu langsung menunjukkan wajah terkejutnya saat mendengar kata naga dari bibir wanita itu. Antara heran dan juga tidak percaya, Jack dan pemuda asing yang sekarang menjadi teman, saling menatap sejenak, lalu kembali menatap si wanita.
"Iya, naga itu marah besar karena ada yang menyerang naga betina hingga naga betina kehilangan kekuatannya. Padahal naga itu sedang mengandung, tapi anak mereka meninggal beberapa hari kemudian. Naga jantan semaki murka dan dia menyerang negara kami," ucap wanita itu dengan nada yang bergetar.
"Dan naga itu mengutuk kalian begitu?" tanya Nikki.
Wanita itu mengangguk lalu menunduk. "Naga itu mengutuk kami agar wanita yang masih memiliki mahkota tidak bisa dimasuki oleh lelaki. Bukan hanya kerajaan kami, tapi kerajaan lain juga kena imbasnya. Jika ada lelaki yang nekat melakukannya, maka lelaki itu akan mati seketika. Naga mengutuk seperti itu dengan tujuan agar kami tidak memiliki keturunan, karena dia telah kehilangan anaknya dan istrinya sangat lemah karena kekuatannya hilang."
Ketiga pemuda itu terdiam dengan tatapan lurus ke arah gadis itu. Hati ingin tidak perrcaya tapi semua nampak nyata.
"Apa pernah ada lelaki yang melanggar kutukan itu?" kini Rahul yang bertanya setelah terdiam beberapa saat.
"Banyak ... banyak lelaki yang meninggal saat menantang kutukan. Karena itulah, laki laki dan wanita yang sudah tidak bermahkota pada pergi dari pulau ini."
"Jadi karena itu, pulau ini hanya ada wanita saja?" ucap Nikki.
"Dan semuanya masih bersegel, Waw, keren!" timpal Jack.
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
wahh keren kan Jackk.. hahaha
2025-01-19
0
Dwisur
kutukannya ada2 saja ya kakak naga
2024-09-18
0
Juwanto
Jack, Nikki,Rahul. Berhasil Mengintro gasi Wanita itu Apa Benar Akan Ada Kutukan Apabila di Langgar
2023-05-01
0