"Hahaha ... dasar wanita, apa apa nggak mau kalah," gumam Jack tapi masih kedengaran oleh telinga Ratu.
"Apa? Nggak mau kalah? Kamu nantang saya?" tanya Ratu dengan suara sedikit keras dan lantang.
"Siapa yang nantangin, aduh, salah maksud."
"Baiklah kalau memang itu mau anda, mari kita bertarung, satu lawan satu, berani?"
Tawa Jack seketika langsung surut berganti dengan mulut ternganga karena terkejut. Jack terbungkam tapi hatinya diliputi berbagai pertanyaan. Apa Ratu bisa bertarung? Kalau Jack kalah pasti malu. Tapi kalau Jack menang, masa sama wanita tidak mau kalah? Mendadak Jack jadi bimbang.
"Gimana? Takut?" ucap Ratu dengan tatapan meremehkan.
"Aku? Takut? Nggak ada dalam kamus hidup saya kata kata takut," balas Jack penuh dengan kesombongan.
"Apa itu kamus? Apa itu sebuah ilmu bela diri?"
Jack kembali terkesiap. Dia iupa kalau saat ini dia berada di pulau seperti apa hingga Jack mengeluarkan kata kata yang bisa membahayakan dirinya.
"Tidak perlu tahu, yang pasti aku tidak takut melawan anda. Tapi apa yang akan anda berikan jika aku menang dalam pertandingan melawan Ratu?"
"Kenapa jadi melakukan penawaran kembali? Apa mau anda sebenarnya?"
"Jelas saya harus melakukan penawaran karena nyawa saya dan teman teman saya taruhannya."
Ratu tersenyum sinis. "Baiklah, katakan pada saya apa yang anda inginkan?"
Jack tidak langsung menjawab, tapi dia menyuruh Ratu memanggil semua yang ada disana agar menjadi saksi, termasuk Rahul dan Nikki, karena takut sang Ratu ingkar. Awalnya Ratu agak keberatan, tapi Ratu sadar, dia harus bisa adil dan bijak dalam bertindak. Akhirinya dia pun menuruti permintaan pemuda dihadapannya.
"Katakan? Apa permintaan anda? Mereka sudah cukup menjadi saksi," titah Ratu agak mendesak.
"Baiklah. Dengarkan baik baik," ucap Jack sambil menyeringai. "Jika saya berhasil memenangkan pertarungan dan berhasil melenyapkan kutukan. Maka, semua wanita muda yang ada pulau ini, harus melayani kami bertiga, bagaimana?"
Nikki dan Rahul serta yang lain sontak saja terkejut. Begitu juga yang lainnya termasuk ratu.
Awalnya kening sang Ratu berkerut, lalu dia berbahak. "Hahaha ... anda terlalu percaya diri, Tuan."
"Apa itu sebuah pujian? Kalau iya, terima kasih atas pujian anda," balas Jack dengan sangat percaya diri.
"Baiklah, kalau itu mau anda, selamat berjuang!"
"Terima kasih."
Di saat Ratu hendak mengeluarkan suaranya, tiba tiba seorang penjaga istana datang melapor kalau orang tua Ratu datang berkunjung. Seketika raut wajah Ratu berubah datar. Jack merasakan perubahan wajah tersebut dan menatap Ratu lekat lekat hingga sang Ratu beranjak pergi.
"Kamu gila, Jack! Permintaanmu kenapa yang susah susah sih?" tanya Rahul begitu semua membubarkan diri.
"Iya, Jack. Kenapa kamu yakin banget dengan permintaanmu yang satu itu?" sambung Nikki heran.
"Entah, aku sendiri juga heran. Namun aku merasa, aku pasti bakalan mampu melumpuhkan kutukan itu, biar bagaimanapun wanita wanita itu sangat kasian jika sampai tidak merasakan sentuhan laki laki," balas Jack dengan tenang.
"Seyakin itukah kamu?" tegas Nikki.
"Yah, seperti yang kalian lihat," jawab Jack mantap.
"Baiklah, semoga saja keyakinamu dapat kita wujudkan. Terima kasih karena kamu juga memikirkan keselamatan kita," ucap Nikki tulus.
"Iya, Jack. Seandaiinya kemarin kamu tidak nego, mungkin kita sudah tinggal nama saat ini," sambung Rahul.
Jack tersenyum simpul. "Yah, gimana lagi ya? Kita berasal dari negara yang sama dan mengalami nasib yang sama, jadi ya kalian pasti tahu lah ya?"
"Iya iya," ketiganya sontak tertawa bersama.
Sementara itu di ruang utama kerajaan.
"Ada apa Ayah datang kemari?" tanya sang anak dengan tatapan dinginnya.
"Tentu saja, saya sangat merindukanmu, Sayang," jawab seoang pria dengan memasang senyum lebar.
"Tidak perlu berpura pura. Kalau ayah mau mencari keistimewaan pulau ini. Silakan cari sendiri! Jangan libatkan saya!" tegas Ratu.
"Jenita! Kenapa kamu begitu lancang pada ayahmu?" teriak seorang wanita yang datang bersama ayah Jenita. Dialah ibu tiri Jenita.
"Kenapa? Apa saya salah? Harusnya kalian sadar, kalian telah membuangku!"
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
jangan² ibu bapa jenita ini raja dan permaisuri naga???
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
2025-01-20
0
Juwanto
Sang Ratu Jenita Terus Menatap Jack Sambil Tato di Tubuh nya Sementara Ajudan nya Melapor kan Bahwa Orang Tua nya Datang
2023-05-01
0
Bunda windi❤ 💚
kalo beneran gelod Jack pasti menang,, itukan mau nya bang onel 🤧🤧
2022-11-30
4