"Kenapa kamu pakai pakaian seperti itu lagi sih? Terus kenapa semua pakaian pelayan sama kayak kamu? Gila apa? Menggoda iman banget tahu nggak!" protes Rahul.
"Ini memang pakaian resmi kerajaan, Tuan. Selain pengawal, semua wanita wajib memakai pakaian seperti ini."
"Astaga! Percuma pakaian resmi seperti itu kalau tidak bisa menikmati isinya," gerutu Rahul.
Nikki dan Jack hanya bisa tersenyum lebar memandang kegalauan Rahul. Dua pemuda itu juga sangat tergoda dengan penampilan para pelayan, tapi sayangnya mereka tidak mau mati sia sia terkena imbas kutukan.
Dilihat dari tampangnya, Nikki memang tampan. Wajahnya yang mirip bule dengan kulit agak gelap, menambah pesona Nikki semakin terpancar. Anaknya lebih kalem tapi sangat menghanyutkan. Nikki juga bukan pria polos. Sama seperi Jack, dia juga pernah mencicipi manisnya berkeringat bersama wanita.
Berbeda dengan Rahul. Pria itu hanya otaknya saja yang nakal, tapi dia masih belum terjamah oleh wanita kecuali bibir. Sebagai pelampiasan jika dia lagi pengin, Rahul menggunakan alat bantu yang bentuknya mirip punya wanita dan dia membelinya secara online. Sebelum ada alat seperti itu, Rahul selalu menggunakan bantuan tangan untuk meraih kenikmatan.
"Jadi disini, kita punya waktu satu bulan, Jack? Kira kira apa yang kamu rencanakan?" tanya Nikki begitu Insana pergi meninggalkan mereka.
"Ya kita harus bisa akting disini. Kita harus bisa buat mereka percaya sama kita terlebih dahulu," jawab Jack sambil mencomot buah apel dan memakannya.
"Tapi kalau kita disuruh untuk mencari naga, bagaimana, Jack? Bukankah inti dari masalah kutukan yang menimpa pulau ini ada pada naga?" Rahul ikut bertanya.
"Ya intinya kita tunggu dulu, pergerakan ratu seperti apa. Setelah kita tahu, baru kita merencanakan apa yang harus kita lakukan, biar kita tidak menduga duga. Yang pasti kita harus kompak kalau kita ingin selamat. Cuma itu menurutku. Gimana?"
"Aku sih ngikut kamu aja, Jack," balas Nikki.
Aku juga," sambung Rahul.
"Baiklah, mulai saat ini kita harus benar benar kerja sama loh ya?"
"Sipp!"
Jack, Nikki dan Rahul benar benar mendapatkan pelayanan terbaik atas perintah sang ratu. Fasilitas yang mereka dapat sama seperti fasilitas yang digunakan kerajaan. Mereka juga menempati kamar yang terpisah. Dalam bangunan tersebut ada 6 kamar beserta kamar mandi yang cukup luas. Empat kamar di isi oleh tiga pria dan satu wanita yang ditugaskan untuk melayani pria pria tersebut.
Hingga waktu berlalu, kini siang sudah berganti dengan malam. Setelah makan, Jack memilih menghabiskan waktu dengan berkeliling di sekitar taman. Lalu dia duduk di sebuah bangku panjang yang terletak di bawah pohon tak jauh keberadaannya dari rumah yang dia tinggali.
"Tidak ada listrik. Tidak ada ponsel. Tidak ada motor. Astaga! Kehidupan macam apa ini?" keluh Jack sambil memandang tanaman hias dihadapannya. "Benar benar seperti hidup di jaman pra sejarah."
"Sedang ngapain kamu?" sebuah suara tiba tiba terdengar dari arah belakang Jack dan membuat pria itu kaget bukan main. Jack pun langsung menoleh dan melihat sosok cantik pemimpin kerajaan ini dengan wajah yang tidak bersahabat.
Jenita memang sengaja memasang wajah masam untuk menutupi hatinya yang berdegup kencang. Sedari tadi dia memperhatikan Jack dari tempat tersembunyi dan sangat mengaguminya. Begitu melihat Jack duduk, Jenita memberanikan diri mendekat dan langsung berubah sikapnya.
"Eh ada Ratu," ucap Jack cuek tanpa rasa hormat. "Lagi bengong aja nih?"
Kening Jenita berkerut. "Kamu nggak memberi hormat pada saya?"
"Hormat? Bagaimana caranya?" tanya Jack terlihat bingung.
"Kamu tidak memberi hormat saat ada ratu datang? Benar benar lancang!"
"Bagaimana caranya? Kan aku tidak tahu. Bukankah aku sudah bilang, aku bukan penduduk pulau ini dan kerajaan lainnya. Jadi mana saya tahu cara hormat kepada raja atau ratu."
Jenita mendengus lalu dia bergerak maju ke hadapan Jack. Karena langkahya yang tergesa gesa, kaki Jenita menginjak bagian bawah pakaian yang dia pakai hingga dia tiba tiba oleng ke arah Jack berada. Mata Jack seketika membalalak saat tubuh Jenita terhuyung ke arahnya. Tangannya spontan menangkap pinggang Jenita, tapi sayang Jack tidak bisa menahan kepala Jenita yang menuju wajahnya, hingga beberapa detik kemudian.
Cup!
Bibir Jenita jatuh tepat menempel diatas bibir Jack. Seketika mata mereka membelalak bersamaan
...@@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
wahh Giloo sihh..
/Grin//Grin//Grin//Grin/
2025-01-20
0
Mas Aria
cup cup pelan2 masukan pedNgnya
2023-09-17
0
Juwanto
Jack Kaget Begitu Ratu Datang Karena Jack Tidak Memberikan Hormat Sang Ratu Kecewa Mau Pergi Tapi Menginjak Gaun nya Perasaan Sang Ratu Bagaimana Hati nya yg Lagi Gundah Saat Melihat Jack
2023-05-01
0