Cup!
Bibir Jenita jatuh tepat menempel diatas bibir Jack. Seketika mata mereka membelalak bersamaan. Sisi Jahil Jack seketika langsung bergerak cepat. Digigitnya bibir merah muda tanpa polesan dengan pelan. Sontak saja mata Jenita kembali membelalak dan dia segera saja menarik kepalanya hingga bibir mereka terlepas.
Tanpa Jack sadari dari balik baju yang dia pakai. Batu yang dijadikan kalung, kembali menyala saat bibir Jack dan Jenita bersatu.
"Manis," ucap Jack sambil cengengesan.
"Kau!" tunjuk Jenita dengan perasaan yang campur aduk. Antara marah, kaget, seneng dan juga malu. Dia segera saja mengangkat bajunya dan melangkah cepat meninggalkan Jack.
"Duh manisnya, pake malu malu segala lagi," gumam Jack sembari menatap kepergian Jenita.
Sedangkan wanita itu melangkah semakin cepat agar segera sampai ke dalam kamarnya. Para pelayan dan penjaga Istana memandang heran dengan tingkah ratu mereka yang tidak seperti biasanya.
"Ratu kenapa? Kok senyum senyum gitu?" tanya salah satu pelayan kepada rekannya.
"Mana aku tahu. Tadi tidak ada yang boleh menenami ratu jalan jalan. Semua dayang disuruh pergi," jawab rekannya.
"Aneh."
Jenita langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Dia berdiri bersandar pintu dengan nafas yang tersengal sengal. Senyumnya merekah membayangkan kejadian yang baru saja dia alami.
Untuk pertama kalinya, Jenita bersentuhan kulit dengan lawan jenis sejak dia menginjak usia dewasa. Dia merasakan hangatnya bibir Jack saat menggigit bibirnya. Meski hanya sesaat tapi sangat berkesan dan mampu mempercepat detak jantungnya.
Jenita melangkah cepat ke arah ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya. Senyumnya masih merekah sempurna dan pikirannya hanya tertuju pada satu kejadian yang sangat mengesankan.
Sementara itu, di waktu yang sama, tapi di tempat yang sangat jauh dari istana Jenita, naga betina kembali merasakan kekuatan dari batu yang bercahaya. Dia sungguh sangat yakin kalau batu itu benar benar telah kembali meski entah berada di mana saat ini.
"Suamiku! Suamiku!" teriak sang naga betina keluar dari tempatnya beristirahat mencari suaminya.
"Iya, ada apa, Istriku? Kenapa kamu keluar kamar? Bahaya buat kesehatamu, Istriku," ucap sang suami dengan wajah terlihat sangat khawatir.
"Aku merasakannya, Suamiku. Dia kembali, kekuatanku telah hadir kembali, Suamiku," ucap naga betina. Meski terlihat lemah tapi dia sangat antusias menyampaikan kabar baik itu.
"Benarkah?" tanya sang suami dan naga betina mengangguk. "Dua kali kamu merasakan kehadirannya, Istriku, berarti tidak salah lagi kalau kekuatanmu telah kembali dan berada di suatu tempat."
"Benar, Suamiku. Aku sudah tidak sabar untuk menemukannya. Aku ingin segera pulih dan kita bisa mendapatkan keturunan kembali."
"Baiklah, Istriku. Kalau begitu kita akan pergi mencari batu cahaya itu sampai ketemu."
Selama ini naga betina memang sedang tidak baik baik saja. Dia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya. Namun dia mampu bertahan berkat kekuatan dari suaminya yang setia.
Entah kekuatan apa saja yang terkandung dari batu yang ditemukan Jack, Nikki dan Rahul. Yang pasti mereka belum menyadarinya. Dan malam ini ketiganya sedang terlelap di kamarnya masing masing.
Sedangkan di malam yang sama, di salah satu kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan Jenita, Raja dari pulau tersebut terlihat sedang bercengkrama dengan beberapa pria pejabat kerajaan. Wajah mereka sangat serius dan terlihat sangar tegang.
"Bagaimana, cenayang? Apa ada tanda tanda dimana letak batu cahaya ungu berada?" tanya sang Raja yang akrab dipanggil Raja Roma.
"Belum, Yang mulia. Seperti yang saya ceritakan, kemungkina batu cahaya ungu itu terbelah jadi tidak bisa dirasakan kekuatannya dari jauh kecuali oleh pemiliknya," balas Cenayang kerajaan.
"Bagaimana bisa belum ketemu juga? Apa kamu tidak mengerahkan semua kekuatanmu?"
"Tentu saja hamba menggunakan seluruh kemampuan hamba, Yang Mulai, tapi hamba mohon maaf, hamba belum bisa mengetahuinya. Ampun, Yang Mulia."
Raja Roma terlihat sangat gusar. Dia mengusap wajahnya yang sudah sangat frustasi. "Baiklah, saya kasih kamu kesempatan terakhir. Pergilah kemanapun kamu mau, dan jangan pulang sebelum menemukan batu itu, mengerti?"
"Mengerti, Yang Mulia. Terima kasih atas kemurahan hatinya."
"Pergilah!"
"Baik, Yang Mulia."
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
hahaha..
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Shy/
2025-01-20
0
fariezka
wah biscuitcuit. celupin trus digigit. 🍉
2024-03-09
0
Juwanto
Sang Ratu Jenita Setelah Bersentuh an Bibir Dengan Jack Sang Ratu Merasa Senang Untuk Pertama Kali nya Bibir nya di Gigit Sama Pria Jack Terus Terbayang Bayang
2023-05-01
0