Tantangan

Apa benar, anda bertiga yang menggagalkan upacara besar kami?" tanya sang ratu dengan wajah terlihat menahan amarahnya.

"Benar," jawab Jack singkat. Dia seakan tak peduli dengan tatapan sang ratu yang sangat tajam ke arahnya.

"Kenapa? Apa alasan anda menggagalkan upacara kami?"

Jack sejenak mengulas senyum lalu berkata, "Karena itu ritual yang salah dan tidak akan pernah terkabul keinginan rakyat ini meski semua penduduknya mati dijadikan tumbal!"

Sontak saja sang ratu semakin menunjukkan tatapan tajamnya ke arah Jack. Hanya dengan melihat reaksi kemarahan dari sang ratu, dua pengawal langsung mengacungkan tombaknya ke arah Jack berlutut.

"Jangan lancang kamu di hadapan ratu kami!" bentak seorang wanita yang sepertinya memiliki pangkat tertinggi di istana.

Nikki dan Rahul juga terkejut dengan jawaban lantang Jack. Mereka tidak menyangka, Jack akan mengatakan hal seperi itu disaat mereka sedang terancam. Antara kesal dan takut, dua pemuda itu hanya mampu merutuki Jack dari dalam hati. Begitu juga dengan yang dirasakan Insana. Dia sama terkejutnya dengan apa yang Jack katakan.

"Saya tidak lancang, tapi saya berbicara memakai logika saya sebagai manusia," ucap Jack dengan tenangnya, dan ucapan itu berhasil membuat sang ratu penasaran.

"Logika?" tanya sang ratu dengan kening berkerut. Jack mengangguk sembari tersenyum tipis. Sang ratu memberi kode dengan tangan kanannya agar para pengawal menepi dan membiarkan Jack meneruskan ucapannya.

"Selama ada ritual menggunakan tumbal, apakah di pulau ini ada perubahan? Tidak bukan?" Tanya Jack dengan santainya. "Lalu, kenapa masih bisa dipertahankan? Bukankah jika ada sebuah kutukan seharusnya dicari asal usul kutukan itu datang? Lalu dicari jalan penangkalnya? Bukan malah membuang nyawa dengan sia sia yang belum tentu ada hasilnya."

"Tahu apa kamu tentang pulau ini? Hah!" bentak wanita sambil menghunuskan telunjuk ke arah Jack.

"Diam, Ajudan!" teriak sang ratu kepada pengawalnya. "Biarkan dia melanjutkan ucapannya!" Sang Ajudan langsung terdiam dengan wajah geram, sedangkan Jack tersenyum kepada sang pengawal dengan penuh kemenangan.

"Lanjutkan" titah sang ratu.

"Kami bertiga juga tidak tahu apa yang terjadi dengan penduduk di sini. Bahkan kami sendiri tidak tahu kami berada dimana," sambung Jack melanjutkan ceritanya. "Tapi dari cerita yang kami dengar dari Insana, saya mengambil kesimpulan, harusnya yang dicari itu inti dari masalah yang ada, baru mencari jalan keluar yang tepat tanpa harus mengorbakan nyawa para gadis."

Kening sang ratu berkerut, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Insana. "Benar, kamu sudah menceritakan semuanya, Insana?"

Dengan penuh rasa takut, Insana langsung mengangguk pelan. "Benar Ratu."

"Kenapa kamu menceritakan kepada mereka? Apa kamu tidak takut kalau mereka adalah mata mata yang mengincar kerajaan kita?" tanya sang ratu dengan suara sedikit keras dan mengandung amarah.

"Ampun Ratu, hamba cerita kepada mereka karena hamba yakin mereka bukan orang jahat. Mereka juga entah berasal darimana, karena pakaian yang mereka pakai bukan pakaian dari pulau musuh musuh kita," jawab Insana agak terbata. Bahkan dia berbicara sembari menunduk.

"Pakaian? Kamu melihat pakaian kita?" tanya Rahul dengan wajah terkejut sembari menatap ke arah Insana. Begitu juga dengan Jack dan Nikki.

Wanita itu menoleh dan mengangguk. "Saat aku berganti pakaian, aku melihat ada jenis kain berbentuk badan tergantung di sebelah tempat penyimpanan baju."

"Oh itu pakaianku," ucap Jack. "Aku yang menaruhnya disana, ada kaos, jaket dan celana."

"Bisa saja mereka sedang menyamar, Ratu," sela sang ajudan.

"Hahaha ... menyamar. Kayak nggak ada kerjaan lain aja," ucap Rahul tiba tiba dengan santainya, lalu setelahnya dia membungkam mulutnya sendiri dengan raut wajah terkejut karena ucapan spontannya. Mata ajudan langsung melotot ke arah Rahul.

Ratu terdiam. Dia terlihat sedang memikirkan ucapan tiga pemuda dan satu wanita yang berlutut dihadapannya.

"Ratu, hamba harap, Ratu tidak percaya dengan apa yang mereka ucapkan, bisa saja itu adalah bagian dari rencana salah satu musuh kita," ucap sang ajudan yang sedari tadi memandang tiga pemuda dengan penuh rasa benci.

"Rencana? Bahkan saya tidak tertarik dengan wanita seperti anda! Lalu apa istimewanya pulau ini, hingga kami harus memiliki rencana?" Nikki mulai berani menunjukkan suaranya.

"Tidak usah berbohong! Saya tahu manusia seperti apa kalian itu!" ucap sang ajudan sedikit keras.

"Kamu kok dari tadi nyolot mulu ucapannya? Kamu pasti wanita tua yang belum pernah disentuh laki laki ya?" ejek Rahul. Dia merasa geram dengan ucapan ajudan yang sok berkuasa.

"Kamu!" bentak Ajudan semakin emosi.

"Sudah, sudah!" teriak sang Ratu menghentikan perdebatan sang ajudan dengan para tawanan. "Jika kalian bukan mata mata, apa kalian bersedia menerima tantangan dari saya?"

"Tantangan?"

...@@@@@...

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

tantangan Sang Ratu adalah puasakan Sang Ratu.. hehehe/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/

2025-01-20

0

Hman Pedang

Hman Pedang

ajudan ook ngotot

bow..pemikiran jack kere....anak kuliahhan memang beda pemikirannya

2023-06-22

0

Juwanto

Juwanto

Sang Ratu Mendengar Pendapat Jack Belum Ada Kesimpulan Ratu Dari nya Jack Nikki Rahul Sudah Kesal Sama Ajudan nya Karena Ngeyel Interogasi Dari Ratu juga Belum Selesai ........

2023-05-01

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Dunia
2 Mimpi Buruk
3 Tragedi
4 Dihuni Kaum Wanita Saja?
5 Sekumpulan Wanita Di Atas Bukit
6 Sebuah Ritual
7 Cerita Dibalik Kutukan
8 Sangat Disayangkan
9 Misteri Batu Ungu
10 Batu Bercahaya Ungu
11 Tertangkap
12 Tantangan
13 Tantangan Dan Penawaran
14 Deal!
15 Langkah Awal
16 Semua Mengincar Batu itu
17 Langkah Awal
18 Bertarung?
19 Ikatan
20 Ratu Yang Lemah
21 Firasat Sang Naga
22 Misteri Lagi
23 Terungkap Secara Perlahan
24 Kejutan
25 Kejutan Lagi
26 Semakin mendekati
27 Ulah Raja Roma
28 Sedikit Kabar Baik
29 Belum Terbuka Lebar
30 Ketahuan
31 Rahul Dan Insana
32 Di Tengah Hutan
33 Raja Roma Dan Empat Cenayang
34 Jack Dan Jenita
35 Usaha Jack
36 Misteri Lagi
37 Tantangan Lagi
38 Keterkejutan Jack
39 Mendadak Bisa Silat
40 Menyembuhkan Nafata
41 Di Malam Itu
42 Beneran Berhasil!
43 ketegangan Malam
44 Bualan Jack
45 Raja Rama Mulai Bergerak
46 Kemesraan Pagi
47 Bikin Iri Saja
48 Keyakinan Jack
49 Ada Yang Menyerang
50 Menuju Tempat Kerusuhan
51 Ulah Sang Naga
52 Adu Penawaran
53 Mengikuti Naga
54 Membawa Hasil
55 Keinginan Para Wanita
56 Siap Membuktikan Hasilnya
57 Malam Pembuktian
58 Malam Yang Menegangkan
59 Terkoyak Bersama
60 Setelah Malam itu
61 Nikmatnya Bangun Tidur
62 Setelah Semuanya Usai
63 Siap Nggak Ya?
64 Dilema
65 Jangan Pergi
66 Mengunjungi Naga
67 Akal Sang Naga
68 Tanpa Hasil
69 Penyusup
70 Isi Hati Para Wanita
71 Nafata Kemana?
72 Berita Nafata Menyebar
73 Semua Nampak Terkejut
74 Tamparan
75 Saat Wanita Kecewa
76 Kok Jadi Begini?
77 Dua Wanita Di dalam Kamar
78 Meluluhkan Wanita
79 Rencana Jack
80 Mengumpulkan Kaum Pria
81 Tinggal Masalah Pribadi
82 Harta Yang Tersembunyi
83 Ritual Massal
84 Aksi Lima Wanita
85 Wanita Lawan Wanita
86 Amarah Raja Roma
87 Kedatangan Raja Damendra
88 Rasa Heran Damendra
89 Pertengkaran Ayah Dan Anak
90 Utusan Dewa Dan Naga?
91 Damendra Dibuat Tercengang
92 Pergi Menghibur Diri
93 Pertemuan Tak Terduga
94 Cara Yang Sama
95 Bergerak Cepat
96 Rencana Yang Tersusun Rapi
97 Rencana Ratu Amuba
98 Ketakjuban Para Warga
99 Nasehat Untuk Jenita
100 Hanya Sandiwara
101 Jack Jadi Raja??
102 Tuduhan Ratu Amuba
103 Kejutan!
104 Penolakan Jack
105 Protesnya Rahul
106 Penyusup Dan Penduduk
107 Ketangguhan Prajurit Wanita
108 Raja Damendra
109 Ajakan Nafata
110 Dua Orang Wanita
111 Permainan Licik
112 Jack Kesal
113 Curhat Kekesalan Jack
114 Sikap Acuh Jack
115 Rasa Bersalah
116 Raja Dan Ratu Minum Racun?
117 Keinginan Jenita
118 Hanya Bisa Minta Maaf
119 Raja Roma Berkunjung
120 Menuju Ke Tempat Harta Tersembunyi
121 Dua Raja Berbicara
122 Berburu Harta Karun
123 Bisa Jadi Sultan
124 Raja Roma Ingin Bertarung
125 Rencana Di Balik Rencana
126 Utusan Raja Roma
127 Membuat Siasat
128 Raja Roma Datang
129 Penuh Basa Basi
130 Sindiran Pedas
131 Raja Roma Beraksi
132 Perang Yang Sebenarnya
133 Sudah Mempersiapkan Segalanya
134 Ketangguhan Prajurit Wanita
135 Rasa Haru Dan Bahagia
136 Rencana Susulan
137 Kejutan Untuk Raja Roma
138 Kejutan Dari Jack
139 Setelah Kemenangan
140 Dua Rencana Berbeda
141 Damendra Belum Jera
142 Membuang Rasa Malu
143 Sebuah Penawaran
144 Kejutan Sore Hari
145 Apa Ini Akhirnya?
146 Mungkin Ini Memang Akhir
147 Sepertinya Belum Berakhir?
148 Akhirnya ...
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Dua Dunia
2
Mimpi Buruk
3
Tragedi
4
Dihuni Kaum Wanita Saja?
5
Sekumpulan Wanita Di Atas Bukit
6
Sebuah Ritual
7
Cerita Dibalik Kutukan
8
Sangat Disayangkan
9
Misteri Batu Ungu
10
Batu Bercahaya Ungu
11
Tertangkap
12
Tantangan
13
Tantangan Dan Penawaran
14
Deal!
15
Langkah Awal
16
Semua Mengincar Batu itu
17
Langkah Awal
18
Bertarung?
19
Ikatan
20
Ratu Yang Lemah
21
Firasat Sang Naga
22
Misteri Lagi
23
Terungkap Secara Perlahan
24
Kejutan
25
Kejutan Lagi
26
Semakin mendekati
27
Ulah Raja Roma
28
Sedikit Kabar Baik
29
Belum Terbuka Lebar
30
Ketahuan
31
Rahul Dan Insana
32
Di Tengah Hutan
33
Raja Roma Dan Empat Cenayang
34
Jack Dan Jenita
35
Usaha Jack
36
Misteri Lagi
37
Tantangan Lagi
38
Keterkejutan Jack
39
Mendadak Bisa Silat
40
Menyembuhkan Nafata
41
Di Malam Itu
42
Beneran Berhasil!
43
ketegangan Malam
44
Bualan Jack
45
Raja Rama Mulai Bergerak
46
Kemesraan Pagi
47
Bikin Iri Saja
48
Keyakinan Jack
49
Ada Yang Menyerang
50
Menuju Tempat Kerusuhan
51
Ulah Sang Naga
52
Adu Penawaran
53
Mengikuti Naga
54
Membawa Hasil
55
Keinginan Para Wanita
56
Siap Membuktikan Hasilnya
57
Malam Pembuktian
58
Malam Yang Menegangkan
59
Terkoyak Bersama
60
Setelah Malam itu
61
Nikmatnya Bangun Tidur
62
Setelah Semuanya Usai
63
Siap Nggak Ya?
64
Dilema
65
Jangan Pergi
66
Mengunjungi Naga
67
Akal Sang Naga
68
Tanpa Hasil
69
Penyusup
70
Isi Hati Para Wanita
71
Nafata Kemana?
72
Berita Nafata Menyebar
73
Semua Nampak Terkejut
74
Tamparan
75
Saat Wanita Kecewa
76
Kok Jadi Begini?
77
Dua Wanita Di dalam Kamar
78
Meluluhkan Wanita
79
Rencana Jack
80
Mengumpulkan Kaum Pria
81
Tinggal Masalah Pribadi
82
Harta Yang Tersembunyi
83
Ritual Massal
84
Aksi Lima Wanita
85
Wanita Lawan Wanita
86
Amarah Raja Roma
87
Kedatangan Raja Damendra
88
Rasa Heran Damendra
89
Pertengkaran Ayah Dan Anak
90
Utusan Dewa Dan Naga?
91
Damendra Dibuat Tercengang
92
Pergi Menghibur Diri
93
Pertemuan Tak Terduga
94
Cara Yang Sama
95
Bergerak Cepat
96
Rencana Yang Tersusun Rapi
97
Rencana Ratu Amuba
98
Ketakjuban Para Warga
99
Nasehat Untuk Jenita
100
Hanya Sandiwara
101
Jack Jadi Raja??
102
Tuduhan Ratu Amuba
103
Kejutan!
104
Penolakan Jack
105
Protesnya Rahul
106
Penyusup Dan Penduduk
107
Ketangguhan Prajurit Wanita
108
Raja Damendra
109
Ajakan Nafata
110
Dua Orang Wanita
111
Permainan Licik
112
Jack Kesal
113
Curhat Kekesalan Jack
114
Sikap Acuh Jack
115
Rasa Bersalah
116
Raja Dan Ratu Minum Racun?
117
Keinginan Jenita
118
Hanya Bisa Minta Maaf
119
Raja Roma Berkunjung
120
Menuju Ke Tempat Harta Tersembunyi
121
Dua Raja Berbicara
122
Berburu Harta Karun
123
Bisa Jadi Sultan
124
Raja Roma Ingin Bertarung
125
Rencana Di Balik Rencana
126
Utusan Raja Roma
127
Membuat Siasat
128
Raja Roma Datang
129
Penuh Basa Basi
130
Sindiran Pedas
131
Raja Roma Beraksi
132
Perang Yang Sebenarnya
133
Sudah Mempersiapkan Segalanya
134
Ketangguhan Prajurit Wanita
135
Rasa Haru Dan Bahagia
136
Rencana Susulan
137
Kejutan Untuk Raja Roma
138
Kejutan Dari Jack
139
Setelah Kemenangan
140
Dua Rencana Berbeda
141
Damendra Belum Jera
142
Membuang Rasa Malu
143
Sebuah Penawaran
144
Kejutan Sore Hari
145
Apa Ini Akhirnya?
146
Mungkin Ini Memang Akhir
147
Sepertinya Belum Berakhir?
148
Akhirnya ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!