Tantangan Dan Penawaran

"Kamu kok dari tadi nyolot mulu ucapannya? Kamu pasti wanita tua yang belum pernah disentuh laki laki ya?" ejek Rahul. Dia merasa geram dengan ucapan ajudan yang sok berkuasa.

"Kamu!" bentak Ajudan semakin emosi.

"Sudah, sudah!" teriak sang Ratu menghentikan perdebatan sang ajudan dengan para tawanan. "Jika kalian bukan mata mata, apa kalian bersedia menerima tantangan dari saya?"

"Tantangan?" tanya Jack dengan kening yang berkerut.

"Iya, akan saya kasih kamu tantangan. Jika kamu berhasil maka kamu akan bebas dari segala macam tuduhan, bagaimana?"

Jack menoleh ke arah Nikki dan Rahul meminta persetujuan. Dua rekan yang baru dia kenal itu hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda pasrah dan menyerahkan semuanya di tangan Jack. Jack kembali menatap sang ratu yang sedang tersenyum meremehkan.

"Baiklah, apa itu tantangannya?" ucap Jack lantang. Dia tidak ingin kelihatan takut karena dia laki laki.

Sang Ratu menyeringai, lalu dia bangkit dari singgasananya. "Cari penangkal yang bisa menghapus dan memusnahkan kutukan yang terjadi di pulau ini, bagaimana?"

Jack sontak terkejut. Dipandanginya wajah sang ratu dengan tatapan serius dan nyaris tidak berkedip. Hati dan pikiran Jack bergelut saat ini. Bagaimana cara dia mencari penangkalnya? Tapi Jack sudah terlanjur berjanji mau menerima tantangan tersebut.

"Apa hanya itu?" tanya Jack dengan wajah meremehkan. Padahal hatinya ketar ketir.

"Ya hanya itu, tapi ..." Sang Ratu menjeda ucapannya, membuat semua yang ada disana merasa penasaran. "Saya kasih waktu hingga purnama mendatang. Jika kamu gagal, saya akan tumbalkan kamu bersama yang lainnya di malam persembahan pengampunan."

Rahul dan Nikki langsung membelalakan matanya, begitu juga dengan Insana. Sedangkan Ajudan yang sedari tadi memandang dengan tatapan benci langsung tersenyum senang penuh kemenangan.

"Baiklah, saya setuju. Tapi saya juga punya dua permintaan," ucap Jack dengan tenangnya. Keputusan Jack tentu saja mengundang berbagau reaksi bagi semua orang yang ada di ruang utama istana.

"Lancang! Siapa yang memberi hak kepada anda untuk melakukan penawaran? Hah!" bentak sang Ajudan.

Tangan Sang Ratu langsung memberi tanda agar sang ajudan berhenti dan tutup mulut. Dengan geram sang ajudan menghentikan gerakannya yang hampir saja menerjang Jack.

"Itu sih kalau sang ratu mau. Kalaupun kami mati ya kami tidak masalah. Bukankah kalian yang nantinya dapat masalah?" ucap Jack meneruskan kata katanya yang tadi sempat terpotong akibat kearoganan sang ajudan.

"Masalah?" tanya sang ratu yang kini kembali duduk di singgasananya.

"Ratu pikir saja, jika penduduk pulau ini habis untuk tumbal, maka siapa yang rugi? Dan bisa saja ada saatnya ratu atau ajudan juga yang dapat giliran untuk dijadikan tumbal. Bukankah begitu jalan ceritanya?"

Kening ratu berkerut memikirkan ucapan pemuda dihadapannnya. Tak lama kemudian senyum ratu terkembang. Dalam benak sang ratu, baru kali menemui pria yang sangat berani. Wajahnya juga tampan dengan tangan bergambar.

Wajar jika Ratu mengagumi pemuda yang sedang diberi tantangan olehnya. Selama dia tumbuh, dia belum pernah dekat dengan laki laki dalam hidupnya. Apa lagi sejak remaja, dia sudah diasingkan di pulau ini karena kutukan mahkotanya.

"Baiklah, katakan saja apa permintaannya?"

Jack sontak menyeringai dengan menatap lekat ke arah sang ratu. "Yang pertama, beri kami fasilitas hidup yang layak dan lengkap. Atau kalau perlu, biarkan kami tinggal di istana agar Ratu dan yang lainnya bisa mengawasi gerak gerik kami."

Semua orang yang ada disana kembali dibuat terkejut dengan permintaan Jack yang aneh dan tidak masuk akal. Bagaimana bisa Jack memiliki keberanian seperti itu. Nikki dan Rahul yang datang terlebih dahulu ke pulau itu saja, masih takut bertemu dengan penduduk asli. Namun berbeda dengan Jack, dia benar benar diluar dugaan.

"Lancang! Memang anda siapa?" lagi lagi sang ajudan menunjukan reaksi tidak terima.

"Ajudan! Bisa jaga wibawa anda tidak?" ucap Ratu dengan pelan namun penuh penekanan.

"Tapi Ratu, ini termasuk lancang! Dia tidak berhak melakukan penawaran. Sudah jelas kalau mereka itu mata mata."

"Kita belum punya bukti yang menunjukkan mereka mata mata. Anda harusnya lebih berpengalaman. Anda pasti lebih tahu, bagaimana gerak gerik seorang mata mata yang tertangkap? Tapi lihat! Apa ada ketakutan dalam diri pria itu? Tidak! Justru dia berani memberi penawaran dengan mendekatkan dirinya pada kita."

Sang ajudan terbungkam. Matanya menatap penuh amarah ke arah Jack yang sedang tersenyum kemenangan karena dibela oleh ratu.

"Baiklah, saya serahkan semuanya kepada sang ratu. Jika terjadi apa apa, jangan salahkan saya karena saya sudah memperingatkan."

Sang ratu tersenyum lalu mengangguk. Kemudian dia kembali menatap Jack. "Lalu apa permintaan anda yang kedua?"

Untuk kesekian kalinya Jack menyeringai. "Jika saya berhasil menghilangkan kutukan tersebut. Ijinkan saya tidur sekamar dengan Ratu."

"Gila!"

...@@@@@...

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

Sungguh Beraninya kamu Jack hahaha/Chuckle//Chuckle/

2025-01-20

0

Hman Pedang

Hman Pedang

😆😆👍👍👍se7 dengan usulmu jack

2023-06-22

0

Juwanto

Juwanto

Wow Jack Berani Sekali Permintaan ke 2 nya Minta Tidur Bareng Sama Ratu nya ..... Bagaimana Pendapat Sang Ratu Mendengar Permintaan JACK

2023-05-01

0

lihat semua
Episodes
1 Dua Dunia
2 Mimpi Buruk
3 Tragedi
4 Dihuni Kaum Wanita Saja?
5 Sekumpulan Wanita Di Atas Bukit
6 Sebuah Ritual
7 Cerita Dibalik Kutukan
8 Sangat Disayangkan
9 Misteri Batu Ungu
10 Batu Bercahaya Ungu
11 Tertangkap
12 Tantangan
13 Tantangan Dan Penawaran
14 Deal!
15 Langkah Awal
16 Semua Mengincar Batu itu
17 Langkah Awal
18 Bertarung?
19 Ikatan
20 Ratu Yang Lemah
21 Firasat Sang Naga
22 Misteri Lagi
23 Terungkap Secara Perlahan
24 Kejutan
25 Kejutan Lagi
26 Semakin mendekati
27 Ulah Raja Roma
28 Sedikit Kabar Baik
29 Belum Terbuka Lebar
30 Ketahuan
31 Rahul Dan Insana
32 Di Tengah Hutan
33 Raja Roma Dan Empat Cenayang
34 Jack Dan Jenita
35 Usaha Jack
36 Misteri Lagi
37 Tantangan Lagi
38 Keterkejutan Jack
39 Mendadak Bisa Silat
40 Menyembuhkan Nafata
41 Di Malam Itu
42 Beneran Berhasil!
43 ketegangan Malam
44 Bualan Jack
45 Raja Rama Mulai Bergerak
46 Kemesraan Pagi
47 Bikin Iri Saja
48 Keyakinan Jack
49 Ada Yang Menyerang
50 Menuju Tempat Kerusuhan
51 Ulah Sang Naga
52 Adu Penawaran
53 Mengikuti Naga
54 Membawa Hasil
55 Keinginan Para Wanita
56 Siap Membuktikan Hasilnya
57 Malam Pembuktian
58 Malam Yang Menegangkan
59 Terkoyak Bersama
60 Setelah Malam itu
61 Nikmatnya Bangun Tidur
62 Setelah Semuanya Usai
63 Siap Nggak Ya?
64 Dilema
65 Jangan Pergi
66 Mengunjungi Naga
67 Akal Sang Naga
68 Tanpa Hasil
69 Penyusup
70 Isi Hati Para Wanita
71 Nafata Kemana?
72 Berita Nafata Menyebar
73 Semua Nampak Terkejut
74 Tamparan
75 Saat Wanita Kecewa
76 Kok Jadi Begini?
77 Dua Wanita Di dalam Kamar
78 Meluluhkan Wanita
79 Rencana Jack
80 Mengumpulkan Kaum Pria
81 Tinggal Masalah Pribadi
82 Harta Yang Tersembunyi
83 Ritual Massal
84 Aksi Lima Wanita
85 Wanita Lawan Wanita
86 Amarah Raja Roma
87 Kedatangan Raja Damendra
88 Rasa Heran Damendra
89 Pertengkaran Ayah Dan Anak
90 Utusan Dewa Dan Naga?
91 Damendra Dibuat Tercengang
92 Pergi Menghibur Diri
93 Pertemuan Tak Terduga
94 Cara Yang Sama
95 Bergerak Cepat
96 Rencana Yang Tersusun Rapi
97 Rencana Ratu Amuba
98 Ketakjuban Para Warga
99 Nasehat Untuk Jenita
100 Hanya Sandiwara
101 Jack Jadi Raja??
102 Tuduhan Ratu Amuba
103 Kejutan!
104 Penolakan Jack
105 Protesnya Rahul
106 Penyusup Dan Penduduk
107 Ketangguhan Prajurit Wanita
108 Raja Damendra
109 Ajakan Nafata
110 Dua Orang Wanita
111 Permainan Licik
112 Jack Kesal
113 Curhat Kekesalan Jack
114 Sikap Acuh Jack
115 Rasa Bersalah
116 Raja Dan Ratu Minum Racun?
117 Keinginan Jenita
118 Hanya Bisa Minta Maaf
119 Raja Roma Berkunjung
120 Menuju Ke Tempat Harta Tersembunyi
121 Dua Raja Berbicara
122 Berburu Harta Karun
123 Bisa Jadi Sultan
124 Raja Roma Ingin Bertarung
125 Rencana Di Balik Rencana
126 Utusan Raja Roma
127 Membuat Siasat
128 Raja Roma Datang
129 Penuh Basa Basi
130 Sindiran Pedas
131 Raja Roma Beraksi
132 Perang Yang Sebenarnya
133 Sudah Mempersiapkan Segalanya
134 Ketangguhan Prajurit Wanita
135 Rasa Haru Dan Bahagia
136 Rencana Susulan
137 Kejutan Untuk Raja Roma
138 Kejutan Dari Jack
139 Setelah Kemenangan
140 Dua Rencana Berbeda
141 Damendra Belum Jera
142 Membuang Rasa Malu
143 Sebuah Penawaran
144 Kejutan Sore Hari
145 Apa Ini Akhirnya?
146 Mungkin Ini Memang Akhir
147 Sepertinya Belum Berakhir?
148 Akhirnya ...
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Dua Dunia
2
Mimpi Buruk
3
Tragedi
4
Dihuni Kaum Wanita Saja?
5
Sekumpulan Wanita Di Atas Bukit
6
Sebuah Ritual
7
Cerita Dibalik Kutukan
8
Sangat Disayangkan
9
Misteri Batu Ungu
10
Batu Bercahaya Ungu
11
Tertangkap
12
Tantangan
13
Tantangan Dan Penawaran
14
Deal!
15
Langkah Awal
16
Semua Mengincar Batu itu
17
Langkah Awal
18
Bertarung?
19
Ikatan
20
Ratu Yang Lemah
21
Firasat Sang Naga
22
Misteri Lagi
23
Terungkap Secara Perlahan
24
Kejutan
25
Kejutan Lagi
26
Semakin mendekati
27
Ulah Raja Roma
28
Sedikit Kabar Baik
29
Belum Terbuka Lebar
30
Ketahuan
31
Rahul Dan Insana
32
Di Tengah Hutan
33
Raja Roma Dan Empat Cenayang
34
Jack Dan Jenita
35
Usaha Jack
36
Misteri Lagi
37
Tantangan Lagi
38
Keterkejutan Jack
39
Mendadak Bisa Silat
40
Menyembuhkan Nafata
41
Di Malam Itu
42
Beneran Berhasil!
43
ketegangan Malam
44
Bualan Jack
45
Raja Rama Mulai Bergerak
46
Kemesraan Pagi
47
Bikin Iri Saja
48
Keyakinan Jack
49
Ada Yang Menyerang
50
Menuju Tempat Kerusuhan
51
Ulah Sang Naga
52
Adu Penawaran
53
Mengikuti Naga
54
Membawa Hasil
55
Keinginan Para Wanita
56
Siap Membuktikan Hasilnya
57
Malam Pembuktian
58
Malam Yang Menegangkan
59
Terkoyak Bersama
60
Setelah Malam itu
61
Nikmatnya Bangun Tidur
62
Setelah Semuanya Usai
63
Siap Nggak Ya?
64
Dilema
65
Jangan Pergi
66
Mengunjungi Naga
67
Akal Sang Naga
68
Tanpa Hasil
69
Penyusup
70
Isi Hati Para Wanita
71
Nafata Kemana?
72
Berita Nafata Menyebar
73
Semua Nampak Terkejut
74
Tamparan
75
Saat Wanita Kecewa
76
Kok Jadi Begini?
77
Dua Wanita Di dalam Kamar
78
Meluluhkan Wanita
79
Rencana Jack
80
Mengumpulkan Kaum Pria
81
Tinggal Masalah Pribadi
82
Harta Yang Tersembunyi
83
Ritual Massal
84
Aksi Lima Wanita
85
Wanita Lawan Wanita
86
Amarah Raja Roma
87
Kedatangan Raja Damendra
88
Rasa Heran Damendra
89
Pertengkaran Ayah Dan Anak
90
Utusan Dewa Dan Naga?
91
Damendra Dibuat Tercengang
92
Pergi Menghibur Diri
93
Pertemuan Tak Terduga
94
Cara Yang Sama
95
Bergerak Cepat
96
Rencana Yang Tersusun Rapi
97
Rencana Ratu Amuba
98
Ketakjuban Para Warga
99
Nasehat Untuk Jenita
100
Hanya Sandiwara
101
Jack Jadi Raja??
102
Tuduhan Ratu Amuba
103
Kejutan!
104
Penolakan Jack
105
Protesnya Rahul
106
Penyusup Dan Penduduk
107
Ketangguhan Prajurit Wanita
108
Raja Damendra
109
Ajakan Nafata
110
Dua Orang Wanita
111
Permainan Licik
112
Jack Kesal
113
Curhat Kekesalan Jack
114
Sikap Acuh Jack
115
Rasa Bersalah
116
Raja Dan Ratu Minum Racun?
117
Keinginan Jenita
118
Hanya Bisa Minta Maaf
119
Raja Roma Berkunjung
120
Menuju Ke Tempat Harta Tersembunyi
121
Dua Raja Berbicara
122
Berburu Harta Karun
123
Bisa Jadi Sultan
124
Raja Roma Ingin Bertarung
125
Rencana Di Balik Rencana
126
Utusan Raja Roma
127
Membuat Siasat
128
Raja Roma Datang
129
Penuh Basa Basi
130
Sindiran Pedas
131
Raja Roma Beraksi
132
Perang Yang Sebenarnya
133
Sudah Mempersiapkan Segalanya
134
Ketangguhan Prajurit Wanita
135
Rasa Haru Dan Bahagia
136
Rencana Susulan
137
Kejutan Untuk Raja Roma
138
Kejutan Dari Jack
139
Setelah Kemenangan
140
Dua Rencana Berbeda
141
Damendra Belum Jera
142
Membuang Rasa Malu
143
Sebuah Penawaran
144
Kejutan Sore Hari
145
Apa Ini Akhirnya?
146
Mungkin Ini Memang Akhir
147
Sepertinya Belum Berakhir?
148
Akhirnya ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!