Jack, Nikki, Rahul dan Insana sedang asyik bercengkrama sambil bercanda. Untuk saat ini mereka benar benar tidak ada rencana untuk melakukan sesuatu. Meski tiga pemuda itu sempat beberapa kali membahas tentang jalan pulang, nyatanya, mereka seperti menemukan jalan buntu karena tidak ada satupun petunjuk tentang tempat asal mereka.
Insana, satu satunya penduduk asli yang mereka kenal, malah sama sekali tidak tahu menahu tentang dunia asal tiga pemuda itu. Insana hanya bisa menggeleng saat beberapa pertanyaan dilontarkan untuk wanita itu. Apapun yang mereka tanyakan, jawaban insana tetap sama yaitu tidak tahu sama sekali.
Mereka pun akhirnya berbagi cerita. Terutama tiga pemuda itu, mereka berbagi cerita kenapa bisa sampai di pulau ini. Sama seperti Jack, Rahul dan Nikki juga mengalami kecelakaan sebelumnya. Rahul mengalami kecelakaan motor dan Nikki mengalami mobil yang terjungkal.
Semua kecelakaan yang mereka alami nampak mengerikan. Tapi anehnya, mereka mengalami hal yang sama yaitu sadar tanpa luka dan sudah berada di Pulau itu. Saat salah satu menyebut nama awan gelap berpetir biru, pemuda yang lain langsung menunjukan reaksi terkejut yang sama. Ternyata ketiga pemuda itu melihat peristiwa alam yang unik tersebut di saat mereka sedang terkena musibah.
Insana yang menjadi pendengar cerita mereka juga sangat heran dengan cerita tiga pemuda itu. Baru kali ini dia mendengar cerita yang tidak masuk akal tapi itu nyata. Beberapa kali dia menyangkal cerita tiga pemuda dihadapannya, tapi keyakinan Insana kalah telak dengan fakta di hadapan mereka. Di saat mereka sedang asyik bercerita, sebuah suara bernada mengancam sontak membuat ke empat orang itu terkejut bukan main.
"Angkat tangan kalian! Jangan ada yang bergerak!"
"Panglima!" Pekik Insana dengan mata membalalak.
"Pengkhianat! Bisa bisanya kamu bersembunyi disini!"
Plak!
"Aduh!" Insana tersungkur setelah mendapat tamparan yang begitu keras disertai dorongan dari wanita yang di panggil panglima. Jack, Nikki dan Rahul yang tidak ada persiapan sama sekali, tentu saja sangat terkejut dengan apa yang terjadi di antara mereka. Mereka bertiga hanya bisa terdiam lantaran beberapa tombak kini tertuju pada mereka.
"Tangkap mereka semua!" titah Panglima. Insana dan tiga pemuda yang bersamanya langsung di ikat tangannya dan digiring ke pusat kota. Jack dan yang lain pasrah saja saat mereka di bawa.
Betapa terkejutnya Jack, Nikki dan Rahul saat langkah kaki mereka mulai menapaki pusat kota. Ternyata cerita Insana benar adanya. Di pulau tersebut hanya terdiri dari wanita saja dari berbagai usia. Tidak ada satupun pria yang tinggal di sana.
"Penduduknya cantik cantik ya?" bisik Rahul.
"Tapi sayang, lubang mereka mematikan," balas Nikki lirih.
"Itu kan baru katanya," sanggah Rahul. "Bisa saja itu hanya alibi agar mereka tidak dikejar para pria."
"Ya udah, mending kamu cobain gih, kalau kamu aman dan nggak mati, aku baru ngikut, gimana?"
"Enak aja! Emangnya aku kelinci percobaan?"
Dalam hati, Jack bertanya tanya, apa gunanya dia dan yang lain ditangkap? Apa dia akan dijadikan tumbal juga? Pikiran Jack saat itu sontak berseteru dengan hati nuraninya sendiri. Atau jangan jangan, para lelaki akan dihukum mati? Pikiran Jack langsung kacau oleh hal hal buruk yang tiba tiba datang merasuki pikirannnya.
Dan tidak lama kemudian, rombongan dan empat tawananya telah sampai ruang utama sebuah istana. Istana itu nampak megah dan mewah, tapi disana juga sama sekali tidak terlihat satupun wajah seorang pria. Dengan berlutut, ke tiga pemuda itu mengedarkan pandangannya ke area keliling ruang yang terlihat megah tersebut, hingga sebuah suara mengagetkan mereka.
"Yang mulia ratu telah tiba!" teriak seorang penjaga mengalihkan perhatian Jack, Nikki dan Rahul.
Mata ketiga pemuda tersebut langsung membelalak saat melihat kedatangan wanita yang dipanggil ratu itu muncul dari balik pintu dan melangkah dengan gaya anggun dan angkuhnya. Mata Jack dan dua pemuda lainnya hampir tidak berkedip menatap kecantikan sang ratu.
"Gila! Ini sih bidadari!" gumam Jack.
"Itu bajunya kenapa harus tembus pandang gitu sih? Bikin gagal fokus aja," keluh Nikki.
"Wah! Calon istriku ini," ucap Rahul.
Ketiga pemuda saling bermonolog dalam hati sambil terus mencuri pandang ke arah sang ratu. Sedangkan wanita yang dipanggil Mulia mentap tajam ke arah empat orang yang sedang bersimpuh dihadapannya.
"Apa benar, anda bertiga yang menggagalkan upacara besar kami?" tanya sang ratu dengan wajah terlihat menahan amarahnya.
"Benar," jawab Jack singkat. Dia seakan tak peduli dengan tatapan sang ratu yang sangat tajam ke arahnya.
"Kenapa? Apa alasan anda menggagalkan upacara kami?"
Jack sejenak mengulas senyum lalu berkata, "Karena itu ritual yang salah dan tidak akan pernah terkabul keinginan rakyat ini meski semua penduduknya mati dijadikan tumbal.!"
...@@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
S H 10
keren tanpa rasa takut .. /Casual//CoolGuy/
2025-01-20
0
Hman Pedang
jack milik ratu😊😊
2023-06-22
0
Juwanto
Jack, Nikki,Rahul Terbelalak Mata nya Begitu Melihat Ratu yg Cantik Apalagi Transparan Gaun nya Setiap lelaki Melihat nya Tergoda Terbuai Bagaimana Jack Cs Dapat Hukuman Apa Tidak .....
2023-05-01
0