Part 20 Siapa dia?

Carrie dan kedua temannya menatap tajam pada Silvana yang duduk di bangku kedua dari depan kelas. Namun, mereka tidak bisa melakukan apapun akibat ancaman yang di dapatkan pagi tadi.

Flashback on

Leo sudah lebih dulu tiba di kelas sejarah, dirinya duduk di kursi belakang kelas menunggu orang yang di carinya datang. Tak lama orang yang di tunggu pun tiba.

Leo berjalan mendekati ketiga gadis yang duduk saling tertawa itu. Leo tersenyum manis saat matanya bersitatap dengan ketiga gadis itu.

Carrie, Livia dan Vanessa tertegun saat melihat Leo berada di kelas dan tersenyum pada mereka. Ketiganya ikut tersenyum manis saat melihat senyuman  dan tatapan lembut dari seorang Leo. Pria tampan yang menjadi incaran para wanita di kampus.

"Boleh aku duduk di sini?" tanya Leo dengan suara lembut meminta izin dan memandang wajah Carrie, Livia, dan Vanessa secara bergantian.

"Tentu." jawab ketiga gadis itu secara bersamaan.

Leo yang sudah duduk di samping Carrie itu tersenyum menatap wajah Carrie. Gadis yang ditatapnya itu terlihat salah tingkah.

"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Carrie dengan suara yang di buat lembut sembari merapikan rambutnya.

"Jangan pernah mengganggu Silvana lagi. Aku peringatkan kalian." Senyum di wajah Leo sudah hilang, suara lembut sudah tergantikan dengan suara dingin nan tajam. Tatapan mata yang semula hangat berubah menakutkan.

Carrie dan kedua temannya saling pandang, mereka terkejut melihat perubahan pada Leo.

"Apa urusannya denganmu." sahut Carrie tampak kesal.

"Benar. Untuk apa kau memikirkan wanita cupu itu." Livia ikut berucap, dirinya kesal karena pria tampan yang ia sukai justru membicarakan tentang Silvana.

"Aku peringatkan kalian, jika sampai kalian berani mendekatinya dan mengganggunya. Nyawa kalian taruhannya." ancam Leo bahkan pria itu menunjukkan kuku panjang yang keluar dari jari-jari tangan nya.

Ketiga gadis itu terdiam. Ada rasa takut menjalar di dalam diri mereka. Leo bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan mereka. Tapi baru selangkah, pria itu kembali dan membisikkan sesuatu yang membuat Carrie terdiam semakin takut.

"Aku juga akan menghabisi nyawa ibumu yang lumpuh itu. Jika kau berani melanggar." bisik Leo pelan tapi dengan suara dingin. Setelah mengatakan itu Leo pun meninggalkan ketiganya.

Carrie mere-mas tangan kedua tangannya. Rasa takut dan benci menjadi satu.

"Aarggh ... Sial. Kenapa wanita pembawa sial itu harus di kelilingi orang orang itu." kesal Carrie.

"Kau benar, apa istimewanya gadis itu" Livia ikut menimpali

"Sudahlah lebih baik kita tidak berbuat yang aneh-aneh lagi padanya. Aku takut akan ancaman Leo" sahut Vanessa yang sejak tadi terdiam.

"Cihh ... Aku pasti akan mencari cara untuk menghabisinya." gumam Carrie pada dirinya.

Flashback off

Banyak mata yang menatap Silvana dan Eudora kagum karena kecantikannya. Bahkan ada yang tak menyangka bahwa Silvana yang terlihat cupu bisa menandingi kecantikan Eudora.

Silvana duduk di salah satu booth kantin bersama Eudora tidak lama Leo datang dan duduk di samping Eudora.

"Mau makan apa?" tanya Leo melihat Silvana dan Eudora bergantian.

"Apa saja." sahut Silvana

"Kau tidak makan?" Leo beralih menatap Eudora.

"Tidak."

"Setidaknya makan walaupun makanan di sini tidak akan kau sukai. Biar kau kelihatan seperti manusia." ledek Leo dan langsung mendapat tatapan tajam dari Eudora.

"Ckck ... Jangan marah adikku sayang." ucap Leo kembali lalu tangannya terulur mengelus rambut Eudora.

Semua mata yang memandang perlakuan Leo dan Eudora merasa patah hati, mereka mengira Leo dan Eudora sepasang kekasih.

"Mereka memang cocok." ujar salah satu mahasiswa yang ada di kantin.

"Benar, mereka terlihat serasi." sahut temannya.

Leo yang mendengar pembicaraan mahasiswa lain tersenyum, bahkan tangannya terulur dan membelai pipi Eudora. Wanita itu sendiri menatap malas pada kakaknya. Karena tahu sang kakak dalam mode jail. Silvana yang melihat itu ikut tertawa.

"Tumben sekali Lisa bolos dan tidak memberitahu ku dulu" gumam Silvana melihat ponselnya.

"Siapa Lisa? Apa teman yang bersamamu saat berada ditaman saat pertama kali kau pakai kalung itu?" tanya Leo

"Taman,kalung?" Silvana menatap heran Leo mengapa pria itu tahu karena saat itu hanya dia dan Lisa yang ada di taman.

"Emm ... Aku tidak sengaja melihatmu di taman." Leo mengalihkan pandangannya

***

Carrie sudah kembali ke rumahnya. Wanita itu baru mendapat panggilan dari ponsel milik ibunya.

Saat tiba di dalam kamar ibunya, Carrie terkejut melihat ibunya tergeletak di bawah ranjang.

"Siapa kau? Mengapa kau menggangguku.? tanya Carrie sembari mendekati ibunya.

*Bersambung

hai teman-temanku jangan lupa like dan komen ya.. beri iklan juga oke 😊😬.

hai teman-temanku sambil nunggu aku update mampir juga yuk di karya temanku.

Dewi Arumi adalah seorang Dewi yang sangat cantik, pintar dan mempunyai ilmu sihir yang bisa merubah bentuknya sesuai apa yang diinginkannya dan bisa merubah benda mati menjadi hidup sesuai yang diinginkan oleh Dewi Arumi.

Hingga suatu ketika Dewi Arumi melakukan kesalahan besar hingga dirinya di sihir menjadi Putri Pokemon dan di buang ke bumi.

Dewi Arumi bisa berubah wujudnya asalkan melakukan 1000 kebaikan tanpa menggunakan sihir. Apakah usahanya berhasil?

Ikuti yuk novelku yang ke 33.

jangan lupa mampir ya readers terbaikku.

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

lanjut kak keren

2022-11-24

0

kianana

kianana

bagus leo

2022-11-21

1

Munti Ani

Munti Ani

q suka sama cerita nya lanjut thor

2022-11-20

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!