Part 15 Serigala

Ibu Lyna kini sudah berada di rumah sakit. Wanita itu masih belum sadarkan diri. Carrie menangis melihat kondisi ibunya, terlebih saat ini Ibu Lyna di nyatakan lumpuh permanen.

Carrie merasa curiga dengan kejadian yang menimpa ibunya, gadis itu teringat saat pipinya di tampar tetapi ia tidak tahu siapa pelakunya.

"Aku rasa ada yang aneh dengan gadis cupu itu." gumam Carrie. “Aku harus mencari tau dan berhati-hati padanya." Tambah Carrie. Gadis itu menjadi curiga karena ia begitu tahu bahwa ibunya memiliki tingkat kehati-hatian yang tinggi jika mengerjakan ataupun melakukan sesuatu.

Di dalam kamarnya, Silvana masih merasakan takut saat mengingat bagaimana Ibu Lyna terjatuh dari tangga.  Dari sisi pintu kamarnya ia dapat melihat bahwa ada cahaya putih yang seperti menarik kaki ibu tirinya itu. Terlihat

jelas saat Ibu Lyna berusaha menaikkan kaki kanannya tapi justru tertarik kebawah.

“Apa itu tadi? Apa karena kalung ini?” Gumam Silvana sembari memegang kalung yang dipakainya. "Jika memang benar, entah aku bersyukur atau aku bersedih atas kecelakaan yang menimpa ibu tiriku," tambah gadis itu.

***

Siang itu, Silvana merasa begitu sial hari itu. Bagaimana tidak? Dirinya baru saja di pecat dari toko tempatnya bekerja. Dengan alasan karena dirinya kerap kali datang terlambat ke toko.

Beberapa Minggu terakhir, Silvana datang terlambat karena Carrie dan teman-temannya yang selalu menyuruhnya untuk mengerjakan tugas mereka dan harus selesai hari itu juga.

Setelah kepulangan Ibu Lyna dari rumah sakit, Carrie tidak lagi melakukan kekerasan, hanya saja ia masih suka memerintah Silvana.

Leo menghampiri Silvana yang sedang duduk termenung di taman dekat rumah gadis itu. Melihat raut wajah Silvana yang tidak seperti biasanya membuat Leo mengerutkan keningnya.

"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Leo yang sudah duduk di sebelah Silvana.

"Humm... Aku baru saja di pecat," Jawab Silvana menghela napas pelan. "Aku bingung harus mencari pekerjaane kemana lagi." papar Silvana dengan wajah lesu.

"Kenapa tidak bilang saja pada Gerald?" ujar Leo.

"Ishh... Kau ini! Dia mana mungkin punya uang. Dulu saja dia pernah bertanya tent-"  Silvana memotong perkataannya sendiri, setelah itu ia kembali melanjutkan perkataannya kembali. "Ahh.. Sudahlah lupakan saja.”

"Apa kamu mau bekerja di cafe paman dan bibiku?" tawar Leo. Hingga membuat Silvana menatapnya dan tersenyum cerah. Wanita itu menganggukkan kepalanya.

"Aku mau." jawab Silvana dengan kedua bola matanya yang berbinar.

Hari itu juga Leo mengajak Silvana ke kafe milik paman dan bibinya. Di dalam perjalanan banyak sekali yang mereka bicarakan termasuk tentang Clara.

Silvana baru mengetahui kalau di saat hari pernikahan Clara dan Valir yang menyerangnya dan berusaha membunuh Clara yaitu klan Clara sendiri.

Saat itu Leo yang sudah terluka parah mencari keberadaan Clara di sepanjang tebing. Bersyukurnya saat itu Leo dapat menemukan keberadaan Clara yang sudah terluka parah, kemudian Leo membawa Clara ke rumah paman dan bibinya. Awalnya paman dan bibinya itu menolak, tetapi Leo mengatakan bahwa dirinya mencintai gadis yang dibawanya. Hingga kondisinya yang seperti ini juga ulah dari Leo yang mencoba membawa kabur Clara. Akhirnya bibi dan paman nya setuju untuk menyembunyikan Clara.

Sesampainya di café milik paman dan bibi Leo. Layla bibi dari Leo memperhatikan Silvana yang berdiri tepat di depannya. Layla memperhatikan Silvana lebih teliti dari ujung kaki hingga kepala bahkan wanita itu memperhatikan Silvana dengan begitu seksama.

Layla lantas menarik Silvana menuju halaman belakang. Silvana tersungkur saat Layla menghempaskan tangannya dari tangan Silvana dengan keras.

“Bu-bu, aa-ada apa?” tanya Silvana takut melihat tatapan Layla yang tajam.

Namun Layla hanya diam dan menggeram. Perlahan bulu-bulu halus telah tumbuh di tangannya. Sedangkan paman Roland langsung berlari dan memeluk Layla. Leo pun dengan sigap berlari cepat menolong Silvana dan menyembunyikan Silvana di balik tubuhnya.

“Sayang, tenanglah. Dia tidak berbahaya,” ucap Roland mencoba menenangkan istrinya.

“Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?” tanya Leo panik sembari melindungi Silvana di belakang tubuhnya. Silvana memegang baju Leo kuat.

“Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa bibimu tiba-tiba marah?” tanya  Silvana dengan begitu heran, tampak gadis itu sedang berusaha menetralkan ketakutannya.

Namun Silvana lebih terkejut lagi saat wanita yang menariknya tadi berubah menjadi seekor serigala. Tak lama pria yang memeluk wanita serigala itu juga berubah menjadi serigala. Mereka terlihat tengah bertengkar hebat.

“Sial!” Leo mengumpat kesal saat mengetahui bibinya tak dapat di tenangkan bahkan tak mau mendengarkan penjelasannya.

Dengan cepat Leo menarik kedua tangan Silvana untuk berpegangan pada lehernya. Lalu Leo membawa Silvana dalam gendongannya dan dengan cepat membawa Silvana lari masuk ke dalam kafe. Leo berteriak keras agar

semua pengunjung kafe keluar karena kafe akan segera di tutup. Semua pengunjung keluar dengan keheranan.

“Pejamkan matamu dan pegang kuat-kuat tubuhku.” Leo berkata dengan sangat jelas pada Silvana. Wanita itu pun mengangguk.

Leo berhasil membawa Silvana masuk kedalam mobilnya. Dengan kecepatan penuh, Leo membawa Silvana menuju hutan Hylius.

Sebuah mobil mewah tengah mengejarnya, dan Leo tahu itu adalah paman dan bibinya. Dengan cepat juga Leo melajukan mobilnya.

Mobil yang di kendarai Leo pun sampai di hutan Hylius, dengan sigap Leo keluar dari mobil dan membuka pintu mobil lainnya. Leo menggendong Silvana dan kembali berlari ingin masuk kedalam hutan.

BRUKK!

Seekor serigala putih menghadang mereka. Serigala itu melonglong keras. Leo berhenti dan dan meletakkan tubuh Silvana di belakangnya.

Serigala itu melolong lagi, tak lama serigala lain berdatangan dari seberang hutan Hylius.

“Bi, hentikan. Silvana tidak berbahaya. Jika kau sampai menyakitinya. Maka aku akan melawanmu!” Tegas Leo menatap bibinya.

Silvana menatap sekelilingnya dengan takut. Tangannya memegang kuat baju Leo dari belakang. Serigala-serigala itu membuat sebuah lingkaran dan mengelilingi Silvana dan Leo.

Sebuah lolongan keras terdengar lagi. Seekor serigala hitam dan besar berjalan mendekati Silvana. Silvana berteriak takut saat mata serigala itu menatap tajam padanya. Leo mengalihkan tubuhnya dan memeluk Silvana.

“Leo aku takut, apa aku akan mati sekarang?” tanya Silvana dengan panik.

“Tenanglah, aku tidak akan membiarkan dirimu terluka.” Jawab Leo mengeratkan pelukannya.

Serigala-serigala yang tengah menatapnya tajam membuat Silvana sangat ketakutan. Hal yang membuat Silvana sangat terkejut untuk memahami semua hal di depan matanya. Bagaimana tidak? Manusia serigala yang menurut Silvana hanya mitos dan hanya dan afa di film serta di novel kini nyata di depan matanya.

“kenapa hal-hal aneh selalu saja terjadi akhir-akhir ini, bahkan sangat menakutkan.” Silvana berkata lirih.

Airmata sudah mengalir di kedua pipinya, wanita itu mengingat kenangan dirinya bersama Gerald. wanita itu menggenggam kalung yang ada di lehernya.

“Gerald, aku sangat takut. Aku takut ini akan menjadi akhir dari hidupku. Gerald.. Gerald.. Gerald Duton Pattius! Aku takut.” Silvana menyebut nama Gerald di dalam hatinya.

Leo menatap para serigala dengan tatapan tajam.

“Kalian akan mati jika berani menyakiti Silvana. Dia adalah Ratu kerajaan Vinhart.” Perkataan Leo begitu penuh penekanan.

Para serigala yang ada disana saling menatap dan memperhatikan Silvana yang berada dalam pelukan Leo.

Layla yang mendengarnya terdiam namun detik berikutnya dia kembali terlihat buas, Layla merasa bahwa wanita yang ada bersama Leo sangat berbahaya. Layla sudah bersiap ingin menyerang.

JDEERRRRR!

CRETSSSS!

Seketika petir menyambar keras, kalung di leher Silvana bersinar sangat terang. Semua serigala melolong. Semua serigala menatap Silvana lapar. Bahkan kini pamannya sudah tidak berada di pihak Leo. Pamannya sudah bergabung dengan bibi dan yang lainnya.

****

Hai Readers sambil menunggu othor update Bab berikutnya, yuk

mampir di Karya punya kak CHIKA SSI yang berjudul LUNA AND THE DIER WOLF.

Pernahkah kalian mendengar dongeng Gadis Bertudung Merah? Di

dalam kisah itu, si gadis dimakan oleh seekor serigala ketika mengunjungi rumah

sang nenek. Bagaimana jadinya jika gadis bertudung merah sekarang berteman

dengan serigala?

Gadis itu bernama Luna Garcia yang kehidupannya berubah drastic

setelah bertemu dengan sososk Dire Wolf bernama Valko. Mereka berteman dan

bahkan menjalin hubungan asmara. Luna juga membantu sang serigala agar bisa

menjadi manusia seutuhnya.

Bagaimana kisah mereka akan berjalan?

Akankah Luna berhasil membantu Valko untuk menjadi manusia

seutuhnya?

Apakah mereka bisa bersatu di kemudian hari?

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

lanjut thor

2022-11-24

0

Nia sumania

Nia sumania

tegang aku bacanya kak ... hhuuuhh

2022-11-21

1

Bhebz

Bhebz

seruuu auuuuuu

2022-11-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!