Part 13 masa lalu 4 sekawan 2

Hubungan Valir dan Leo merenggang karena seorang wanita dari klan penyihir bernama Clara. Wanita itu merupakan calon istri dari Valir. Disaat hari pernikahan Valir dan Clara. Wanita itu diculik oleh Leo dan di bawa

kabur. Namun, saat di hutan Leo di serang hingga menyebabkan Clara terluka parah dan hilang.

Leo yang sudah terluka berhasil tertangkap oleh prajurit kerajaan Vinhart. Tadinya Gerald ingin membunuh Leo, tapi ia mengingat bahwa Leo pernah menyelamatkan dirinya hingga mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Akhirnya Leo di usir dari kerajaan Vinhart, sedangkan Eudora yang menyaksikan itu merasa kecewa terhadap Leo. Karena ia tega menculik Clara.

Flashback end

***

Silvana menggenggam kedua tangan Gerald sembari tersenyum manis. Silvana merasa beruntung memiliki Gerald. bahkan wanita itu rela meninggalkan semua kehidupan yang ada di dunianya. Gerald mengecup punggung tangan Silvana.

“Apa ada yang ingin kamu ketahui lagi, Queen?” tanya Gerald dan mencium punggung tangan Silvana lagi.

“Apa Clara benar-benar sudah mati, Tuan?” tanya Silvana

“Entahlah. Tapi Leo bilang Clara masih hidup.” jawab Gerald sembari merapikan rambut Silvana yang menempel di pipi gadis itu.

“Jadi-” ucapan Silvana terpotong.

“Sudah saatnya kamu kembali, Queen,” ucap Gerald menyela

“Secepat ini aku kembali,” ucap Silvana ada nada tidak rela.

Gerald tersenyum melihat raut wajah Silvana. “Queen, di sini masih sangat berbahaya untukmu. Setidaknya tunggu aku melenyapkan mereka yang memberontak padaku.” jelas Gerald

“Aku pasti akan segera menjemputmu, Queen.” jelas Gerald lagi.

“Baiklah, aku pasti menunggumu.” jawab Silvana.

“Apa kita kembali sekarang?” tanya Silvana.

Gerald menggelengkan kepalanya sembari menatap Silvana. Dielusnya puncak kepala Silvana.

“Tidak, Queen. Mungkin lebih baik kau kembali besok atau 2 hari lagi.” jawab Gerald dengan cepat ia mengecup bibir Silvana.

“Tuan. Jangan seperti ini, atau aku akan benar-benar terkena serangan jantung.” pinta Silvana lalu menutup mulutnya. Namun, Gerald justru menarik tangan yan menutup mulut itu dan kembali mengecup Silvana. Gerald tersenyum melihat raut wajah Silvana yang sangat menggemaskan.

“Sepertinya ide bagus jika aku kembali sekarang, Tuan. Dan aku juga harus bekerja.” imbuh Silvana lalu memalingkan pandangan wajahnya.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu, Queen,” ucap Gerald.

Gerald menyambar tubuh Silvana dan memeluknya erat. Kedua sayapnya berkembang dan mengepak. Tangannya terulur membelai pipi wanitanya.

Gerald kembali mengulurkan tangan keatas dan menggenggamnya. Perlahan tangannya di turunkan dan genggamannya dilepas. Seketika rumput-rumput di sekitar Silvana menjadi tumbuh sedikit tinggi, tak lama rumput itu mengeluarkan bunga-bunga yang indah.

Silvana tertegun memandang takjub bunga-bunga itu. Gerald menggenggam lagi dan melepaskan genggaman tangannya keatas. Daun-daun berputar,bersatu dengan air hingga menjadi kupu-kupu indah.

“Tuan, ini seperti di halaman rumahku,” ucap Silvana kedua matanya tampak berbinar.

“Kau benar, Queen. Sekarang mari kita pergi.” jawab Gerald sembari mengangkat tubuh Silvana dan membopong tubuh gadis itu ala Bridal Style kemudian tubuh keduanya menghilang.

***

Gerald mengantarkan Silvana sampai di toko tempatnya bekerja, karena Silvana yang memintanya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.

“Dengar Queen, aku akan kembali menemui dan menjemputmu setelah semua urusanku selesai.” Gerald melepaskan genggaman tangannya.

“Tuan, bisakah kau memanggilku Silvana. Karena namaku Silvana. Bukan Queen”

“Tapi kau adalah ratu dan aku raja serta pasanganmu, jadi bagaimana mungkin kau keberatan dengan aku memanggilmu, Queen?” Gerald mengulas senyum lalu menarik Silvana ke dalam pelukannya.

“Ck, apa-apaan ini? Soal nama saja posesif sekali.” Silvana berdecak dan bergumam pelan.

“Aku bisa mendengar kata-kata yang kau ucapkan barusan, Queen." dengan gemas, Gerald mencubit hidung Silvana.

Silvana bengong, menatap Gerald. Bagaimana bisa Gerald mendengar ucapannya yang begitu pelan?

"Masuklah, aku akan pergi sekarang,” ucap Gerald.

Silvana tak menanggapi perkataan Gerald dan hanya berbalik badan. Satu langkah, dua langkah, tapi tiba-tiba tangan Silvana ditarik lembut. Gerald mencium kedua pipi Silvana dan mencium bibir Silvana sekilas. Hal ini

membuat Silvana membelalakkan kedua bola matanya. Belum selesai dengan rasa terkejutnya, Gerald kembali mencium bibir Silvana, bahkan melu-mat bibir wanita itu dengan begitu lembut.

Gerald tersenyum saat melihat wajah Silvana yang mulai merona. Gerald tahu bahwa Silvana tengah menahan malu dan rasa yang bercampur aduk. Bahkan Gerald dapat mendengar detak jantung Silvana dengan jelas.

“Aku mendepatkan hal indah darimu, Queen. Sekarang masuklah.” Gerald tersenyum melihat Silvana yang masuk dengan terburu-buru.

****

Jangan lupa koment ya. Bagi yang

masih punya vote silahkan

berikan buat Silvana dan Gerald.

Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat,

pisau, nonton iklan sangat

disarankan.

terima kasih sudah membaca karyaku.

senyum sayang untuk kalian semua :)

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

dikit banget up nya

2022-11-24

2

Bhebz

Bhebz

Wahhh asyik

2022-11-15

2

Nia sumania

Nia sumania

jangan ada pelakor diantara mereka

2022-11-14

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!