Part 14 Jatuh

Silvana baru saja ingin pulang, gadis itu melihat Leo dengan mobil sportnya yang berada tepat di depan toko tempat Silvana bekerja.

Pria itu duduk dan bersandar pada cap mobilnya bak model terkenal. Bahkan pria itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitar toko tempat Silvana bekerja.

Silvana pun berjalan mendekati pria itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Silvana sembari menatap heran pada pria yang di hadapannya.

“Menjemput, Yang mulia ratu,” jawab Leo sembari membungkukkan tubuhnya di hadapan Silvana.

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Aku sudah cukup lelah hari ini.” kesal Silvana pada Leo.

“Mohon maaf, Yang mulia ratu. Aku benar-benar ingin menjemput, Yang mulia Ratu.” jelas Leo dengan bersungguh-sungguh.

“Ssst.. Baiklah, tapi bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan 'Yang mulia ratu' Aku sungguh risih mendengarnya.” Silvana menatap horor pada Leo yang begitu setia berdiri di hadapannya.

“Tapi-” Belum sempat Leo menyelesaikan perkataannya. Silvana memotongnya lebih dulu.

“Atau aku tidak akan mau pulang denganmu!” cetus perempuan itu hingga membuat Leo mengangguk sebagai tanda setuju.

Di dalam perjalanan,  sesekali leo menatap wajah Silvana. Wanita yang di tatap itu pun merasakan tatapan pria yang ada di sampingnya..

“Ada apa?” tanya Silvana pada Leo yang terus-terusan memperhatikannya.

“Hmm … Boleh aku bertanya padamu? Leo menaikkan sedikit alisnya.

“Tentu, tanyakan saja.” balas Silvana sembari mengulas  senyum.

“Sebenarnya bagaimana kau tau, jika aku bisa di hidupkan kembali dengan darahmu?” Tanya Leo dengan tatapan matanya yang begitu intens pada Silvana.

“Ohh.. itu aku hanya menduga-duga.” Jawab Silvana dengan santai. Lagi-lagi wanita itu tersenyum.

“Maksudmu?” tanya Leo tak mengerti.

“Jadi.. Aku pernah membebaskan,Tuan Gerald saat itu. Dirinya juga mengatakan bahwa darahku lah yang membebaskannya.” Tutur Silvana “Jadi aku pikir mungkin darahku juga beguna untukmu. Karena kau juga bukan manusia.” Tambah wanita itu.

Leo terdiam setelah mendengar penjelasan dari Silvana, ia merasa bahwa Silvana bukanlah seorang wanita biasa.

“Mungkin juga karena aku memiliki darah dari Raja Alaric.” gumam Leo dengan pelan tetapi masih bisa di dengar Silvana.

“Mungkin saja, bisa jadi begitu!”

“Kau tahu siapa Raja Alaric?” tanya Leo dengan heran, terlihat dari kening pria itu yang mengkerut dengan alis terangkat.

“Hmm.. Aku tau, Tuan Gerald sudah menceritakan semuanya.” imbuh Silvana sembari menyandarkan tubuhnya.

Leo pun mengantarkan Silvana hingga depan rumah wanita itu.

Sedangkan di depan rumah itu, sudah ada Ibu Lyna dan Carrie yang menatap Silvana dengan tatapan sinis mereka. Begitu Leo pergi meninggalkan area rumah itu, Ibu Lyna dan Carrie langsung menyeret Silvana masuk ke dalam rumah.

Ibu dan anak itu menjembak serta menampar wajah Silvana dengan begitu keras. Hingga membuat Silvana meringis menahan sakit.

"Dasar murahan!" maki Carrie pada Silvana.

"Kau pasti sudah menggoda pemuda itu hingga mau mengantarkan dirimu pulang!"

“Itu tidak benar. Aku tidak pernah menggodanya,” ucap Silvana dengan begitu lirih.

“Terus kau mau bilang kalau Leo yang mendekatimu, sampai mau mengantarmu pulang ke rumah. Begitu? Hah!” bentak Carrie pada saudara tirinya itu.

“Kau itu tidak cocok dengan pemuda itu, harusnya kau sadar diri. Gadis bodoh!” geram Ibu Lyna sembari  mendorong dahi Silvana dengan jari telunjuknya.

"Kau ingin bilang kalau dia yang mendekatimu?!" Bentak Carrie "Sadar gadis cupu!" tambah Carrie lagi sembari menuding dahi Silvana dengan telunjuk nya

"Bukan begitu, Carrie. Kami tidak sengaja bertemu di jalan dan dia memberiku tumpangan. Sungguh," ucap Silvana berbohong.

"Kau pikir aku bodoh, hah?!"

"Dia bukan orang yang mau memberi tumpangan dengan mudahnya!" Carrie mendorong tubuh Silvana hingga terjatuh.

"Kau itu tidak pantas dengannya, hanya anakku yang pantas!" Ibu Lyna ikut mendorong dahi Silvana dengan kasar.

"Mulai saat ini, jangan pernah kau bertemu dengan pria mana pun. Sekarang masuk ke kamarmu." bentak Ibu Lyna.

Begitu pahitnya kehidupan Silvana jika berada di dekat Ibu dan juga saudara tirinya. Kedua orang itu begitu kejam dan tidak memiliki hati.

Setelah menyakiti Silvana, Carrie dan ibunya pun pergi meninggalkan wanita itu. Carrie menuju dapur, sedangkan Bu Lyna pergi menuju lantai atas.

Ibu Lyna pun menaiki tangga ingin pergi menuju kamarnya. Namun, saat sampai di undakan tangga terakhir, seperti ada sebuah tangan yang menariknya hingga dirinya hilang keseimbangan dan berguling serta terjatuh di lantai. Darah segar mengalir dari hidung serta kepala wanita itu.

Carrie yang baru saja kembali dari dapur, begitu terkejut saat melihat ibunya terbaring tak sadarkan diri di lantai dengan tubuh yang bersimbah darah. Carrie pun menangis dan berteriak histeris.

“Ibu..!”

*Bersambung.

Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya ya, untuk karya receh ini dengan cara klik like, ketik komentar dan kirim hadiah atau pun iklan yang banyak buat othor, agar othor makin semangat updatenya okeee..

Peluk sayang untuk readers othor.

Nikmati alurnya ya dan happy rading

Terpopuler

Comments

rya22

rya22

mampusss. semoga mati tuh nenek lampir

2022-11-24

1

Nia sumania

Nia sumania

nah looo kapok gak tuh? yang mulia ratu dikatain 🙊🙊

2022-11-21

2

Thata Chan

Thata Chan

mampus🤣🤣 mati kagak dia tuh

2022-11-15

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!